Posts

Pisang Sale (Jajanan khas Aceh)

SALE pisang adalah makanan hasil olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang sale lebih tahan lama. Pisang sale ini bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung terlebih dahulu. selain itu, saat ini sale pisang mempunyai berbagai macam rasa seperti rasa keju. Saat ini, produksi pisang sale sudah menembus pasar internasional. Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan dan pengasapan. Sale dikenal mempunyai rasa dan aroma yang khas.

Sifat-sifat penting yang sangat menentukan mutu sale pisang adalah warna, rasa, bau, kekenyalan, dan ketahanan simpannya. Sifat tersebut banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, pengepakan, serta penyimpanan produknya. Sale yang dibuat selama ini sering kali mutunya kurang baik terutama bila dibuat pada waktu musim hujan. Bila dibuat pada musim hujan perlu dikeringkan dengan pengeringan buatan (dengan sistem tungju).

Ada 3 (tiga) cara pembuatan sale pisang, yaitu :
1. Cara tradisional dengan menggunakan asap kayu
2. Cara pengasapan dengan menggunakan asap belerang
3. Cara basah dengan menggunakan natrium bisulfit.

Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna untuk :
* Memucatkan pisang supaya diperoleh warna yang dikehendaki
* Mematikan mikroba (jamur, bakteri)
* Mencegah perubahan warna

Resep Pisang Sale Goreng
10 buah pisang ambon
100 gr tepung beras
50 gr tepung sagu
1/2 sendok teh air kapur sirih
1/4 sendok teh vanili
2 sendok makan gula pasir
200 ml air

Cara Membuat
Kupas pisang lalu belah empat, jemur hingga kering.
Setelah kering, goreng pisang hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan.
Campur tepung beras, tepung sagu, air kapur sirih, vanili, gula pasir, dan air, aduk hingga adonan tercampur rata.
Celupkan pisang sale ke dalam adonan tepung, goreng dalam minyak panas hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan.

Pupuk Organik Cair Dari Limbah Batang Pisang, Begini tahapannya

BATANG pisang atau lazim disebut gedebok pisang, memang banyak dan mudah ditemui di sekitar kita. Apalagi pisang memang hanya berbuah sekali dan setelahnya dia akan mati dengan sendirinya. Daripada teronggok menjadi sampah dan menunggu terurai sebagai kompos, lebih baik digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk cair organik.

Cara pembuatannya mudah, dan  serupa dengan pembuatan pupuk cair organikjambu biji. Namun lebih jelasnya saya uraikan kembali di bawah ini:

Bahan-Bahan pembuatan Pupuk Cair Organik Batang pisang

  1. 1 kg btg pisang, pilih yang bagian dalamnya yang berwarna putih.
  2. 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren)
  3. 3 liter air tanah
  4. Tong atau ember yang mempunyai tutup
  5. Karung bekas

Cara Membuat:

Cincang bagian dalam batang pisang menjadi potongan kecil-kecil-kecil. Masukkan dalam wadah karung bekas.

Campur air dengan gula dalam ember atau tong sampai gula larut. Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember terbut. Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

Dalam waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah akan siap digunakan. Tanda-tanda pupuk cair organik berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape. Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik gagal, dan cairan tersebut harus dibuang.Biarkan sekitar seminggu-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya sekali sehari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari campuran bahan-bahan pupuk tersebut, dengan cara mengaduknya. Setelahnya tutup kembali dengan rapat.

Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang. Bekas cacahan batang pisang bisa digunakan sebagai kompos. Sedangkan air yang dalam ember/tong itulah yang menjadi pupuk organik cair organik.

Pemakaian larutan pupuk cair organik batang pisang ini adalah dengan mencampurnya dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian air tanah.

Gunakan pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. Siramkan di tanah sekitar tanaman.

Catatan:

Untuk menghemat waktu, saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.