Sejarah Provinsi Aceh

Daerah Aceh yang terletak di bagian paling barat gugusan kepulauan nusantara, menduduki posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan

Menteri Nasir: Pemerintah Tak Bedakan Swasta dan Negeri

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof Mohamad Nasir menyatakan pemerintah kini tidak membeda-bedakan antara universitas negeri dan swasta. “Yang membedakannya adalah kualitas perguruan tingginya,” kata Menteri Nasir dalam sambutannya di Aula Universitas Abulyatama, Lampoh Keudee, Aceh Besar, Minggu 5 April 2015.

Karena itu, kata Menteri Nasir, sangat memungkinkan perguruan tinggi swasta lebih baik mutunya dibanding negeri. Bahkan, katanya, di masa sekarang ini pun sudah ada universitas swasta yang lebih baik mutunya dibanding negeri. Karena itu, Menteri Nasir, memberi petuah pada Universitas Abulyatama agar terus meningkatkan kualitasnya.

Menteri Nasir mengunjungi Universitas Abulyatama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yayasan Abulyatama yang dipimpin Dr. Muhammad Kadafi SH MH. Menristek langsung disambut pendiri Abulyatama H. Rusli Bintang, Ketua Yayasan Alih Teknologi (Universitas Malahayati) Ruslan Junaidi, pengelola Institut Kesehatan Indonesia – Jakarta Musa Bintang, dan Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efrino PhD yang didampingi para dekan.

Bersama mereka tampak ratusan anak-anak yatim di lingkungan Banda Aceh dan Aceh Besar juga ikut menyambut Menristek Nasir. Sejumlah pejabat di Aceh ikut mendampingi, di antaranya Sekda Aceh Dharmawan, pejabat Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda, juga ada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Dardjo.

Selain perhatian soal mutu akademik, Menteri Nasir menyebutkan fasilitas yang dimiliki Universitas Abulyatama sudah sangat baik. Abulyatama, kata Menteri Nasir, juga memiliki perhatian yang sangat bagus untuk anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Menteri sangat mendukung Abulyatama dalam mengelola anak-anak yatim ini. “Saya mendukung sepenuhnya. Anak-anak yatim bukan hanya tanggungjawab negara, jadi tanggungjawab kita semua,” katanya. Menteri berterimakasih pada Abulyatama yang telah peduli anak-anak yatim.

Sebelumnya, pada Sabtu 28 Februari 2015, Menteri Nasir juga sudah mengunjungi Universitas Malahayati yang didirikan Rusli Bintang di Bandar Lampung. Ia sudah melihat fasilitas yang disediakan kampus untuk para mahasiswa, di antaranya perlengkapan yang dibutuhkan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan juga meninjau perpustakaan kampus. Menteri Nasir juga meresmikan Gedung Terpadu Universitas Malahayati. []

Gubernur Aceh: Rusli Bintang Patut Jadi Teladan

Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah menyatakan kebanggaannya pada H. Rusli Bintang, pendiri Universitas Abulyatama, Lampoh Keudee, Aceh Besar. “Rusli Bintang adalah sosok yang patut menjadi teladan kita bersama,” kata Gubernur Zaini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh, Dharmawan, di Aula Universitas Malahayati, Minggu 5 April 2015.

Gubernur Aceh menyampaikan sambutannya pada kunjungan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir ke Universitas Abulyatama (Unaya). Kunjungan Menteri Nasir ini adalah untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yayasan Abulyatama yang dipimpin Dr. Muhammad Kadafi SH MH.

Melalui Sekda Aceh, Gubernur Zaini menyampaikan sebuah pertanyaan, “mengapa nama kampus ini Universitas Abulyatama?” Lalu, katanya, ia mencari jawaban sendiri tentang penamaan kampus yang bermakna “ayahnya anak-anak yatim” itu. “Saya menemukan keterkaitan sejarah antara nama universitas dan kehidupan Rusli Bintang,” katanya.

Rusli Bintang, kata gubernur, adalah seorang anak yatim yang kehidupannya sangat berliku. “Dari anak yatim yang kehidupannya sangat susah, ia kemudian menjadi seorang pengusaha, lalu mendirikan kampus bernama Abulyatama ini,” katanya. “Bahkan dari yayasannya ia membantu anak-anak yatim, dan menyekolahkan mereka.”

Itulah sebabnya, Gubernur Zaini menyebutkan sosok Rusli Bintang sangat patut menjadi teladan. Rusli menjadi kebanggaan rakyat Aceh. “Kami sangat mendukung keberadaan Universitas Abulyatama ini. Kami sangat mengharapkan perguruan tinggi ini makin maju dan mengambil peran dalam pembangunan Aceh,” katanya.

“Kami juga tahu, beliau bukan hanya mendirikan Universitas Abulyatama, juga telah mendirikan Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Bahkan, kami juga tahu semua kampus-kampus yang didirikannya itu sangat peduli pada anak-anak yatim dan kaum ddhuafa.” []

Ke Unaya, Menteri Nasir Disambut Anak Yatim

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, mengunjungi kampus Universitas Abulyatama, Lampoh Keudee, Aceh Besar, Minggu 5 April 2015. Ia datang menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yayasan Abulyatama yang dipimpin Dr. Muhammad Kadafi SH MH.

Tiba ke kompleks kampus pukul 12.00, Menristek Nasir disambut pendiri Abulyatama H. Rusli Bintang, Ketua Yayasan Alih Teknologi (Universitas Malahayati) Ruslan Junaidi, pengelola Institut Kesehatan Indonesia – Jakarta Musa Bintang, dan Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efrino PhD yang didampingi para dekan.

Terlihat ratusan anak-anak yatim di lingkungan Banda Aceh dan Aceh Besar juga ikut menyambut Menristek Nasir. Bersama menteri tampak sejumlah pejabat di Aceh ikut mendampingi, di antaranya Sekda Aceh Dharmawan, pejabat Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda, juga ada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Dardjo.

Sejumlah penari cilik, ikut menyambut kedatangan Menteri dengan menyuguhkan tarian Ranub Lam Puan. Mereka menyuguhkan sirih kepada Menteri Nasir. Setelah itu, beberapa ulama Aceh Besar menempungtawari Menteri Nasir.

Bersama anak-anak yatim, Menteri dan para pejabat makan siang bersama. Terlihat Menteri ikut mengambil lauk nasi dan menaruhnya ke piring anak-anak yatim yang duduk berdampingan dengannya. Tampak wajah Menteri Nasir sangat sumringah duduk bersimpuh bersama anak yatim makan siang bersama.

Adapun tuan rumah, Rusli Bintang, justru berperan menjadi pelayan. Ia yang mengambil lauk pauk, dan juga piring, minum, untuk mereka. Ia makan sembari jongkok di belakang anak-anak yatim yang sedang makan.

Ini Pesan Rektor Unaya Usai Dilantik

Rektor Universitas Abulyatama, Aceh Besar, Ir. R. Agung Efrino Hadi MSc PhD menggunakan terimakasih kepada Yayasan Abulyatama yang telah memberikan kepercayaan padanya untuk memimpin lagi. “Ini untuk periode kedua,” katanya sambutan di Aula Universitas Malahayati, Lampoh Keudee, Aceh Besar, Sabtu 4 April 2015.

Agung Efrino memberikan sambutannya selaku Rektor Unaya (Universitas Abulyatama) setelah dilantik Ketua Yayasan Abulyatama, Dr. Muhammad Kadafi SH MH. “Terimakasih atas kepercayaan ini, kami akan menjaga amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Agung.

Selain itu, Agung juga mengajak pimpinan dan seluruh komponen kampus untuk melanjutkan program kerja yang sudah berjalan selama ini. “Terutana untuk peningkatan kualitas kampus,” katanya. Agung menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan di kampus.

Selain itu, ia juga mengimbau dalam membina hubungan baik selalu mengutamakan etika pergaulan. Jika demikian, katanya, akan terpelihara keharmonisan dan tidak melahirkan gesekan-gesekan yang tidak baik untuk dunia kampus. “Kekompakan diperlukan agar cita-cita membangun kualitas kampus yang lebih baik bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Ketua Yayasan Abulyatama, Muhammad Kadafi, juga mengajak seluruh komponen di kampus Unaya untuk berfikir positif. “Dengan berfikir positif maka arah pandangan kita dalam menerjemahkan sesuatu akan menghasilkan manfaat yang baik. Berfikir positif berarti mengedepankan energi positif di kampus ini,” kata Kadafi yang adalah juga Rektor UniversitS Malahayati, Bandar Lampung. “Berfikir positif akan memberi manfaat bagi kita semua.”

Itulah sebabnya, Kadafi juga mengimbau seluruh komponen kampus menghidupkan berbagai pengajian. “Pengajian sangat bermanfaat bagi semua dalam membangun etika religi,” kata Kadafi. “Etika relegi ini menjadi sangat penting bagi semua, dan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai etika religi akan berdampak sangat baik bagi publik.”

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan etika relegi memang menjadi nilai utama yang ditanamkan pendiri Universitas Abulyatama, H. Rusli Bintang. Pembinaan Mahasiswa dengan mengedepankan etika religi ini pula yang sangat diperhatikannya pada kampus-kampus lain yang didirikannya.

Rusli Bintang telah mendirikan empat kampus, di antaranya Universitas Abulyatama di Banda Aceh, Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Di seluruh kampusnya, Rusli mewajibkan pembinaan anak-anak yatim, mulai dari rektor hingga mahasiswa diwajibkan menyantuni anak-anak yatim.

Dr. Muhammad Kadafi Lantik Rektor Universitas Abulyatama

KETUA Yayasan Abulyatama, Dr. Muhammad Kadafi SH, MH, melantik Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, PhD, sebagai Rektor Universitas Abulyatama, Banda Aceh, si Aula Kampus Universitas Abulyatama, Sabtu 4 April 2015. Ini adalah jabatan untuk periode kedua bagi Agung Efrino.

Kadafi yang juga adalah rektor Universitas Malahayati, Bandar Lampung, ini memesan agar para pejabat di Universitas Abulyatama meningkatkan kinerjanya agar mutu akademik menjadi lebih baik lagi. “Saya sangat mengharapkan, semua kita di sini menjaga amanah yang telah dipercayakan pada kita,” kata Kadafi dalam sambutan tidak tertulis di lantai tiga aula Universitas Abulyatama.

Selain itu, Kadafi juga mengajak seluruh komponen di kampus Unaya untuk berfikir positif. “Dengan berfikir positif maka arah pandangan kita dalam menerjemahkan sesuatu akan menghasilkan manfaat yang baik. Berfikir positif berarti mengedepankan energi positif di kampus ini,” katanya. “Berfikir positif akan memberi manfaat bagi kita semua.”

Itulah sebabnya, Kadafi juga mengimbau seluruh komponen kampus menghidupkan berbagai pengajian. “Pengajian sangat bermanfaat bagi semua dalam membangun etika religi,” kata Kadafi. “Etika relegi ini menjadi sangat penting bagi semua, dan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai etika religi akan berdampak sangat baik bagi publik.”

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan etika relegi memang menjadi nilai utama yang ditanamkan pendiri Universitas Abulyatama, H. Rusli Bintang. Pembinaan Mahasiswa dengan mengedepankan etika religi ini pula yang sangat diperhatikannya pada kampus-kampus lain yang didirikannya.

Rusli Bintang telah mendirikan empat kampus, di antaranya Universitas Abulyatama di Banda Aceh, Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Di seluruh kampusnya, Rusli mewajibkan pembinaan anak-anak yatim, mulai dari rektor hingga mahasiswa diwajibkan menyantuni anak-anak yatim.

Unaya Yudisium 116 Dokter Muda

Hari ini, 116 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Banda Aceh, diambil sumpahnya di gedung Kedokteran Unaya. Rektor Universitas Abulyatama, Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, PhD pada acara yudisium ini.

Suasana kompleks kampus Abulyatama ramai dengan karangan bunga ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menggapai sarjana kedokteran ini. Terlihat jejeran karangan bunga mulai dari pintu masuk kompleks kampus hingga ke sudut belakang kampus.

Kendaraan berjejer mengantre untuk bisa mendapatkan tempat parkir. Para Mahasiswa yang diyudisium hari ini semuanya didampingi orang tua masing-masing. Mereka datang dengan wajah-wajah cerah.

Rektor Unaya Agung Efrino mengharapkan para dokter muda ini kelak setelah terjun ke masyakarat agar benar-benar mengabdikan ilmunya untuk masyarakat. Selain itu, katanya, mulai hari ini mereka sudah terikat dengan sumpah dokter.

Unaya adalah salah satu dari empat kampus yang didirikan H. Rusli Bintang. Selain Unaya, ada Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institute Kesehatan Indonesia di Jakarta.

Rusli mendirikan perguruan tinggi dengan konsep memadukan ilmu pengetahuan dan humanis. Selain juga dituntut untuk menunjujung etika relegi yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di kampusnya.[]

Prasarana Penunjang

Penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi telah diaplikasikan pada berbagai bidang.Pada bagian akademik, telah terlaksana otomatisasi pengisian KRS dan KHS melalui akademik on-line dengan menggunakan sistem informasi akademik Universitas Abulyatama(SIAKAD). Pemakaian fasilitas internet juga telah diterapkan untuk membantu mahasiswa dapat men-download berbagai tugas matakuliah dan informasi lainnya.

Kelengkapan Sarana dan prasarana

Sarana dan Prasarana Ruang Perkuliahan
Fasilitas prasarana ruang perkuliahan yang sudah ada adalah:

  1. Semua ruang kuliah dilengkapi, meja, dan kursi. Sarana untuk perkuliahan dengan multi media LCD proyektor, dan komputer.
  2. Komputer yang dapat dipinjam pada Pusat Pelayanan Pendidikan. Penggunaan ruangan dikoordinir oleh Kepala Bagian Pengajaran Universitas.
  3. Ruang seminar juga dilengkapi white boards, meja, kursi,.Bila ingin menggunakan infokus dan computer dapat dipinjamkan pada pusat pelayanan pendidikan terpadu. Laboratorium Keperawatan, dilengkapi dengan white boards, meja, kursi dan peralatan laboratorium.
  4. Laboratorium Komputer dilengkap dengan computer dengan kapasitas 40 orang mahasiswa.

Sarana dan Prasarana Ruang Kerja
Prasarana ruang kerja di lingkungan Fakultas adalah:

  1. Ruang Ketua Prodi dilengkapi dengan fasilitas Air Conditioner(AC)meja kursi, lemari, dan computer.
  2. Ruang Kerja Wakil Prodi dilengkapi dengan Air Conditioner, meja, kursi dan lemari.
  3. Ruang tenaga administrasi dilengkapi meja, kursi, computer, printer, dan prasarana lainnya.
  4. Ruang dosen tetap dilengkapi dengan meja, kursi, filling kabinet.
  5. Ruang dosen tidak tetap/tamu dilengkapi dengan kursi tamu, AC, dan sumber informasi (Koran).
  6. Disamping gedung yang telah ada, ada sebuah gedung berlantai tiga yang akan digunakan untuk OSCE,CBT, ruang tutorial, ruang seminar, Gedung Serba Guna ( Nyak Syech) dan berbagai fasilitas olahraga serta ruang auditorium.

Sarana dan Prasarana

Untuk mendukung proses pembelajaran maka dikembangkan berbagai sarana prasarana pendukung.
Secara keseluruhan sarana dan prasarana tersebut sudah mencukupi untuk menjamin kelangsungan
proses pembelajaran.

Ketersediaan Sarana dan Prasarana

Kampus Universitas Abulyatama memiliki luas areal sekitar 30,5 Ha. Pada areal tersebut telah dibangun sarana dan prasarana yang juga telah digunakan oleh program studi keperawatan, Adapun fasilitas yang telah ada adalah:

  1. Kantor Pusat Administrasi (Biro Rektor ) berlantai 3 dengan luas bangunan masing-masing lantai 840 m2.dengan jumlah ruang seluruhnya 48 ruang.
  2. Gedung/Ruang Kuliah sistem konvensional sebanyak 6 unit dengan jumlah ruang kelas masing-masing unit 8 ruangan. Ruangan tersebut memiliki luas rata-rata sekitar 96 m2.
  3. Ruang Tutorial 28 ruang, dengan luas rata-rata 30 m2.
  4. Ruang Dosen sebanyak 54 ruangan, dengan luas rata-rata 5 m2.
  5. Ruang seminar sebanyak 4 ruangan, dengan ukuran rata-rata 56 m2.
  6. Ruang Rapat sebanyak 4 ruangan, dengan ukuran rata-rata 80 m2.
  7. Mess dosen tamu dengan luas 300 m2 dengan jumlah kamar sebanyak 5 kamar.
  8. Gedung Laboratorium Terpadu dan Academic Activity Centre (AAC) Balee Nyak Syech.
  9. Ruangan Laboratorium Komputer.
  10. Perpustakaan dengan luas sekitar 468 m2.
  11. Kantin kampus seluas 160 m2.
  12. Mesjid kampus seluas sekitar 1500 m2.
  13. Lapangan Basket.
  14. Lapangan Bola.
  15. Lapangan Tenis.
  16. Hot Spot Internet.
  17. Bus Mahasiswa