POLITIK DALAM MENCAPAI KEMAKMURAN

Dalam teori politik klasik Aristoteles, politik adalah mencapai kebaikan dan kemakmuran bersama, ada banyak lagi berbagai pemikiran politik, dapat disimpulkan bahwa politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat berwujud pada proses perbuatan keputusan.

Dari pengertian diatas, seluruh masyarakat harus paham dan mengerti dengan politik. Karena politik menyentuh semua proses kehidupan masyarakat. Masyarakat diatur melalui hukum, ekonomi, tatanan sosial, dan segala bentuk proses dalam hidup masyarakat melalui politik.

Maka semestinya masyarakat paham, mengerti, dan mengetahui mamfaat dari politik, ketika masyarakat meninggalkannya akan berdampak besar bagi keberlanjutan kehidupannya dimasa akan datang. Masyarakat jangan menghindar dari politik, jangan menjastifikasi bahwa politik busuk, hitam, kotor, tidak kenal teman dan lawan, menfitnah, propoganda, adu domba dan sebagainya. Masyarakat harus keluar dari berbagai slogan diatas, kalau terus dihantui pemikiran tersebut akan berdampak pada masyarakat sendiri, terus ditindas dalam kekuasaan, tidak dihargai, terus dimanipulasi dengan berberbagai kepentingan, terus dibohongin dengan angin surga, padahal angin surga itu hanya angan-angan alias harapan palsu.

Rakyat harus membuang image yang negatif dalam pandangan politik tersebut, agar tidak apatis. Rakyat lah yang menentukan masa depan, maka masyarakat harus memahami politik sehingga nanti bisa menentukan pilihan-pilihan tepat dan cerdas, melahirkan kandidat-kandidat yang potensial sebagai keterwakilan dalam melahirkan keputusan politik yang memperjuangan hak-hak dan kepentingan rakyat. Sehingga tidak ada lagi keterwakilan yang koruptif. Sudah bisa di tinggalkan budaya politik ketergantungan pada para politisi, hanya dengan memberikan baju, uang, sarung, beras dan sebagainya kemudian di pilih. Setelah dipilih mereka tidak lagi berfikir untuk masyarakat, tapi bagaimana modal mereka bisa kembali, pada akhirnya lima tahun kedepan tidak berubah dan tidak terbedayakan. Pilihlah orang yang cerdas, cerdik, konsisten pada janji, dan berkualitas.

Mari semua komponen kelompok masyarakat, partai politik dan negara berpartisipasi memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, agar masyarakat cerdas dan memahami agar lima tahun kedepan tidak tergilas pada keputusan-keputusan politik tidak berpihak dengannya.

Konflik politik anggaran pada hari ini legislatif dan eksekutif, dua lembaga kekuasaan yang notabennya dipilih oleh rakyat gagal mensepakati anggaran, kemudian ditempuh dengan cara lain, yaitu mempergupkan APBA. Secara hukum memang legalkan, tapi secara politik masyarakat dirugikan, sebagian anggaran tidak bisa digunakan alias kembali ke kas negara. (Usman Lamreung)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *