Taman Ratu Safiatuddin, Taman Mini Ala Aceh

Bila anda datang ke Banda Aceh, pasti anda akan melihat sebuah taman yang di dalamnya terdapat berbagai bangunan rumah adat dari berbagai etnik yang ada di Aceh. Taman itu berada persis di sisi kanan kantor gubenuran Aceh atau di sisi kiri jalan T. Nyak Arif menuju ke kampus Darusalam. Taman itu dibangun saat akhir-akhir pemerintahan Gubernur Abdullah Puteh berkuasa. Saat itu Aceh masa belum damai seperti sekarang ini masih dalam keadaan berkonflik antara GAM dan pemerintah RI. Taman itu diresmikan oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri bersamaan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh yang ke IV. Kemudian setelah Aceh Damai, di Taman itu juga diadakan kembali Pekan kebudayaan Aceh ke V serta perhelatan seni lainnya.

Pamor Taman Ratu Safiatuddin mungkin masih kalah dengan destinasi wisata lainnya, namun potensinya tidak bisa diabaikan. Taman ini kerap menjadi venue acara-acara maupun festival yang seru untuk dikunjungi. Sebelum mengenal lebih jauh, ada baiknya mengetahui siapa itu Ratu Safiatuddin yang diabadikan menjadi nama taman tersebut. Ratu Safiatuddin adalah salah satu Ratu yang sangat termasyhur dan disegani dari Kerajaan Aceh.

Ratu Safiatuddin merupakan istri dari Sultan Iskandar Tsani yang memerintah Kerajaan Aceh di awal abad ke 16. Setelah Sultan Iskandar Tsani wafat di tahun 1641, kerajaan bingung mencari penggantinya. Salah satu pilihan penggantinya adalah istrinya sendiri, yaitu Ratu Safiatuddin.

Namun terjadi pertentangan di kalangan ulama yang tidak menyetujui perempuan menjadi pemimpin. Akhirnya oleh Nuruddin Ar Raniri, seorang ulama besar dari Aceh berhasil menengahi pertentangan tersebut. Ratu Safiatuddin akhirnya naik tahta dengan gelar Paduka Sri Sultana Ratu Safiatuddin Tajul Alam Shah Johan Berdaulat Zillu’ilahi Fi’l Alam.

Sultana Safiatuddin memerintah selama 35 tahun, dan turut berperang dalam Perang Malaka di tahun 1639. Atas jasanya, Taman Ratu Safiatuddin ini didedikasikan untuk beliau. Taman ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Abdullah Puteh dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Taman Ratu Safiatuddin punya 23 anjungan rumah adat dari berbagai daerah di Aceh, termasuk rumah adat dari Kabupaten Bener Meriah, Subulussalam, Aceh Jaya dan Nagan Raya. Rumah adat ini mempunyai ciri khas yaitu bangunan berupa rumah panggung, bermaterial kayu, dan tidak memakai paku.

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] darurat militer maupun sipil dengan alasan status tersebut menambah penderitaan rakyat. –membangun Taman Ratu Safiatuddin di Banda Aceh –menyelenggarakan kembali Pekan Kebudayaan Aceh pada 2004 setelah vakum sejak 1988 […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *