THR Di Berlakukan Sebagai Bonus Kinerja, Bolehkah?

SETIAP menjelang hari raya keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Natal para pekerja di Indonesia mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan adanya tunjangan itu tentunya para pekerja bisa memanjakan keluarganya dengan pakaian baru, hidangan lezat dan hal lainnya.

Namun, jika anda seorang pekerja yang produktivitasnya tinggi atau anda seorang karyawan berprestasi, tentu anda akan mendapatkan perhatian lebih dan disenangi oleh si Bos. Bentuk apresiasinya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah dengan memberikan bonus.

Lalu, bagaimana jika THR diberlakukan sebagai bonus kinerja?

Sebagai contoh soal, pada akhir tahun perusahaan mengumumkan akan membagikan bonus dari keuntungan perusahan sebanyak 3 kali kepada karyawannya, si A. Namun karena si A sudah mendapatkan THR maka bonus kinerja hanya diberikan dua kali saja, sedangkan bonus 1 kali  sudah di gabungkan dengan THR yang diterima sebelumnya.

Sebagai seorang karyawan tentu kita harus paham apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kita, salah satunya adalah bentuk-bentuk pendapatan yang berhak kita peroleh selama kita bekerja di perusahaan tersebut begitu juga dengan tata cara memperolehnya.

Sebelum kita bahas lebih jauh, mari kita lihat dulu pengertian THR dan Bonus berikut ini sebagaimana dikutip dari situs hukumonline.com. Jumat, 27 November 2015.

THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lainnya. THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepadapara pekerja/buruh paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan.

Sedangan Bonus adalah pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi normal yang telah ditentukan perusahaan. Besar perolehannya pun diatur berdasarkan perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.

Kesamaan antara THR dan bonus adalah keduanya merupakan pendapatan non upah. Hal ini didasarkan pada Pasal 6 Peraturan Pemerintah RI nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan (PP Pengupahan) dimana ayat (1) berbunyi : Pendapatan non upah sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (2) huruf b berupa tunjangan hari raya keagamaan. Selanjutnya, ayat (2) dari pasal 6 tersebut berbunyi : selain tunjangan hari raya keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pengusaha dapat memberikan pendapatan non Upah berupa;

  1. Bonus
  2. Uang pengganti fasilitas kerja; dan/atau
  3. Uang servis pada usaha tertentu.

Meski pun keduanya sama-sama pendapatan non upah, tetapi jika kita baca isi dari ayat (2) Pasal 6 PP Pengupahan yang menyatakan bahwa disamping THR, pengusaha dapat memberikan bonus, maka pernyataan ini tegas mengatakan bahwa THR dan Bonus adalah dua hal yang berbeda.

Nah, menjawab pertanyaan bagaimana jika THR diberlakukan sebagai bonus kinerja, berdasarkan penjelasan diatas jawabannya adalah bahwa THR tidak bisa diberlakukan sebagai bonus kinerja, begitu juga sebaliknya. Hal ini karena keduanya adalah pendapatan non upah yang berbeda.

Jadi para pengusaha dalam membayar THR dapat melakukannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa mengaitkan dengan bonus kinerja dari karyawan tersebut. Sebaliknya, jika seorang pekerja menghasilkan hasil kerja melebihi produksi normal perusahaan maka dapat dilakukan berdasarkan perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sama berdasarkan keuntungan perusahan.

Berikut Dasar hukumnya :

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1994 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.
  3. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *