Posts

UNAYA LAKSANAKAN KOMPETISI ACEH DEBATING

Unaya melaksanakan Kompetisi Aceh Debating League (ADL) 13 sd 14 Maret 2018, kegiatan ini di ikuti oleh empat Universitas yang berada di banda aceh, antara lain Universitas Abulyatama, Universitas Syiahkuala, STKIP GASEMENA, dan Universitas Serambi Mekah.

Acara tersebut telah selesai dilaksanakan pada Rabu, 14 Maret 2018. Kegiatan ini mengusung tema “Debater Today, Leader Tomorrow”. Pada kompetisi ini, Universitas Abulyatama dipercaya untuk menjadi pelaksana kegiatan ADL yang pertama ini. ADL adalah inisiasi bersama dari empat perguruan tinggi Negeri dan Swasta (Universitas Abulyatama, Universitas Syiah Kuala, STKIP Bina Bangsa Getsampena, dan Universitas Serambi Mekkah) yang ada di Banda Aceh. Inisiasi ini muncul dikarenakan minimnya kompetisi debat ditingkat universitas yang ada di Aceh.

Aceh Debating League merupakan kompetisi debat bahasa Inggris antarperguruan tinggi yang menggunakan sistem British Parliamentary (BP) yang terdiri dari 2 pembicara (speaker). Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 13-14 Maret 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 4 (empat) universitas di Aceh yakni: Universitas Abulyatama, Universitas Serambi Mekah, Universitas Syiah Kuala, dan STKIP BBG Getsempena. Masing-masing kampus mengirimkan 2 (dua) tim sebagai peserta dalam kegiatan ini. Lomba Aceh Debating League terdiri dari 4 kali babak preliminary (baca: babak awal, red) dan 1 kali babak final. Peserta yang masuk ke dalam babak final ditentukan berdasarkan akumulasi jumlah Victory Point pada babak preliminary dan total skor yang didapatkan pada babak preliminary. Penghargaan diberikan kepada pemenenag 1, 2, 3 dan harapan 1 serta best speaker yang dihitung dari nilai individu selama babak preliminary.

Kegiatan ini telah ditutup secara resmi oleh Rektor Universitas Abulyatama, Bapak R. Agung Efriyo Hadi, PhD. Dalam kata sambutannya, Rektor berharap bahwa kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak universitas yang ada di Aceh dan estafet tuan rumah juga dapat dilanjutkan oleh universitas yang menjadi champion dalam kompetisi ini.

Adapun champion dalam kegiatan ini adalah Unsyiah A (Muhammad Afi Ramadhan, Cut Puan Tiszani Pasha, 1st runner up Abulyatama B (Resti Amelia Sari, Irma Yanti) 2nd runner up BBG A (Mahdalena, Sarti Wahyuni dan 3rd runner up Abulyatama A (Feni Mariani, Siti Hawa).
Juara Best Speaker: Muhammad Afi Ramadhan (Unsyiah A), Cut Puan Tiszani Pasha (Unsyiah A) dan Resti Amelia Sari (Abulyatama A).

Adjudicator (juri), M.Ridha Ahyat, Ema Dauyah, M.Iqhramullah, Mulyadi Saputra

Kopertis XIII Menggelar Workshop Tata Cara Pengajuan Fungsional Dosen Tetap Yayasan di universitas Abulyatama

Potret Rapat & Diskusi Di Ruang LPPM Unaya

LPPM Universitas Abuyatama merupakan unsur pelaksanaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang bertugas memantau, mengkoordinasikan, meningkatkan dan menilai pelaksanaan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh pusat-pusat lembaga penelitian, pengabdian masyarakat, Fakultas, jurusan dan program studi Universitas Abulyatama kearah peningkatan mutu pendidikan sience, sosial dan teknologi berdampak langsung kearah sektor riil masyarakat. menjadikan Universitas Abulyatama sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan melalui peningkatan pendidikan, penelitian dan pengadian dengan penerapan langsung kearah sektor riil.

LPPM Unaya disela-sela dalam rapat dan diskusi tersebut (30/09) dihadiri oleh ; Murniati., P.hD, Muhammad Faisal., M.T, Usman., M.Si, Muhammad Iqbal., S.T, Akhyar M.Si, Sultan Marah Rangkuti., S.E, dan Khaidir., S.P.

Potret Rapat & Diskusi Di Ruang LPPM Unaya ;

14446049_10207546160236902_4756294736940251012_n  14462923_10207546161436932_7149677411400504195_n

14463083_10207546160956920_5847059905027819270_n  14516587_10207554944016491_5842328281347658345_n

Potret Kuliah Umum “kultur jaringan anggrek secara sederhana”

SENIN (26/09) Program Studi Biologi Universitas Abulyatama menggelar Biologi Expo ke II, salah satu acara yang mengisi tersebut adalah Kuliah Umum dengan tema “Kultur jaringan anggrek secara sederhana”, acara berlangsung di aula lantai 2 gedung utama Unaya.

Prosesi acara tersebut tampak meriah, menurut pantauan mahasiswa dan dosen bersama-sama mengikuti Kuliah Umum tersebut dengan tertib. Meutia Zahara., Ph.D yang telah menyelesaikan S2 nya di tiga negara yaitu Italia, German dan Austria. Sebagai pemateri Ia menjelaskan tentang bagaimana sistem kultur jaringan pada tanaman anggrek secara sederhana.

Tidak hanya menjelaskan, Meutia sapaan akrabnya juga mempraktikan langsung dengan membawa sampel tanaman anggrek lengkap dengan alat memperagakan bagaimana cara tepat kultur jaringan tanaman anggrek secara sederhana.

Potret Kuliah Umum “kultur jaringan anggrek secara sederhana” ;

14502709_254732084928291_2642483468805041543_n  14441151_254732044928295_4178172814962110970_n

14470549_254732004928299_6733568280797831088_n  14448855_254731811594985_897984537955173361_n

Biologi Expo ke II ; Kuliah Umum”Kultur jaringan anggrek secara sederhana”

SENIN (26/09) Program Studi Biologi Universitas Abulyatama menggelar Biologi Expo ke II, salah satu acara yang mengisi tersebut adalah Kuliah Umum dengan tema “Kultur jaringan anggrek secara sederhana”, acara berlangsung di aula lantai 2 gedung utama Unaya.

Prosesi acara tersebut tampak meriah, menurut pantauan mahasiswa dan dosen bersama-sama mengikuti Kuliah Umum tersebut dengan tertib. Meutia Zahara., Ph.D yang telah menyelesaikan S2 nya di tiga negara yaitu Italia, German dan Austria. Sebagai pemateri Ia menjelaskan tentang bagaimana sistem kultur jaringan pada tanaman anggrek secara sederhana.

Tidak hanya menjelaskan, Meutia sapaan akrabnya juga mempraktikan langsung dengan membawa sampel tanaman anggrek lengkap dengan alat memperagakan bagaimana cara tepat kultur jaringan tanaman anggrek secara sederhana.

Biologi Expo tahun ke II merupakan agenda rutin yang digelar oleh Prodi Biologi, tahun ini acara tersebut mengangkat tema “bersama Biologi Expo membangun generasi yang memiliki sportivitas, berprestasi, kreatif, dan berakhlak mulia”.

 

Unaya Tuan Rumah Rakorwil IMEPI Sumbagut

UNIVERSITAS Abulyatama sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia (IMEPI) Sumatera bagian utara, bertempat di aula lantai 2 gedung utama, 4 delegasi dari Universitas se sumbagut berdatangan ke kampus hijau, Kamis (22/09).

Suli Markas mahasiswa EKP Unaya sebagai ketua panitia mengatakan acara berjalan dengan lancar dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Abulyatama.

“Selain membahas persiapan Munas IMEPI di Yogjakarta bulan depan, peserta delegasi dari 4 Universitas juga menguatkan koordinasi IMEPI wilayah sumbagut,” katanya.

Furqan sebagai Ketua Himpunan EKP Unaya juga turut mengapresiasi kepada seluruh panitia sehingga acara berjalan dengan lancar, Ia juga mengatakan “Alhamdulillah Unaya dipercayakan perdana menjadi tuan rumah, sehingga kami butuh dukungan dari pihak rektorat agar kami nantinya bisa menjaga eksistensi ke Nasional,” ujarnya.

Empat delegasi yang mengikuti Rakorwil tersebut diantaranya adalah ; Universitas Abulyatama (Unaya), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Panca Budi Medan.

Galeri PKMB 2016 Universitas, STMIK, & Akper Abulyatama (Hari Kedua)

SEBANYAK 786 mahasiswa baru Universitas Abulyatama (Unaya)  mengikuti Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru (PKMB) 2016, yang selenggarakan Senin (19/9) di Aula Balee Nyak Syech, lantai 3 Gedung Utama Unaya.

PKMB tahun 2016 dengan tema “Membentuk mahasiswa yang berakhlakul karimah dan berjiwa enterprenership” ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Tingkat Rektorat, Dekan, Kaprodi, Dosen, Pema Unaya, Pema STMIK, Bem Akper, UKM, dan Bem Fakultas di lingkungan Abulyatama.

Berikut Galeri PKMB 2016 Universitas, STMIK, & Akper Abulyatama hari ke 2, Chek This Out ;

img_0006  img_0008

img_0035  img_0087

img_0016  img_0115

786 Mahasiswa Baru Unaya Ikut PKMB

SEBANYAK 786 mahasiswa baru Universitas Abulyatama (UNAYA)  mengikuti Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru (PKMB) 2016, yang selenggarakan Senin (19/9) di Aula Balee Nyak Syech, lantai 3 Gedung Utama Unaya.

PKMB tahun 2016 dihadiri oleh seluruh pimpinan UNAYA, dosen, pemerintah,dan dewan  mahasiswa.

Wakil Rektor III, dr Iziddin Fadhil usai membuka PKMB 2016 kepada wartawan abulyatama.ac.id mengatakan, pengenalan kampus bagi mahasiswa baru ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya, hal ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait segala akatifitas yang akan mereka lakukan nanti selama menuntut ilmu di kampus.

“Kita berharap dengan PKMB ini menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru di Unaya, dengan mengedepankan karakter yang baik dan berjiwa enterpreneur”ujar dr Raja panggilan akrab Warek III Unaya itu.

Sementara itu, Ketua Panitia PKMB Bustami S.P M.P mengatakan, pengenalan akademik bagi mahasiswa baru ini berlangsung selama tiga hari, setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pengenalan akademik, dan organisasi kegiatan mahasiswa, Dan kegiatan ini akan berakhir pada 21 Agustus 2016,” ujarnya.

Bustami menambahkan, pada PKMB 2016 ini panitia mengundang Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh yang akan hadir langsung Kombes Pol Drs. Armensyah Thay untuk memberikan motivasi dan budaya bebas narkotika kepada mahasiswa baru Unaya dihari ke ketiga, hal ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa agar tidak menggunakan barang haram tersebut dikampus ini.

“Panitia juga turut mengundang Anggota Komisi VII DPR Aceh Nurzahri, ST yang akan menyampaikan wawasan kebangsaan perspektif nilai keislaman dan keacehan dihari kedua,” ujar Bustami menambahkan.

 

Ini Alasan Kenapa Besok di Indonesia Tidak Ada Gerhana Matahari Cincin

Fenomena Gerhana Matahari cincin memang akan terjadi pada Kamis (1/9/2016) besok. Namun, warga Indonesia akan menyaksikan fenomena yang berbeda, berupa Gerhana Matahari sebagian. Jadi, jangan berharap bisa melihat matahari dalam bentuk cincin esok hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat keterangan persnya pada Selasa (30/8/2016) menjelaskan bahwa Kamis besok, bulan memang akan berada di antara bumi dan matahari. Kebetulan, bulan juga sedang berada pada salah satu titik terjauhnya dengan bumi atau apogee.

Konfigurasi tersebut secara teoretis memang akan menghasilkan Gerhana Matahari cincin. Namun, seperti halnya Gerhana Matahari lainnya, wilayah yang berpeluang menyaksikan sangat kecil. Hanya wilayah yang berada di bawah naungan umbra bulan atau garis semu gerhana yang akan menyaksikan Gerhana Matahari cincin.

Untuk Kamis besok, wilayah yang berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari cincin hanya Samudra Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar, dan Samudra Hindia. Situs astronomi Langit selatan menyatakan, lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana besok ialah Tanzania. Di sana, Gerhana Matahari cincin akan terjadi selama 3 menit 6 detik.

Indonesia sendiri berada di luar garis gerhana. Jadi, Indonesia tidak akan mengalami Gerhana Matahari cincin, tetapi hanyaGerhana Matahari sebagian. Menurut informasi BMKG, Gerhana Matahari sebagian itu akan melintasi 124 kota.

BMKG Peta wilayah yang akan mengalami gerhana matahari sebagian sebagai bagian dari fenomena gerhana matahari cincin pada Kamis (1/9/2016) besok.

Kota-kota yang berpeluang menyaksikan Gerhana Mataharisebagian besok tersebar di 10 provinsi, yaitu Sumatera Barat bagian selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian tenggara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa  Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat.

Seberapa spesial Gerhana Matahari sebagian besok? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Indonesia sendiri bisa dikatakan berada di wilayah paling luar yang dilintasi gerhana. Jadi, persentase piringan matahari yang tertutup pun sangat kecil.

“Paling besar jika diamati di Ujung Genteng, Sukabumi. Pada saat matahari terbenam (pukul 17.53.27 WIB), persentase piringan matahari yang tertutupi bulan adalah 4,428 persen. Selain di Ujung Genteng, persentasenya lebih kecil dari angka tersebut,” kata peneliti astronomi BMKG, Rukman Nugraha.

Kedua, soal waktu kejadian. Gerhana Matahari besok akan terjadi pada saat senja. Sejumlah kota di Indonesia sebenarnya tak bisa menyaksikan puncak gerhana. Jakarta, misalnya, hanya bisa menyaksikan kontak pertama gerhana pada pukul 17.30 WIB. Puncak gerhana terjadi saat matahari telah tenggelam.

Gerhana yang terjadi saat senja juga menjadi tantangan, apalagi bagi penduduk kota. Komunikator astronomi dari Langitselatan, Avivah Yamani, Rabu (31/8/2016), mengatakan, ketika hampir terbenam, matahari sudah sangat rendah di ufuk. Pengamatan gerhana menjadi sulit.

Tertarik mengamati? Boleh saja. Jangan lupa prinsip umum saat pengamatan gerhana, yaitu selalu memakai alat bantu, seperti kacamata gerhana ataupun pinhole. Karena gerhana besok adalah gerhana sebagian, pengamat harus terus memakai alat bantu sepanjang pengamatan.

Bagi yang ingin menyaksikan Gerhana Matahari cincin, jangan khawatir, ada waktunya bagi Indonesia. Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, Sumatera dan Sulawesi akan mengalami Gerhana Matahari cincin pada 26 Desember 2019. Jadi, hanya tiga tahun dari saat ini.

Sumber : Kompas.com

Inilah Teknologi Alat Pendingin Alami Sejak Zaman Kuno

Teknologi kuno apapun itu, kini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Padahal, selama tak merusak lngkungan dan alami maka teknologi itu pastinya ramah lingkungan. Termasuk cara pengawetan pangan dengan penciptaan alat yang dapat menurunkan suhu menjadi rendah secara alamiah, tanpa listrik dan tanpa freon.

Bukti konsep ‘Evaporative Cooling’ digunakan sejak ribuan tahun lalu

Ada beberapa bukti bahwa konsep Evaporative Cooling digunakan pada zaman Kerajaan Lama Mesir, sekitar 2500 SM. Terdapat lukisan dinding yang menggambarkan budak mengipasi botol air, yang akan meningkatkan aliran udara di sekitar guci berpori dan membantu penguapan dan pendinginan.

Bahkan dari peradaban sekitar 3.000 SM, ditemukan banyak pot gerabah di Lembah Indus yang diduga digunakan untuk menyimpan dan mendinginkan air yang sama untuk sebuah sajian pada Hari Ghara atau Matki yang digunakan di India dan Pakistan.

Jika di Indonesia gerabah ini sering kita sebut sebagai ‘kendi’ yang pada masa kuno berguna untuk menyimpan air minum agar menjadi lebih dingin.

Sementara di Spanyol populer disebut botijos, yaitu wadah tanah liat berpori yang juga mirip kendi, yang digunakan untuk menjaga serta mendinginkan air dan telah digunakan selama berabad-abad.

Konsep kuno dan nyaris dilupakan ini, kini menjadi trend kembali. Beberapa konsep cara mendinginkan pangan dengan menurunkan suhu ruangan diantaranya adalah:

Alat Pendingin “Coolgardie safe”

Kulkas ini awalnya populer di Australia dengan nama Coolgardie safe. Kulkas alami tanpa listrik ini, berasal dari kota Coolgardie di Australia. Ada sumber yang menyebutkan bahwa teknologi ini sudah ada sejak lama dan lazim digunakan pada zaman ‘demam emas’ dan wild west, sebagai cara mendinginkan makanan dan minuman tanpa listrik pada masa lalu.

Cara membuat coolgardie safe sangat sederhana, yaitu hanya membutuhkan kawat atau kayu atau bambu dan karung goni serta ember atau alat tampung air lainnya.

Caranya diawali dengan membuat rangka lemari dari kawat kemudian ditutupi karung goni yang menghubungkan ke ember berisi air sehingga dapat menyerap air. Jadi, ujung karung ini harus tercelup ke dalam air.

Maka karung goni ini lama-kelamaan akan basah dan akan menyerap udara panas yang dikeluarkan sayuran dengan konsep Evaporative Cooling atau mendinginkan dengan cara penguapan air, sehingga sayuran mampu bertahan hingga 1 minggu.

Langkah terakhir adalah menaruh coolgardie safe ditempat yang berangin. Angin akan membantu proses penguapan yang menyebabkan isi dari kulkas ini mengalami penurunan suhu dan menjadi dingin.

Alat Pendingin “Metode Pot in Pot”

Ada lagi teknologi kuno untuk mengawetkan pangan dengan menggunakan pasir juga. Disebut Pot in Pot atau “Pot di dalam pot” yaitu dengan menggunakan pasir yang dimasukkan diantara kedua pot yang ditumpuk dan pernah dikembangkan di beberapa negara pada masa lalu.

Alat ini sangat sederhana bahkan anda sendiri bisa membuatnya di rumah. Bahan yang dibutuhkan antara lain Dua Buah pot, satu berukuran besar dan satu berukuran kecil, pasir, kain dan air.

Pembuatan Kulkas Pasir sangat simpel, dengan mengisi pot besar atau guci dengan pasir setinggi 3 cm. Kemudian masukan pot kecil ke dalam pot yang telah diberi pasir dan padatkan pasir di sela-sela pot besar dan kecil itu.

Panas dari luar pot akan menyebabkan air dalam sela-sela pasir menguap dan mengalir ke luar melalui pori-pori pot besar dan bersirkulasi dengan udara kering disekelilingnya. Pot akan mengeluarkan panas dan menurunkan suhu mencapai 15 derajat Celcius di dalam pot kecil.

Metode atau konsep pendinginan ala Pot in Pot ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno, namun pertama kali diperkenalkan kembali oleh Mohammad Bah Abba dari Nigeria pada tahun 1990-an. Bah Abba mengembangkan sistem pendingin ini yang terdiri dari pot gerabah kecil ditempatkan di dalam yang lebih besar, dan ruang antara dua pot diisi dengan pasir.

Mohammad Bah Abba

Lalu pasir diantara kedua pot disiram air hingga lembab. Kemudian gerabah yang berada dibagian paling dalam layaknya sebagai kulkas dan dapat diisi buah, sayuran atau minuman ringan. Setelah itu pada bagian atas ditutupi dengan kain basah, kemudian barulah paling atasnya, ditutup dengan penutup gerabah.

Letakkan kulkas pot dari gerabah ini pada tempat yang teduh atau di dalam rumah. Untuk hasil terbaik pastikan kulkas berada ditempat yang berangin. Tunggulah sehari. Pastikan juga bahwa pasir jangan sampai kering, agar pasir selalu lembab siram pasir dengan air secara berkala.

Metode Evaporative Cooling ini efektif untuk daerah kering. Di Nigeria utara, pot gerabah telah digunakan sejak zaman kuno sebagai alat memasak dan penyimpanan air di kapal, di dalam peti mati atau lemari bahkan di dalam bank. Alat ini telah dipakai secara luas di Afrika sebagai teknik pengawetan makanan yang murah dan sederhana.