Posts

Bustamam Mahasiswa Unaya yang Mengikuti Studi Banding ke Malaysia dan Singapura

DALAM rangka study banding ke beberapa Universitas Malaysia dan Singapura mewakili mahasiswa Aceh Barat (Meulaboh) yang tergabung dalam IPELMABAR (Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat) Banda Aceh. Salah seorang mahasiswa Universitas Abulyatama Program studi Teknik Mesin bernama Bustamam lahir di Tungkop 7 April 1993 berasal dari Meulaboh ini menceritakan kesan dan pengalamannya selama berada di dua negara Malaysia dan Singapura.

Hal-hal baru, menarik, dan berkesan yang kita alami itu selalu menjadi pengalaman unik. “ Itu juga yang saya alami ketika pertama kalinya saya datang ke Singapura dan Malaysia, perasaan bahagia dan kedepan bisa menjadikan semangat untuk terus belajar dengan harapan bisa kuliah sampai keluar negeri. Saya juga merasakan apakah saya sedang bermimpi, karena sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh saya sedikitpun untuk bisa melangkahkan kaki saya di kedua negara ini. Dalam hati saya berkata kalau tidak ada yang tidak mungkin didunia ini asalkan kita mau ”. ucap Bustamam saat di wawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id via Line.

Bustamam mahasiswa yang bermotto tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kecuali tidak mau ini juga menceritakan hal yang paling  dikaguminya ketika berada di kedua negara tersebut adalah “ Orang-orang disana sangat mengutamakan kedisiplinan terhadap waktu. Saya bisa melihat bahwa dunia itu luas Singapura dan Malaysia merupakan negara yang teknologinya, kebersihannya, ketertibannya jauh lebih baik daripada Indonesia. Namun Indonesia juga memiliki kelebihan seperti solidaritas yang kuat, keramahan, dan norma yang masih di pegang kuat tidak seperti Singapura yang sudah memudarnya norma-norma karena pengaruh dari Barat. Jadi, masing-masing negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tiada gading yang tak retak. Seperti itu juga halnya dengan negara. Dalam pertukaran ini saya mendapat banyak pelajaran berharga untuk tidak mudah menyerah, bertekun, semangat untuk mengejar mimpi, memandang sesuatu dari berbagai sisi, dan mencoba hal lain yang belum tahu untuk di pelajari ” oleh karena itu jangan pernah berhenti bermimpi ! tutup Bustamam.

Berikut beberapa Foto saat Bustaman ke Singapura dan Malaysia :

1473423819059 1473423838394    1473423833319 1473423824858                                                                     1473423816904                       1473423836150

Kesan Widiana Mahasiswi Kelas Ekstensi yang Mengikuti KKN

KKN merupakan singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, yang merupakan salah satu perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi, berkenaan dengan peran serta Perguruan Tinggi membina dan memberdayakan masyarakat, dan termasuk ke dalam mata kuliah yang harus dijalani mahasiswa untuk menyelesaikan studinya di perguruan tinggi.

Bukan hanya mahasiswa kelas Reguler namun mahasiswa kelas Ekstensi juga mengikuti KKN, seperti salah seorang mahasiswi kelas Ekstensi prodi Hukum bernama lengkap Widiana lahir di Takengon 14 september 1992 ini meceritakan kesannya selama Sudah 2 pekan mengikuti kegiatan KKN ini. Saat ditemui oleh tim abulyatama.ac.id dikantor Keuchik (kepala desa) Emperum Jaya Baru Banda Aceh untuk diwawancarai, Widia sapaan akrabnya mengaku sangat “ Senang bisa berkumpul dari semua jurusan ada,  enggak ada yang membeda-bedakan antara Ekstensi sama Reguler “.

“ Selama lebih kurang 30 hari, tepatnya sejak tanggal 9 Agustus 2016, saya beserta ribuan mahasiswa lainnya mengikuti KKN. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Abulyatama ini menjadi kegiatan tahunan, dan berlangsung saat libur semester genap “.

“ Dengan adanya KKN, saya dapat mempraktekkan ilmu pengetahuan yang didapat selama di bangku perkuliahan. Semua ilmu yang telah dipelajari, dibagikan kepada masyarakat. untuk membina dan memajukan masyarakat. Sehingga KKN itu bisa menghasilkan banyak manfaat, baik bagi masyarakat di tempat KKN berlangsung, dan juga bagi mahasiswa sendiri, sebagai pelaku kegiatan KKN. Dan nantinya mahasiswa menjadi lebih peka terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut tidaklah mudah, Karena setiap daerah memiliki adat dan budaya yang berbeda. Adat istiadat lokal itu harus bisa dipelajari, dipahami, dan dilaksanakan di setiap aktivitas selama berada di daerah tersebut “.Ucap Widia perempuan yang mempunyai motto yang penting happy ini.

Widia juga menambah, “ Meskipun saya jarang masuk KKN, karena saya harus berbagi waktu antara keluarga saya, pekerjaan, dan kuliah, Sebagai mahasiswi, saya juga harus bisa beradaptasi dengan baik. menjaga sikap, perkataan dan tindakan, agar bisa bergabung dengan semua elemen masyarakat. mulai dari mahasiswa reguler, petinggi desa / kampung, pemuda-pemudi, dan semua masyarakat yang berada dilingkungan desa ini. Sehingga semua kegiatan positif yang akan dilakukan selama KKN mendapat dukungan positif dari masyarakat setempat. Saya pun merasa seperti mempunyai keluarga baru ”.