Dekan Fakultas Hukum Abulyatama Wiratmadinata, SH,MH mengatakan, semua aktifitas pembangunan yang dilakukan selalu memiliki potensi konflik, sehingga perlu ada sinergi dalam pencegahannya.

“Makanya untuk menguatkan sinergi, pembangunan non fisik harus menjadi prioritas. Pembangunan non fisik atau mental seperti yang terdapat dalam lagu Indonesia Raya, Sehat Jiwa dan Sehat raga. Jiwa menjadi prioritas,” kata Wira saat menjadi narasumber Kegiatan “Sosialisasi Regulasi Penagnanan Konflik Sosial” untuk seluruh Kesbangpol Kabupaten/Kota di Auditorium Bungalow The Point Resort, Kota Sabang, Senin 16 Oktober 2017.

Untuk itu, kata Wiratmadina yang juga pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Aceh, perlu ada managemen dalam pencegahan konflik sosial dan Undang-undang Penanganannya yang menjadi alat pedomannya.

“Di Aceh secara khusus potensi konflik sosial sangat besar, seperti dalam pemindahan rumah desa, masalah tapal batas, pemekaran kabupaten, kecamatan dan lain-lain, ada potensi konflik. Perlu ada sinergi semua pihak untuk penyelesaiannya, karena secara umum seluruh potensi konflik kerangkannya untuk kewaspadaan nasional menuju ketahanan nasional” Demikian Wira.

Hadir pada acara itu Wakil Walikota Sabang Drs. Suradji Junus, Kepala Kesbangpol Aceh yang diwakili Drs Halim Perdana Kesuma, para Muspika, dan perwakilan Kesbangpol 23 Kabupaten Kota di Aceh