Goa Jepang, Tempat Wisata Teramai di Kota Lhokseumawe

Bagi Anda yang mudik ke Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe dan sekitarnya jangan lewatkan lokasi wisata di kota bekas Petro Dollar itu. Banyak lokasi wisata menarik alami dan buatan yang siap memanjakan tamu dari mana saja.

Sebut saja, kawasan Pantai Ujong Blang di tepi Selat Malaka. Garis pantai yang membentang dalam tiga desa ini tak sepi lalu lalang penikmat wisata bahari. Selain menikmati panorama alam di sisi PT Arun tersebut, dapat menjumpai geliat para nelayan tradisional menarik pukat.

Kemudian tak jauh dari pesisir pantai tua itu, Kota Lhokseumawe mengahadirkan sebuah objek wisata buatan. Sebuah waduk besar pencegah banjir dengan luas 60 hektar dibentuk di Teluk Pusong. Lokasi ini sangat tepat untuk menyaksikan sunset dan menikmati sejuknya malam.

Keluar dari pusat kota, menuju ke arah barat sekitar 10 km, kita temukan di sisi jalan situs sejarah makam Nian Nio Lian Khie dari negeri Cina yang dikenal dengan Putroe Neng di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu.

Kemudian, sekitar lima kilometer ke baratnya lagi kita dihadapkan dengan wisata bahari yang cukup menyeramkan saat konflik dulu, di mana tempat ini dijadikan pengasingan pejuang GAM. Namun kini, kekuatan panorama alam dengan Pulau Simadu di tengahnya seakan merusak memori kita untuk mengingat apa yang terjadi 15 tahun silam.

Nah, selain beberapa objek wisata alam yang tak mungkin dikupas habis dan pusat-pusat kuliner lainnya sudah menunggu tiap wisatawan, baru-baru ini Kota Lhokseumawe dibuat ‘gila’ oleh sebuah pamandangan baru di lereng bukit. Rasanya, bila warga Lhokseumawe belum menikmati indahnya lokasi itu, belum lengkap keindahan matanya.

Secara keseluruhan, bukit ini dinamakan Bukit Goa Jepang. Di dalamnya terdapat Taman Ngieng Jioh (Taman Melihat Jauh). Karena dari taman ini, pengunjung dapat melihat dari kejauhan sekitar tujuh km pusat Kota Lhokseumawe termasuk keindahan pabrik PT Arun dan pelabuhannya dari jarak dekat.

Menghadap ke Utara, akan terlihat birunya Selat Malaka yang membentengi pabrik Arun, sebelah Selatan keindahan perbukitan dengan pepohonan rimbun. Sebelah Timur membentang jelas gedung-gedung di pusat Kota Lhokseumawe. Sementara menghadap ke Barat akan nampak bagian lain PT Arun dan perusahaan pupuk PT. PIM.

Pada siang hari, air laut yang membiru dengan awan sebagai dokarasinya serta pohon-pohon hijau membentang dari semua sisi, membuat mata kita tak ingin berkedip. Sebuah karunia Tuhan yang patuh dilestarikan secara kontinyue.

Bukit Goa Jepang yang sarat dengan sejarah penjajahan Jepang ini, letaknya di sisi jalan negara di Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu. Ketinggian di atas permukaan laut (dpl) diperkirakan mencapai 100 meter.

Keramaian Bukit Goa Jepang saat ini menjadi saingan utama bagi Waduk keliling di Pusong pada sore hari. Karena di sini juga dilengkapi pemandangan sunset pada sore hari yang nampak begitu mempesona di kaki langit sebelah barat. Keindahan inilah yang membuat kalangan remaja ‘mabuk’ dengan Bukit Goa Jepang.

Pengunjungnya untuk saat ini kata petugas di sana, tak hanya dari Kota Lhokseumawe juga. Warga Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Banda Aceh, sudah mengunjungi secara khusus.

Menurut petugas lagi, di kawasan bukit ini memiliki beberapa goa peninggalan penjajahan Jepang yang belum dijamah, keasliannya masih terjamin. Dia berharap, pemerintah terus membenah lokasi ini sehingga benar-benar menjadi tujuan utama wisata di Kota Lhokseuamawe.

Sumber ; Goaceh.com

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *