Posts

Kemeriahan Perpisahan KKN Kelompok 17 Desa Emperum

BANDA Aceh, (6/09). ” Perpisahan Bukanlah Akhir Dari Segalanya ” Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap perpisahan biasanya penuh dengan suka cita dan haru tapi terkadang perpisahan  ada juga yang menggembirakan namun kebanyakan dari perpisahan di hiasi dengan kesedihan karena akan jauh dari orang yang di sayangi. Tapi perpisahan bukan berarti akhir dari segalanya karena mungkin lain waktu dan kesempatan bisa bertemu lagi meski dengan situasi dan lokasi yang berbeda.

Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Universitas Abulyatama telah melakukan pengabdian, pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa salah satunya adalah acara perpisahan antara kelompok KKN dengan warga Desa.

Seperti yang dilakukan Oleh Saipul Dan kelompoknya yang mengadakan acara perpisahan dengan membuat sajian makanan yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN tersendiri berupa: Kolak, Mie, dan berbagai macam kue lainnya.

img_0195

Dalam kata sambutannya sebagai ketua kelompok 17 Saipul mengucapkan “ Terimakasih yang tak terhingga kepada masyarakat gampong emperum yang telah banyak membantu serta membimbing menjadi masyarakat sekaligus guru yang baik. Dan juga mohon maaf sekiranya kalau banyak tingkah laku, berkata atau berbicara yang tidak sopan hingga mungkin membuat hati masyarakat gampong Emperom menjadi tidak nyaman dan risih dengan kami Selama satu bulan ini ”.

“ Saya mewakili mahasiswa KKN kelompok 17 yang ditugaskan oleh pihak Universitas Abulyatama momohon maaf sebesar-besarnya”. Tambah Saipul mengulang

img_0106

Dalam kata Sambutannya Elvridarosa.SP.,MP mengatakan “ Saya sebagai dosen supervisor mahasiswa KKN Abulyatama sangat bersyukur dan banyak mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, kepada bapak dan ibu yang telah memberi kesempatan bagi anak didik saya untuk dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat di Gampong Emperom walaupun mungkin ada dihati ibu bapak yang mungkin kurang berkenan terhadap mahasiswa kami, saya selaku dosen supervisor memohon maaf yang sebesar-besarnya dan supaya ini tidak jadi dendam dikemudian hari ”.

“ Dan saya mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu Geuchik dan juga kepada masyarakat Gampong Emperom yang telah memberikan banyak masukan dan arahan kepada mahasiswa kami sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiswa KKN di Gampong ini, mungkin ada ilmu yang telah dishare oleh mahasiswa contohnya seperti ibu ibu PKK yang saya sudah dapatkan laporan dibantu dalam hal mempelajari software  microsoft exel, komputer terutama,  mungkin itu dapat menjadi kenang-kenangan yang bermanfaat bagi ibu PKK, mudahan- mudahan terutama exel bisa membantu untuk membuat pembukuan keuangan ”. Ucap Elvridarosa. SP.,MP selaku supervisor

Kemudian Elvridarosa. SP.,MP juga menambahkan dalam pidatonya“ Beberapa program yang sudah mahasiswa kami lakukan kurang lebih satu bulan ini, yang memang waktunya terlalu singkat, diantaranya itu ada pembuatan peta Gampong yang akan di pampang di kantor Geuchik , dan ada di bidang pertanian yaitu penanaman sayuran berbasis Hidroponik, pembuatan Batari Krispy, bakti sosial dan juga yang lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, semoga itu dapat memberi manfaat kepada masyarakat Gampoeng Emperom ini, walaupun mungkin ada yang tidak memuaskan bagi bapak dan ibu  tetapi syukur Alhamdulillah mahasiswa kami sudah melakukan dan menyelesaikan pengabdiannya terhadap masyarakat, mungkin hanya itu kata-kata perpisahan dari kami dan sekali lagi saya sangat memohon jika ada tindakan yang kurang berkenan dihati bapak ibu saya mohon maaf yang sebesar besarnya juga mewakili dari adik adik mahasiswa kami selama satu bulan di Gampong ini mohon dimaafkan bapak ibu karena saya tau bapak ibu telah banyak berkontribusi dalam hal ini ”.

“ Beliau berpesan kepada mahasiswa kelompok 17 tidak hanya sampai disini, bisa saja besok dan sebulan kedepan kalian melihat lihatlah kemari bagaimana perkembangan yang sudah kalian terapkan selama disini, luangkanlah waktu kalian sebentar untuk singgah di Desa Emperom ini ”.

img_0208

Sekretaris Gampong mengatakan:“ Dalam hal ini saya sebagai sekretaris Gampong mewakili Geuchik, karena kebetulan Geuchik sedang ada kegiatan dan mungkin akan segera tiba namun akan terlambat, saya mohon maaf kepada adik adik mahasiswa dan supervisor jika ada hal dalam penyambutan atau pelayanan kami yang kurang berkenan, dan kemudian mungkin rasa terimakasih kami yang mana oleh Abulyatama telah menetapkan mahasiswa KKN di Gampong Emperom, walaupun terasa singkat tapi manfaatnya sangat berarti ”.

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat Gampong Emperom untuk bersyukur, “ Karena kita telah diberi berbagai ilmu atau berbagi pengalaman dari adik adik mahasiswa KKN, untuk itu marilah kita manfaatkan sebaik mungkin apa yang telah kita dapati walaupun sebentar itu adalah ilmu yang sangat bermanfaat, kami mengharapkan untuk betul-betul di manfaatkan dan dijaga supaya kita tidak merasa malu terhadap mahasiswa, jangan berfikir jika mereka pulangitu telah selesailah semua, kita harus merawat dan menjaga apa yang telah mahasiswa berbagi kepada kita ”.

Beliau berpesan kepada mahasiswa “ Kalau ada hal-hal yang tidak baik selama di Gampong ini silahkan tinggalkan disini jangan dibawa ke Abulyatama dan jika itu hal yang baik silahkan di bawa kemanapun kalian berada ”.

img_0214

Ridwan Selaku Ketua Pemuda mengatakan “ Terimakasih telah menerapkan beberapa program di gampong kami, apabila ada adik-adik mahasiswa lain kedepan tolong dibawa kemari ibu supervisor”. ucap Ridwan

Ridwan dalam pidatonya juga berpesan “ Kami dari pemuda Gampong, tolong sampaikan salam kami kepada Bapak Rektor Universitas Abulyatama Aceh  yang selama ini Universitas Abulyatama memang salah satu Universitas terbagus di Aceh, buktinya orang india dan orang malaysia saja kuliah di Fakultas Kedokteran Abulyatama, Alhamdulillah, mudah mudahan kedepannya lebih ada informasi di media masalah Universitas Abulyatama Aceh, saya berbicara begini karena saya dulu ikut testing tidak lewat tahun 87, entah karena nilai ijazah saya 69, saya tidak tau, jadi mudah mudahan Abulayatama lebih berkarya kedepannya adik-adik mahasiswa kita tau bahwa adik adik adalah orang yang sedang menimba ilmu, terimakasih kepada adik adik KKN Kelompok 17 yang telah menyelesaikan pengabdiannya”.

“ Paska Stunami ini mungkin adik-adik mahasiswalah yang pertama sekali kami kedatangan mahasiswa KKN, mudah mudahan kami menantikan KKN kelompok selanjutnya kedepannya, tolong sampaikan keinginan kami kepada bapak Rektor. Kami Emperom selalu terbuka untuk mahasiswa KKN “. Ucap Ridwan menutup.

Acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi yang dibacakan oleh Muhammad Habibi mahasiswa Agroteknologi, penyerahan Peta Desa, Cindera mata, lalu di tutup dengan pembacaan do’a dan saling maaf-maafan kemudian dilanjutkan dengan makan dan foto bersama.

img_0108 img_0119 img_0121 img_0158 img_0219 img_0230 img_0237 img_0251 img_0258 img_0259 img_0265 img_0272 img_0280 img_0286 img_0291 img_0302 img_0310 img_0146

Potret Elvridarosa.,SP.MP sebagai Supervisor KKN Kelompok 17

BIMBINGAN kepada mahasiswa di lapangan, dimaksudkan agar kegiatan KKN mencapai keberhasilan, maupun bantuan pembangunan bagi masyarakat. karena itu proses bimbingan baik sikap Dosen Pembimbing Lapangan atau supervisor ,metode, materi, frekuensi, maupun lokasi bimbingan sangat menentukan mutu dan keberhasilan program KKN secara keseluruhan.
Kerjasama dosen pendamping lapangan dengan aparat pemerintah dan tokoh masyarakat perlu diupayakan melalui pendekatan sosial yang intensif dan akrab. Selain itu dosen pendamping lapangan juga berfungsi sebagai pengawas informal di lapangan yang apabila diperlukan dapat secara langsung bersedia memberikan pengarahan kepada para mahasiswa atau dengan cara memberikan laporan kepada pengelola KKN.
Dosen pendamping lapangan juga mempunyai peranan sebagai motivator, pembina, pengarah, penasehat, penghubung, pengawas, penyuluh, dan sekaligus penilai kegiatan mahasiswa dilapangan. Dengan status dan kondisi di lapangan agar para mahasiswa KKN secara aktif berupaya merubah perilaku sebagai bagian dari proses belajarnya.

Saat ditemui oleh tim Abulyatama.ac.id, ini komentar Elvridarosa.,SP.MP sebagai dosen pendamping lapangan terhadap mahasiswa KKN kelompok 17 di Desa Emperum kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.(5/09).

“ Saya sangat gembira dengan apa yang sudah kalian lakukan di Desa Emperum ini, apa yang kalian perbuat sudah terlihat dan mendapatkan antusias dari masyarakat, sebagai contoh pelatihan komputer untuk ibu-ibu PKK, pembuatan batari kripy, peta Desa, pengarah jalan, papa nama program PKK, bakti sosial, belajar ceria, tanaman berbasis Hidroponik dan lainnya” .

Ada teman ibu yang menanyakan: Ibu vivi itu bagaimana cara membuatnya? mau lah ibu vivi membuat juga, ibu vivi menjawab itu mahasiswa saya yang membuatnya”.Cerita vivi panggilan akrabnya.

Berikut gallery foto saat Elvridarosa.,SP.MP mendamping mahasiswa KKN kelompok 17:

14191950_1312426855449238_4678903229594274649_n 14211995_1312427112115879_3007770055670822164_n 14212136_1312426888782568_2914413017891158497_n 14238304_1316045881754002_53297342896283681_n                                                                   14141985_1312426585449265_7347633057370203748_n                          14222367_1312426652115925_6695432161962716418_n

14222126_1312427068782550_5201073522881492597_n

 

Mahasiswa KKN Unaya di Desa Ulee Pata Membuat Sosialisasi Koperasi

1472879445243BANDA ACEH. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abulyatama (Unaya) melakukan sosialisasi manajemen koperasi di Gampong (Desa) Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru, pada Jumat, 02/09/2016. Selain masayarakat Desa sosialisasi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Koperasi UMKM (usaha micro kecil dan menengah) Provinsi Aceh.

Mahasiswa Unaya yang KKN di Gampong Ulee Pata, Amirul Razi mengatakan “Ini adalah salah satu program dari mahasiswa KKN Unaya Kelompok 16 terdiri dari 19 orang, yang mana program kelompok kami mengenai Sosialisasi Koperasi yang temanya kami angkat “Sosialisasi Tentang Menejemen Koperasi Yang baik dan benar” kepada masyarakat Desa Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

“Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi UMKM Provinsi Aceh. Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut mendapat tanggapan yang positif dari warga, karena dalam rentan waktu setelah tsunami Aceh belum pernah ada sosialisasi koperasi di desa tersebut”.Tambah Amirul.

Selain mengadakan Sosialisasi Koperasi, “ Kami juga telah membuat plang Gampong, mengajar les bahasa inggris kepada anak-anak, mengajarkan ibu-ibu cara membuat Bandeng Tanpa Duri (BATARI) dan  mendata jumlah KK penduduk, ucap Amirul menutup saat ditemui oleh tim Abulyatama.ac.id. 

Iranda, Memberikan Pelatihan IT Kepada Perangkat Desa

TEKNOLOGI Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).

Iranda mahasiswa fakultas FKIP prodi PPKN berasal dari Simeulu yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik yang kompeten. Memberikan pelatihan IT selama KKN ( Kuliah Kerja Nyata )kepada perangkat Desa.

IMG_20160901_153911    IMG_20160901_153945

“ Desa Emperum termasuk desa yang dekat dengan perkotaan. Daerah yang dekat dari pusat kota menyebabkan masyarakat di daerah tersebut terbiasa dengan teknologi, namun itu hanya berlaku pada usia remaja dan anak-anak saja. Namun hanya sebagian orang dewasa yang dapat menjalankan perangkat komputer, sehingga menimbulkan dahaga orang dewasa terutama perangkat desa akan pentingnya mengenal dan bisa dalam mengoperasikan teknologi yang ada ”.

” Maka dari itu saya berinisiatif memberikan program pelatihan IT untuk perangkat Desa. Dengan pelatihan yang lebih menjurus ke office untuk pengolahan data perangkat Desa, berhubung saya sedang KKN dan ini adalah kesempatan saya “.

Iranda menegaskan “ Peningkatan kualitas sumber daya perangkat desa sangat perlu. Sebab, pada masa yang akan datang penguasaan teknologi informasi perlu untuk menunjang tugas mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan ada upaya untuk membuka cakrawala betapa penting peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan ketrampilan di bidang informatika bagi aparatur pemerintahan Desa dan masyarakat,” papar Randa.

Pelatihan ini sudah berlangsung selama 1 minggu dan dimulai setiap pukul 14:00 WIB hingga 16:00 WIB. ” Selama pelatihan berlangsung ada beberapa kendala yang saya temui, salah satunya ada masyarakat yang memang sama sekali tidak mengerti IT, jadi saya harus mengajarinya benar-benar materi yang paling mendasar dan juga kurangnya fasilitasi perlengkapan seperti Laptop, tetapi saya sangat senang karena mereka sangat antusias untuk mempelajari dunia IT dan saya mengharapkan dengan adanya Pelatihan ini para perangkat desa mampu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien ”. Ucap Randa sambil tersenyum saat diwawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id sore, 01/09/2016.

Hidroponik Menjadi Program Pilihan Mahasiswa KKN

SAAT ini dunia hidroponik kembali menorehkan cerita yang menarik. Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Abulyatama (UNAYA)  di Desa Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh memberikan kegiatan yang berbeda dalam tugas kuliah mereka. Ya, mereka menyumbangkan ide bertanam hidroponik kepada warga masyarakat di kawasan tersebut. Mereka mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara dan sistem tanam hidroponik.

Mustaqim – salah satu mahasiswa KKN saat diwawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id – mengatakan, “ Bahwa bercocok tanam tanpa tanah (hidroponik) tidak membuat penanam bersusah payah mencangkul ”. Sistem hidroponik ini juga membuat kegiatan menanam menjadi sangat unik dan menarik.

Hidroponik ini metode bercocok tanam menggunakan air nutrisi. Sebagai media tanam bisa dari pipa peralon atau talang air, botol plastik bekas air meneral, dan kaleng cat yang diisi rockwool dan sekam bakar,” ujar Oky panggilannya.

 Dalam kesempatan yang sama, Koordinator mahasiswa KKN kelompok 1, Ade Richi Rahmanda mengungkapkan “ Bahwa sayuran yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini mendapatkan perhatian dan antusiasme dari masyarakat yang luar biasa. Beberapa tanaman yang sudah berhasil dipraktekan antara lain Terong, cabe, sawi, seledri jahe. Dimana kedepannya masyarakat akan mengembangkan tanaman lainnya secara hidroponik. Ade menambahkan bahwa selama ini warga tidak mengetahui jika sayuran dan buah dapat ditanam menggunakan media air.

Berikut beberapa potret mahasiswa KKN kelompok 1 membuat media tanaman Hidroponik:

1472653378951  14726533876451472653382186  1472653390081 1472653391911 1472653393934 1472653396838 1472653400950

Mahasiswa KKN Kelompok 17 Membuat Teknologi Penanaman Berbasis Hidroponik

BANDA ACEH, (25/08/2016)

Mahasiswa KKN Universitas Abulyatama (UNAYA) Kelompok 17 Gampong (desa) Emperum, Kecamatan Jaya Baru, menggelar penyuluhan menanam melalui penerapan teknologi hidroponik, Kamis kemarin. Penyuluhan yang berlangsung di Balai Serbaguna Gampong Emperum tersebut menghadirkan masyarakat Gampong  yang tergabung dalam anggota PKK. Kegiatan yang bertemakan “Inovasi Teknologi Penanaman Berbasis Hidroponik” ini merupakan bagian dari program kerja kelompok 17 dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat.

Hidroponik merupakan salah satu teknik menanam dengan media selain menggunakan tanah sebagai hal yang utama. Teknik yang dipilih ini adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian dan peternakan seperti kotoran sapi, sekam padi, dan EM4 yang telah difermentasikan. Ketiga bahan tersebut dianggap lebih efisien dibandingkan dengan media air yang lazim digunakan. Mengingat ketiganya lebih mudah didapat dan mudah pula dalam perawatannya, sehingga dinilai akan cocok jika diterapkan di daerah yang memiliki lahan yang sempit.

IMG_20160831_100635_HDR IMG_20160831_100630_HDR  IMG_20160831_100431_HDR IMG_20160831_100403_HDR

IMG_20160831_100549_HDR                        IMG_20160831_100158_HDR

tanaman sawi, seledri dan selada yang ditanam menggunakan metode hidroponik dengan memanfaatkan media pipa paralon.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN kelompok 17 UNAYA ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat yang hadir, mengingat kualitas tanaman yang bagus karena tidak menggunakan media yang sulit didapat. Mereka tampak antusias saat dikenalkan dengan alat dan bahan yang akan digunakan. ”Harapan kami Semoga kegiatan ini akan terus berkelanjutan,” pinta Muhammad Habibi   dan Zul Kifli mahasiswa Fakultas Pertanian prodi Agribisnis.

Keinginan tersebut direspon positif oleh Ketua Kelompok 17 yaitu Saipul, Mahasiswa Fakultas FKIP UNAYA. Ia mengatakan “ Akan terus mengoptimalkan waktu KKN yang sebulan ini untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat Gampong melalui kegiatan yang berkelanjutan tentang penanaman menggunakan metode hidroponik tersebut. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh sebagian besar masyarakat setempat.

Bagi Habibi selaku pemateri kegiatan, “ Cara itu merupakan langkah awal dalam merubah mindset  (pola pikir) masyarakat bahwa budidaya tanaman bukan hanya dapat dilakukan di tanah yang lapang melainkan ada cara lain seperti teknologi hidroponik ini yang hanya memerlukan media sederhana.

“ Tujuan dari kegiatan teknologi hidroponik yaitu agar masyarakat dapat termotivasi untuk membudidayakan tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan yang sempit di tempat tinggal masing-masing dan hasilnya pun dapat dinikmati sendiri sehingga sedikit menghemat pengeluaran kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran. Apalagi kalau bisa dibudidayakan dalam jumlah yang banyak dan bisa dijadikan sentra sayur-sayuran maka nilai ekonomisnya akan menjanjikan ”. Ucap Zul Kifli menambah.

 

KKN, Putri Sakinah Mengajak Ibu-Ibu Membuat Batari Crispy

INDONESIA adalah satu-satunya Negara maritim yang kaya akan sumber daya kelautan. Mulai dari aneka jenis batuan karang, ikan, dan seluruh keaneka ragaman hayati yang hidup di laut banyak dimiliki oleh Indonesia yang tidak dimiliki oleh Negara manapun. Oleh karenanya banyak orang yang melirik untuk memanfaatkan sumber daya kelautan.

Putri Sakinah Lahir di Matanggelumpang Dua, 7 sep 1995 yang bercita-cita menjadi pengusaha tambak ini mengajak ibu-ibu PKK membuat dan mengolah ikan Bandeng menjadi makanan yang enak untuk di santap.

” Batari Crispy ( bandeng tanpa duri ) itulah namanya. mula-mula saya mengajak ibu-ibu yang tergolong dalam kelompok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) untuk mau ikut berpartisipasi dalam program yang mau saya lakukan. Dan ternyata ibu-ibu sangat antusias untuk ikut dalam pembuatan batari crispy ini. Ibu-ibu juga kompak banget waktu mengaduk bumbunya, tetapi saya sangat senang melihatnya. padahal sempat juga kami mendapatkan kendala pada saat membuang tulang dari ikan bandeng itu sendiri, karena ikan bandeng adalah salah satu ikan yang sangat banyak tulangnya”.Ucap Putri Sakinah mahasiswi prodi Budidaya Perairan fakultas Perikanan ini.

“Nah, makanan ini berbahan baku ikan laut khususnya ikan Bandeng, pengolahan kami lakukan secara bersama-sama dengan ibu-ibu sehingga terciptalah makanan yang bersih tanpa duri dan tanpa bahan kimia serta higienis dan tentunya gizinya menyehatkan sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi semua orang. Makanan ini sangat aman untuk dikonsumsi. Karena selain kualitas gizinya ikan laut yang bermutu tinggi makanan ini sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet yang membahayakan kesehatan. Untuk membuat makanan awet, batari crispy hanya menggunakan bahan pengawet yang terbuat dari rempah-rempah yang tentunya juga sangat baik untuk kesehatan ”. jawab Putri menambah pada saat di wawancarai oleh tim abulyatama.ac.id di posko KKN.

Berikut beberapa gallery foto Putri Sakinah membuat batari crispy bersama ibu-ibu PKK :

IMG_20160827_143836_HDR           IMG_20160827_152057_HDR           IMG_20160827_155119_HDR

IMG_20160827_161228_HDR IMG_20160827_145547_HDR IMG_20160827_143934_HDR  IMG_20160827_145053_HDR IMG_20160827_145506_HDR IMG_20160827_145526_HDR

IMG_20160827_145045_HDR                                                IMG_20160827_143847_HDR

Kesan Widiana Mahasiswi Kelas Ekstensi yang Mengikuti KKN

KKN merupakan singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, yang merupakan salah satu perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi, berkenaan dengan peran serta Perguruan Tinggi membina dan memberdayakan masyarakat, dan termasuk ke dalam mata kuliah yang harus dijalani mahasiswa untuk menyelesaikan studinya di perguruan tinggi.

Bukan hanya mahasiswa kelas Reguler namun mahasiswa kelas Ekstensi juga mengikuti KKN, seperti salah seorang mahasiswi kelas Ekstensi prodi Hukum bernama lengkap Widiana lahir di Takengon 14 september 1992 ini meceritakan kesannya selama Sudah 2 pekan mengikuti kegiatan KKN ini. Saat ditemui oleh tim abulyatama.ac.id dikantor Keuchik (kepala desa) Emperum Jaya Baru Banda Aceh untuk diwawancarai, Widia sapaan akrabnya mengaku sangat “ Senang bisa berkumpul dari semua jurusan ada,  enggak ada yang membeda-bedakan antara Ekstensi sama Reguler “.

“ Selama lebih kurang 30 hari, tepatnya sejak tanggal 9 Agustus 2016, saya beserta ribuan mahasiswa lainnya mengikuti KKN. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Abulyatama ini menjadi kegiatan tahunan, dan berlangsung saat libur semester genap “.

“ Dengan adanya KKN, saya dapat mempraktekkan ilmu pengetahuan yang didapat selama di bangku perkuliahan. Semua ilmu yang telah dipelajari, dibagikan kepada masyarakat. untuk membina dan memajukan masyarakat. Sehingga KKN itu bisa menghasilkan banyak manfaat, baik bagi masyarakat di tempat KKN berlangsung, dan juga bagi mahasiswa sendiri, sebagai pelaku kegiatan KKN. Dan nantinya mahasiswa menjadi lebih peka terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut tidaklah mudah, Karena setiap daerah memiliki adat dan budaya yang berbeda. Adat istiadat lokal itu harus bisa dipelajari, dipahami, dan dilaksanakan di setiap aktivitas selama berada di daerah tersebut “.Ucap Widia perempuan yang mempunyai motto yang penting happy ini.

Widia juga menambah, “ Meskipun saya jarang masuk KKN, karena saya harus berbagi waktu antara keluarga saya, pekerjaan, dan kuliah, Sebagai mahasiswi, saya juga harus bisa beradaptasi dengan baik. menjaga sikap, perkataan dan tindakan, agar bisa bergabung dengan semua elemen masyarakat. mulai dari mahasiswa reguler, petinggi desa / kampung, pemuda-pemudi, dan semua masyarakat yang berada dilingkungan desa ini. Sehingga semua kegiatan positif yang akan dilakukan selama KKN mendapat dukungan positif dari masyarakat setempat. Saya pun merasa seperti mempunyai keluarga baru ”.

Aparatur Desa Emperum Sambut Mahasiswa KKN Unaya

SABTU sore 16 mahasiswa KKN Unaya disambut oleh aparatur Desa Emperum kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Hal tersebut dimaksudkan sebagai pengenalan sekaligus silahturrahmi dari mahasiswa kepada aparatur desa, mengenai tujuan diadakannya KKN dan pengenalan secara individu baik dari mahasiswa maupun dari aparatur desa. Acara penyambutan dihadiri oleh Keuchik (kepala desa) dan semua aparatur desa lainnya, supervisor kelompok beserta mahasiswa yang akan KKN di desa Emperum tersebut. 13/08.

Ridwan selaku Keuchik “Saya memohon maaf  sedikit terlambat untuk bisa menghadapkan mahasiswa KKN untuk bertatap muka langsung dengan aparatur desa dikarenakan pada hari sebelumnya banyak aparatur desa yang disibukkan oleh pekerjaanya masing-masing,” Ujarnya.

Ridwan kemudian mengharapkan dengan adanya kegiatan KKN dari Unaya ini dapat memberikan manfaat secara terus menerus bagi masyarakat desa Emperum baik dalam bidang pertanian, kesehatan, perekonomian, dan sebagainya,” katanya.

Hal yang paling diharapkan dari aparatur desa adalah adanya koneksi internet untuk memberikan mereka kemudahan dalam memasukan data atau mengupdate  data melalui internet dari blog atau weibsite desa itu sendiri.

“Kami sebagai mahasiswa selama satu bulan kedepan akan melakukan beberapa kegiatan-kegiatan dan beberapa program dari kami sendiri maupun program desa yang nantinya akan kami bantu, begitu pula program yang mahasiswa buat, dengan harapan warga Gampong (desa) Emperum dapat juga membantu, mendukung serta berpartisipasi dari segala kegiatan yang nantinya kami jalankan,” Ujar Habibi dalam sambutannya.

Ia juga melanjutkan semoga kedatangan kami di desa Emperum ini dapat bermanfaat dan memberikan pengalaman dari berbagai bidang ilmu kepada masyarakat untuk menjadikan Emperum yang lebih baik lagi.

Ketua LPPM Unaya: Kami Siap Bantu Penelitian Mahasiswa

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Abulyatama mendorong para mahasiswa untuk giat melakukan penelitian karya ilmiah.

Untuk itu, LPPM menyatakan siap membantu para mahasiswa baik secara moril maupun materil yang terdapat dari berbagai sumber, hal itu disampaikan ketua LPPM Unaya, Murni, Ph.D, dalam acara pembekalan mahasiswa KKN di Aula Lantai II kampus Abulyatama, Sabtu (30/05/2015).

Murni menyampaikan bahwa bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian tersedia banyak sumber yang bisa membantu untuk menyukseskan penelitian tersebut. “Banyak sumber pendanaan yang bisa kita manfaatkan untuk itu baik dari kementerian maupun sumber-sumber lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu, Murni menyatakan kesiapannya untuk membantu mahasiswa dalam setiap proses yang diperlukan dalam rangka penelitian karya ilmiah.  “Kita akan dampingi mahasiswa baik dalam penulisan maupun pengusulan pendanaan,” ujarnya. | laporan: muslim