Posts

Aceh Raih 8 Emas PON XIX 2016 di Jawa Barat

Kontingen Aceh berhasil memecahkan rekor dalam perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat. Pada ajang multieven ini, duta Tanah Rencong mendulang 8 medali emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Raihan ini melewati target yang ditetapkan KONI Aceh yaitu tujuh medali emas.

Bagi Aceh, ini merupakan prestasi mengesankan sepanjang sejarah pelaksanaan PON sejak pertama pada 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, atlet Aceh sukses menumbangkan rekor yang bertahan selama 27 tahun.

Seperti diketahui, dari 13 kali PON sebelumnya, wakil Aceh pernah mencatat hasil memuaskan pada PON 1989 di Jakarta. Ketika itu, Tanah Rencong berhasil mengumpulkan 7 medali emas, 2 perak, dan 9 perunggu. Sehingga sukses menembus peringkat 15 besar.

Akhirnya, prestasi 27 tahun lalu tersebut berhasil dilewati anak-anak muda Aceh saat tampil di Tanah Legenda Jawa Barat. Rekor iitu pecah seusai cabang tarung derajat menyumbang dua emas, angkat besi (2), serta atletik, terjun payung, kempo, dan panahan masing-masing satu emas. Hingga tadi malam, Aceh berada di peringkat 17 dalam daftar peroleh medali sementara PON XIX.

Di Solo, atlet Aceh tak ikut dan berlanjut absen saat PON 1951 di Jakarta, 1953 di Medan dan 1957 di Makassar. Tanah Rencong tampil perdana pada PON 1961 di Jawa Barat dengan meraih 2 perak dan 1 perunggu.

Lalu, PON 1965 yang dijadwalkan di Jakarta, tapi batal akibat peristiwa G30S/PKI. Prestasi Aceh pada PON 1969 di Jawa Timur justru menurun yang hanya meraih 2 perunggu. Aceh akhirnya meraih 2 emas, 1 perak dan 6 perunggu pada PON 1973 di Jakarta. Kemudian, prestasi menurun lagi padaPON 1977 di Jakarta dengan meraih 1 perak dan 7 perunggu. Pada PON1981 di Jakarta berhasil meraih 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Bukannya meningkat pada PON 1993 di Jakarta, Aceh kembali terjun bebas dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Bahkan, pada PON 1996 di Jakarta tak ada peningkatan dimana Aceh meraih 2 emas, 3 perak dan 9 perunggu. Pada PON 2000 di Jawa Timur, prestasi Aceh kembali melorot dengan meraih 1 emas, 1 perak dan 13 perunggu. Sehingga Aceh harus puas berada di posisi 25 atau nomor dua dari bawah.

Meroketnya prestasi Aceh kembali terjadi pada PON 2014 di Palembang, Sumatera Selatan dengan meraih 6 emas, 2 perak dan 5 perunggu. PON 2008 di Kalimantan Timur kembali turun dengan meraih 4 emas, 4 perak dan 10 perunggu. Begitu juga di PON 2012 Riau dengan meraih 3 emas, 5 perak dan 18 perunggu.

Pada hari terakhir PON, kemarin, Kontingen Aceh meraih 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tarung derajat memborong 2 emas dan kempo 1 emas. Dua perak diraih tarung derajat, dua perunggu dari tarung derajat, dan gulat.

Tarung derajat Aceh menjaga tradisi medali pada PON. Petarung Tanah Rencong menyumbang 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tampil di GOR Padjajaran Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/9), dua medali emas disumbang Kandar Hasan di kelas 67,1-70 Kg. Juanda, Angiel Fadilan, Heni Fitria, dan Siti Sarawiyah di nomor gerak tarung beregu campuran (Getar). Dua perak diraih oleh Suhermansyah di kelas 55,1-58 Kg dan Yuni Ari Kusna di kelas 62,1-66 Kg. Dua perunggu diraih Ali Akbar di kelas 61,1-64 Kg, serta Safira Dirayati, Teta Arum Darandi, dan Veni Novita yang tampil nomor rangkaian gerak (ranger).

Petarung Aceh, Kandar Hasan di final tampil agresif saat melawan Murdani dari Nusa Tenggara Timur. Duel ini cukup spesial karena turut disaksikan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Kandar terlihat lebih bersemangat tampil pada ronde pertama.

Tendangan melingkar yang jadi spesialisnya diandalkan untuk menekan lawan. Serangan dengan tangan juga cukup gencar memburu wajah lawan. Bahkan petarung Gayo Lues ini mampu memberi harapan bagi suporter Aceh yang terus memompa semangat di tribun. Bahkan yel yel ‘Lantak Laju’ ikut bergema di GOR Padjajaran.

Turun di ronde kedua, Kandar masih mempertahankan serangan agresifnya. Lawan sulit membaca serangan Kandar. Beberapa serangan Kandar mengenai tubuh dan kepala lawan. Puncaknya di ronde ketiga, beberapa kali Kandar membuat lawan tersudut hingga keluar arena.

Lawan akhirnya terjatuh karena menghindari serangan Kandar. Tak lama kemudian petarung NTT kembali jatuh akibat mencoba serangan melingkar, tapi ditangkis dengan tangan Kandar. Akhirnya ronde ketiga berakhir dan Kandar Hasan menang 3-0.

Petarung asal Aceh Singkil, Suhermansyah gagal meraih medali emas setelah dikalahkan Hendika Ramadhoni dari Sumatera Barat dengan skor, 0-3. Begitu juga dengan petarung asal Aceh Besar, Yuni Ari Kusna yang sangat berambisi menambah emas bagi Aceh. Tapi, Yuni harus merelakan emas untuk Helmi Arfi Lindah dari Jawa Timur yang menang 1-2.

Kenshi Aceh, Metha Putri Musticha berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga kempo pada PON XIX 2016 Jawa Barat. Atlet dari Aceh Tengah ini mengalahkan kenshi Kalimantan Timur, Elanita Lisa dengan skor 5-0, di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, kemarin. Laju Metha ke final setelah menghentikan kenshi Nusa Tenggara Barat, 2-0 di semifinal.

Tapi, medali emas yang diraih Metha ini cukup dramatis di nomor randori perseorangan kelas 50 Kg. Bertarung dengan unggulan Kaltim di final, keduanya cukup hati-hati dalam menyerang. Masing-masing berusaha mencari posisi terbaik untuk menyerang lawan. Hanya saja, selama ronde pertama berdurasi 2 menit tak ada poin yang diraih kedua kenshi. Untuk laga final, wasit dapat memberi tambahan waktu hingga tiga ronde bila tak ada yang dapat poin.

Tambahan waktu dua menit pada ronde kedua dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua kenshi. Mereka berusaha menyerang meski tak tepat sasaran. Jelang berakhir waktu di ronde kedua, Metha berhasil melepaskan tendangan hingga menang satu wazari atau nilai 5. Begitu waktu berakhir, Metha dinyatakan menang 5-0.

Hasil ini disambut suporter Aceh yang menyaksikan partai final tersebut. Kemenangan itu meneruskan tradisi medali pada cabang olahraga Kempo. Karena, di  XVIII 2012 Riau, kempo Aceh meraih medali emas melalui Lismarita di nomor randori perseorangan kelas 45 Kg.

Saat di Riau, Lismarita maju ke final setelah mengalahkan kenshi Kalimantan Timur di semifinal. Kemudian Lismarita di final mengalahkan Hari Trimurti dari Jawa Timur dengan skor tela.