Posts

Bangun Pagi Itu Lebih Baik

Bangun pagi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. “Pagi hari adalah emas” demikian menurut ucapan Benjamin Franklin.

Analogi oleh Franklin ini ada benarnya. Karena bangun pagi bisa membuat tubuh manusia menjadi lebih sehat dibandingkan jika dia selalu bangun siang, atau saat matahari sudah berada di atas kepala.

Selain untuk kesehatan tubuh, bangun pagi juga memberikan efek positif lain bagi tubuh Anda. Berikut beberapa manfaat bangun pagi seperti dilansir timesofindia.com

1. Lebih produktif

Bangun lebih pagi memberikan Anda semangat lebih besar untuk menjalani hari. Alasannya, karena selain memberikan waktu lebih banyak bagi Anda untuk merampungkan pekerjaan,  juga meningkatkan kecepatan kerja Anda.

Studi menunjukkan bahwa ketika seseorang bangun pagi, dia lebih energik dan membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk melakukan tugas yang lebih banyak. Orang yang biasa bangun pagi juga akan lebih mahir dalam mengambil keputusan yang lebih baik, perencanaan dan mencapai tujuan.

2. Kebugaran Mental

Salah satu manfaat yang sangat signifikan dari bangun pagi adalah tingkat stres berkurang. Ketika Anda bangun pagi, Anda tidak perlu terburu-buru melakukan pekerjaan karena kesiangan dan diburu waktu. Anda dapat memulai hari Anda dengan santai dan terencana, sekaligus menikmati kopi dan sarapan anda dengan tenang.

3. Kualitas tidur yang lebih baik

Bangun pagi biasanya dilakukan oleh orang yang tidur lebih cepat. Jika hidup Anda teratur dan menjalankan pekerjaan serta rutinitas dengan baik, maka Anda cenderung akan lebih mudah tidur karena tidak adanya beban pekerjaan tertinggal. Kualitas tidur yang lebih baik juga terpengaruh dari sistem kerja tubuh Anda, dan kebiasaan Anda.

4. Kemampuan otak lebih baik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Texas telah mengidentifikasi bahwa siswa yang bangun pagi mencetak nilai yang lebih baik daripada mereka yang terlambat bangun. Hal ini dihubungkan dengan produktivitas dan kualitas tidur yang lebih baik.

Kanker Bukan Halangan Untuk Tetap Berolahraga

Pernah terkena kanker bukan berarti tak bisa kembali menjalani olahraga yang cukup menguras keringat, seperti berlari. Madelina Mutia misalnya, survivor kanker payudara ini akan mengikuti kegiatan lari sejauh 5 kilometer di Jakarta Goes Pink 9 Oktober 2016 nanti.

Sejak selesai pengobatan kanker sekitar tahun 2011, Mutia perlahan mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

“Bayangin dulu badan digempur kemoterapi. Dulu saya dari jongkok mau berdiri susah banget. Tapi dengan rutin berlatih, saya bisa olahraga lari lagi,” kata Mutia di  Lovepink Care Center, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Mutia baru mulai rutin berlari beberapa tahun belakangan ini. Awalnya ia mulai dengan jarak ratusan meter dulu dan intensitas ringan. Mutia menyadari, ia tak boleh terlalu kelelahan.

Dengan berlatih, ia terus meningkatkan intensitas berlarinya. Ia rutin berlari sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Bahkan, pernah kerajingan berlari hampir setiap hari ketika waktu senggang.

“Saya coba perlahan, pas lari, ternyata napas kok kuat nih, kok bisa. Lama-kelamaan bisa lari lebih jauh. Yang dibutuhkan itu pikiran positif dan kemauan,” kata salah satu pendiri komunitas Lovepink ini.

Foto bersama komunitas peduli kanker payudara Lovepink.

Menurut Mutia, olahraga justru disarankan oleh dokter. Dengan aktif bergerak, Mutia merasa tubuhnya lebih sehat karena olahraga memicu regenerasi sel-sel tubuh.

Mutia berpesan, para survivor kanker jangan takut untuk kembali kembali melakukan kegiatan yang positif dan lakukan sesuai kemampuan.

Begitu pula dengan mantan presenter kondang, Dana Iswara yang pernah menjalani operasi pengangkatan payudara. Wanita berusia 51 tahun ini akan mengikuti lari 10 kilometer di ajang Jakarta Goes Pink 2016. Bahkan ia pernah mengikuti Half Marathon di Sydney.

Sebelum terkena kanker payudara tahun 2011 lalu, Dana memang sudah hobi berlari. Menurut dia, olahraga merupakan obat stres.

Mulai Malas OLahraga? Ini Akibatnya

Rutin olahraga? Itu kebiasaan sehat. Tapi, apa jadinya jika Anda tiba-tiba malas olahraga?

Tanpa disadari, berhenti olahraga membuat tubuh kembali tidak sehat. Efeknya bisa Anda rasakan hanya dalam beberapa minggu saja, atau bahkan hitungan hari. Ini dia akibatnya jika tiba-tiba malas olahraga, seperti dikutip dari Boldsky.com.

  1. Lemak di perut

Hati-hati, lemak di perut datang lagi ketika Anda mulai berhenti olahraga. Hanya dalam satu atau dua minggu, celana mungkin akan terasa ketat.

Ini karena jumlah kalori yang masuk ke tubuh berlebihan dan tidak dibakar dengan olahraga. Akibatnya terjadi penumpukan lemak secara perlahan.

  1. Sering Lelah

Jika biasanya tak masalah ketika naik-turun tangga, kali ini terasa sangat melelahkan. Ketika berhenti olahraga, kebugaran akan menurun. Anda akan sering merasa lelah tanpa alasan, bahkan setelah melakukan hal ringan sekalipun.

  1. Kehilangan otot

Olahraga turut membentuk kekuatan oto. Jika sebelumnya Anda rajin berlatih, kemudian tiba-tiba berhenti, maka kekuatan otot pun perlahan akan hilang. Khususnya saat berhenti olahraga dalam waktu yang lama.

Misalnya, biasanya Anda latihan angkat beban. Ketika sudah berhenti angkat beban, kekuatan pun akan menurun.

  1. Kaku

Tubuh pun akan menjadi kaku ketika berhenti olahraga. Bahkan, untuk membungkuk saja tubuh terasa berat.

Apalagi jika Anda biasanya mengikuti yoga yang membuat tingkat fleksibilitas tubuh baik.

  1. Insomnia

Pada beberapa orang, insomnia bisa terjadi setelah berhenti olahraga. Sebab, aktivitas fisik yang teratur dapat membuat tidur lebih mudah dan nyenyak.

  1. Malas

Berhenti olahraga seolah menghentikan energi yang didapat tubuh. Akibatnya tubuh menjadi malas untuk bergerak sepanjang hari.

Mulailah olahraga dengan intensitas ringan untuk mengembalikan energi Anda.

  1. Stres

Stres akan mudah muncul jika Anda berhenti olahraga. Olahraga dikenal merangsang produksi endorfin yang membuat suasana hati lebih baik.

 

Menu Sehat di Kantin Induk Unaya Semakin Meningkat

KANTIN induk Unaya adalah salah satu tempat favorit mahasiswa Universitas Abulyatama saat beristirahat. Lokasinya juga sangat strategis yaitu diantara pertengahan kampus dengan luas yang cukup besar dan juga tersedia puluhan  meja dan kursi.

Sebelumnya salah satu karyawan di kantin tersebut yang sering disapa ‘si Om’ oleh mahasiswa pernah mengatakan kepada tim Abulyatama.ac.id, ia ingin memyediakan makanan yang sehat dan berkualitas kepada mahasiswa.

Dengan demikian semakin hari peningkatan makanan sehat pun semakin baik, tak hanya tersedia kue-kue basah, sekarang kantin induk Abulyatama juga menyediakan menu baru seperti sabu kajo yaitu singkatan dari (sarapan bubur kacang hijau) tujuannya agar mahasiswa yang jadwal kuliahnya pagi dapat bersarapan terlebih dahulu di kantin.