Posts

Delegasi PEMA Unaya Kunjungi Rumah Duka

Innalillahiwainnailaihirajiun, Senin 31 Agustus 2015 telah berpulang kerahmatullah saudari Diah Abriyanti (30) kakak dari Dwi Apriliani salah satu dosen Fakultas Perikanan Abulyatama.

Almarhum meninggal di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Pada pukul 21.00 WIB , adapun sebelumnya pasien dirujuk dari Rumah Sakit Umum di Sabang, pasien didiagnosa mengidap penyakit tifus dan setelah itu pasien langsung dirujuk ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh.

5 September 2015 beberapa perwakilan dari PEMA mengunjungi rumah duka di Sabang, Irvan Yuliza dan Muzammil selaku ketua Kementrian Luar Universitas dan Wakil Presiden Mahasiswa melakukan kunjungan ke rumah duka. “Kami turut berduka atas meninggalnya kakak dari dosen kita Dwi Apriliani pada hari senin kemarin, dan juga semoga keluarga tabah dalam menghadapi cobaan ini. Disana keluarga duka menyambut kita dengan baik, mereka senang  dikunjungi oleh kita. Semoga  kunjungan ini mengurangi duka keluarga almarhum,“ ujar Muzammil.

Setiap yang bernyawa pasti akan menemukan ajalnya , begitu juga dengan almarhum Diah Abriyanti (30). Semoga almarhum diterima disisi-Nya ditempatkan di surga, dan juga keluarga almarhum semoga diberi ketabahan dan keikhlasan.[]

Inilah Sosok Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama

DI kantor sekretariat Pemerintah Mahasiswa Universitas Abulyatama (Pema Unaya), Aceh Besar, hari ini tengah ramai-ramainya. Berbagai aktivitas berseliweran di sini. Di tengah kesibukan itu terlihat seorang pemuda berkemeja batik yang dipadu celana abu-abu, terlihat serasi dengan kulitnya yang bersih.

Dialah Muslim Al Yamani. Pemuda yang memiliki selera humoris tinggi ini tak lain adalah Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama, Muslim Al Yamani. Di tengah-tengah kesibukannya, ia menyempatkan diri untuk berdiskusi ringan dengan wartawan abulyatama.ac.id.

Muslim membuka pembicaraan tentang kegiatannya sebagai orang nomor satu di organisasi mahasiswa Unaya. “Tantangan terberatnya sebagai seorang pemimpin adalah bagaimana memberikan pemahaman organisasi kepada teman-teman, karena yang menjadi masalah saat ini adalah kita seperti kehilangan konsep dalam organisasi, jadi ini yang harus kita perbaiki sama-sama.” katanya.

Pemuda asal Aceh Selatan kelahiran 02 Oktober 1993 ini juga berbagi pengalamannya menjalankan roda organisasi. Ia menceritakan selama memimpin Pema (Pemerintah Mahasiswa) Universitas Abulyatama, sudah cukup menelan asam garam.

“Di sini, saya menambah pengalaman dan selalu menjadi belajar menjadi pribadi yang baik setiap harinya serta menjadi seseorang pemimpin yang amanah,” ujarnya sambil tersenyum

Muslim sapaan akrabnya juga berharap kepada seluruh mahasiswa Universitas Abulyatama selalu memberikan saran yang konstruktif, “kita selalu berharap mahasiswa menjadikan kampus bagaikan rumah sendiri, jadi rasa memilki terhadap kampus harus tinggi, terhadap organisasi harus respect”. ujarnya

Kemudian ia menambahkan, “Bagaimana pun, Organisasi kampus adalah bagian yang sangat penting bagi kampus itu sendiri, contohnya, ketika akreditasi maka organisasi kampus sangat penting disitu, makanya semua pihak harus melihat organisasi kampus sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kampus itu sendiri”.

Karena ini bagian dari proses belajar, Muslim juga tak luput dari kesalahan. Ia juga meminta maaf. “Mungkin saat ini banyak kekurangan, oleh sebab itu kita harap semua elemen mahasiswa ikut bersama-sama memajukan dan membantu program kerja PEMA (Pemerintah Mahasiswa) Universitas Abulyatama,” katanya.

Meskipun kini ia disibukkan dengan kegiatan PEMA dan Organisasi luar kampus lainnya layaknya seorang aktivis muda, namun kegiatannya di bangku perkuliahan sehari-hari masih terjaga dan aktif.

Dibulan ini muslim tengah mempersiapkan acara PKMB (Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru) yang akan digelar dalam beberapa minggu ini. []