Posts

Dengan Bangga, Perkenalkan Dua Mahasiswa/i Unaya Ini Sukses Raih Emas PON XIX/2016 Untuk Aceh


DENGAN bangga, perkenalkan Dua Lifter (Angkat Besi) yang merupakan Mahasiswa/i Universitas Abulyatama Ini sukses meraih Emas PON XIX/2016 di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kedua atlet angkat besi tersebut adalah Lifter Putri Nurul Akmal ia sukses mendulang medali emas pada kelas +75 Kg dengan total angkatan 233 kg pada hari Jumat (23/9) dan lifter putra Surahmat unggul dari lawan-lawannya di kelas 56 kg dengan total angkatan 255 kg pada hari Selasa (20/9).

Nurul Akmal merupakan Mahasiswi semester 7 Program Studi FKIP Penjaskesrek Universitas Abulyatama ini tidak hanya sukses mendulang medali emas bagi Aceh tetapi juga memacahkan rekor nasional (Rakornas) di clean and jerk.

Mahasiswi Unaya kelahiran 12 Februari 1994 ini juga menjadi inong aceh satu-satunya peraih medali emas sepanjang sejarah keikutsertaan aceh di ajang event empat tahunan PON Jabar 2016.

Sementara Lifter Putra Surahmat juga berstatus mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unaya angkatan 2011 sukses mempersebahkan medali emas pertama untuk Kontingen Aceh. Surahmat menyisihkan lifter Kalimantan Timur, I Komang Agus W yang harus puas meraih perak. Sedangkan Harjianto dari Lampung yang mendapatkan perunggu.

Angkatan snatch terbaik Surahmat mencapai 115 kg, sementara untuk clean and jerk dia mampu mengangkat beban hingga 140 kg. Surahmat menang di kelas 56 kg putra.

Aceh Singkil, Daerah Seribu Keindahan

ACEH Singkil merupakan daerah yang kaya dengan potensi wisata. Apalagi, daerah ini memiliki tiga lokasi suaka alam yang potensial menjadi obyek wisata alam, yakni Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak.

Namun, semua potensi itu belum tergarap dengan optimal. Pemerintah setempat lebih suka menggarap sektor perkebunan, terutama perkebunan sawit yang notabene berkontribusi besar terhadap kerusakan alam di sana.

Aceh Singkil merupakan daerah paling ujung di Aceh. Jaraknya mencapai 642 kilometer atau sekitar 11 jam 33 menit perjalanan darat ke arah selatan dari ibu kota Aceh, Banda Aceh.

Daerah tempat lahirnya ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf Al-Singkili alias Syiah Kuala, ini merupakan salah satu kabupaten termuda di Aceh, yakni berdiri pada 20 April 1999 setelah mekar dari Kabupaten Aceh Selatan.

Kabupaten yang pernah menjadi pintu masuk utama Islam dan perdagangan di wilayah barat Aceh ini memiliki banyak potensi wisata alam. Paling tidak, daerah ini memiliki Suaka Margasatwa Rawa Singkil seluas 82.374 hektar, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak seluas 205.720 hektar, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak seluas 24.706 hektar.

Semua potensi itu menawarkan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Suaka Margasatwa Rawa Singkil misalnya. Di sana, pelancong bisa melihat keunikan hutan rawa yang rimbun berbaur dengan perairan yang bersih.

Pelancong pun bisa melihat satwa langka secara langsung, seperti buaya muara (Crocodylus porosus) dan orangutan sumatera (Pongo abelii).

Ini Pesan Rahmadi, Atlet Tarung Derajat Peraih Medali Emas di POMNAS XIV Aceh 2015.

Setelah berhasil mengalahkan atlit Tarung Derajat asal Jambi di babak final dengan keunggulan 3-0 pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XIV Aceh 2015, Rahmadi, Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Universitas Abulyatama ini berhak meraih medali emas atas kemenangan yang telah ia raih.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi telah ia raih sejak bergabung dengan UKM Tarung Derajat Unaya pada 2008 silam, pada tahun 2011, ia berhasil meraih medali emas di Kejurlat Banda Aceh, setahun kemudian, medali perunggu menjadi miliknya pada ajang Kejurda di Banda Aceh.

Prestasinya tidak berhenti disitu, atlet Pra-Pon 2015 di Jawa Barat ini juga berhasil meraih medali emas Gelar Tarung Wilayah 1 tahun 2013, pada tahun yang sama, Rahmadi, juga tercatat sebagai atlet peraih medali  perunggu di Pra-pora 2013 Aceh Jaya. Setahun selanjutnya, ia berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Aceh Timur, tahun 2014 lalu.

Dengan segudang prestasi yang telah ia peroleh, tidak membuat lelaki kelahiran Babah Jurong 3 September 1991 ini  pelit untuk berbagi kiat suksesnya, kepada tim abulyatama.ac.id, Rahmadi menceritakan pengalaman juga harapannya “latihan yang kuat, rajin, penuh semangat dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh pelatih” katanya.

Rahmadi melanjutkan, untuk meraih kesuksesan itu juga harus menyeimbangkan antara doa dan usaha “karena kedua hal itu adalah kuncinya” sambungnya.

Tidak hanya itu, meskipun ia telah sukses ternyata ia juga tidak melupakan para generasi muda Aceh khususnya mahasiswa se almamaternya di Universitas Abulyatama, harapannya mahasiswa Unaya bisa mengikuti jejaknya bahkan harus melebihi prestasi yang telah ia raih.

“Jangan biarkan waktu kosong terbuang begitu saja, kita harus selalu latihan, olahraga itu bukan hanya untuk sekedar prestasi tetapi juga bagus untuk kesehatan” katanya.

Untuk kampus, ia berharap kelak mendapatkan perhatian yang lebih lagi dalam pengembangan atlet-atlet baik dari segi moril juga materil terutama sarana dan prasarana latihan “tidak hanya dibidang Tarung Derajat, tetapi apapun bidangnya karena itu adalah prestasi yang bagus juga bagi kampus” tutup Rahmadi.