Daerah Aceh yang terletak di bagian paling barat gugusan kepulauan nusantara, menduduki posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan yang menghubungkan timur dan barat sejak berabad-abad lampau. Aceh sering disebut-sebut sebagai tempat persinggahan para pedagang Cina, Eropa, India dan Arab, sehingga menjadikan daerah Aceh pertama masuknya budaya dan agama di Nusantara. Pada abad ke-7 para pedagang India memperkenalkan agama Hindu dan Budha. Namun peran Aceh menonjol sejalan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di daerah ini, yang diperkenalkan oleh pedagang Gujarat dari jajaran Arab menjelang abad ke-9.

Menurut catatan sejarah, Aceh adalah tempat pertama masuknya agama Islam di Indonesia dan sebagai tempat timbulnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Peureulak dan Pasai. Kerajaan yang dibangun oleh Sultan Ali Mughayatsyah dengan ibukotanya di Bandar Aceh Darussalam (Banda Aceh sekarang) lambat laun bertambah luas wilayahnya yang meliputi sebagaian besar pantai Barat dan Timur Sumatra hingga ke Semenanjung Malaka. Kehadiran daerah ini semakin bertambah kokoh dengan terbentuknya Kesultanan Aceh yang mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di daerah itu. Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada permulaan abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, sehingga daerah ini mendapat julukan “Seuramo Mekkah” (Serambi Mekkah).

ORBITRASI DAN GEOGRAFIS ACEH

Nama Daerah Provinsi Aceh
StatusOtonomi Khusus
Letak01o 58′ 37,2″ – 06o 04′ 33,6″ LU 94o 57′ 57,6″ – 98o 17′ 13,2″ BT
Luas Wilayah56 770,81 km 2
Ketinggian Rata-Rata125 MDPL

BATAS WILAYAH

Sebelah UtaraSelat Malaka
Sebelah SelatanPropinsi Sumatera Utara
SebelahTimurSelat Malaka
Sebelah BaratSamudera Indonesia
Cakupan Wilayah119 Pulau, 35 Gunung, 73 Sungai Utama
Kabupaten/Kota18 Kabupaten/5 Kota
Kecamatan289
Mukim/Mukim778
Gampong6493