Ayo Daftar Tim Terbaikmu Di Turnamen Sepakbola field Work Cup Ke IV

MAHASISWA Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abulayatama resmi membuka pendaftaran turnamen sepakbola Field Work Cup ke IV tahun 2015.

Turnamen antar fakultas se Universitas Abulyatama tersebut dibuka dari tanggal 1-14 Desember 2015, kegiatan turnamen sepakbola tersebut merupakan agenda rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh mahasiswa prodi Penjaskesrek sesuai dengan angkatan karena salah satu tuntutan mahasiswa untuk melaksanakan tugas dari mata kuliah wajib yang ada di prodi Penjaskesrek.

Turnamen sepakbola Field work cup tersebut merupakan tahun ke 6 nantinya seluruh klub yang ada di Universitas Abulyatama akan bertanding di lapangan sepakbola Abulyatama memperebutkan piala dan sejumlah uang pembinaan jutaan rupiah.

Bagi team/klub yang ingin berminat segera mendaftarkan di kantin induk Unaya, atau bisa hubungi langsung ke Rizki 085277206316 atau Hindra 082277023186

Produktivitas Perairan Embung LamBadeuk Tugas MK Limnologi

Mahasiswa Perikanan

Video ini dibuat oleh mahasiswa (Afriansyah, Asmaini, Rahmad Hidayat, Ilham Nayansaf: angkt 2014, 2016) Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama (ACEH) guna memenuhi tugas Mata Kuliah LIMNOLOGI yang di ampu oleh ibu Lia Handayani, S.Si, MT.

KESAN DAN PESAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITI TEKNOLOGI MARA (UiTM) PADA KUNJUNGAN PROGRAM IMMERSION DI UNIVERSITAS ABULYATAMA

Read more

STUDENT IMMERSION PROGRAMME UiTM KE UNAYA

Fakultas Kedokteran University Teknologi Mara, Malaysia pada tanggal 7 Juli 2019 melaksanakan program Immersion Student ke Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh. Program ini memiliki tujuan sebagai peluang untuk belajar dan memahami keilmuaan kedokteran secara global dengan harapan pengayaan knowledge dan skill mahasiswa kedokteran.

Kunjungan diawali dengan melakukan pertemuan kepada pimpinan  Universitas Abulyatama dengan mahasiswa IUTM. Penyambutan dan penerimaan langsung dihadiri oleh Rektor Ir.R.Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D, didampingi oleh para Wakil rektor serta pihak dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama dan beberapa orang mahasiswa perwakilan BEM FK Abulyatama.

Para mahasiswa UiTM memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan Tour kampus didampingi perwakilan BEM FK UNAYA. Para mahasiswa UiTM melihat dan terlibat dalam kesempatan mengikuti kegiatan akademik di Fakutas Kedokteran seperti kuliah pakar, tutorial, skill lab dan praktikum laboratorium dasar.

Selepas kegiatan tersebut, Mahasiswa UiTM melanjutkan kegiatan klinik bersama mahasiswa Ko-ass Abulyatama di RSUD Meuraxa serta ikut melakukan pembelajaran klinis bersama para dokter spesialis di rumah sakit milik Abulyatama RS. Pertamedika Ummi Rosnati selama beberapa hari. Mahasiswa dari UiTM tidak hanya melakukan kegiatan belajar saja namun para mahasiswa program immersion ikut diperkenalkan terhadap budaya, sejarah dan keindahan alam bumi aceh.

Menurut penuturan salah satu mahasiswa UiTM (khalyda), selama mengikuti kegiatan di program ini mereka mendapatkan banyak hal baru, dimana mereka bisa langsung bersinggungan dengan pasien bersama pendampingan yang nyaman dan aman oleh dokter spesialis beserta perawat ruangan maupun poliklinik di kedua rumah sakit tersebut. Dekan Fakultas kedokteran dr.Fachrul Jamal Sp.An.KIC dalam acara Sharing experience students UiTM dan UNAYA menyampaikan harapan jika program ini dapat berjalan secara berkelanjutan untuk memperoleh referensi-refensi yang lebih dari universitas-universitas yang hendak berkunjung ke Universitas Abulyatama khususnya Fakultas Kedokteran Abulyatama yang pada saat ini secara mutu telah terakreditasi B.

Tabligh Dhuha Usdadz Abdul Somad di UNAYA

Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah di Universitas AbulyatamaUstaz Abdul Somad mengisi Tabligh Dhuha di Universitas Abulyatama.

Dalam Tabligh Dhuha  Tersebut Beliau  Mem Menyampaikan 3 Pesan

1 . Alumni Abulyatama mesti kaya,

2. mesti melek politik, dan

3. mesti berakhlakul karimah (budi pekerti yang baik),”

ucap Abdul Somad di akhir ceramahnya sebelum membaca doa penutup. Acara ini berlangsung di lapangan terbuka pekarangan Kampus Abulyatama di Lampoh Keude, Aceh Besar, Kamis pagi.

Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS mengawali ceramahnya dengan menyebutkan bahwa baru pada kesempatan ini hadir ke induk kampus Abulyatama di Aceh. Sebelumnya ia sudah lebih dulu berceramah di kampus Abulyatama di Lampung dan Batam.

Di atas panggung, UAS menyatakan ia biasanya paling lama berceramah hanya 60 menit lamanya. Dan di kampus yang dibangun oleh Bapak Rusli Bintang ini ia membagi waktu 60 menit itu dalam tiga babak dengan tiga pesan untuk memudahkan mahasiswa mencatatnya.

“Habis sudah 20 menit pertama, biasanya 60 menit saya kalau ceramah. ingat pesan 20 menit pesan tentang masalah kaya,” ujarnya. Tiga pesan tersebut disampaikan oleh UAS dalam ceramahnya seiring Rektor Abulyatama dalam sambutannya mengatakan bahwa Ustaz Abdul Somad mesti meninggalkan pesan.

Kepada mahasiswa Abulyatama dia berpesan agar bercita-citalah menjadi orang kaya. UAS menyebutkan sebuah sabda Rasullullah: Almu’minul qawiyu khairun wa ahabbu ilallahi… (Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah Swt).

Ia menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang kaya. Oleh karena itu menabunglah dari sekarang, dan berpuasalah senin-kamis.

“Pesan yang pertama anak-anak mahasiswa mahasiswi Abulyatama tamat dari sini mesti menjadi kaya. Tapi kayanya mesti jujur,” sebut Somad.

Kemudian UAS melanjutkan ceramahnya 20 menit berikutnya tentang politik. Menurutnya, mahasiswa Abulyatama juga harus melek politik.

“Kalau anak Abulyatama tidak mencaleg, jangan heran yang jadi Ketua DPR adalah pecandu narkoba. Yang salah siapa, anak Abulyatama. Untuk itu mencaleglah kalian,” ujarnya.

Menurutnya, hidup di negara demokrasi barang siapa yang mampu untuk mencalonkan diri silakan maju. Sedangkan bagi yang belum mampu, silakan memilih dan mencoblos pada Pemilu 17 April 2019. “Jangan golput, berikan kontribusi.”

Pesan yang ketiga, Ustaz Abdul Somad menyampaikan tentang akhlakul karimah (budi pekerti yang baik). “Ada orang kaya tapi tak sopan. Tidak ada gunanya ilmu banyak kalau tidak berakhlakul karimah,” ucapnya.

Lebih lanjut, UAS menyebutkan teladan yang ingin disampaikannya bahwa Nabi Muhammad SAW orang yang kaya, kemudian yang kedua bahwa Nabi Muhammad mementingkan politik karena memegang tampuk kekuasaan di Madinah.

“Oleh sebab itu ke depan siapa yang akan melanjutkan kekuasaan ini? Akan dilanjutkan oleh alumni-alumni Abulyatama,” sebutnya.

GENERASI MILINIAL DALAM PEMAHAMAN SEJARAH ACEH

Aceh identik dengan Islam, dikenal dengan Serambi Mekkah, banyak pakar dan ilmuan lahir di Aceh, seperti Hamzah Fansuri, Nurdin Ar-Raniry, Sultan Malik (Meurah Silu), Tgk Syiah Kuala (Syeck Abdurauf Asingkili), Tgk Syiek Pante Kulu, Tgk Syiek Di Tiro, Tgk Syiek Lung Bata dan sebagainya. Mereka menyebarkan konsep-konsep ketuhanan, syariah, tasauf, dengan memadukan konsep sosial budaya, politik, tata negara, ekonomi dan strategi perang fisabililah.

Mereka dihormati, disegani, jadi panutan dan konsisten dalam berjuang menyebarkan konsep konsep ketuhanan dengan berbagai pendekatan sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun kiprah mereka sangat sedikit ditemukan dalam referensi sejarah nasional dan lokal yang bisa di baca oleh para generasi Aceh.

Dalam setiap pertemuan kelas dengan mahasiswa dari berbagai kampus, sering kami uji pemahaman mahasiswa terhadap sejarah Aceh (Lokal), terbukti mahasiswa sangat dangkal sekali pemahaman sejarah Aceh. Mereka kurang dan malah tidak tau sepak terjang tokoh-tokoh tersebut. Mereka sulit menemukan referensi dan sangat sedikit buku buku menulis sejarah para tokoh tersebut. Mereka tidak tau Samudra Pase, Pedir, Lamuri, Kerajaan Jaya, Kerajaan Kuala Bate, Kluet, dan sebagainnya. Di tambah parah lagi kampus namanya pelaku sejarah Nurdin Ar-Raniry dan Syiah Kuala sangat susah didapatkan referensi oleh mahasiswa. Yang seharusnya semua mahasiswa di dua lembaga tersebut paham, mengerti, dan mengetahui kilas balik dua tokoh besar Aceh, Nyatanya foto mereka hanya bisa lihat hanya di Biro Rektorat, tapi tidak terlihat di fakultas dan prodi. Ini sebuah bukti bahwa Aceh gelap gulita dalam sejarah.

Fakta fakta lain, coba lihat seputaran jalan krueng raya, disitu ada beberapa situs sejarah, benteng indrapatra, benteng Sultan Iskandar Muda, Benteng Inong Balee, Makam Malahayati dan Situs Lamuri, tidak ada perhatian pemerintah daerah sedikitpun, terbengkalai, tak terurus, tidak ada informasi apapun di benteng2 tersebut, bila datang para pendatang dari luar Aceh tidak ada informasi dan penjelasan benteng tersebut, hancur lebur situs situs sejarah, malah batu nisan, banyak memberkan informasi di situs lamuri di rusak, malah ada yang di jual.

Aceh terus di kaburkan dengan sejarah, karena aceh (pemerintah) tak peduli dengan sejarah, tidak ada program melestarikan sejarah, malah banyak situs dirusak hanya dibangun gedung baru, kantor dan sebagainya. Tidak ada perawatan situs-situs makam raja2 Aceh, para ulama aceh, para pejuang Aceh, dibiarkan rusak dan hancur..(Usman Wakil Rektor Bidang Akademik)

POLITIK DAN KEADILAN DALAM MENCAPAI KEMAKMURAN

Dalam teori politik klasik Aristoteles, politik adalah cara dalam mencapai kebaikan dan kemakmuran bersama, politik adalah cara dalam mencapai tujuan bersama. Dengan kata lain politik dapat disimpulkan sebagai proses pembagian dan pembentukan kekuasaan dalam mengatur masyarakat melalui proses kebijakan dan putusan.

Dari pengertian diatas, maka diharuskan masyarakat untuk memahami politik. Karena politik menyentuh kehidupan dasar masyarakat.

Melalui politik masyarakat diatur baik dari bidang hukum, ekonomi, tatanan sosial, dan segala bentuk kehidupan lainya. Dalam ungkapan klasik semua aktifitas adalah politik, tapi tidak semua politik adalah aktivitas.

Maka, masyarakat harus memahami, mengerti, dan mengetahui mamfaat dari politik, karena ketika masyarakat meninggalkan politik maka politik dapat membawa dampak negatif bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.

Untuk itu, masyarakat jangan lari dari politik, masyarakat jangan menjastifikasi politik itu busuk, politik itu kotor, tidak kenal teman dan lawan, propoganda, adu domba dan lain sebagainya. Defenisi diatas adalah pengertian politik secara negatif.

Karenanya, kita harus keluar dari propaganda negatif tersebut, agar masyarakat terhindar dari kekuasaan dan kebijakan semu para politisi, masyarakat harus dihargai, jangan dimanipulasi dengan isu isu murahan, masyarakat jangan dibohongin melalui PHP.

Maka, masyarakat perlu memahami politik agar tidak terjebak dalan politik semu, masyarakat perlu membagun image bahwa tugas politik adalah mulia. Image tersebut akan melahirkan politik baik, dengan demikian kita akan keluar dari para politisi kotor, busuk dan koruptif. Maka itu, untuk selanjutnya politik dapat membawa dampak kemakmuran bagi seluruh masyarakat, caranya adalah dengan memilih caleg yang memiliki kualitas dan kapabelitas.

Sekali lagi, kandidat tersebut harus betul betul memperjuangan hak-hak rakyat.

Jika itu terjadi, maka tidak ada lagi wakil rakyat koruptif.

Masyarakat memilih caleg jangan karena uang, atau pemberian dalam bentuk lainya, tapi masyarakat memilih caleg atas dasar kemampuannya.

Untuk itu, maka masyarakat harus berpartisipasi memilih para caleg pada tanggal 17 April 2019 agar masyarakat mendapatkan keadilan dan kemakmuran. Usman Wakil Rektor Bidang Akademik

Pengumuman : UAS Tabligh Dhuha di UNAYA

 

Aceh besar, Ustadz Abdul Somad LC., MA Akan memberikan Tabligh Dhuha Lapangan Biro Universitas Abulyatama pada Kamis 4 AptAp 2019