Posts

Mantan Gubernur Aceh Ketua Umum Pertama Badan Pengurus Yayasan Abulyatama

KEINGINAN Rusli Bintang untuk menyantuni anak yatim semakin bertambah. Untuk mewujudkan cita-cita itu, ia mencari dukungan berbagai pihak. Di antaranya mendiskusikan dengan berbagai tokoh masyarakat untuk menyampaikan cita-citanya.

Setelah melakukan pertemuan, tokoh masyarakat yang hadir saat itu memberikan dukungannya, termasuk Prof Ali Hasyimi mantan Gubernur Aceh yang saat itu menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Provinsi Aceh.

Untuk mendukung kesepakatan itu, beberapa hari setelah pertemuan berlangsung, Prof Ali Hasyimi mengajukan konsep Rencana Pembangunan Pendidikan/Sosial Yayasan Abulyatama.

Untuk menyusun rencana itu secara operasional, Majelis Ulama Provinsi Aceh yang saat bernama Daerah Istimewa Aceh membentuk tim kerja yang dituangkan dalam Surat Keputusan Majelis Ulama Provinsi Daerah Istimewa Aceh nomor 451.44/343/SK/1983 tertanggal 14 Maret 1983.

Ali Hasjmi bertindak langsung sebagai ketua tim, ia didampingi  Dr Safwan Idris MA selaku sekretaris.

Pertemuan dan rapat-rapat serta konsultasi tentang yayasan yang akan didirikan terus berlangsung. Dalam rapat terakhir tanggal 5 April 1983, tim berhasil menyusun angaran dasar, struktur organisasi dan kepengurusan yayasan Abulyatama untuk dtetapkan dalam akta notaris yang akan diusulkan, setelah hampir dua bulan pengusulan, akhirnya keluar akte notaris pendirian yang dikeluarkan oleh notaries Hj. Zahara Pohan, S.H, setelah dua bulan pula, akhirnya kelengkapan yayasan disempurnakan dengan akta notaris nomor 21 tahun 1983 yang ditanda tangani oleh Hamonangan Silitonga, S.H, tanggal 18 Juli 1983.

Berdasarkan akte notaries nomor 57/1983 jo 21/1983, pengurus Yayasan Abulyatama terdiri atas dua unsure pokok yaitu badan pendiri dan pengurus yayasan.

Saat itu, Ali Hasyimi, mantan Gubernur Aceh sekaligus tokoh yang mencetus ide pendirian kawasan Kota Pelajar Mahasiswa (KOPELMA) Darussalam itu ditetapkan sebagai ketua Umum Badan Pengurus sedangkan Sekretaris Umum Abulyatama dipegang oleh H Joni Makmur.

Namun, setelah berjalan tujuh bulan, tepatnya tanggal 17 Januari 1984 karena alasan kesehatan, Ali Hasyimi menyerahkan kepemimpinan Yayasan kepada pendirinya. []

Berikut struktur yayasan Abulyatama pertama.

Badan Pendiri                                    : H. Rusli Bintang

Badan Pengurus

Ketua Umum                                      : Prof. Ali Hasyimi

Ketua                                                    : M. Amin Hasyim

Ketua I                                                  : Marzuki  Bintang

Ketua II                                                 : Tgk. Muhammad Zamzami

Sekretaris Umum                                : H. Joni Makmur

Sekretaris                                              : Drs. Abdurahman HZ

Sekretaris I                                            : Drs. Djalaluddin A. Aziz

Sekretaris II                                          : Muhammad Nur Ali

Bendahara Umum                                : Hajjah Rosnati Syech

Bendahara                                              : Drs. Mukhlis Usman

Komisaris Umum                                  : H. Rusli Bintang

Komisaris                                                : 1. H. A. Muzakir Walad

                                                                    2. Drs. H. Subroto

Gubernur Aceh: Rusli Bintang Patut Jadi Teladan

Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah menyatakan kebanggaannya pada H. Rusli Bintang, pendiri Universitas Abulyatama, Lampoh Keudee, Aceh Besar. “Rusli Bintang adalah sosok yang patut menjadi teladan kita bersama,” kata Gubernur Zaini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh, Dharmawan, di Aula Universitas Malahayati, Minggu 5 April 2015.

Gubernur Aceh menyampaikan sambutannya pada kunjungan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir ke Universitas Abulyatama (Unaya). Kunjungan Menteri Nasir ini adalah untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yayasan Abulyatama yang dipimpin Dr. Muhammad Kadafi SH MH.

Melalui Sekda Aceh, Gubernur Zaini menyampaikan sebuah pertanyaan, “mengapa nama kampus ini Universitas Abulyatama?” Lalu, katanya, ia mencari jawaban sendiri tentang penamaan kampus yang bermakna “ayahnya anak-anak yatim” itu. “Saya menemukan keterkaitan sejarah antara nama universitas dan kehidupan Rusli Bintang,” katanya.

Rusli Bintang, kata gubernur, adalah seorang anak yatim yang kehidupannya sangat berliku. “Dari anak yatim yang kehidupannya sangat susah, ia kemudian menjadi seorang pengusaha, lalu mendirikan kampus bernama Abulyatama ini,” katanya. “Bahkan dari yayasannya ia membantu anak-anak yatim, dan menyekolahkan mereka.”

Itulah sebabnya, Gubernur Zaini menyebutkan sosok Rusli Bintang sangat patut menjadi teladan. Rusli menjadi kebanggaan rakyat Aceh. “Kami sangat mendukung keberadaan Universitas Abulyatama ini. Kami sangat mengharapkan perguruan tinggi ini makin maju dan mengambil peran dalam pembangunan Aceh,” katanya.

“Kami juga tahu, beliau bukan hanya mendirikan Universitas Abulyatama, juga telah mendirikan Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Bahkan, kami juga tahu semua kampus-kampus yang didirikannya itu sangat peduli pada anak-anak yatim dan kaum ddhuafa.” []