Posts

[Galeri Foto] Acara Serah Terima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abulyatama Di Kantor Camat Ulee Kareng

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Universitas di Indonesia umumnya, dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral selama satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa.

Pada hari ini, Universitas Abulyatama mengadakan acara serah terima mahasiswa KKN yang dilaksanakan di kantor Camat Ulee Kareng, Banda Aceh. Acara tersebut juga dihadiri oleh Badan pelaksana KKN, Rektor Universitas Abulyatama, staf-staf Camat dan Keuchik dari tiap tiap kampung dalam kecamatan Ulee Kareng yang siap menyambut mahasiswa-mahasiswi KKN di Kecamatan Ulee Kareng.

Berikut foto acara serah terima mahasiswa KKN :

 

IMG20160808084801

IMG20160808084801

IMG20160808090046

13895039_10153991676333732_5507416255387883898_n

13903219_10153991676853732_4280691161805696876_n

Selintas Cerita Rusli Bintang Membangun Kampus

Tak hanya menyediakan fasilitas yang serba lengkap, sebuah perguruan tinggi juga wajib mendapat dukungan kualitas akademik. Perpaduan inilah yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan kampus yang mampu melahirkan sarjana bermutu.

Ternyata, bagi H Rusli Bintang, dua hal itu belum cukup. Ia juga menekankan penguatan akhlak dan jiwa religius bagi mahasiswa yang kuliah di seluruh perguruan tinggi yang didirikannya. “Pintar saja tidak cukup. Ia harus memiliki aklak yang baik agar dia berguna bagi lingkungannya,” kata Rusli kemarin di kampus Universitas Batam.

Ia sudah mendirikan empat kampus. Di antaranya adalah Universitas Abulyatama-Aceh, Universitas Malahayati-Lampung, Universitas Batam-Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia-Jakarta.

“Kita tak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, para mahasiswa juga dibekali kedisplinan, etika, dan religi,” kata Dr Muhammad Kadafi SH MH, Rektor Universitas Malahayati.

Pengemblengan nilai-nilai humanis dilakukan melalui pembinaan anak-anak yatim yang memang masuk dalam statuta universitas. Bentuk kepedulian pada anak-anak yatim ini misalnya bagi rektor minimal harus membina 12 anak yatim, wakil rektor 10, dekan 8, kepala jurusan 6, dosen 4, karyawan 2 dan 1 anak untuk mahasiswa.

Soal akademik, Rusli selalu meminta para rektor di kampus untuk terus meningkatkan kualias. “Termasuk di antaranye bekerjasama dengan kampus-kampus yang bagus di Indonesia. Bahkan juga mereka perlu melihat ke kampus-kampus di luar negeri untuk melihat seperti apa mereka membangun sebuah pendidikan tinggi yang berkualitas,” kata Rusli.

Salah satunya adalah kunjungan seluruh rektor di empat kampusnya ke Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Senin 27 Juni lalu. Bahkan kunjungan ini menghasilkan sebuah kesepakatan kerjasama dengan USU.

Kegiatan ini berlangsung di Biro Rektorat USU Medan, pada Selasa 22 Juni lalu. “Ini adalah wujud keseriusan Universitas Malahayati untuk terus meningkatkan kualitasnya,” kata Dr Kadafi. Seluruh rektor dari kampus-kampus itu ikut hadir dalam proses penandatanganan kerjasama ini. Bahkan dari USU langsung rektornya yaitu Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum.

Adapun rektor lainnya adalah Dr. Muhammad Kadafi SH MH (Rektor Universitas Malahayati), Prof Novirman Jamarun (Rektor Universitas Batam), Ir R Agung Efriyo Hadi MSc PhD (Rektor Universitas Abulyatama), dan Prof Umar Fahmi Achmadi dr MPH PhD (Rektor IKI Jakarta).

Prof Runtung Sitepu, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa kerjasama ini adalah lanjutan dari kerjasama terdahulu.  “Sebelumnya, kerjasama antara USU dan Uniba (Universitas Batam) sudah terjalin saat USU dipimpin Rektor Prof. Syahril Pasaribu,” katanya. Kerjasamanya adalah untuk meningkatkan pendidikan di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) Sumatera Utara.

Kerjasama itu bertujuan untuk pengembangan institusi dan peningkatan program kedua belah pihak. Selain itu, kerjasama ini juga untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang selanjutnya akan memberi nilai tambah pada mahasiswa, dosen, mapupun pihak lain.

Kali ini, USU memperluas wilayah kerjasama dengan lima universitas itu, yaitu melaksanakan segala bentuk kegiatan penelitian di semua bidang Ilmu pengetahuan, termasuk kegiatan publikasi karya ilmiah hasil penelitian; dan melaksanakan segala bentuk kegiatan pengabdian masyarakat, serta segala bentuk kegiatan lainnya berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Mewakili lima perguruan tinggi itu, Dr Kadafi menyatakan sangat berterimakasih pada USU. “Kami tentu sangat bangga. USU adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kepercayaan ini tentu harus kami jawab dengan terus meningkatkan kualitas kampus,” kata Dr Kadafi.

Dr Kadafi menambahkan, “selama ini kami memang selalu berbebah diri, meningkatkan berbagai sarana dan prasarana akademik dan pendukungnya. Kita harus mengikuti perkembangan zaman yang selalu menuntut berbagai perbaikan dan perubahan.”

Selain itu, Dr Kadafi juga yang memimpin rombongan dari seluruh kampus ini mengunjungi dua kampus di China, 16 Oktober tahun lalu. Salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi adalah Capital Medical University, Beijing, China. Waktu itu Dr Kadafi datang bersama Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efriyo Hadi PhD. Dua rektor ini ditemani Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki dan Wakil Rektor Universitas Malahayati Wahyu Dhani Purwanto MPd.

Tentu saja Dr Kadafi berkunjung ke sini mewakili seluruh kampus yang didirikan Rusli Bintang. Mereka diterima Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University, Profesor Dong Zhe.

Pertemuan hangat menjelang petangitu menghasilkan kesepakatan yang cukup bagus . “Kita bisa mengirim mahasiswa ke kampus ini untuk belajar,” kata Agung Efriyo Hadi. “Setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. Mungkin, nanti kita akan memilih waktu liburan akan kita kirim mahasiswa kita ke sana.”

Tak cuma dengan kampus-kampus di negeri China, sebelumnya Kadafi sudah menggandeng perguruan tinggi dari Malaysia dan Singapura. Bahkan di dua negara tetangga ini ikatan kerjamasa sudah berjalan dengan baik. Salah satu wujudnya adalah pengiriman mahasiswa D-IV kebidanan untuk studi banding ke National University Hospital Singapura pada 7-10 April 2015.

Dari Eropa datang Kaye Jujnovich, seorang dekan di Whitireia University, New Zealand, 13 Juni 2015. Kunjungan Kaye Jujnovich perwakilan dari Whitireia ini untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Malahayati. Dari kerjasama ini, dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati bisa kuliah di Whitireia University, begitu juga sebaliknya. Kedua kampus juga bisa menjalani penelitian, dan pertukaran karya ilmiah.

Tak hanya kerjasama dengan berbagai kampus. Beasiswa untuk dosen-dosen yang memiliki kemampuan juga dilakukan. Memang untuk soal meningkatkan kualitas bukan pekerjaan yang semudah membalik telapak tangan, namun upaya itu terus dilakukan. Itu belum lagi dengan menguatkan dengan menyediakan berbagai fasilitas di kampus-kampusnya.

Saat ini, misalnya, Rusli Bintang sedang merombak total kampus di Universitas Batam. Dari semula hanya ada beberapa gedung di lahan 10 hektar di kawasan Batam Center. Kini pembangunan sedang berjalan hampir memenuhi seluruh areal. Selain fasilitas untuk apartemen mahasiswa, gedung perpustakaan, laboratorium, dan sarana olahraga seperti lapangan golf, juga sedang didirikan sebuah rumah sakit di kampus ini.

Sebelumnya ia sudah membangun sarana yang sangat lengkap di Universitas Malahayati di Bandar Lampung. Di sini juga lengkap dengan rumah sakit, begitu juga dengan Universitas Abulyatama di Banda Aceh. Di sana juga sudah ada rumah sakit. Rusli menggandeng Pertamina untuk menjaga kualitas rumah sakitnya. Itulah sebabnya nama rumah sakitnya, misalnya di Bandar Lampung, adalah Pertamina-Bintang Amin, di Banda Aceh bernama Pertamedika Ummi Rosnati.

Ini baru cerita sepintas upaya Rusli Bintang membangun dunia pendidikan. []

Mulai Hari Ini Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Dipimpin Direktur yang Baru

Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mulai hari ini dipimpin oleh Dr Rahmad MM MARS sebagai direktur baru. Surat keputusan pengangkatannya diserahkan oleh Ketua Dewan KSO (kerjasama operasional)  PT Ummi Rosnati dan PT  Pertamina Bina Medika di Ruang Rapat Utama rumah sakit yang terletak persis di belakang Gedung Sosial Pemprov Aceh, di Labui, Banda Aceh.

Dr Rahmad menggantikan Dr Pria Agustus Yadi Sp. B-KBD yang menjabat selama 6 bulan. Bahkan Dr Rahmad sebelumnya juga adalah Wakil Direktur Medis dan Pelayanan di RSPUR. Sehingga ia sebagai sosok yang cukup berpengalaman dalam manajemen Rumah Sakit khususnya di RSPUR.

Bersama dengannya juga dilantik Drs. HM Roestamadji MM sebagai Wakil Direktur SDM, Umum & KEU dan Dr Muhammad Syakir Sp An sebagai Wakil Direktur Medis dan pelayanan. Dan dilantiknya direksi baru maka akan memudahkan pencapaian sesuai harapan yang diharapkan.

Rumah Sakit yang dipimpin oleh direktur baru ini sendiri merupakan Rumah Sakit hasil kerjasama operasional antara PT Ummi Rosnati dan PT Pertamina Bina Medika sehingga berdirilah RSPUR yang sudah beroperasi sejak 22 Desember 2015 lalu. Meskipun masih berusia muda, RSPUR dianggap sebagai Rumah Sakit yang berkualitas dari segi pelayanan, fasilitas dan sumber daya manusia dibidang kesehatan.

Kehadiran tamu-tamu undangan membuat acara pelantikan tersebut terkesan ramai dan megah yang diantaranya adalah H Rusli Bintang yang merupakan founder dari PT Ummi Rosnati dan serta beberapa perwakilan dari BUMN dan BUMS.  “Harapannya, bahwa Rumah Sakit ini terus mencuri perhatian publik dalam pelayanan kesehatan yang baik.” Kata Direktur PT Ummi Rosnati, Ir R Agung Efriyo Hadi M.Sc PhD dalam sambutannya.

Raih Gelar Diploma dan Sarjana di Universitas Abulyatama

LULUS SMA mau lanjut kuliah? Ke Universitas Abulyatama aja. Universitas Abulyatama dilengkapi dengan fasilitas yang memadai serta dibimbing oleh tenaga pengajar yang berkompeten.

Jadi calon mahasiswa yang berminat kuliah di Universitas Abulyatama bisa segera mendaftar secara langsung datang ke Sekretariat PMB di Abulyatama.

Berikut adalah fakultas dan prodi di Universitas Abulyatama:

FAKULTAS KEDOKTERAN
 Program Studi Kedokteran Umum.
 Program Studi Ilmu Keperawatan (S1).
 Program D-IV Kebidanan.

FAKULTAS EKONOMI
 Program Studi Ekonomi Akuntansi.
 Program Studi Ekonomi Manajemen.
 Program Studi Ekonomi Pembangunan.

FAKULTAS TEKNIK
 Program Studi Teknik Sipil.
 Program Studi Teknik Mesin.

FAKULTAS PERTANIAN
 Program Studi Agribisnis.
 Program Studi Agroteknologi.
 Program Studi Peternakan.

FAKULTAS PERIKANAN
 Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.
 Program Studi Sumber Daya Perikanan.
 Program Studi Budidaya Perikanan.

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
 Program Studi Matematika.
 Program Studi Fisika.
 Program Studi Pancasila & Kewarganegaraan.
 Program Studi Bahasa & Sastra Indonesia.
 Program Studi Bahasa Inggris
 Program Studi Jasmani, Kesehatan & Rekreasi
 Program Studi Biologi

FAKULTAS HUKUM
 Program Studi Ilmu Hukum.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
 Program Studi Kesehatan Masyarakat.

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN ILMU KOMPUTER
 Program Studi Sistem Informasi.

AKADEMI KEPERAWATAN
 Program Studi Diploma III Akademi Keperawatan

Unaya Institute English Communication Selenggarakan Seminar System Pendidikan Canada

UNIVERSITAS Abulyatama mengadakan seminar Internasional “The Educational System in Canada” pada Kamis, 9 Desember 2015. Kegiatan ini diselenggarakn oleh Unaya Institute English Communication (UIEC).

Seminar yang bertemakan Family Medicine ini juga tentang sistem pendidikan di Canada. Adapun pematerinya ialah mrs Candy dari Canada, ia juga salah satu dokter dan dosen di salah satu Puskesmas Canada.

Sindya Mawaddah salah satu mahasiswa Unaya mengakui bahwa sistem pendidikan di Canada jauh lebih tertata dan merata, ia juga berharap agar Indonesia dapat mengikuti pendidikan yang dilakukan seperti di Canada.

“Hal yang paling menarik adalah pendidikan mereka gratis sampai SMA dan kuliahnya pun lebih banyak peluang yang mendapatkan beasiswa, dan biayanya diambil dari pajak negara itu,” kata Sindya Mawaddah salah satu Mahasiswa yang mengikuti seminar itu.[]

Sambutan Dekan Teknik Saat Pembukaan Mubes BEM FT

DEKAN Fakultas Teknik Ir Mohd Isa T Ibrahim MT membuka langsung Musyawarah Besar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (Bem FT) Universitas Abulyatama. Acara yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 gedung utama, Kamis 19 November 2015.

Dalam sambutannya ia menyampaikan sangat mengapresiasi dan mendukung Bem FT sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi dan kepemimpinan. Selain itu ia juga ia merasa Bem FT telah banyak melakukan kegiatan dan hal-hal yang positif demi memperkenalkan identitas kampus hijau abulyatama.

“Mahasiswa harus kreatif dengan berorganisasi dan jangan lupakan juga terus belajar ilmu tauhid dan dengan segala kekurangan tetapi kita patut berbangga diri dengan terus kompak dan solid, ibaratnya ayam kampung dengan kemandirian segala usaha mengangkat prestasi Fakultas Teknik baik tingkat di lokal maupun di tingkat nasional,” kata Ir Mohd Isa T Ibrahim MT.

Isa juga mengatakan tantangan bagi mahasiswa yang lulus nantinya juga semakin berat karena kedepannya setiap mahasiswa yang sudah lulus tidak hanya diberikan ijazah tetapi juga sertifikat keahlian (SKPI) yang akan membantu sarjana untuk bekerja.

Isa juga berpesan untuk terus menjaga kekompakan mahasiswa teknik, bagi Ketua Bem FT yang terpilih nantinya semoga dapat mengemban amanah sebagai pemimpin yang dipercayakan oleh masyarakatnya dan membawa nama baik civitas akademik Universitas Abulyatama.

Sandri Amin : Lega Sudah Menyelesaikan Sidang Skripsi

MAHASISWA Fakultas Hukum Universitas Abulyatama melaksanakan sidang skripsi di ruang Lembaga Peradilan Semu (LPS) Gedung Multiguna, Selasa, 10 November 2015.

Senyuman bangga terlihat pada pria kelahiran Sinabang 13 Februari 1992, terlontar jelas dari raut wajah Sandri Amin yang telah menyelesaikan sidang skripsinya. “Alhamdulillah senang karena walau bagaimanapun kuliah adalah tanggung jawab kita terhadap orang tua. Ketika kita telah menyelesaikan tanggung jawab itu, ada rasa bahagia tersendiri di dalam batin,” katanya

Kemudian Sandri, sapaan akrabnya melanjutkan “Selain senang dan bangga, ada rasa tegang dalam hati setiap yang telah menyelesaikan sarjananya. karena masih ada tuntutan profesi, hal inilah yang menjadi masa transisi menuju bahagia atau sebaliknya. Sebab tak jarang diantara kita yg menjadi pengangguran, saat tak siap untuk berkembang dimasa transisinya,” ujarnya.

Dengan judul skripsi “Akibat hukum dari perkawinan yang dilaksanakan tanpa persetujuan calon mempelai”. Sandri bercerita, ada yang mengatakan bahwa sidang itu sulit. Tapi menurutnya di dunia ini tidak ada yg mudah. Kita sendiri memudahkan sesuatu yg sulit, bila hari ini kita mengalah pada keadaan bagaimana di hari esok saat kita menantang masa depan.

Demisioner Gubernur Fakultas Hukum periode 2013-2014 mengatakan skripsi itu sulit. Meski begitu kewajiban tetaplah kewajiban, semua hal akan terasa semakin sulit bila kita menghadapinya dengan persiapan katanya.[]

Fakultas Kedokteran Abulyatama; Rencana penyebarluasan RS jejaring

DALAM menjalankan pendidikan sarjana kedokteran, ada tahap yang harus diikuti untuk mendapatkan gelar dokter, yaitu tahap profesi dokter. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari sarjana pendidikan dokter. yaitu suatu pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, serta kode etik yang bersifat melayani  masyarakat sesuai UU  No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan bertempatkan langsung di Rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan.

Setelah menjalin kerjasama dengan beberapa Rumah Sakit Umum daerah yang ada dibeberapa kabupaten di Aceh. Pihak Fakultas Kedokteran Abulyatama berencana untuk memperluas ikatan kerjasamanya dengan Rumah sakit yang ada di Takengon. Baru-baru ini, perwakilan dari pihak dekan fakultas kedokteran Abulyatama telah melakukan peninjauan mengenai RS jejaring. Mereka akan bekerjasama untuk memfasilitasi program profesi dokter di Fakultas Kedokteran. Rumah sakit tersebut adalah BLUD RSU Datu Beru Takengon yang beralamat di jalan Rumah Sakit
No.153  Nunang Antara, Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

BLUD RSU Datu Beru Takengon adalah Rumah Sakit Umum Daerah tertua yang ada di Aceh Tengah, yang berdiri sejak masa penjajahan kolonial Belanda yaitu pada tahun 1939. Dan  Pada tahun 2009 berdasarkan SK Menkes RI Nomor 549/Menkes/SK/VII/2009, tanggal 15 Juli 2009 Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah dengan klasifikasi kelas B, dan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

Salah satu alasan memilih untuk menjalin kerjasama dengan RS tersebut karena jangkauan RS tersebut sangat mudah, dan juga berhubungan untuk mempermudahkan bagi sarjana pendidikan dokter untuk melanjutkan tahap profesi dokternya.

Fakultas kedokteran Abulyatama mulai menyalurkan sarjana yang  akan melanjutkan program profesi dokter ini diperkirakan pada awal tahun 2016.

Belajar Hingga ke Negeri China

WANLI Changcheng. Begitu istilah untuk Tembok Besar Tiongkok (Tembok Raksasa Tiongkok atau Tembok Panjang) disebut di negeri aslinya yang artinya Tembok Sepanjang 10.000 Li.

tembok-besar-chinaMenurut catatan sejarah, tembok itu mulai dibangun sejak 722 SM-481 SM. Negeri-negeri yang tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao. Mengunakan ratusan ribu pekerja paksa, pekerjaan pembangunan berlanjut di era kekuasaan Kaisar Qin Shi Huang pada 220 SM hingga berakhir di masa Dinasti Ming (1368-1644).

Tentu saja rakyat China bangga dengan bangunan bersejarah terpanjang yang pernah dibuat manusia, apalagi sudah masuk dalam Situs Warisan Dunia Unesco. Jadi tak heran jika lukisannya menghiasi ruang pertemuan di Capital Medical University, Beijing, China.

Di ruangan itulah, Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University, Profesor Dong Zhe menerima kedatangan Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi dan Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efriyo Hadi PhD. Dua rektor ini ditemani Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki dan Wakil Rektor Universitas Malahayati Wahyu Dhani Purwanto MPd.

rektor kdv dan prof dong ze 2Pertemuan hangat menjelang petang pada 16 Oktober 2015 ini menghasilkan kesepakatan yang cukup bagus untuk Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama. “Kita bisa mengirim mahasiswa ke kampus ini untuk belajar,” kata Agung Efriyo Hadi. “Setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. Mungkin, nanti kita akan memilih waktu liburan akan kita kirim mahasiswa kita ke sana.”

Agung menjelaskan, semula mereka hanya meminta untuk diberikan kesempatan dalam bentuk belajar yang singkat saja. “Namun malah mereka mereka menawarkan dalam bentuk lebih luas, berupa SKS. Jadi bisa sampai tiga bulan belajar di CMU (Capital Medical University),” katanya. Tentu saja, tawaran itu sangat baik. “Kita akan menjalani untuk peningkatan di kampus kita juga. Kita juga hendak ingin menunjukkan kepada mahasiswa proses akademik kita itu tiada henti-hentinya kita mengembangkannya,” katanya.

Kesempatan untuk belajar ke negeri China akan terbuka lebar untuk mahasiswa yang berprestasi. “Yang punya talenta punya kualitas punya mutu, mereka harusnya terpacu dengan potensi keilmuannya. Itu menjadi kunci bagi mereka. Mereka yang juga menjaga nama baik almamater dan nama baik Indonesia. Sebab bagaimana pun mahasiswa yang akan ke China nantinya tetap saja membawa nama negara, mereka di sana dengan wajah kampusnya,” kata Kadafi.

rektor di beijing 2Selain prestasi, mahasiswa yang akan dikirim ke negeri Tirai Bambu diwajibkan bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan juga belajar bahasa Mandarin. “Saya pernah bertanya pada CMU apakah mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia mengalami kesulitan dalam berbahasa Mandarin?Mereka katakan tidak ada. Bahkan tiga bulan mahasiswa Indonesia yang belajar di CMU sudah bisa berbahasa Mandarin, bahkan sudah mampu menulis arikel dalam bahasa Mandarin. Artinya soal itu tak menjadi kendala sama sekali,” katanya.

Belajar ke Capital Medical University  (CMU) tentu akan membawa dampak yang sangat bagus untuk dua kampus ini. CMU adalah sebuah universitas ternama di negeri China. Berdiri pada 1960, Capital University of Medical Sciences semula  bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas yang berafiliasi dengan rumah sakit ini memiliki 20.000 staf, lebih 1.000 dosen, dan sekitar 2.000 profesor asosiasi.

Universitas yang memiliki 9.000 mahasiswa aktif ini meliputi berbagai bidang. Di antaranya pelatihan general practitioner, clinical medicine, basic kedokteran, ilmu saraf, ophthalmology, geriatrics, urologi, kardiologi, pain medicine, toksikologi, teknik biomedis, pengobatan tradisional Cina, reproduksi, kebijakan kesehatan, dan sejumlah bidang ilmu kesehatan lainnya.

rektor agung unaya dan prof dong zheBahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  neurobiologi, cytobiology, imunologi, kedokteran ikonografi, neurologi, neurosurgery, kardiologi, bedah cardio-vaskular, transplantasi ginjal, penyakit pernafasan, pengobatan pencernaan, bedah oral-maksilofasial, mata, THT dan hematologi anak.

Saat ini, CMU menyelenggarakan program pertukaran internasional yang sangat baik. Memiliki kemitraan dan perjanjian dengan banyak universitas dan institusi dengan lebih dari 20 negara dan wilayah. Kerjasama yang terjalin antara lain seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pendidikan bersama dan proyek-proyek penelitian bersama.

***

PENINGKATAN kualitas kampus memang perioritas Kadafi. Bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama tentu ditempuhnya. Tak hanya dengan perguruan tinggi dari negara-negara lain, namun juga yang ada di dalam negeri.

Tak cuma dengan kampus-kampus di negeri China, sebelumnya Kadafi sudah menggandeng perguruan tinggi dari Malaysia dan Singapura. Bahkan di dua negara tetangga ini ikatan kerjamasa sudah berjalan dengan baik. Salah satu wujudnya adalah pengiriman mahasiswa D-IV kebidanan untuk studi banding ke National University Hospital Singapura pada 7-10 April 2015.

Wakil Rektor II Universitas Malahayati Lampung, Wahyu Dhani Purwanto MPd mengatakan praktik langsung mahasiswa di Singapura itu sebagai bentuk komitmen menghasilkan bidan-bidan yang tak hanya mampu bersaing di lokal atau nasional tetapi juga internasional. “Kami harapkan mereka mendapatkan pembelajaran dari pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga dapat mendukung lulusan sebagai bidan yang profesional,” katanya.

Salah satu mahasiswa yang ikut program itu, Linda Agustina, mengatakan studi banding itu menambah pengalamannya.  “Kami mendapat pengarahan yang baik dan langsung dari perawat senior yang ada di sana, banyak pengetahuan dan pengalaman yang diberikan kepada kami,” kata Linda. Salah satu contohnya, ia bisa melihat langsung bagaimana Singapura sudah tidak menggunakan metode persalinan biasa. “Di sana sudah menggunakan metode persalinan di air dan metode kangaroo setelah anak itu dilahirkan langsung diletakkan di ibu nya,” katanya.

Linda juga melihat bagaimana sistem rumah sakit melayani pasiennya. “Setelah kelahiran anak, pihak rumah sakit berkunjung ke rumah pasiennya,” katanya. Mereka mengajarkan bagaimana cara merawat bayi yang benar, bagaimana cara persalinan itu dapat berjalan normal. “Singapore sendiri tidak dianjurkan untuk minum susu formula, jadi benar-benar menggunakan asi eksklusif,” ujarnya. “Rumah sakit sangat mengutamakan kesehatan, jadi wilayah rumah sakit hanya boleh dikunjungi orang-orang yang steril sekali.”

Lalu bagaimana dengan Universitas Malahayati? Kampus ini juga menjadi tempat studi banding para mahasiswa dari berbagai negara lain. Misalnya, mahasiswa  Cyberjaya University College of Medical Science di Malaysia yang pernah magang di Universitas Malahayati yaitu di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin pada Juli-September 2015. Ada 42 Mahasiswa dan 2 dosen pembimbing yang mengikuti kegiatan paramedic science clinical training, salah satunya Ezam.

Bagaimana pendapatnya tentang Universitas Malahayati? “Di sini kami merasa sedang di rumah sendiri, semuanya baik dan ramah, serta semuanya bekerja sama dengan baik. Bahkan, di sini kami dilayani lebih baik, dan diberikan fasilitas yang mendukung dengan sangat memuaskan di banding saat kami di tempat asal kami,” ujar Ezam. “Semoga Cyberjaya University dan Malahayati bisa terus berkolaborasi dan bisa saling berbagi pengalaman.”

Selain itu di bulan yang sama, Universitas Malahayati kedatangan tamu dari Malaysia, mereka adalah students/mahasiswa Keperawatan dari University Putra Malaysia (UPM). Ada tujuh orang yang datang. Tujuannya untuk praktikum. Kegiatan ini, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa Malaysia itu melaksanakan kegiatannya di Kelurahan Sumber Sari Bantul Kota Metro.

Sebelum menuju ke lokasi, mereka ke Universitas Malahayati. Mahasiswa Malaysia ini berkeliling kampus, mulai dari ruangan skill lab sampai perpustakaan Universitas Malahayati.  Mereka sangat terkesan sekali ketika melihat fasilitas kampus yang begitu hebat.

Dari Eropa datang Kaye Jujnovich, seorang dekan di Whitireia University, New Zealand, 13 Juni 2015. Kunjungan Kaye Jujnovich perwakilan dari Whitireia ini untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Malahayati. Sebelum meneken MoU, Rektor Kadafi mengajak Kaye berkeliling kampus dan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Kaye melihat sejumlah fasilitas dan penunjang akademik yang dimiliki Universitas Malahayati. Usai melihat kelengkapan fasilitas, Rektor Kadafi mengajak Kaye melihat gedung perpustakaan terpadu.

Kemudian, Kadafi membawa Kaye berkunjung ke Rumah Sakit RS Pertamina-Bintang Amin. Dalam kunjungan ini, ia sempat disuguhi beberapa alat kesehatan yang moderen, seperti CT scan 128 slice, chat lab, dan beberapa alat kesehatan terbaru lainnya. Tidak hanya melihat fasilitas rumah sakit, Kaye juga sempat bertemu dengan lima mahasiswa asing dari Malaysia. Keberadaan lima mahasiswa negeri jiran di RS Pertamina Bintang Amin, program pertukaran mahasiswa.

Usai meninjau beberapa fasilitas yang dimiliki oleh kampus, Kaye bersama rombongan sepertinya kepincut. Ia mewakili pimpinan kampus memutuskan untuk langsung melakukan kerjasama dengan Malahayati, padahal dalam agenda sebelumnya ia hanya berkunjung. Dari kerjasama ini, dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati bisa kuliah di Whitireia University, begitu juga sebaliknya. Kedua kampus juga bisa menjalani penelitian, dan pertukaran karya ilmiah.

***

KEMBALI ke China. Kadafi dan Agung tak hanya berada di Capital Medical University di Beijing, mereka juga diundang menjadi pembicara pada acara “The 2nd Silk Road Higher Education Cooperation Forum” yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2015 di China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Provinsi Hubei, China. Di sini mereka langsung disambut Professor Yanxin Wang, President of Chinese University of Geosience.

agung dan para rektorKegiatan ini disponsori oleh Silk Road Institute, International Education College of CUG, dan National Natural Science Foundation of China. Forum yang diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Workshop on Tethyan Orogenesis and Metallogeny in Asia (IWTOMA) ini membahas dan bertukar informasi terbaru tentang evolusi tektonik, metallogeny, geologi minyak bumi, sumber daya air dan bahaya geologi di Asia.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari The 1st Silk Road Higher Education Forum yang diadakan  di China University of Geosciences, Wuhan, pada 12-16 Oktober 2014. Hampir 90 akademik peneliti, administrator dan mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi/universitas dari 15 negara berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para delegasi disuguhi materi menarik yang disampaikan para rektor (presiden) dan dekan dari universitas terkenal di dunia. Di sini bisa disimak berbagai sudut pandang tentang kerjasama pendidikan tinggi, kualitas dan kemampuan yang diperlukan untuk pemimpin masa depan.

Dari kegiatan ini akan melahirkan berbagai kerjasama yang penting untuk pelatihan dan penelitian.  Dari Indonesia yang menghadiri forum  di China University of Geosciences (CUG) ini ada tiga universitas, selain Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama ada Universitas Indonesia, yang datang langsung rektornya Profesor Dr Ir Muhammad Anis MMet.

CUG adalah universitas negeri di China yang berada langsung di bawah  administrasi Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Cina. Universitas ini ada dua kampusnya, satu terletak di Kecamatan Haidian di Beijing, yang kedua terletak di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China. “Universitas ini paling berpengaruh dalam industri pertambangan dan minyak China,” kata Kadafi.

Benar, CUG memang salah satu perguruan tinggi sangat top di China. Salah satu alumni Universitas yang memiliki motto “Being austere and simple, keeping on practice and acting for truth” ini tak lain adalah Wen Jiabao, Perdana Menteri Dewan Negara China, yang terpilih pada 2003. Wen dianggap sebagai tokoh di balik kebijakan ekonomi China. Menjabat selama dua periode, Wen mengakhiri masa jabatannya pada 2013.

wuhan forum 2Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi menjelaskan di forum itu mereka membahas perkembangan “Jalur Sutra”. Ini adalah jalur yang sangat luas membelah dari utara ke selatan meluas dari pusat perdagangan China Utara dan China Selatan. Bahkan rutenya jika dari utara melintas hingga ke Eropa Timur tembus ke Laut Hitam. Jalur selatan sampai ke Laut Tengah, Mesir, dan Afrika Utara.

Penamaan Jalur Sutra sangat berkaitan arus perdagangan sutra di kawasan ini pada abad 19. Dari perdagangan sutra, kemudian berkembang ke berbagai komoditi lainnya, bahkan sampai pengembangan kebudayaan China, India dan Roma, bahkan disebut-sebut sebagai dasar dari dunia modern.

Nah jalur itulah yang hendak dihidupkan lagi oleh China. “Nanti melalui forum Rektor kita memiliki koneksi ke berbagai program yang ada di China itu. Yaitu jaur sutra perguruan tinggi. Artinya bukan saja perguruan tinggi dari China saja di jalur sutra ini, juga negara-negara lain yang berada di sepanjang jalur itu. Artinya kita punya peluang dan koneksi membuka kerjasama perguruan tunggi yang berbeda di lintas jalur sutra,” kata Agung.

jalur sutraKhusus untuk Aceh, kata Agung, memiliki koneksitas yang cukup kuat dengan Jalur Sutra. “Dalam forum rektor saya mengangkat sejarah Aceh Samudra Pasai dulu juga menjadi transit perdagangan jalur sutra yang sekarang letaknya di Lhokseumawe,” katanya. “Demi kemajuan pemuda Aceh, saya katakan sangat menyambut baik program itu. Jadi saya sampaikan juga, bahwa Indonesia itu sangat luas dan Aceh ada dalam Jalur Sutra sejak dulu,” katanya.

Nah, alasan Agung dan Kadafi sangat antusias hadir dalam forum ini memang pula da anilai historisnya. “Berbasis historis, di masa depan kerjasama akan lebih baik,” katanya.

Itulah sebabnya, Kadafi bilang sangat tepat menuntut ilmu meski sampai ke negeri China. “Seperti petuah dalam hadis Nabi Muhammad SAW,” katanya. []

Ada Kajian Jumat Di kampus Abulyatama

KAJUM (Kajian Jumat) merupakan kajian islamiah yang diadakan oleh LDF Al-kindi Fakultas Kedokteran yang berlangsung setiap Jumat siang di Balai Pondok Asrama Putri Abulyatama. Kegiatan yang di khususkan untuk para Akhwat (perempuan). Materi yang dibahas didalam kajian ini seputar islam, meliputi ibadah, fiqih, tauhid, kesehatan dan akhlak. Forum kajian ini juga tidak dilaksanakan secara formal yang bertujuan untuk lebih terbuka dan aktif pada saat sesi tanya-jawab berlangsung di akhir kajiannya nanti.

Pemateri yang biasa memimpin kajian  secara bergantian mulai dari lembaga pendidikan dan kesehatan, dan bahkan ada dari mahasiswi yang senior.

Meskipun kajian ini lebih dikhususkan kepada Akhwat (perempuan), namun juga ada beberapa pokok bahasan yang memang harus diketahui oleh akhwan (laki-laki) berupa materi tentang tauhid dan bahkan ada materi lain yg harus diketahui bersama.

Kajian jumat ini sangat berguna untuk memperdalam ilmu-ilmu agama, dan apalagi yang berkaitan dengan kesehatan. Dan kajian ini tidak hanya diperuntukkan kepada anggota LDF Al-kindi namun terbuka kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang berminat.

Akhwat ( perempuan) didapatkan sangat aktif pada setiap ada kajian Jumat yang diadakan oleh LDF Al-kindi. Dan untuk pemateri yang pernah menghadiri kajian ini juga sangat mengesankan. Salah satunya bernama dr. Uzzi Mardha phoenna, ia sangat bagus dalam menyampaikan materi. Selain penyampain yang sistematis, ia juga menggunakan intonasi yang sangat baik dalam menyampaikan materi. Sehingga materi yang diterima oleh mahasiswi sangat mudah untuk dipahami.

“Semoga dengan berlangsungnya kajian ini, kita dapat menjadi orang yang istiqomah dalam menjalankan perintah Allah. Bisa menjadi pribadi yang lebih baik dimata Allah dan sesama dan juga bermanfaat untuk orang banyak,” kata Riqa Putri selaku pengurus kegiatan Kajian Jumat ini.