Posts

Potret Perayaan Ulang Tahun Ketua Prodi Mesin Oleh Mahasiswanya

KETUA Prodi Mesin Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh,  Muhtadin nampak terkejut saat semua mahasiswanya secara spontan merayakan hari ulang tahun kelahirannya yang ke 43, Jum’at (24/9/2016).

Lilin ditiup, kuepun dipotong dan di suapkan kepada Zuhri selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), lalu disusul pada mahasiswa Mesin lainnya dan yang selanjutnya Adin menyuapkan kue terakhirnya  untuk Mahyuddin beliau adalah dosen mahasiswa Mesin.

Berikut potret mahasiswa Mesin merayakan ulang tahun dosennya :

cimg0436 cimg0437 cimg0438 cimg0441 cimg0446 cimg0448 cimg0460 cimg0461

Penetapan Registrasi NIDK; Agar Perguruan Tinggi Makin Maju

MENTERI Ristek Dikti Prof Mohammad Nasir membuka peluncuran Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) di Jakarta, pada 12 Januari 2016.  Menteri Nasir mengungkapkan bahwa diluncurkannya NIDK dilatari histori tersendiri. Selain itu, program ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Ia mengatakan, lingkup kerja perguruan tinggi antara lain memiliki masalah disparitas antara perguruan tinggi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, juga kesenjangan antara perguruan tinggi besar dan perguruan tinggi kecil yang harus diperbaiki. Di masa depan, perguruan tinggi besar akan memiliki hak untuk membina perguruan tinggi kecil dengan melakukan detasering.

Perguruan tinggi besar diberikan mandat untuk menjadi berkelas dunia, sehingga yang terwujud ialah atmosfer yang membentuk perguruan tinggi kecil akan menjadi kuat pula.

Sehingga, kata Menteri Nasir, secara menyeluruh diharapkan perguruan tinggi akan menjadi lebih baik dalam hal perilaku, baik dalam hal hasil riset maupun aktif membuahkan jurnal-jurnal internasional di publikasi internasional bereputasi. “Paling tidak, dapat menyaingi Malaysia yang telah berhasil menerbitkan 1 publikasi internasional di setiap 1 semester,” katanya.

Nasir menambahkan, proses detasering akan menjaga kualitas perguruan tinggi besar dengan penambahan program visiting professor untuk mahasiswa S3 yang akan diperhitungkan agar pergerakan ke depan menjadi lebih baik.

Sejauh ini kerja sama tersebut telah berjalan bersama Australia, Jepang, dan Finlandia, serta akan berkembang dengan Swedia, Jerman, Belanda, juga Prancis. At the end, hal penting dari semua ini yang harus terealisasi adalah pelaksanaan Tri Dharma, pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

Sementara itu, dalam hal peningkatan inovasi, penetapan riset dengan impact factorsampai dengan angka 5 akan diberi motivasi berupa perolehan bantuan sebesar 100 juta, sehingga perguruan tinggi akan semakin bertanggung jawab terhadap outputriset.

OPTIMIS

Spirit registrasi NIDK tentu saja akan menyentuh dunia perguruan tinggi swasta dengan optimisme yang sama-sama bergaung. Dengan optimis, Menteri Nasir menuturkan bahwa setelah program NIDK ini berjalan selama 3-4 bulan, ia akan mengajak para dirjen untuk monitoring dengan melakukan roadshow ke seluruh wilayah Indonesia, mulai dari wilayah Kopertis I hingga 14.

Harapannya, permasalahan kekurangan dosen akan berangsur usai dan tidak ada lagi kejadian pemampatan pengajaran. Namun dengan catatan, jumlah NIDK tidak melebihi besar Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) sebagai pengembangan kualitas.

Kesimpulannya adalah, peluncuran NIDK bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan agar proses pengajaran di perguruan tinggi bertambah baik dengan jumlah Dosen yang memadai, sehingga jumlah rasio Dosen pun akan semakin baik serta berpengaruh pada proses belajar yang berjalan lancar pula.

“Dan diharapkan, dengan adanya penetapan registrasi NIDK ini perguruan tinggi akan berkembang semakin maju, baik secara governance, transpancy, awareness, dan responsibility,” kata Nasir menutup pembicaraan. | sumber: ristekdikti.go.id

Begini Nyamannya Suasana Ruang Dosen Universitas Abulyatama

RUANG dosen  berfungsi sebagai ruang kerja para dosen tetap maupun tidak tetap yang dilengkapi dengan meja kerja dan kursi tamu untuk masing-masing dosen. Ruang dosen tetap ini juga berguna untuk memudahkan mahasiswa menjumpai dosen untuk berdiskusi. Ruang dosen terletak di Pusat Gedung Multiguna

Ini adalah foto ruang dosen Universitas Abulyatama, yang memiliki ruang dosen yang difungsikan untuk tempat berkumpul para dosen sebelum maupun sesudah aktifitas dan mengajar di laksanakan

IMG_20151006_122331

IMG_20151006_122236

Ruang dosen memiliki tempat duduk atau meja tersendiri setiap meja tercantum nama dosen yang bersangkutan, ruang dosen ini juga difungsikan untuk berkonsultasi bagi mahasiswa  maupun mahasiswi yang mengalami masalah dalam pembelajaran kepada dosen yang bersangkutan di suang dosen ini, di gubakan juga sebagai tempat penyimpanan dokumen-dokumen penting.

Dengan disediakannya ruang dosen tersebut, ungkap Khaidir, salah satu dosen Fakultas Pertanian  bisa memberikan tuntutan yang lebih tinggi kepada setiap dosen. Kalau sebelum ini  kinerja dosen masih kurang optimal karena tidak ada ruang dosen, maka dengan disediakannya ruang dosen ini,  alasan tersebut tidak relevan lagi.

Artinya, “dosen perlu mengoptimalkan  kinerjanya. Sebab jika kinerja dosen meningkat, tentu mutu alumni juga akan meningkat”. Katanya

“Saya merasa nyaman menyiapkan bahan ajar dan mengoreksi tugas mahasiswa di ruang dosen. Pendingin udara dan jaringan internet membuat saya lebih betah di fakultas meskipun tidak ada jam ngajar”, ungkap Khaidir.

Sementara itu seorang mahasiswa semester VI yang akan melakukan bimbingan skripsi dengan dosen mengungkapnya ketersediaan ruang dosen sangat memudahkan dirinya untuk menemui dosen pembimbing.  “Sebelum ini saya sulit untuk mencari tempat untuk bimbingan, tetapi sekarang dengan mudah saya dapat menemui dosen”, ungkapnya.

Begini galeri fotonya ;

IMG_20151006_122306

IMG_20151006_122256

Azwar Thaib: Aceh Harus Punya Grand Desain Ekonomi

Dosen Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama mangatakan bahwa kondisi perekonomian Aceh hari ini harus diarahkan menuju lebih baik  ke depannya.

Hal tersebut disampaikan dalam tanggapannya pada seminar sehari yang diselenggarakan oleh LSM Aura, di Gallery Cafee, Jalan Pantee Pirak, Simpang Lima, Banda Aceh,Rabu (09/9/2015)

Azwar mangatakan, upaya peningkatan ekonomi Aceh saat ini tidak cukup hanya pada tataran produksi semata, tetapi proses pemasaran juga harus diperhatikan.

“Oleh karena itu mulai sekarang Aceh harus punya grand desain ekonomi yang baik,” ujarnya.

Persoalan ekonomi juga bergantung pada kondisi masyarakatnya. Ekonomi akan bangkit jika masyarakatnya juga ikut bangkit.

Seminar yang mengangkat tema “Jangan Biarkan Pembangunan Ekonomi Aceh Menuju Titik Kritis”.  Menghadirkan narasumber di antaranya Abdullah Saleh ketua Komisi I DPR Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, T. Saladin, Staf Ahli Gubernur Aceh, Syamsir Alam dari Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Pimpinan LSM, Akademisi dan Perwakilan Mahasiswa.

Delegasi PEMA Unaya Kunjungi Rumah Duka

Innalillahiwainnailaihirajiun, Senin 31 Agustus 2015 telah berpulang kerahmatullah saudari Diah Abriyanti (30) kakak dari Dwi Apriliani salah satu dosen Fakultas Perikanan Abulyatama.

Almarhum meninggal di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Pada pukul 21.00 WIB , adapun sebelumnya pasien dirujuk dari Rumah Sakit Umum di Sabang, pasien didiagnosa mengidap penyakit tifus dan setelah itu pasien langsung dirujuk ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh.

5 September 2015 beberapa perwakilan dari PEMA mengunjungi rumah duka di Sabang, Irvan Yuliza dan Muzammil selaku ketua Kementrian Luar Universitas dan Wakil Presiden Mahasiswa melakukan kunjungan ke rumah duka. “Kami turut berduka atas meninggalnya kakak dari dosen kita Dwi Apriliani pada hari senin kemarin, dan juga semoga keluarga tabah dalam menghadapi cobaan ini. Disana keluarga duka menyambut kita dengan baik, mereka senang  dikunjungi oleh kita. Semoga  kunjungan ini mengurangi duka keluarga almarhum,“ ujar Muzammil.

Setiap yang bernyawa pasti akan menemukan ajalnya , begitu juga dengan almarhum Diah Abriyanti (30). Semoga almarhum diterima disisi-Nya ditempatkan di surga, dan juga keluarga almarhum semoga diberi ketabahan dan keikhlasan.[]

Dosen FK Unaya ini juga seniman Internasional

Bernama lengkap dr. Satria Safirza putra dari seorang seniman  seudati  Aceh almarhum drs.H.M.Saleh adalah seorang alumni sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, namanya sudah tak asing lagi ditelinga mahasiswa. Selain berbadan tinggi dan putih ia juga ramah dengan semua mahasiswa.

Selain dosen, ia juga salah satu guru seni  mahasiswa FK Abulyatama. Prestasi dan pengalamannya yang begitu banyak membuat mahasiswa semakin tertarik berlatih dengannya.

“Seni itu, kebudayaan yang merupakan jati diri suatu daerah yang harus dilestarikan,“ ujarnya saat mengartikan arti seni dalam hidupnya.

Ia sudah mengenal  dunia seni sejak tahun 2002 dengan bergabung kedalam Sanggar Seruni yaitu sanggar yang dibentuk oleh SMA 4 Banda Aceh, adapun penampilan pertamanya saat acara 17 Agustus di Blang Padang Banda Aceh

Pada tahun 2003  ia bergabung dengan salah satu sanggar yang sangat populer di Aceh yaitu Sanggar Cut Nyak Dhien dibawah kepemimpinan almarhum drs. Ihsan Ibrahim.

Tahun 2014 ia juga berhasil membentuk sebuah sanggar di Fakultas Kedokteran Abulyatama bernama Sanggar Musyehu, berdirinya Sanggar Musyehu juga dibantu oleh sejawatnya dr. Izzidin Fadhil yang waktu itu sedang berjabat sebagai wakil dekan 3.

IMG_20150831_135002

Dengan motivasi “melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang“ ia mampu mengumpulkan sejuta prestasi  nasional maupun internasional. Seperti  mengikuti pagelaran seni di Iran dan Malaysia, ia juga pernah mengikuti pagelaran seni 3 negara Amerika latin. Seperti Argentina, Paraguay, Chile dengan durasi 2 jam medley.

Sampai saat ini ia masih aktif menjadi pelatih seni di Sanggar Musyehu dan juga masih aktif menjadi anggota sanggar Cut Nyak Dhien dan Codapercussion.

Adapun profilnya sebagai berikut :

Nama Lengkap            : dr. Satria Safirza

Tanggal Lahir              : 23 Juli 1987

Alamat                           : Ie masen kaye adang

Nama Ayah                 : Alm.drs.H.M.Saleh

Nama Ibu                    : dra.Hj.Cut Sufiati

Anak ke                       : 3 dari 4 bersaudara

Pendidikan                  :

  • 2005 pertama masuk ke fakultas kedokteran Abulyatama
  • 2009 selesai dengan IPK 3.17
  • 2009 Coas di Rs.Djoelham Binjai
  • 2011 selesai Coas dengan IPK 3.71
  • 2012 mulai menjadi dosen di Kedokteran Abulyatama

Prestasi                       :

  • Juara 3 festival Seudati se Aceh pada tahun 2003
  • Penampilan pagelaran seni se Sumatra oleh Sanggar Cut Nyak Dhien pada tahun 2003
  • Mengikuti pagelaran seni budaya melayu di Kalimantan pada tahun 2004
  • Mengikuti pagelaran seni se Sumatra di Sabang pada tahun 2004
  • Mengikuti pagelaran seni di Iran perwakilan Indonesia oleh sanggar Cut Nyak Dhien pada tahun 2006
  • Mengikuti pagelaran seni 3 negara Amerika latin seperti Argentina, Paraguay, Chile dengan durasi 2 jam medley pada tahun 2007
  • Mengikuti pagelaran seni melayu di Negeri 9 Malaysia pada tahun 2008
  • Mengikuti pagelaran seni dan fashion show baju adat tradisional Aceh di Bali pada tahun 2008

 

 

 

 

 

 

Cerita Ahmad Latif Soal Rusli Bintang

UNTUK mengobati rasa penasarannya terhadap sosok Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Abulyatama, Ahmad Latif beserta rombongan yang terdiri dari pensiunan guru dan dosen dari Malaysia memasukkan Universitas Abulyatama sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi selama berlibur di Aceh.

Disambut oleh pejabat kampus, pertemuan tersebut berlangsung di ruang Wakil Rektor III, dr. Iziddin Fadhil, Jumat 28 Agustus 2015.

Ahmad Latif mengaku tidak terlalu asing dengan Abulyatama, sebab pada tahun 1986 ia pernah menginjakkan kakinya dikampus Abulyatama, sekaligus menemui pimpinan kampus swasta ini.

“Tapi bagi anggota rombongan yang lain ini merupakan pengalaman yang berharga yang belum pernah mereka alami sebelumnya” Ujar Ahmad Latif yang juga mantan koresponden majalah Gatra di Malaysia.

Mereka mengaku sangat kagum terhadap Uniaversitas Abulyatama yang hanya dibangun oleh seorang pengusaha yang hanya lulus pendidikan setingkat sekolah menengah pertama.

Ia mengakui, ditempat lain juga ada pengusaha yang dermawan, tetapi kekayaan mereka diperoleh dengan cara yang tidak wajar “lewat kronisme namanya” katanya.

Tidak seperti Rusli Bintang, lanjutnya, ia merintis usaha dengan titik peluh sendiri dari nol dengan bekal ridha dari Sang Pemberi Rezeki, Allah SWT.

“Semua anggota rombongan menyampaikan rasa salutnya atas sikap dan kepedulian Rusli Bintang terhadap anak yatim dan dunia pendidikan yang secara finansial tidak menjanjikan untung besar” Lanjutnya.

Mereka berharap, kehadiran mereka di kampus yang bertajuk “rumoh ilmu dan budaya” ini akan menjadi awal dari kunjungan yang lebih banyak lagi bagi tamu-tamu dari Malaysia ke Abulyatama.

Rombongan Cikgu Kunjungi Universitas Abulyatama

ROMBONGAN mantan koresponden majalah Tempo di Malaysia dan pensiunan guru dan dosen dari Negeri Kelantan dan Trengganu, melakukan kunjungan ke Universitas Abulyatama, Jumat 28 Agustus 2015.

Pimpinan rombongan, Ahmad Latif mengatakan, sengaja memasukkan Universitas Abulyatama sebagai salah satu objek yang harus dikunjungi selama 5 hari berwisata ke Aceh.  hal ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh tentang Universitas Abulyatama dan sosok pendiri Yayasan Abulyatama, Rusli Bintang.

“Ini pengalaman yang sangat berharga yang tak mereka alami sebelumnya” Ujar mantan koresponden Gatra di Malaysia, Ahmad Latif.

Dalam pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian, Firdaus menjelaskan sejarah Universitas Abulyatama dari awal pendirian. Tak lupa, dengan suasana haru, Firdaus menceritakan sosok Rusli Bintang, terlihat ia tidak mampu menahan rasa bangganya kepada sosok pendiri Yayasan Abulyatama tersebut.

Sementara itu, kedatangan mereka disambut oleh Wakil Rektor III dr. Iziddin Fadhil, Wakil Rektor I Faisal, ST.,MT, Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Firdaus, M.Si dan Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama.[]