Mahasiswa KKN Kelompok 17 Membuat Teknologi Penanaman Berbasis Hidroponik

BANDA ACEH, (25/08/2016)

Mahasiswa KKN Universitas Abulyatama (UNAYA) Kelompok 17 Gampong (desa) Emperum, Kecamatan Jaya Baru, menggelar penyuluhan menanam melalui penerapan teknologi hidroponik, Kamis kemarin. Penyuluhan yang berlangsung di Balai Serbaguna Gampong Emperum tersebut menghadirkan masyarakat Gampong  yang tergabung dalam anggota PKK. Kegiatan yang bertemakan “Inovasi Teknologi Penanaman Berbasis Hidroponik” ini merupakan bagian dari program kerja kelompok 17 dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat.

Hidroponik merupakan salah satu teknik menanam dengan media selain menggunakan tanah sebagai hal yang utama. Teknik yang dipilih ini adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian dan peternakan seperti kotoran sapi, sekam padi, dan EM4 yang telah difermentasikan. Ketiga bahan tersebut dianggap lebih efisien dibandingkan dengan media air yang lazim digunakan. Mengingat ketiganya lebih mudah didapat dan mudah pula dalam perawatannya, sehingga dinilai akan cocok jika diterapkan di daerah yang memiliki lahan yang sempit.

IMG_20160831_100635_HDR IMG_20160831_100630_HDR  IMG_20160831_100431_HDR IMG_20160831_100403_HDR

IMG_20160831_100549_HDR                        IMG_20160831_100158_HDR

tanaman sawi, seledri dan selada yang ditanam menggunakan metode hidroponik dengan memanfaatkan media pipa paralon.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN kelompok 17 UNAYA ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat yang hadir, mengingat kualitas tanaman yang bagus karena tidak menggunakan media yang sulit didapat. Mereka tampak antusias saat dikenalkan dengan alat dan bahan yang akan digunakan. ”Harapan kami Semoga kegiatan ini akan terus berkelanjutan,” pinta Muhammad Habibi   dan Zul Kifli mahasiswa Fakultas Pertanian prodi Agribisnis.

Keinginan tersebut direspon positif oleh Ketua Kelompok 17 yaitu Saipul, Mahasiswa Fakultas FKIP UNAYA. Ia mengatakan “ Akan terus mengoptimalkan waktu KKN yang sebulan ini untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat Gampong melalui kegiatan yang berkelanjutan tentang penanaman menggunakan metode hidroponik tersebut. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh sebagian besar masyarakat setempat.

Bagi Habibi selaku pemateri kegiatan, “ Cara itu merupakan langkah awal dalam merubah mindset  (pola pikir) masyarakat bahwa budidaya tanaman bukan hanya dapat dilakukan di tanah yang lapang melainkan ada cara lain seperti teknologi hidroponik ini yang hanya memerlukan media sederhana.

“ Tujuan dari kegiatan teknologi hidroponik yaitu agar masyarakat dapat termotivasi untuk membudidayakan tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan yang sempit di tempat tinggal masing-masing dan hasilnya pun dapat dinikmati sendiri sehingga sedikit menghemat pengeluaran kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran. Apalagi kalau bisa dibudidayakan dalam jumlah yang banyak dan bisa dijadikan sentra sayur-sayuran maka nilai ekonomisnya akan menjanjikan ”. Ucap Zul Kifli menambah.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *