Unaya Kerjasama Dengan UC Bestari Malaysia

Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh dan Universiti College Bestari (UCB) Malaysia, menjalin kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Penandatanganan naskah kerja sama (MoU) dua universitas yang sama-sama mengusung misi ‘peduli anak yatim’ ini, berlangsung di Gedung Rektorat Unaya, Jalan Blang Bintang Lama, Km 8,5, Lampoh Keude, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Rabu (14/3).

MoU diteken Rektor Unaya, R Agung Efriyo Hadi MSc PhD dan Wakil Rektor UCB, Prof Abdul Aziz bin Yusuf. Acara itu disaksikan Ketua Yayasan Abulyatama, Dr Muhammad Kadafi SH MH, para wakil rektor, dan jajarannya.

Rektor Unaya yang sambutannyamengatakan, Universitas Abulyatama saat ini sudah berusia 32 tahun. Menurutnya, Unaya baru saja meraih prestasi menggemberikan yaitu akreditasi B. Selain itu, menurutnya, lebih 50 persen dari 23 program studi di Unaya juga terakreditasi B, termasuk Fakultas Kedokteran.

“Di dunia perguruan tinggi, lanjut Agung, akreditasi menjadi hal yang sangat penting. Sebab, hal tersebut membuktikan bahwa sebuah kampus sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,” kata Agung.

Ketua Yayasan Abulyatama Aceh, Dr Muhammad Kadafi SH MH yang juga putra pendiri Yayasan Abulyatama H Rusli Bintang, menceritakan awal mula pendirian yayasan tersebut oleh ayahnya. Kadafi mengatakan, ayahnya menjadi anak yatim saat masih SMA. Sejak saat itu Rusli Bintang menjadi tulang punggung keluarga. Pagi hari bekerja sebagai buruh bangunan, dan malam menambang pasir untuk menghidupi tujuh saudara dan ibu tercinta.

Pengalaman hidupnya itulah yang membuat Rusli Bintang berniat mendirikan yayasan untuk membantu anak-anak yatim agar tidak merasakan apa yang ia rasakan. Hingga saat ini, Rusli Bintang sudah membangun empat kampus di Indonesia, yang memberikan beasiswa kepada anak-anak yatim. Selain itu, saat ini Yayasan Abulyatama juga menanggung biaya hidup 9.000 anak yatim di sembilan provinsi. Paling banyak di Aceh dan Lampung.

Sementara Wakil Rektor University College Bestari Malaysia, Prof Abdul Aziz juga memaparkan bagaimana mereka membiayai anak-anak yatim dan miskin agar bisa menempuh pendidikan tinggi. Abdul Aziz mengatakan pihaknya menilai bahwa anak-anak miskin dan yatim tidak akan bisa keluar dari kemiskinannya jika tidak menempuh pendidikan.

Dasar inilah yang membuat UCB mendidikan anak-anak miskin dan yatim. Bahkan di sana mereka bisa belajar (kuliah) dulu, dan bayar uang kuliah kemudian hari ketika mereka sudah punya pekerjaan.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi singkat antara kedua belah pihak, dan diakhiri dengan penandatanganan MoU.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *