Posts

Fakultas Kedokteran Abulyatama; Rencana penyebarluasan RS jejaring

DALAM menjalankan pendidikan sarjana kedokteran, ada tahap yang harus diikuti untuk mendapatkan gelar dokter, yaitu tahap profesi dokter. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari sarjana pendidikan dokter. yaitu suatu pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, serta kode etik yang bersifat melayani  masyarakat sesuai UU  No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan bertempatkan langsung di Rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan.

Setelah menjalin kerjasama dengan beberapa Rumah Sakit Umum daerah yang ada dibeberapa kabupaten di Aceh. Pihak Fakultas Kedokteran Abulyatama berencana untuk memperluas ikatan kerjasamanya dengan Rumah sakit yang ada di Takengon. Baru-baru ini, perwakilan dari pihak dekan fakultas kedokteran Abulyatama telah melakukan peninjauan mengenai RS jejaring. Mereka akan bekerjasama untuk memfasilitasi program profesi dokter di Fakultas Kedokteran. Rumah sakit tersebut adalah BLUD RSU Datu Beru Takengon yang beralamat di jalan Rumah Sakit
No.153  Nunang Antara, Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

BLUD RSU Datu Beru Takengon adalah Rumah Sakit Umum Daerah tertua yang ada di Aceh Tengah, yang berdiri sejak masa penjajahan kolonial Belanda yaitu pada tahun 1939. Dan  Pada tahun 2009 berdasarkan SK Menkes RI Nomor 549/Menkes/SK/VII/2009, tanggal 15 Juli 2009 Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah dengan klasifikasi kelas B, dan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

Salah satu alasan memilih untuk menjalin kerjasama dengan RS tersebut karena jangkauan RS tersebut sangat mudah, dan juga berhubungan untuk mempermudahkan bagi sarjana pendidikan dokter untuk melanjutkan tahap profesi dokternya.

Fakultas kedokteran Abulyatama mulai menyalurkan sarjana yang  akan melanjutkan program profesi dokter ini diperkirakan pada awal tahun 2016.

Suci; Mahasiswi Kedokteran yang Berbakat Dibidang Tarik Suara

MAHASISWI Kedokteran Universitas Abulyatama (Unaya), Putri Suci Maivera yang kerap disapa Suci ini sudah mulai hobi bernyanyi sejak berumur 5 tahun. Awalnya ia hanya menyanyikan lagu di hari ulang tahun temannya, kemudian setelah itu Suci merasa tertarik dan kadang ia suka bernyanyi sendiri hingga saat ini. Sehingga ia mulai mencoba untuk mengikuti beberapa perlombaan vokal yang diadakan didaerah setempat.

Gadis berkelahiran Banda Aceh, 27 mei 1997 ini juga pernah mengikuti beberapa Musabaqah (MTQ), salah satunya pada 2011 Suci mendapatkan juara 3 di Musabaqah itu. Dan bentuk dukungan dari orangtuanya sangat positif, namun gadis cantik ini selain hobi yang digemari itu ada cita-cita yang sangat diimpikan olehnya yaitu menjadi seorang dokter, dan kemampuan bernyanyinya hanya menjadi selingan waktu kosong baginya.

Akhir-akhir ini lomba yang diikuti oleh Suci adalah acara Vocal Solo Aceh Model Look pada 2015 yang di sponsori oleh sirup kurnia dan Suci memenangkannya sebagai juara favorit.

Selain hobi bernyanyi, ia juga hobi jalan-jalan. Tidak terkhususkan jalan-jalan yang seperti apa, namun hobinya ini karena Suci sendiri yang tidak terlalu suka berdiam diri dirumah. Menurutnya dengan jalan-jalan lebih bisa untuk membangun karakter seseorang dengan pengalaman yang didapatkan saat berjalan-jalan.

Adapun profilnya sebagai berikut :

Nama                                    : Putri Suci Maivera

Tempat/ tanggal lahir      : Banda Aceh, 27 Mei 1997

Alamat                                 : Lampulo

Nama Ayah                         : Anwar

Nama Ibu                            : Evi sulastri

Anak ke                                 : 1 dari 2 bersaudara

Pendidikan                         :

  • SD Negeri 1 Langsa
  • SMP Negeri 1 Langsa
  • SMA Negeri 1 Langsa
  • S1 FKIP bahasa inggris Unsyiah 2014
  • S1 Pendidikan Dokter Abulyatama 2015

Prestasi                                :

  • Juara 3 Putri MTQ tingkat kecamatan Langsa 2011
  • Juara 3 vokal solo kabupaten/kota Langsa 2014
  • Juara favorit Vokal Solo Aceh Model Look 2015

Kesan Pertama Hardi di Fakultas Kedokteran Unaya

Hardi Ruhmana yang kerap disapa Hardi merupakan ketua angkatan 015 mengaku kepada tim abulyatama.ac.id sempat terkejut dengan sistem pembelajaran di fakultas kedokteran ternyata sangat berbeda dengan fakultas lainnya. Sungguh luar biasa baginya ketika sudah memasuki ke tahap perkuliahan setelah melalui berbagai kegiatan pengenalan kampus yang dilakukan oleh pihak fakultas.

Pihak fakultas tidak hanya memperkenalkan kampus kepada mereka, tetapi juga pengarahan pengenalan terhadap sistem pembelajaran yang telah diterapkan. Hardi yang merupakan salah satu mahasiswa baru di Fakultas kedokteran juga mendapatkan Student Center Learning (SCL).

“Sistem ini lebih mendorong mahasiswa untuk lebih aktif. Sedangkan pengajar sebagai fasilitator dengan maksud sebagai pengarah agar mahasiswa tidak lari dari materi perkuliahan yang didapatkan,” kata Hardi.

Hardi mulai dapat mengenal lebih jauh lagi dengan sistem pembelajarannya pada kuliah pakar (pengantar blok), dan itu sangat membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Yang membuat Hardi bersemangat dalam megikuti perkuliahan adalah fasilitas yang sangat lengkap yang telah disediakan. Hal itu sangat mendukung mahasiswa dan khususnya bagi pribadi Hardi sendiri untuk mudah belajar tanpa ada kendala.

Selain itu referensi yang direkomendasikan kepada mahasiswa oleh pengajar juga sangat terpercaya, yaitu melalui jurnal dan buku-buku. Dan referensi itulah yang menjadi sumber materi kuliah dari Hardi.

“Kalau kita aktif dalam belajar kita pasti bisa,” kata Hardi kepada tim abulyatama.ac.id.

Potret Acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Angkatan XXXV Abulyatama

UNIVERSITAS Abulyatama mengadakan acara pelantikan dan sumpah dokter angkatan XXXV yang berlangsung di Rumoh PMI Gampong Ateuk Banda Aceh pada Kamis, 29 oktober 2015. Pelantikan yang dipimpin oleh dr Feriyani Sp M, Dekan Fakultas Kedokteran Abulyatama ini berjalan sangat baik.

Sekitar 20 peserta secara resmi dilantik menjadi dokter. Acara ini turut diramaikan oleh sejumlah mahasiswa kedokteran Abulyatama dan tamu undangan beserta pihak keluarga dari para dokter yang akan dilantik.

Berikut potret yang tertangkap kamera abulyatama.ac.id:

IMG20151029075435 IMG20151029092652 IMG20151029092712 IMG20151029101531 IMG20151029113706 IMG20151029114430

Pelantikan dan Sumpah Dokter Angkatan XXXV Abulyatama

UNIVERSITAS Abulyatama mengadakan acara pelantikan dan sumpah dokter angkatan XXXV yang berlangsung di Rumoh PMI Gampong Ateuk Banda Aceh pada Kamis, 29 oktober 2015. Pelantikan yang dipimpin oleh dr Feriyani Sp M, Dekan Fakultas Kedokteran Abulyatama ini berjalan sangat baik.

Sekitar 20 peserta secara resmi dilantik menjadi dokter. Acara ini turut diramaikan oleh sejumlah mahasiswa kedokteran Abulyatama dan tamu undangan beserta pihak keluarga dari para dokter yang akan dilantik.

Setelah acara pelantikan kemudian berlanjut dengan pengucapan sumpah profesi (sumpah dokter) oleh dokter-dokter yang telah dilantik. Dengan mengenakan jas putih, para dokter berdiri dengan memasang wajah gembira karena saat yang dinantikan selama ini telah tiba.[]

Tim Asesor BAN-PT Akan Kunjungi Unaya

TIM Asesor BAN-PT akan mengunjungi Universitas Abulyatama pada 26-28 Oktober mendatang. Kemarin, tim raktorat, fakultas, dan mahasiswa telah membahas kedatangan tim ini.

Kedatangan tim assesor ini sesuai dengan permintaan dari Fakultas Kedokteran Unaya. Menurut pihak fakultas, kedokteran sudah sangat  memenuhi standar mulai dari fasilitas yang lengkap dan sistem administrasi yang sangat baik.

Permintaan ini ditanggapi positif oleh pihak BAN-PT, dan tim asesor dari BAN-PT akan hadir ke Unaya.

“Dengan kedatangan tim asaesor ke fakultas dalam kegiatan re-akreditasi ini bisa berlangsung dengan baik,” ujar Sonni, perwakilan dari rektorat.[]

Medical Top Team; Kelompok Belajar Mahasiswa Kedokteran

Medical Top Team adalah sebuah kelompok belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama yang di pimpin langsung oleh Divisi Penpro (Pendidikan dan Profesi) BEM Mahasiswa. Di sini mahasiswa dituntut belajar mandiri dan juga mendiskusikan suatu pelajaran dengan mandiri tanpa ada dosen yang membimbing.

Biasanya mahasiswa menentukan hari khusus untuk belajar bersama seperti Senin dan Kamis. Sistem belajarnya; mereka membagi kelompok per angkatan yang dipimpin langsung oleh anggota divisi Penpro masin -masing. Dan juga ada kegiatan lain seperti bantai OSCE dengan melakukan riview skill yang sudah lama dipelajari.

T Ichwanul Anshar selaku Ketua Divisi Penpro menjelaskan tujuan dari kegiatan ini agar dapat menumbuhkan motivasi-motivasi baru bagi mahasiswa di luar akademik. “Selain itu, juga untuk mempererat silaturahmi sesama saat berlangsungnya diskusi belajar dan juga menghidupkan diskusi baru antar sesama,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama juga sangat senang dengan adanya kelompok belajar dan diskusi secara mandiri seperti ini, karena dengan adanya kelompok diskusi Medical Top Team mahasiswa bisa mendapatkan ilmu lebih di luar waktu belajarnya []

 

Dekan Fakultas Kedokteran Unaya Mulai Menerapkan Peraturan Baru

Telah banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan semenjak dilantiknya dr. Feriyani, Sp. M sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Unaya. Kamis (7/10), Dekan Unaya membuat pertemuan-pertemuan dengan setiap angkatan dari mahasiswa kedokteran yang bertujuan untuk mensosialasikan peraturan-peraturan yang baru diterapkan dalam minggu ini, serta kendala-kendala yang dihadapi oleh mahasiswa sendiri selama proses belajar-mengajar berlangsung.

Tujuan diterapkan beberapa peraturan baru tidak lain melainkan untuk meningkatkan kualitas atau mutu fakultas itu sendiri, mulai dari penampilan mahasiswa sampai mekanisme perkuliahan. Tingkat kedisiplinan mahasiswa juga ditingkatkan melalui peraturan-peraturan yang telah ditetapkan, serta program-program yang diterapkan dalam perkuliahan agar memudahkan juga membiasakan mahasiswa dalam keseharian layaknya seperti seorang dokter yang tampak selalu rapi dan disiplin.

Peraturan yang diterapkan diantaranya, mahasiswa harus rapi dalam berpakaian layaknya seorang dokter, kehadiran perkuliahan yang ditingkatkan, kemudian ujian akhir dari mahasiswa yang sebelumnya dalam bentuk ujian tulis, kini ujian akhir mahasiswa akan dilaksanakan dalam bentuk system computer/ CBT.

“Saya hanya ingin mahasiswa saya baik dalam moral, teori dan keterampilan untuk menanggung sebuah gelar dokternya nanti,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unaya. Dari yang sebelumnya, mahasiswa hanya mengikuti rutinitas perkuliahan yang ada, namun kini sudah ada perbaikan dan akan terus ada perbaikan dari pihak dekanad terhadap peraturan-peraturan yang berlaku dan perbaikan yang diterapkan sangat positif dan dapat menunjang mahasiswa dalam melangsungkan kegiatan perkuliahan dengan baik.

Ini Peraturan Baru yang Diterapkan di Fakultas Kedokteran Abulyatama

Untuk kedepan dan seterusnya mahasiswa mulai diwajibkan untuk mengikuti peraturan-peraturan yang baru saja diterapkan.

Peraturan yang telah diperbaharui berguna untuk mahasiswa agar dapat meningkatkan kedisiplinan melalui meningkatkan batas kehadiran dalam perkuliahan agar mahasiswa lebih giat dari sebelumnya dengan tujuan mahasiswa dapat menerima segala bentuk kuliah yang diberikan sepenuhnya.

Dan peraturan yang diperbaharui selain mengenai proses sistem perkuliahan, termasuk juga peraturan berpakaian dan berpenampilan. Mahasiswa diwajibkan untuk memakai kemeja dan celana kain juga beberapa aksesoris berupa jam, kemudian bagi mahasiswi diwajibkan berpakaian muslimah.

Dan selain mahasiswa dituntut untuk selalu menjaga kebersihan berpenampilan dan santun dalam berpakaian tetapi juga dituntut untuk senantiasa menjaga kebersihan kampus sebagai tempat berlangsungnya perkuliahan.

Sebelum mengikuti perkuliahan (skill lab), maka beberapa syarat yang harus diikuti, yakni sebelum memulai skill lab, mahasiswa diwajibkan untuk memakai jas lab dan hadir tepat waktu. Dan semua keterampilan skill lab sudah difasilitasi lengkap oleh pihak fakultas.

Dan dengan bank soal yang sudah memadai untuk membuat soal-soal untuk mahasiswa maka untuk bentuk ujian yang sebelumnya dilaksanakan dalam bentuk tulisan kini bentuk ujian sudah diperbaharui menjadi sistem ujian CBT, yakni ujian akhir menggunakan komputer sebagaimana layaknya ujian kompetensi dokter Indonesia (UKDI).

“sistem itu diterapkan dengan tujuan nanti mahasiswa sudah tidak terkejut dengan sistem CBT yang akan dihadapi nantinya saat ingin mengikuti UKDI,” kata dekan FK unaya, dr. Feriyani, Sp. M. peraturan yang diterapkan bukan untuk mempersulitkan mahasiswa bahkan untuk membiasakan mahasiswa dalam merintis perjalanan dalam meraih gelar dokter dengan selalu mengikuti dan hidup dalam aturan yang berlaku.

“semoga peraturan yang diterapkan, mahasiswa menjadi lebih teratur dalam berpenampilan dan menjadi lebih baik dalam pendidikan dan bermoral,” begitu harapan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Unaya.

Fauza, Calon Dokter yang Jago Basket

PEMUDA bertubuh tinggi ini saat  ini sedang duduk di bangku kuliah semester lima Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh Besar.

Rachmat Fauza yang kerap disapa Fauza atau Ojan ini sudah mempuyai bakat dalam olahraga basket sejak masih siswa SMP, sampai saat ini ia masih mencintai hobinya yang satu ini yang hampir menjadi cita-citanya dulu.

Anak bungsu dari 4 bersaudara  ini sebelumnya telah banyak ikut berkecimpung dalam berbagai bentuk turnamen olahraga basket besar mulai dari turnamen DBL dan juga POPDA, bahkan ia juga pernah dipercayakan untuk ikut membela kota kelahirannya sendiri, yakni Sabang pada Pekan Olahraga Aceh (PORA).

Tak diragukan lagi kalau pengalaman olahraga basket yang telah didapatkannya itu sempat merasuki pikirannnya untuk bercita-cita menjadi pemain basket profesional, namun dikarenakan pinta ibunya untuk menjadi seorang dokter maka telah mengalihkan pikirannya untuk fokus dengan olahraga tersebut.

“Basket hanya olahraga yang glamor pada masa muda tanpa menjamin masa depan,” pesan ibunya.  Nah, pesan itulah yang menjadi  alasan utama baginya untuk berhenti mengejar cita-cita menjadi pebasket professional.

Itulah sebabnya, Ojan juga giat menekuni ilmu medis di Fakultas Kedokteran Unaya, telah menjadikan  basket sebagai selingan pengisi waktu kosong baginya.

Sampai saat ini ia tidak menyesali untuk meninggalkan cita-citanya sebagai pemain basket. “Meskipun belum ada prestasi yang begitu membanggakan yang bisa saya raih, namun dengan basket juga bisa sebagai olahraga penyehat badan sekaligus telah membentuk karakter diri saya,” ujarnya.

“Apapun olahraga yang diminati cukup jadikan hobi saja, karena kita tak selalu muda jadi belum tentu bisa menjamin masa depan yang semakin menua, dan dengan adanya minat terhadap olahraga cukup menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga kesehatan,” katanya. []