Posts

Marzukri Mahasiswa Pertanian Prodi Agroteknologi Membuat Hidroponik

SEIRING waktu perkuliahan, pada tahun 2016 ini,  Marzukri mahasiswa semester 7 (tujuh) prodi agroteknologi Universitas Abulyatama telah memasuki tahapan Praktek Lapangan (PL) sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya. Dalam prakteknya Marzukri membuat teknik budidaya hidroponik. Selasa,(11/10) di laboratorium fakultas pertanian Universitas Abulyatama.

Saat di wawancarai Marzukri mengatakan. “ Jangan mengira budidaya hidroponik membutuhkan biaya pembuatan yang mahal serta bahan-bahan yang sulit didapat. Budidaya hidroponik semakin tenar lantaran ideal untuk masyarakat yang tinggal di apartemen maupun rumah tapak yang tidak dibekali lahan memadai. Layout-nya pun bisa disesuaikan dengan pola ruangan, baik secara vertikal maupun horizontal. Menyoal tanaman yang akan dibudidayakan, bibit sayuran bisa dibeli seperti selada, sawi, seledri, serta tomat cabe dan lainnya “.

“ Yang menyenangkan dari budidaya ini adalah hasil panennya nanti bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, sehingga dapat sedikit menghemat pengeluaran belanja kebutuhan dapur “. Ucap Ukri.

Saat ini teknik budidaya hidroponik yang telah dibuat oleh Marzukri telah mencapai tahap pertama yaitu tahapan pembuatan rak dan pemasangan pipa paralon. Dan selanjutnya akan diselesaikan secara bertahap.

2016-10-22-14-04-14 2016-10-22-14-04-36 2016-10-25-16-41-48 2016-10-25-16-47-11

Kabar Gembira ! Kini di Kantin Induk Abulyatama Sudah Tersedia Wifi Gratis

Kantin merupakan sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana.

Kantin induk Abulyatama merupakan salah satu tempat favorit yang dipilih mahasiswa untuk melakukan diskusi, sharing, jajan, dan makan. Kini tak hanya itu kantik induk Abulyatama juga menyediakan Wifi gratis yang bisa diakses langsung oleh seluruh mahasiswa.

” Alhamdulillah, berkat wifi gratis yang tersedia dikantin sekarang mahasiswa bisa lebih mudah untuk melakukan akses ke internet, ini juga akan berdampak positif bagi kita semua “. Kata Zaki Muhammad selaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama.

Untuk melakukan akses mahasiswa bisa langsung tekan user name “HOTSPOT VERD” tidak perlu memasukkan password karena wifi tersedia secara automatis.

 

Potret Perayaan Ulang Tahun Ketua Prodi Mesin Oleh Mahasiswanya

KETUA Prodi Mesin Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh,  Muhtadin nampak terkejut saat semua mahasiswanya secara spontan merayakan hari ulang tahun kelahirannya yang ke 43, Jum’at (24/9/2016).

Lilin ditiup, kuepun dipotong dan di suapkan kepada Zuhri selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), lalu disusul pada mahasiswa Mesin lainnya dan yang selanjutnya Adin menyuapkan kue terakhirnya  untuk Mahyuddin beliau adalah dosen mahasiswa Mesin.

Berikut potret mahasiswa Mesin merayakan ulang tahun dosennya :

cimg0436 cimg0437 cimg0438 cimg0441 cimg0446 cimg0448 cimg0460 cimg0461

Potret Malam Perpisahan KKN Kelompok 9 di Desa Lambhuk

MAHASISWA Kuliah kerja Nyata (KKN) Kelompok 9 Universitas Abulyatama yang di Supevisori oleh Ir. Firdaus.,M.Si mengadakan kegiatan malam perpisahan dikantor kepala Desa Lambhuk kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh, Rabu (7/09/16). Perpisahan ini, selain dihadiri oleh perangkat Desa, juga dihadiri oleh ketua Badan Pelaksana KKN Drs M. Ahyar Msc dan wakil wali kota Banda Aceh Zainal Arifin.

Malam perpisahan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Abulyatama di Kawasan ini mendapat pujian dan dukungan yang hangat dari seluruh masyarakat yang ditinggalkan.

Kepala Desa Lambhuk mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk membangun kegiatan penyempurnaan dan pengembangan kapasitas sumberdaya masyarakat setempat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang menginisiasi kegiatan di Desa Lambhuk ini terutama saat perayaan  17 Agustus kemarin ” ujarnya saat memberikan sambutan di depan masyarakat dan mahasiswa KKN di malam perpisahan.

Kegiatan malam perpisahan berlangsung dengan sangat  menarik dengan Hidangan makanan seperti Kari Kambing, Ayam Bakar serta makanan lainnya, sehingga para tamu sangat senang dan menikmati suasana malam perpisahan.Diakhir acara perpisahan,  sejumlah mahasiswa KKN Universitas Abulyatama bermaaf-maafan dengan perangkat Desa.

Berikut potret malam perpisahan kelompok 9 di Desa Lambhuk:

img_8048 img_8081 img_8107 img_8109 img_8123 img_8127 img_8155 img_8165 img_8169 img_8175 img_8184 img_8186 img_8188

 

 

Kemeriahan Perpisahan KKN Kelompok 17 Desa Emperum

BANDA Aceh, (6/09). ” Perpisahan Bukanlah Akhir Dari Segalanya ” Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap perpisahan biasanya penuh dengan suka cita dan haru tapi terkadang perpisahan  ada juga yang menggembirakan namun kebanyakan dari perpisahan di hiasi dengan kesedihan karena akan jauh dari orang yang di sayangi. Tapi perpisahan bukan berarti akhir dari segalanya karena mungkin lain waktu dan kesempatan bisa bertemu lagi meski dengan situasi dan lokasi yang berbeda.

Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Universitas Abulyatama telah melakukan pengabdian, pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa salah satunya adalah acara perpisahan antara kelompok KKN dengan warga Desa.

Seperti yang dilakukan Oleh Saipul Dan kelompoknya yang mengadakan acara perpisahan dengan membuat sajian makanan yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN tersendiri berupa: Kolak, Mie, dan berbagai macam kue lainnya.

img_0195

Dalam kata sambutannya sebagai ketua kelompok 17 Saipul mengucapkan “ Terimakasih yang tak terhingga kepada masyarakat gampong emperum yang telah banyak membantu serta membimbing menjadi masyarakat sekaligus guru yang baik. Dan juga mohon maaf sekiranya kalau banyak tingkah laku, berkata atau berbicara yang tidak sopan hingga mungkin membuat hati masyarakat gampong Emperom menjadi tidak nyaman dan risih dengan kami Selama satu bulan ini ”.

“ Saya mewakili mahasiswa KKN kelompok 17 yang ditugaskan oleh pihak Universitas Abulyatama momohon maaf sebesar-besarnya”. Tambah Saipul mengulang

img_0106

Dalam kata Sambutannya Elvridarosa.SP.,MP mengatakan “ Saya sebagai dosen supervisor mahasiswa KKN Abulyatama sangat bersyukur dan banyak mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, kepada bapak dan ibu yang telah memberi kesempatan bagi anak didik saya untuk dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat di Gampong Emperom walaupun mungkin ada dihati ibu bapak yang mungkin kurang berkenan terhadap mahasiswa kami, saya selaku dosen supervisor memohon maaf yang sebesar-besarnya dan supaya ini tidak jadi dendam dikemudian hari ”.

“ Dan saya mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu Geuchik dan juga kepada masyarakat Gampong Emperom yang telah memberikan banyak masukan dan arahan kepada mahasiswa kami sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiswa KKN di Gampong ini, mungkin ada ilmu yang telah dishare oleh mahasiswa contohnya seperti ibu ibu PKK yang saya sudah dapatkan laporan dibantu dalam hal mempelajari software  microsoft exel, komputer terutama,  mungkin itu dapat menjadi kenang-kenangan yang bermanfaat bagi ibu PKK, mudahan- mudahan terutama exel bisa membantu untuk membuat pembukuan keuangan ”. Ucap Elvridarosa. SP.,MP selaku supervisor

Kemudian Elvridarosa. SP.,MP juga menambahkan dalam pidatonya“ Beberapa program yang sudah mahasiswa kami lakukan kurang lebih satu bulan ini, yang memang waktunya terlalu singkat, diantaranya itu ada pembuatan peta Gampong yang akan di pampang di kantor Geuchik , dan ada di bidang pertanian yaitu penanaman sayuran berbasis Hidroponik, pembuatan Batari Krispy, bakti sosial dan juga yang lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, semoga itu dapat memberi manfaat kepada masyarakat Gampoeng Emperom ini, walaupun mungkin ada yang tidak memuaskan bagi bapak dan ibu  tetapi syukur Alhamdulillah mahasiswa kami sudah melakukan dan menyelesaikan pengabdiannya terhadap masyarakat, mungkin hanya itu kata-kata perpisahan dari kami dan sekali lagi saya sangat memohon jika ada tindakan yang kurang berkenan dihati bapak ibu saya mohon maaf yang sebesar besarnya juga mewakili dari adik adik mahasiswa kami selama satu bulan di Gampong ini mohon dimaafkan bapak ibu karena saya tau bapak ibu telah banyak berkontribusi dalam hal ini ”.

“ Beliau berpesan kepada mahasiswa kelompok 17 tidak hanya sampai disini, bisa saja besok dan sebulan kedepan kalian melihat lihatlah kemari bagaimana perkembangan yang sudah kalian terapkan selama disini, luangkanlah waktu kalian sebentar untuk singgah di Desa Emperom ini ”.

img_0208

Sekretaris Gampong mengatakan:“ Dalam hal ini saya sebagai sekretaris Gampong mewakili Geuchik, karena kebetulan Geuchik sedang ada kegiatan dan mungkin akan segera tiba namun akan terlambat, saya mohon maaf kepada adik adik mahasiswa dan supervisor jika ada hal dalam penyambutan atau pelayanan kami yang kurang berkenan, dan kemudian mungkin rasa terimakasih kami yang mana oleh Abulyatama telah menetapkan mahasiswa KKN di Gampong Emperom, walaupun terasa singkat tapi manfaatnya sangat berarti ”.

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat Gampong Emperom untuk bersyukur, “ Karena kita telah diberi berbagai ilmu atau berbagi pengalaman dari adik adik mahasiswa KKN, untuk itu marilah kita manfaatkan sebaik mungkin apa yang telah kita dapati walaupun sebentar itu adalah ilmu yang sangat bermanfaat, kami mengharapkan untuk betul-betul di manfaatkan dan dijaga supaya kita tidak merasa malu terhadap mahasiswa, jangan berfikir jika mereka pulangitu telah selesailah semua, kita harus merawat dan menjaga apa yang telah mahasiswa berbagi kepada kita ”.

Beliau berpesan kepada mahasiswa “ Kalau ada hal-hal yang tidak baik selama di Gampong ini silahkan tinggalkan disini jangan dibawa ke Abulyatama dan jika itu hal yang baik silahkan di bawa kemanapun kalian berada ”.

img_0214

Ridwan Selaku Ketua Pemuda mengatakan “ Terimakasih telah menerapkan beberapa program di gampong kami, apabila ada adik-adik mahasiswa lain kedepan tolong dibawa kemari ibu supervisor”. ucap Ridwan

Ridwan dalam pidatonya juga berpesan “ Kami dari pemuda Gampong, tolong sampaikan salam kami kepada Bapak Rektor Universitas Abulyatama Aceh  yang selama ini Universitas Abulyatama memang salah satu Universitas terbagus di Aceh, buktinya orang india dan orang malaysia saja kuliah di Fakultas Kedokteran Abulyatama, Alhamdulillah, mudah mudahan kedepannya lebih ada informasi di media masalah Universitas Abulyatama Aceh, saya berbicara begini karena saya dulu ikut testing tidak lewat tahun 87, entah karena nilai ijazah saya 69, saya tidak tau, jadi mudah mudahan Abulayatama lebih berkarya kedepannya adik-adik mahasiswa kita tau bahwa adik adik adalah orang yang sedang menimba ilmu, terimakasih kepada adik adik KKN Kelompok 17 yang telah menyelesaikan pengabdiannya”.

“ Paska Stunami ini mungkin adik-adik mahasiswalah yang pertama sekali kami kedatangan mahasiswa KKN, mudah mudahan kami menantikan KKN kelompok selanjutnya kedepannya, tolong sampaikan keinginan kami kepada bapak Rektor. Kami Emperom selalu terbuka untuk mahasiswa KKN “. Ucap Ridwan menutup.

Acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi yang dibacakan oleh Muhammad Habibi mahasiswa Agroteknologi, penyerahan Peta Desa, Cindera mata, lalu di tutup dengan pembacaan do’a dan saling maaf-maafan kemudian dilanjutkan dengan makan dan foto bersama.

img_0108 img_0119 img_0121 img_0158 img_0219 img_0230 img_0237 img_0251 img_0258 img_0259 img_0265 img_0272 img_0280 img_0286 img_0291 img_0302 img_0310 img_0146

Kesan Aldian Ilham Selama Mengikuti Workshop Kewirausahaan

IMG_0006BANDA Aceh. 05/09/2016, Kooordinasi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) Kopertis Wilayah XIII Aceh menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Tahun 2016 selama tiga hari (5-7 September) di Aula Hotel Grand Nanggroe. Workshop tersebut dibuka Senin (5/9) oleh Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh, Prof Dr Jamaluddin Idris MEd, diikuti 40 peserta dari 20 PTS seluruh Aceh dan resmi ditutup oleh Drs. Zulkarnaen, MAP selaku Sekertaris Pelaksana Kopertis XIII.

Aldian Ilham salah satu mahasiswa program studi Agroteknologi yang mewakili Universitas Abulyatama menceritakan pengalamannya ketika mengikuti pelatihan workshop kewirausahaan tersebut, Aldi mengatakan “ Selama saya mulai mengikuti pelatihan workshop. Saya telah banyak mendapatkan pengalaman yg sangat berharga karena ditempat itu saya telah diberikan pelatihan berupa pengembangan Enterpreneurship pada PTS, strategi pemasaran untuk UKM, interpreneurship mindset bagi mahasiswa, teknik penyusunan proposal wirausaha, dan mekanisme pembiayaan UKM, serta bercerita di berbagai bidang kewirausahaan”.

Aldian juga menambahkan “ Selama 3 hari itu saya telah banyak mendapatkan pelajaran yang memotivasi diri saya untuk mengembangkan lagi pelajaran yang telah saya dapatkan.Dari pelatihan  ini juga saya bisa lebih banyak mengetahui tentang dunia kewirausahaan secara garis besar dan masih harus dipelajari lebih jauh lagi ”.

“ Allhamdulillah selama kegiatan ini berlangsung saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari pihak panitia, terimakasih kepada panitia dan juga kepada narasumber yang telah banyak sekali memberikan ilmu-ilmu kewirausahaan, semoga kedepannya mahasiswa-mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta seluruh Aceh mampu bersaing dengan dibekali ilmu-ilmu yang telah narasumber berikan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“ Maka dari itu, harapan saya semoga nantinya kegiatan seperti pelatihan workshop kewirausahaan ini terus berlanjut agar mahasiswa-mahasiswi lainnya dapat mengikuti kegiatan kewirausahaan ini sehingga nanti saat mereka keperguruan tinggi dapat menjadi enterpreneur yang berkemajuan dan berkualitas ”. Tutup Aldian saat ditemui oleh tim Abulyatama.ac.id

Ini Langkah – Langkah Sukses Membuat Proposal Penelitian

I. PENDAHULUAN

Metodologi atau Metode Penelitan yang tepat dan benar semakin dirasakan urgensinya dan menjadi peringkat sangat penting bagi keberhasilan suatu riset (penelitian). Salah satu hal yang penting dalam setiap penelitian adalah perumusan metodologi penelitian. Melalui metodologi harus dengan jelas tergambar diantaranya bagaimana cara penelitian dilaksanakan yang tertata secara sistimatis; bagaimana landasan teori tentang rancangan penelitian (research design), model yang digunakan (didahului dengan rancangan percobaan (penelitian eksperiment) atau teknik – teknik yang lumrah digunakan dalam pengumpulan, pengolahan dan analisa data. Metodologi atau metode yng digunakan antara lain metode sejarah, metode deskriptif antara lain menggambarkan tentang objek tertentu, manusia, kondisi, sistem dan sebagainya yang terkini. Sering juga digunakan metode survey (menyelidiki gejala, fakta secara faktual), metode percobaan (eksperiment), metode KASUS (suatu objek spesifik), kooperatif (menjawab sebab akibat dengan menganlisis faktor penyebab utama) atau gabungan, serta pemikiran kritis dan analisa tentang sampling maupun design percobaan serta studi kepustakaan.

II. METODOLOGI ATAU METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang digunakan. Saat ini, Kemantapan ataupun ketajaman, keakuratan metodologi penelitian sudah “terlihat kecendrungan mulai diabaikan“. Hal ini terlihat jelas, bahwa setelah term of reference (TOR) disetujui (ok) baru dicari pembenar terutama pembenaran metodologi, diantaranya proporsi sampling, pemilihan daerah studi dan sebagainya. Padahal sebelum penelitian dilaksanakan seorang peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya 3 (tiga) pertanyaan pokok (NAZIR, Mohammad: 1985 : 51) yaitu:

  1. Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian
  2. Alat-alat apa yang digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan dan analisa data ?
  3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?

Prosedur memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengontrol kegiatan atau tahap-tahap kegiatan (a); mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian (b) dan (c); mempermudah pula peneliti dalam meng-hadapi ataupun memberikan penjelasan pada saat dilaksanakan pemeriksaan. Teknik penelitian mengatakan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Jika suatu penelitian dikerjakan dengan mengguna-kan questioner (daftar pertanyaan) sebagai alat dalam mengumpulkan data, maka yang dibicarakan disini adalah teknik pengumpulan data. Sedangkan metodologi penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan.
Jika seorang berbicara tentang cara seorang peneliti melakukan percobaan lapangan, dimana dalam menentukan plot-dilapangan, ia pertama-tama membagi daerah dalam 4 (empat) buah blok. Kemudian blok-blok tersebut dibagi 4 (empat) keperluan perlakuan yang akan dia kerjakan dan seterusnya, maka yang dibicarakan disini adalah posedur penelitian. Jika kita membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian.

A. Metode Kuantitatif

Metode ini sangat cocok untuk digunakan pada penelitian dimana data yang dapat diidentifikasi dengan mudah.
Beberapa hal lain dari metode kuantitatif diantaranya :

  1. Peranan identifikasi dan spesifikasi variabel sangat penting;
  2. Penelitian ini berdasarkan pada absraksi variabel dari konteksnya
  3. Sangat menekankan pentingnya reliability dan replicability data;
  4. Kurang memperhatikan validity;
  5. Sangat erat hubungannya dengan metode penelitian Survey, Sensus dan sebagainya;
  6. Kondisi data hanya menunjukkan keadaan atau situasi pada suatu waktu priode tertentu atau beberapa waktu (longitudinal);
  7. Cenderung menggunakan pendekatan diduktif (umum ke khusus);
  8. Sangat cocok untuk pertanyaan yang diawali, apa, dimana, siapa dan kapan dan tidak cocok untuk pertanyaan mengapa dan bagaimana;
  9. Hasil analisis jika dikumpulkan dalam survey, sensus, secara statistik dapat digeneralisasi.

B. Metode Kualitatif

Metode ini sangat cocok digunakan untuk menjawab pertanyaan apa, dimana dan kenapa atau bagaimana.
Beberapa hal lain dari metode kualitatif diantaranya:

  1. Data tidak dapat diidentifikasi dengan mudah;
  2. Data tidak dapat di kuantifikasikan;
  3. Menekankan pentingnya validity, kurang memperhatikan reliability;
  4. Erat kaitannya dengan studi kasus
  5. Hipotesa interpretasi data digunakan untuk membantu proses sebab akibat.
  6. Pendekatan yang dipakai bersifat induktif (dari yang khusus ke umum)
  7. Hasil penelitian secara ilmiah dapat digenderalisasi (tidak dapat di gendralisasikan) dengan repliability penemuan dari beberapa studi.
  8. Analisa data deskriftif untuk melihat proses dan secara langsung.
  9. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti partisipasi observasi, wawancara berstruktur dan tidak berstruktur serta focus group.

III. SEMBILAN MAGIC PROPOSAL PENELITIAN

Dalam usulan proyek (USPRO) terdapat tiga kata kunci yang dulu sangat populer dengan istilah penting yaitu Abstrak, kata kunci dan urgensi (AKU). Abstrak merupakan keterangan singkat padat serta utuh tentang permasalahan yang akan ditangani (a); tujuan serta keluaran kegiatan (b) dan (c); pengaruh-nya terhadap permasalahan yang ditangani. Bagi kegiatan penelitian kekhususan pendekatan yang diperguna-kan (maksimal sepertiga halaman). Kata kunci merupakan sejumlah kata, bukan kalimat yang mengindikasikan teknik, proses atau keluaran yang sesuai dengan subjek kegiatan. Sedangkan urgensi merupakan keterangan tentang pokok-pokok kebijaksanaan yang diacu (a); pentingnya usaha untuk mengatasi permasalahan yang ditangani bagi pembangunan nasional, sektoral dan regional atau bagi perkembangan IPTEK, serta (c); pengaruh kegiatan ini bagi pemecahan permasalahan tsb. Dengan kata lain, diterangkan apa keuntungan/ manfaatnya jika proyek ini berhasil mencapai tujuan dan sasarannya (a) dan (b) apa pula kerugiannya atau kesulitan yang akan timbul jika masalah ini tidak diteliti; maksimal setengah halaman.
Sering dengan berkembangnya IPTEK dan berjalannya waktu istilah tersebut sudah nyaris tak terdengar sampai saat ini. Sampai akhirnya pada tahun 2001 melalui pelatihan Peningkatan Kapasitas Penelitian yang dipelopori oleh Ibu Dr. Yulfita Raharjo dan Timnya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) muncul pula hal baru yaitu Sembilan Magic untuk membuat PROPOSAL Penelitian menuju keberhasilan, Sbb. :

A. Alasan

Alasan atau argumentasi ini sangat diperlukan untuk (a) mencegah kegiatan penelitian yang tidak potensial, dan (b) untuk memecahkan masalah (tidak mencapai tujuan)
Beberapa hal penting dalam alasan sebagai magic pertama adalah :

  1. Alasan rasional
  2. Mengapa penelitian tersebut penting dilakukan (urgency)
  3. Apa masalah pokoknya, dan bagaimana nanti untuk konseptual framework nya.
  4. Relevansinya terhadap (kebijakan, program) departemen dan sebagainya
  5. Analisa masalahnya bagaimana
  6. Analisa tentang isu/kebijakan, (informasi) yang akan menuntun kepada penspisifikasian tujuan
  7. Apa yang akan dipertanyakan, sehingga sungguh-sungguh diperlukan untuk diteliti.

B. Konteks

Konteks sangat berguna untuk memperkaya atau memperbaiki pengetahuan peneliti, latar belakang pengalaman atau dasar-dasar untuk pendekatan yang akan dilakukan.
Beberapa hal yang berkaitan dengan Konteks diantaranya adalah:

  1. Mengacu pada usaha-usaha penelitian serupa (keadaan, situasi kecenderung-an, konsep metode dan hasil);
  2. Mengacu pada situasi/keadaan atau daerah, waktu, sistem, kebijakan tertentu dan sebagainya.

Untuk catatan, janganlah mengguna-kan konsep-konsep yang harus diukur yang tidak sesuai dengan permintaan.

C. Kerangka Konseptual

Kerangka Konseptual sangat berguna, untuk menegaskan batas-batas secara logis untuk penyelidikan/penelitian (a) dan (b). sebagai petunjuk bagi peneliti untuk memperhitungkan tentang apa yang relevan dan apa yang tidak relevan untuk dipelajari dalam penelitian.
Beberapa hal penting dalam kerangka konseptual diantaranya:

  1. Peneliti menyusun sebuah kerangka logis untuk hal yang akan ditelit (apa-apa yang relevan)
  2. Dilengkapi dengan perspektif yang diperoleh dari usaha-usaha atau penelitian sebelumnya, serta konsep-konsep apa yang relevan untuk itu
  3. Meliputi proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang dianggap sudah diketahui, maupun yang dinyatakan tidak diketahui (sebab itu perlu dukungan penelitian untuk mengetahuinya).
  4. Menspesifikasikan:
    1. Variabel tergantung (dependent variable)
    2. Variabel bebas (independent variable)
    3. Mata rantai penghubung dua kelompok variable (interventing variable)
    Perlu diingat hal ini baru hanya kerangka, belum tahu hasilnya.

D. Tujuan

Dimaksudkan agar proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang merupa-kan subjek dan juga metode penelitian yang cocok dengan pelaksanaan peneliti-an tersebut. Bentuk tujuan penelitian dapat, (a). berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab, dan (b). hypotesis-hypotesis apa yang akan diuji sehingga menjadi arah / sasaran penelitian.
Tujuan penelitian merupakan atau menunjukan unit–unit yang seharusnya diobservasi (a); apa yang harus diobservasi (b) dan (c). bagaimana proses pengobservasiannya.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang tujuan diantaranya:

  1. Merupakan sasaran dari penelitian yang akan ditangani. Sebagai acuan, memeriksa sampai seberapa jauh permasalahannya (a), apa perma-salahan pokok atau akar permasala-hannya (b), apa penyebabnya (c) dan (d), bagaimana kira-kira penanganan-nya.
  2. Dari kerangka konseptual akan mempermudah penelitian dalam merumuskan tujuan yang akan diinginkan. Artinya, ditarik dari sudah jelasnya kerangka konseptual pertanyaan kita, apalagi yang belum, apa lagi yang ingin dicapai. Itulah tujuan, dengan konsep yang telah benar-benar.
  3. Setelah kiat-kiat proposal dikuasai, sekarang penjabaran proposalnya menjadi rancangan penelitian (Research Design).
  4. Research Design. Riset disain dimulai dari tujuan.

Untuk memantapkan tujuan mantapkan dulu pada pendahuluan, latar belakang, apa saja yang harus dimuat, diantaranya:

  1. Mengutarakan Alasan dilakukan penelitian (lihat IIIA).
  2. Relevansi dari penelitian yang akan dilakukan
  3. Analisis tentang masalah yang akan diteliti
  4. Memberikan rambu-rambu yang mencegah terangkatnya penelitian yang tidak potensial terhadap pemecahan masalah atau pencapaian dari tujuan-tujuan penelitian.
  5. Mengungkapkan pokok permasalahan dalam penelitian.

E. Populasi yang diteliti

Populasi penelitian mencakup 6 (enam) hal yaitu:

  1. Penentuan unit observasi
  2. Penentuan / penunjukan populasi dari unit yang akan diobservasi/dianalisa
  3. Penentuan/pengadopsian prosedur penelitian dan pengukuran unit-unit untuk (yang akan diobservasi) termasuk Skop atau Ruang lingkup penelitian
  4. Penentuan banyaknya unit yang akan diobservasi
  5. Populasi penelitian sangat berkaitan dengan operasionalisasi dari metodologi atau metode penelitian
  6. Variabel-variabel yang dimuat dalam kerangka konseptual tersebut:
    • Dicari / didapatkan dari siapa? Apakah individu; kelompok tertentu; tokoh masyarakat; lembaga /instansi/ pemerintah, swasta, LSM dan sebagainya), keluarga dan lain-lain
    • Data yang dikumpulkan, ditentukan populasi yang akan dikaji sampai didapatkan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian (a), data yang relevan dan tidak relevan, bisa Perda dan sebagainya.
      Makna dari semua populasi yang diteliti adalah makna yang sifatnya prinsif, yang mana suatu metodologi/metode penelitian dioperasionalkan.

F. Spesifikasi Data

Melalui Spesifikasi data akan dapat membantu peneliti untuk BERHATI-HATI untuk tidak mengumpulkan data yang tidak relevan atau tidak digunakan (useless).
Spesifikasi data yang dikumpulkan diantaranya:

  1. Mengidentifikasikan konsep-konsep yang terkandung dalam tujuan penelitian (konsep-konsep).
  2. Menentukan data yang akan dikumpulkan sehubungan dengan populasi.
  3. Dari konsep-konsep ini dikembang-kan definisi operasional penelitian dari
  4. Definisi operasional akan menunjuk pada variabel-variabel dan
  5. Data/informasi apa yang akan dikumpulkan.

Variabel adalah semua objek yang menjadi sasaran penyidikan sebut saja gejala-gejala yang menunjukan variasi, baik dalam jenisnya (a), maupun dalam tingkatannya (b).

G. Pengumpulan Data

Setelah spesifikasi data, tahap pengumpulan data sangat menentukan ukuran besar indeks variabel (a) dan (b). realibilitas data yang akan dikumpulkan.
Inti dari tahap Pengumpulan Data adalah:
Menjelaskan prosedur yang akan digunakan untuk pengumpulan data isinya :

  1. Teknik-teknik pengumpulan data yang akan dipakai
  2. Teknik pendekatan yang digunakan (MEAN, MEDIAN dan sebagainya)
  3. Instrumen-instrumen yang akan dipakai (kuantitatif dan kualitatif)
  4. Mendiskripsikan langkah-langkah atau urut-urutan yang harus diikuti dalam pemakaian instrumen (secara rinci)
  5. Hindarkan redaksi-redaksi yang sifatnya statement-statement yang tidak sesuai ujung pangkalnya atau mother hood.

H. Analisis

Tahap analisis merupakan TEST RIEL dari sebuah rencana penelitian yang menuntut pemahaman/ penguasaan peneliti untuk memahami lebih dulu beberapa keterbatasan dalam menerapkan kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil.
Bila data yang dikumpulkan telah ditentukan, peneliti harus:

  1. Mempertimbangkan secara simultan prosedur analisisnya yang sesuai
  2. Bagaimana data akan diklasifikasikan
  3. Pengaturan kedalam variabel-variabel yang ditunjukkan oleh data tsb.
  4. Bagaimana hubungan antara variabel-variabel yang akan ditentukan
  5. Penggunaan program komputer (jika ingin mendalaminya)

I. Pengadministrasian (Organisasi)

Setelah peneliti mengetahui atau memutuskan populasi yang akan ditentukan dan digunakan seperti (a) daerah penelitian, (b). hakekat dan jenis data yang akan dikumpulkan; (c). jenis-jenis prosedur yang akan dipakai untuk mengumpulkan dan menganalisa data, peneliti telah mempunyai dasar untuk memutuskan serangkaian keputusan-keputusan Administratif yang Rasional seperti perkiraan biaya (a); Personil (peneliti utama, madya, pembantu peneliti (b); jadwal waktu (c) dan (d). rencana kerja.

IV. PRINSIP METODOLOGI

Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji prihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatar bela-kangi berbagai metode yang diperguna-kan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti didalam kegiatan ilmiah mereka.
Beberapa prinsip metodologi dapat dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya:

A. Rene Descartes

Dalam karyanya “Discourse On Method” dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu :

  1. Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.
  2. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu:
    • Janganlah pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenaranya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun kedalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi.
    • Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.
    • Arahkan pemikiran andah secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap kepengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru.
    • Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan.
    • Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.
  3. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut:
    • Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak.
    • Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan.
    • Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.
    • Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
    • Menegaskan prihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.

B. Alfred Julesayer

Dalam karyanya yang berjudul Language, truth and logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:

  1. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan
  2. Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna
  3. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun

C. Karl Raimund Popper

K.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada.
K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut:

  1. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui perinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir. Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.
  2. Cara kerja metode induksi yang secara sistimatis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (Simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang -ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumus-kan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum. K.R. Popper menolak cara kerja diatas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris.
  3. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa “Semua angsa berbulu putih” melalui prinsip falsitiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION).

IV. PENUTUP

Sebagai penutup, dengan memahami dan menghayati metodologi dan sembilan keajaiban (magic) pembuatan proposal penelitian semoga kita memiliki tenaga ahli peneliti yang genius, cerdas (a) dan (c) menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, serta (c). dapat menyinari instansi terkait sebagai bahan masukan bagi pengembangan kebijakan dan program yang operasional dimasa datang. Agar tujuan tersebut dapat diwujudkan, berikut disampaikan dua puluh satu kiat untuk mencapai sukses dari Nugroho A Suryo sebagai berikut:

  1. Kenali diri sendiri dan lingkungan sekitar kitanya. Manfaatkan kekuatan yang dimiliki, hilangkan kelemahan, gunakan peluang dan hindari ancaman yang ada.
  2. Bekerjalah dengan keras dan cerdik. Gunakan kreativitas untuk mempperoleh keunggulan bersaing.
  3. Milikilah komitment yang kuat untuk menjadi pemenang dan jangan mudah putus asa.
  4. Bekerjalah dengan memperhatikan konsep bisnis, indera bisnis dan suara hati nurani.
  5. Buatlah perencanaan kerja tetapi jangan terlalu kaku dengan rencana tersebut.
  6. Belajarlah dari pengalaman orang lain atau perusahaan lain, dan ikuti perkembangan konsep bisnis.
  7. Berani mengakui kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau yang sudah di ketahui.
  8. Berani mengambil resiko tetapi berani pula mengelola resiko dengan baik.
  9. Komunikasikan pendapat secara nasional dan jangan cari musuh.
  10. Lakukan perbaikan secara terus menerus baik dari sendiri maupun proses kerja di perusahaan.
  11. Lihatlah perubahan sebagai teman bukan sebagai musuh.
  12. Tanggap atas perubahan yang terjadi maupun yang akan terjadi.
  13. Perbesar jaringan bisnis yang ada. Gunakan jaringan yang ada dan perbesar terus. Jaringan ini bukan untuk membentuk kolusi atau nepotisme, tetapi memperbesar peluang dengan cara sehat.
  14. Jangan terlalu sering pindah kerja atau usaha. Tekunilah apa yang dikerjakan. Dengan menekuni, maka seseorang akan mengenali, menikmati pekerjaannya dengan baik dan menjadi ahli dibidangnya.
  15. Tingkatkan kemampuan berbaha asing.
  16. Tingkatkan kemampuan kepemim-pinan dan kemampuan impersonal.
  17. Tingkatkan kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan imple-mentasi perubahan yang besar.
  18. Tingkatkan kemampuan mengatasi konflik dan jangan menjadi penyebab konflik.
  19. Tingkatkan terus kemampuan, ketrampilan kecil seperti teknik penyusunan laporan, pembuatan proposal yang baik, teknik presentasi dan teknik negosiasi.
  20. Tingkatkan terus motivasi kerja dan tunjukkan kemampuan untuk berprestasi.
  21. Tingkatkan terus motivasi kerja dan kemampuan bawahan atau kelompok kerja anda

Aceh Juga Dikenal Dengan Negeri Seribu Warung Kopi

images (1)NEGERI Aceh atau yang juga dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah, banyak terdapat warung kopi, tak heran juga jika provinsi ini juga mendapat julukan Negeri Seribu Warung Kopi.  Keberadaan warung kopi tidak hanya sekedar sebagai tempat menghilangkan dahaga, lebih dari itu warung kopi juga berfungsi sebagai pusat informasi. Sesama pengunjung warung kopi mengobrol soal macam-macam hal, mulai kehidupan sosial sampai “politik tinggi” dalam dan luar negeri. Bisa juga mempergunjingkan para pejabat, menganalisis sepakbola, atau membicarakan sinetron yang mereka tonton di televisi.

Aceh memang terkenal sebagai penghasil kopi Arabika, dan memberikan kontribusi sebesar 40% dari produksi kopi Indonesia. Di Aceh terdapat 3 macam kopi, Kopi Ulee Kareng, Kopi Gayo, dan  Kopi Solong. Nama-nama tersebut diambil dari daerah mana kopi itu berasal. Kopi Gayo mungkin yang paling terkenal, Kopi Gayo adalah varietas kopi Arabika berasal dari dataran tinggi Gayo, dan pada 10 Oktober 2010 lalu, Kopi Gayo mendapat sertifikasi sebagai Kopi Organik terbaik di dunia. Tak heran jika Kopi Arabika ini telah dikenal dunia karena memiliki ciri utama yaitu aroma dan  perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat.

Para barista di Aceh tidak pernah pergi ke pelatihan khusus untuk belajar cara menyajikan secangkir kopi. Cara penyajian kopi di Aceh berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Di sini, kopi diseduh melalui beberapa penyaringan sampai pada kekentalan yang diinginkan sehingga membuat kopi lebih harum, nikmat dan memiliki efek rasa yang kuat.

warung kopi yang berada di Banda Aceh tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk minum kopi, warung kopi di Banda Aceh juga memiliki multi-fungsi atau banyak fungsi seperti warnet, rumah makan, nonton bola, tempat nongkrong, membicarakan bisnis dan lainnya.

Mahasiswa juga mempunyai hubungan yang sangatlah dekat dengan warung kopi karena mahasiswa membutuhkan layanan internet yang ada di warung kopi di Banda Aceh, tapi bukannya mahasiswa hanya bisa memakai layanan internet di warung kopi melainkan layanan internet bisa di akses di mana saja, baik dirumah maupun di tempat lain asalkan ada modem dan belangganan kepada operator penyedia layanan internet, internet akan bisa dinikmati siapa saja. Satu lagi, jangan beranggapan semua mahasiswa yang duduk di warung kopi Banda Aceh adalah mahasiswa yang malas, tapi berfikiranlah bahwa dengan adanya warung kopi + Wi-Fi atau layanan internet gratis sangat membantu mahasiswa mengerjakan apa yang menjadi tugas untuk mereka, baik itu tugas kuliah maupun tugas lainnya.

Mahasiswa KKN Unaya di Desa Ulee Pata Membuat Sosialisasi Koperasi

1472879445243BANDA ACEH. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abulyatama (Unaya) melakukan sosialisasi manajemen koperasi di Gampong (Desa) Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru, pada Jumat, 02/09/2016. Selain masayarakat Desa sosialisasi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Koperasi UMKM (usaha micro kecil dan menengah) Provinsi Aceh.

Mahasiswa Unaya yang KKN di Gampong Ulee Pata, Amirul Razi mengatakan “Ini adalah salah satu program dari mahasiswa KKN Unaya Kelompok 16 terdiri dari 19 orang, yang mana program kelompok kami mengenai Sosialisasi Koperasi yang temanya kami angkat “Sosialisasi Tentang Menejemen Koperasi Yang baik dan benar” kepada masyarakat Desa Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

“Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi UMKM Provinsi Aceh. Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut mendapat tanggapan yang positif dari warga, karena dalam rentan waktu setelah tsunami Aceh belum pernah ada sosialisasi koperasi di desa tersebut”.Tambah Amirul.

Selain mengadakan Sosialisasi Koperasi, “ Kami juga telah membuat plang Gampong, mengajar les bahasa inggris kepada anak-anak, mengajarkan ibu-ibu cara membuat Bandeng Tanpa Duri (BATARI) dan  mendata jumlah KK penduduk, ucap Amirul menutup saat ditemui oleh tim Abulyatama.ac.id. 

Hidroponik Menjadi Program Pilihan Mahasiswa KKN

SAAT ini dunia hidroponik kembali menorehkan cerita yang menarik. Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Abulyatama (UNAYA)  di Desa Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh memberikan kegiatan yang berbeda dalam tugas kuliah mereka. Ya, mereka menyumbangkan ide bertanam hidroponik kepada warga masyarakat di kawasan tersebut. Mereka mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara dan sistem tanam hidroponik.

Mustaqim – salah satu mahasiswa KKN saat diwawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id – mengatakan, “ Bahwa bercocok tanam tanpa tanah (hidroponik) tidak membuat penanam bersusah payah mencangkul ”. Sistem hidroponik ini juga membuat kegiatan menanam menjadi sangat unik dan menarik.

Hidroponik ini metode bercocok tanam menggunakan air nutrisi. Sebagai media tanam bisa dari pipa peralon atau talang air, botol plastik bekas air meneral, dan kaleng cat yang diisi rockwool dan sekam bakar,” ujar Oky panggilannya.

 Dalam kesempatan yang sama, Koordinator mahasiswa KKN kelompok 1, Ade Richi Rahmanda mengungkapkan “ Bahwa sayuran yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini mendapatkan perhatian dan antusiasme dari masyarakat yang luar biasa. Beberapa tanaman yang sudah berhasil dipraktekan antara lain Terong, cabe, sawi, seledri jahe. Dimana kedepannya masyarakat akan mengembangkan tanaman lainnya secara hidroponik. Ade menambahkan bahwa selama ini warga tidak mengetahui jika sayuran dan buah dapat ditanam menggunakan media air.

Berikut beberapa potret mahasiswa KKN kelompok 1 membuat media tanaman Hidroponik:

1472653378951  14726533876451472653382186  1472653390081 1472653391911 1472653393934 1472653396838 1472653400950