Noor Tagouri, Muslim AS berjilbab pertama tampil di Playboy

WARTAWAN Muslim Amerika Serikat, Noor Tagouri, yang tampil sebagai perempuan berjilbab pertama di majalah Playboy edisi terbaru mengatakan kepada BBC Indonesia ia “sembahyang” sebelum mengambil keputusan tampil di majalah itu untuk “menyampaikan pesan kepada audiens baru” tentang perempuan Muslim.

Noor tampil dalam edisi Renegades bulan Oktober dengan mengenakan jaket kulit, celana jeans dan sepatu olahraga.

Perempuan yang bekerja di jaringan video berita Amerika, Newsy, itu mengatakan tujuannya antara lain menentang anggapan bahwa perempuan Muslim bersikap “selalu menerima” atau “tertekan” karena memakai jilbab.

“Playboy mengontak saya untuk wawancara dengan cara yang sama seperti jaringan OWN, Washington Post dan Marie Claire. Bukan saya yang memilih media untuk mewawancara,” tulis Noor kepada BBC Indonesia.

“Setelah sembayang, melakukan riset dan berdiskusi dengan keluarga saya, saya yakin bahwa khalayak baru perlu untuk mendengar pesan (dari perempuan Muslim) sebanyak yang mereka dapat dari yang lain,” tambah Noor.

Kecaman di media sosial

noor tagouri

Tampilnya Noor di Majalah Playboy ini banyak dikecam di akun Instagramnya sendiri, dan juga melalui Facebook BBC Indonesia.

Akun atas nama Bima X Garuda misalnya menulis, “Tidak ada apresiasi untuk orang seperti ini, sudah jelas salah tempat, menimbulkan fitnah bukan seni!” sementara Masaiu Alisa menulis, “Tanda-tanda kiamat terlihat jelas, muncul orang-orang yang terlihat Islam, tapi sebenarnya tidak Islami. Tuh lihat aja posenya.”

Akun lain, Mukhsin Thamrinn mengatakan, “Ini apanya yang harus di apresiasi? Lu muncul dengan jilbab lu di majalah dewasa bakal menimbulkan paradigma baru dari sudut pandang berbeda dari orang lain yang tak pernah membayangkan,” dan Yogie Aminudin yang menulis, “Kasian ini cewek diperdaya setan.”

noor tagouri

Namun Berthania Matulessy -juga melalui Facebook BBC Indonesia- menulis, “Terasa aneh untuk seorang wanita berhijab tampil jadi cover majalah dewasa tetapi ini juga jadi pembuktian bahwa wanita berjilbab bisa merubah pandangan negatif menjadi seni yang berbeda.”

Apa tanggapan Noor Tagouri sendiri terkait sejumlah kritikan ini?

“Saya rasa banyak orang tidak tahu fakta bahwa Playboy tidak lagi menerbitkan gambar-gambar telanjang dan banyak bahkan yang tidak membaca wawancara itu sendiri. Saya menyampaikan pesan yang sama seperti di tempat lain.”

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada khalayak baru yang bila tidak saya lakukan tidak akan pernah mendengar cerita tentang perempuan Muslim Amerika. Ini platform baru yang bagus, dan saya senang dengan gagasan dalam seri Renegades ini.”

“Saya juga membicarakan upaya memerangi pandangan yang mengangkat wanita sebagai objek dan kembali mengambil kekuatan… dan salah satu langkahnya dengan publikasi ini,” tegas Noor.

Perempuan Amerika keturunan Arab berusia 22 tahun ini mengatakan tujuan lainnya adalah menjadi presenter berita pertama yang mengenakan jilbab di stasiun TV komersial Amerika.

Sumber : www.bbc.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *