Ayo Daftar Tim Terbaikmu Di Turnamen Sepakbola field Work Cup Ke IV

MAHASISWA Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abulayatama resmi membuka pendaftaran turnamen sepakbola Field Work Cup ke IV tahun 2015.

Turnamen antar fakultas se Universitas Abulyatama tersebut dibuka dari tanggal 1-14 Desember 2015, kegiatan turnamen sepakbola tersebut merupakan agenda rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh mahasiswa prodi Penjaskesrek sesuai dengan angkatan karena salah satu tuntutan mahasiswa untuk melaksanakan tugas dari mata kuliah wajib yang ada di prodi Penjaskesrek.

Turnamen sepakbola Field work cup tersebut merupakan tahun ke 6 nantinya seluruh klub yang ada di Universitas Abulyatama akan bertanding di lapangan sepakbola Abulyatama memperebutkan piala dan sejumlah uang pembinaan jutaan rupiah.

Bagi team/klub yang ingin berminat segera mendaftarkan di kantin induk Unaya, atau bisa hubungi langsung ke Rizki 085277206316 atau Hindra 082277023186

Tabligh Dhuha Usdadz Abdul Somad di UNAYA

Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah di Universitas AbulyatamaUstaz Abdul Somad mengisi Tabligh Dhuha di Universitas Abulyatama.

Dalam Tabligh Dhuha  Tersebut Beliau  Mem Menyampaikan 3 Pesan

1 . Alumni Abulyatama mesti kaya,

2. mesti melek politik, dan

3. mesti berakhlakul karimah (budi pekerti yang baik),”

ucap Abdul Somad di akhir ceramahnya sebelum membaca doa penutup. Acara ini berlangsung di lapangan terbuka pekarangan Kampus Abulyatama di Lampoh Keude, Aceh Besar, Kamis pagi.

Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS mengawali ceramahnya dengan menyebutkan bahwa baru pada kesempatan ini hadir ke induk kampus Abulyatama di Aceh. Sebelumnya ia sudah lebih dulu berceramah di kampus Abulyatama di Lampung dan Batam.

Di atas panggung, UAS menyatakan ia biasanya paling lama berceramah hanya 60 menit lamanya. Dan di kampus yang dibangun oleh Bapak Rusli Bintang ini ia membagi waktu 60 menit itu dalam tiga babak dengan tiga pesan untuk memudahkan mahasiswa mencatatnya.

“Habis sudah 20 menit pertama, biasanya 60 menit saya kalau ceramah. ingat pesan 20 menit pesan tentang masalah kaya,” ujarnya. Tiga pesan tersebut disampaikan oleh UAS dalam ceramahnya seiring Rektor Abulyatama dalam sambutannya mengatakan bahwa Ustaz Abdul Somad mesti meninggalkan pesan.

Kepada mahasiswa Abulyatama dia berpesan agar bercita-citalah menjadi orang kaya. UAS menyebutkan sebuah sabda Rasullullah: Almu’minul qawiyu khairun wa ahabbu ilallahi… (Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah Swt).

Ia menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang kaya. Oleh karena itu menabunglah dari sekarang, dan berpuasalah senin-kamis.

“Pesan yang pertama anak-anak mahasiswa mahasiswi Abulyatama tamat dari sini mesti menjadi kaya. Tapi kayanya mesti jujur,” sebut Somad.

Kemudian UAS melanjutkan ceramahnya 20 menit berikutnya tentang politik. Menurutnya, mahasiswa Abulyatama juga harus melek politik.

“Kalau anak Abulyatama tidak mencaleg, jangan heran yang jadi Ketua DPR adalah pecandu narkoba. Yang salah siapa, anak Abulyatama. Untuk itu mencaleglah kalian,” ujarnya.

Menurutnya, hidup di negara demokrasi barang siapa yang mampu untuk mencalonkan diri silakan maju. Sedangkan bagi yang belum mampu, silakan memilih dan mencoblos pada Pemilu 17 April 2019. “Jangan golput, berikan kontribusi.”

Pesan yang ketiga, Ustaz Abdul Somad menyampaikan tentang akhlakul karimah (budi pekerti yang baik). “Ada orang kaya tapi tak sopan. Tidak ada gunanya ilmu banyak kalau tidak berakhlakul karimah,” ucapnya.

Lebih lanjut, UAS menyebutkan teladan yang ingin disampaikannya bahwa Nabi Muhammad SAW orang yang kaya, kemudian yang kedua bahwa Nabi Muhammad mementingkan politik karena memegang tampuk kekuasaan di Madinah.

“Oleh sebab itu ke depan siapa yang akan melanjutkan kekuasaan ini? Akan dilanjutkan oleh alumni-alumni Abulyatama,” sebutnya.

GENERASI MILINIAL DALAM PEMAHAMAN SEJARAH ACEH

Aceh identik dengan Islam, dikenal dengan Serambi Mekkah, banyak pakar dan ilmuan lahir di Aceh, seperti Hamzah Fansuri, Nurdin Ar-Raniry, Sultan Malik (Meurah Silu), Tgk Syiah Kuala (Syeck Abdurauf Asingkili), Tgk Syiek Pante Kulu, Tgk Syiek Di Tiro, Tgk Syiek Lung Bata dan sebagainya. Mereka menyebarkan konsep-konsep ketuhanan, syariah, tasauf, dengan memadukan konsep sosial budaya, politik, tata negara, ekonomi dan strategi perang fisabililah.

Mereka dihormati, disegani, jadi panutan dan konsisten dalam berjuang menyebarkan konsep konsep ketuhanan dengan berbagai pendekatan sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun kiprah mereka sangat sedikit ditemukan dalam referensi sejarah nasional dan lokal yang bisa di baca oleh para generasi Aceh.

Dalam setiap pertemuan kelas dengan mahasiswa dari berbagai kampus, sering kami uji pemahaman mahasiswa terhadap sejarah Aceh (Lokal), terbukti mahasiswa sangat dangkal sekali pemahaman sejarah Aceh. Mereka kurang dan malah tidak tau sepak terjang tokoh-tokoh tersebut. Mereka sulit menemukan referensi dan sangat sedikit buku buku menulis sejarah para tokoh tersebut. Mereka tidak tau Samudra Pase, Pedir, Lamuri, Kerajaan Jaya, Kerajaan Kuala Bate, Kluet, dan sebagainnya. Di tambah parah lagi kampus namanya pelaku sejarah Nurdin Ar-Raniry dan Syiah Kuala sangat susah didapatkan referensi oleh mahasiswa. Yang seharusnya semua mahasiswa di dua lembaga tersebut paham, mengerti, dan mengetahui kilas balik dua tokoh besar Aceh, Nyatanya foto mereka hanya bisa lihat hanya di Biro Rektorat, tapi tidak terlihat di fakultas dan prodi. Ini sebuah bukti bahwa Aceh gelap gulita dalam sejarah.

Fakta fakta lain, coba lihat seputaran jalan krueng raya, disitu ada beberapa situs sejarah, benteng indrapatra, benteng Sultan Iskandar Muda, Benteng Inong Balee, Makam Malahayati dan Situs Lamuri, tidak ada perhatian pemerintah daerah sedikitpun, terbengkalai, tak terurus, tidak ada informasi apapun di benteng2 tersebut, bila datang para pendatang dari luar Aceh tidak ada informasi dan penjelasan benteng tersebut, hancur lebur situs situs sejarah, malah batu nisan, banyak memberkan informasi di situs lamuri di rusak, malah ada yang di jual.

Aceh terus di kaburkan dengan sejarah, karena aceh (pemerintah) tak peduli dengan sejarah, tidak ada program melestarikan sejarah, malah banyak situs dirusak hanya dibangun gedung baru, kantor dan sebagainya. Tidak ada perawatan situs-situs makam raja2 Aceh, para ulama aceh, para pejuang Aceh, dibiarkan rusak dan hancur..(Usman Wakil Rektor Bidang Akademik)

POLITIK DAN KEADILAN DALAM MENCAPAI KEMAKMURAN

Dalam teori politik klasik Aristoteles, politik adalah cara dalam mencapai kebaikan dan kemakmuran bersama, politik adalah cara dalam mencapai tujuan bersama. Dengan kata lain politik dapat disimpulkan sebagai proses pembagian dan pembentukan kekuasaan dalam mengatur masyarakat melalui proses kebijakan dan putusan.

Dari pengertian diatas, maka diharuskan masyarakat untuk memahami politik. Karena politik menyentuh kehidupan dasar masyarakat.

Melalui politik masyarakat diatur baik dari bidang hukum, ekonomi, tatanan sosial, dan segala bentuk kehidupan lainya. Dalam ungkapan klasik semua aktifitas adalah politik, tapi tidak semua politik adalah aktivitas.

Maka, masyarakat harus memahami, mengerti, dan mengetahui mamfaat dari politik, karena ketika masyarakat meninggalkan politik maka politik dapat membawa dampak negatif bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.

Untuk itu, masyarakat jangan lari dari politik, masyarakat jangan menjastifikasi politik itu busuk, politik itu kotor, tidak kenal teman dan lawan, propoganda, adu domba dan lain sebagainya. Defenisi diatas adalah pengertian politik secara negatif.

Karenanya, kita harus keluar dari propaganda negatif tersebut, agar masyarakat terhindar dari kekuasaan dan kebijakan semu para politisi, masyarakat harus dihargai, jangan dimanipulasi dengan isu isu murahan, masyarakat jangan dibohongin melalui PHP.

Maka, masyarakat perlu memahami politik agar tidak terjebak dalan politik semu, masyarakat perlu membagun image bahwa tugas politik adalah mulia. Image tersebut akan melahirkan politik baik, dengan demikian kita akan keluar dari para politisi kotor, busuk dan koruptif. Maka itu, untuk selanjutnya politik dapat membawa dampak kemakmuran bagi seluruh masyarakat, caranya adalah dengan memilih caleg yang memiliki kualitas dan kapabelitas.

Sekali lagi, kandidat tersebut harus betul betul memperjuangan hak-hak rakyat.

Jika itu terjadi, maka tidak ada lagi wakil rakyat koruptif.

Masyarakat memilih caleg jangan karena uang, atau pemberian dalam bentuk lainya, tapi masyarakat memilih caleg atas dasar kemampuannya.

Untuk itu, maka masyarakat harus berpartisipasi memilih para caleg pada tanggal 17 April 2019 agar masyarakat mendapatkan keadilan dan kemakmuran. Usman Wakil Rektor Bidang Akademik

Pengumuman : UAS Tabligh Dhuha di UNAYA

 

Aceh besar, Ustadz Abdul Somad LC., MA Akan memberikan Tabligh Dhuha Lapangan Biro Universitas Abulyatama pada Kamis 4 AptAp 2019

Dekan FH UNAYA: Pemerintah Aceh Optimis APBA 2019 Tepat Waktu

Dekan FH Unaya Yang juga Jurubicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, SH., MH, mengatakan, Pemerintah Aceh optimis penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 akan berjalan lancar dan tepat waktu.

Hal itu seiring dengan intensifnya persiapan dokumen anggaran serta lancarnya komunikasi baik formal maupun informal antara eksekutif dan legislatif.

Pemerintah Aceh pada 12 Juli lalu telah menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (KU-APBA) 2019 kepada DPRA.

“Selanjutnya jika pada bulan September ini Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bisa selesai, maka pembahasan RAPBA paling telat awal Desember sudah selesai,” kata Wiratmadinata biasa juga dipanggil Pak Wira.

Menurut Wiratmadinata, memperhatikan tren pembahasan APBA selama ini, maka kuncinya terdapat pada kesepakatan bersama KUA-PPAS. Oleh karena itu jika September KUA-PPAS sudah disepakati, maka pembahasan RAPBA sudah tidak terhambat lagi, bahkan bisa lebih cepat.

“Jangan-jangan November sudah bisa disahkan. Tapi moderatnya, kalau melihat hitung-hitungan kalender mengacu pada batasan maksimum regulasi, maka mestinya minggu ke-1 Desember seharusnya APBA 2019 sudah bisa dievaluasi oleh Mendagri. Sebab kalau tidak kita bisa macet lagi dihadang ketentuan pergub,” sebut Pak Wira yang biasa mengajar di Fakultas Hukum Universitas Abulyatama.

Soal kesiapan dokumen anggaran, kata Pak Wira, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) di bawah arahan langsung Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sekda, Para Asisten dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), bekerja marathon, bahkan sudah tergolong “tidak normal”.

“Mereka seperti tak mengenal lagi jam kerja dan tanpa kenal lelah terus ‘dipress’ untuk menyiapkan seluruh dokumen anggaran yang diperlukan,” ungkap kandidat Doktor Ilmu Hukum Unsyiah ini.

Dari aspek regulasi, penyusunan RAPBA 2019 ini, menurut Pak Wira juga menganut prinsip “Taat Asas”, yaitu sesuai dengan aturan yang berlaku, jelas dan konsisten.

KUA-PPAS disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) 2019 sebagaimana tertuang dalam Pergub Aceh Nomor 77/2018 Tentang RKPA 2019.

RKPA ini disusun melalui beberapa pendekatan perencanaan, baik secara teknokratis, partisipatif, politis, top-down, bottom-up, dan proses musrenbang dari level terbawah sampai ke atas.

Adapun delapan prioritas RKPA 2019 yang secara keseluruhan disusun dengan fokus pada penurunan angka kemiskinan, layanan akses dan kualitas kesehatan, mengatasi kesenjangan wilayah, konekivitas dan pengembangan kawasan strategis, peningkatan ketahanan pangan dan energi, penguatan Syariat Islam dan kualitas pendidikan, industri kreatif, pariwisata, optimalisasi SDA, kebencanaan, reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian.

Memilih Caleg Yang Bersih Dari Korupsi

Pemilu Legislatif 2019 butuh kecerdasan rakyat dalam memilih wakilnya di lembaga legislatif baik di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/kota. Artinya rakyat harus benar benar memahami sepak terjang politisi/caleg yang di pilih. Terbukti bahwa selama lima tahun ini para politisi/dewan yang mewakili rakyat, tidak memberikan perhatian yang besar pada masyarakat, malah mereka banyak melakukan tindakan korupsi. Hal ini dapat dilihat kondisi masyarakat semakin termajinalkan, misal peluang kerja, daya beli dan kebutuhan semakin tinggi, pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran. Hal ini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat menengah ke bawah.

Isu-isu tersebut membuktikan politisi yang di pilih sebagai perwakilan rakyat tidak konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat yang pernah dijanjikan saat kampanye, alias janji palsu dan PHP.

Dengan berbagai sepak terjang politisi tersebut diatas, rakyat harus paham dan mengetahui siapa saja politisi/caleg yang koruptif. Harus ada lembaga indenpenden memberikan informasi yang jelas siapa politisi/caleg terlibat korupsi misal terdakwa, pernah di hukum, lagi proses hukum dan sebagainya.

Banyak partai politik mengajukan caleg2 yang ternyata ada tersangkut dengan korupsi. Artinya kalau caleg2 terlibat korupsi kembali terpilih, akan berdampak pada keberlanjutan pembangunan dan juga berdampak pada moralitas, dan tidak konsistennya dalam pemberantasan korupsi, akan memperburuk tingkat kepercayaan rakyat pada lembaga legislatif, malah akan semakin termarjinalkan rakyat (petani, buruh, nelayan, masyarakat miskin dan fakir).

Kalau ingin Aceh lebih baik dari sekarang pilihlah para caleg yang cerdas, jujur, berilmu, berakhlak dan tentunya punya visi keberlanjutan pembagunan aceh untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai, kelompok, keluarga dan etnis. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Usman. M. Si)

Serah Terima Mahasiswa KKN Universitas dan STMIK Abulyatama di Kecamatan Pekan Bada Aceh Besar

Serah terima mahasiswa KKN Universitas dan STMIK Abulyatama dilaksanakan di Aula Serbaguna Kecamatan Pekan Bada, di hadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (Usman, M. Si), Sekwilcam, Kapolsek, Pak Keucik, dan Supervisor KKN.

 

Pelaksanaan KKN dijadwalkan satu bulan penuh, dengan jumlah peserta 289 orang, ditempatkan di 11gampong dan Tiga Dayah yang ada di Kecamatan Pekan Bada.

Pada acara serah terima, Wakil Rektor Bidang Akademik (Usman, M. Si) berharap agar mahasiswa bisa bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Mahasiswa harus mampu memberikan mamfaat bagi masyarkat dengan melakukan berbagai kegiatan dan program sesuai dengan bidang keimuan masing-masing.

Dengan KKN diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mengembangkan program berbasis Teknologi Tepat Guna sesuai bidang ilmu. Sehingga bisa membantu masyarakat sesuai yang dibutuhkan dan bermamfaat. Lebih lanjut WAKIL Rektor Menjelaskan agar mahasiswa menjaga adat istiadat yang ada dalam gampong, dan berkelakuan yang baik, sehingga masyarakat senang dengan ada mahasiswa KKN.

Akreditasi Prodi Di Universitas Abulyatama

UNIVERSITAS Abulyatama kembali menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 untuk Program Studi

Program Studi Magister (Baru)

  • Magister Manajemen (S2)
  • Magister Ilmu Hukum (S2)

Program Studi Terakreditasi “B” :

  • Pendidikan Dokter (S1)
  • Profesi Dokter (Profesi)
  • Ilmu Hukum (S1)
  • Teknik Sipil (S1)
  • Pendidikan Biologi (S1)
  • Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
  • Pendidikan Matematika (S1)
  • Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (S1)
  • Pendidikan Jasmani, Kesehatan & Rekreasi (S1)
  • Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (S1)
  • Ekonomi Pembagunan (S1)
  • Ekonomi Manajemen (S1)
  • Ekonomi Akuntansi (S1)
  • Agribisnis (S1)
  • Agroteknologi (S1)
  • Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (S1)
  • Budidaya Perikanan (S1)
  • AKPER Abulyatamaa (DIII)

Program Studi Terakreditasi “C” :

  • Ilmu Keperawatan (S1)
  • Profesi Ners (Profesi)
  • Kebidanan (D4)
  • Kesehatan Masyarakat (S1)
  • Pendidikan Fisika (S1)
  • Teknik Mesin (S1)
  • Peternakan (S1)
  • Teknologi Hasil Perikanan (S1)
  • STMIK Abulyatama (S1)

Lulusan terbaik Universitas, Kedokteran Umum, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, STMIK, dan AKPER Abulyatama diterima bekerja di RS. Pertamedika Ummi Rosnati.

Call Center                 : 081318801131
Lensoni M.Kes          : 0852 9626 7390
Drs Saifuddin M.Pd : 0812 6909 9982

Biaya Pendidikan Universitas Abulyatama

1. Fakultas  Kedokteran

Program Studi Kedokteran Umum

  • Grade A           : Rp. 250.000.000.-
  • Grade B           : Rp. 275.000.000.-
  • Grade C           : Rp. 300.000.000.-
  • Profesi Dokter : Rp. 325.000.000.-
  • Konversi          : Rp. 10.000.000.-

Program Studi Ilmu Keperawatan             : Rp. 12.500.000.-
Mahasiswa Pindahan PSIK/Alih Jenjang : Rp. 15.000.000.-

Program Studi D-4 Kebidanan             : Rp. 10.000.000.-
Akper/D-III Keperawatan : Rp. 3.000.000.-

Program Studi Kesehatan Masyarakat : Rp. 1.500.000.-

NERS : Rp. 7.500.000.-

2. Fakultas Non Kesehatan

Sumbangan Wajib Fakultas Teknik, Pertanian, Perikanan,
Ekonomi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, STMIK : Rp. 750.000.-

Sumbangan Wajib Fakultas Hukum : Rp. 3.000.000.-

3. Biaya SPP

  • Fakultas Kedokteran Rp. 2.000.000,- x 12 bulan (biaya tersebut sudah termasuk praktikum yang tidak melibatkan pihak ketiga)
  • PSIK Rp. 600.000,- x 12 bulan (biaya belum termasuk praktikum, PBL, Wisuda dan Yudisium
  • D4 Kebidanan Rp. 500.000,- x 12 bulan (biaya belum termasuk praktikum, PBL, Wisuda dan Yudisium)
  • Akper, STMIK dan Fakultas lain Rp. 350.000,- x 12 bulan (biaya belum termasuk praktikum, PBL, wisuda dan yudisium)
  • Paket NERS Rp. 20.000.000,-
  • Kesehatan Masyarakat Rp. 400.000,-

4. SPP

SPP Dapat dibayar sekaligus per-semester atau dibayar dengan cicilan tiap bulannya. Pembayaran cicilan diharuskan tepat waktu, awal bulan dari tanggal 1 s/d 15, apabila lewat dari tanggal tersebut dikarenakan denda. denda keterlambatan pembayaran adalah sebagai berikut :

  • Fakultas Kedokteran : Rp. 100.000,-
  • Fakultas Lainnya       : Rp. 50.000,-

5. Informasi Tambahan

  • Bagi yang membayar SPP sekaligus 1 tahun (2 semester) pada awal semester ganjil diberikan discount sebesar 5 %
  • Lulusan sarjana S1 yang berprestasi dan bersedia mengabdi dilingkungan Universitas Abulyatama akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi program megister S2 dengan beasiswa dari yayasan Abulyatama
  • Perkuliahan diadakan pagi dan sore

PENGUMUMAN KKN TAHUN 2018

A. Syarat Peserta KKN

  1. Pendaftaran sebagai peserta KKN tahun 2018 tanggal 11 – 17 Juli 2018
  2. Pembahagian kelompok tanggal 19 Juli 2018
  3. Pengarahan pelaksanaan KKN tanggal 20 Juli 2018, di Aula Lantai 2, Jam 09.00 WIB sampai selesai.
  4. Survey lokasi KKN untuk penyusunan Program Kerja tanggal 21 – 26 Juli 2018
  5. Coatching KKN dan Diskusi kelompok tanggal 28 – 29 Juli 2018
  6. Penempatan/Penyerahan Mahasiswa KKN tanggal 1 Agustus 2018
  7. Masa KKN tanggal 1 Agustus s/d 1 September 2018
  8. Jumlah SKS yang harus dipenuhi adalah 108 SKS (termasuk yang semester Genab 2017/2018), dengan melampirkan KHS sementara dan KRS smt Genab yang telah disahkan dosen Wali, jika tidak on line  pada data based  Unaya, harus menyertakan surat rekomendasi izin melaksanakan matakuliah KKN oleh Dekan masing-masing.
  9. Mengisi formulir permohonan KKN (dapat diambil sama ibu Leni (tempat pendaftaran mahasiswa baru)
  10. Membayar uang KKN sebesar Rp. 600.000 (Enam Ratus Ribu Rupiah), melalui Ibu Dra. Alawiyah (tempat pembayaran SPP lantai 2)
  11. Lokasi KKN direncanakan di Kecamatan Peukan Bada dan Kec. LhokNga

B. Semua dokumen dimasukkan kedalam Map warnah Merah untuk kelas Reguler dan Map warna Kuning untuk kelas Khusus.

Lampoh Keude, 28 Juni 2018

Ketua Badan Pelaksana KKN

 

Dto

Ir. Firdaus, M.Si