Hari Guru Nasional, Mantan Wapresma Unaya Dirikan Lembaga Peduli Moral

MENJADI seorang pengajar tidak hanya terbatas di sekolah, kampus atau menjadi Teungku (ustad) dibalai-balai pengajian. Lebih jauh, menjadi seorang guru juga bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas positif untuk sesama dan objeknya pun tidak terbatas pada anak-anak sekolahan. Namun, anak-anak pada umumnya juga bisa.

Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Reza S Pd. Lelaki kelahiran Kemuning, Pereulak, Aceh Timur 23 Tahun silam ini. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan PPKn Universitas Abulyatama, tahun 2014 silam. Ia yang memiliki naluri aktivisnya tidak terhenti seiring selesainya pendidikan dikampus. Ia bersama beberapa pemuda lainnya mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Moral Care Community (IMCC) sebagai bentuk keprihatinannya terhadap semakin merosotnya moral anak bangsa.

Lembaga yang di prakarsai oleh beberapa anak muda ini telah eksis sejak satu tahun belakangan ini .”Namun saat itu masih sebatas sharing informasi saja,” kata Reza kepada abulyatama.ac.id di Banda Aceh, Rabu, 26 November 2015.

Lembaga ini bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa krisis moral harus menjadi perhatian serius setiap masyarakat.”Jadi lembaga ini untuk mengawasi, memberi dan mengayomi generasi-generasi bangsa untuk menjadi insan yang bermoral,” kata Reza yang juga Direktur IMCC.

Ia juga menjelaskan saat ini upaya-upaya untuk menggerus moral anak-anak muda dilakukan dengan cara sangat sistematis, mulai dari game-game, media massa bahkan tidak hanya terbatas diperkotaan saja dipedesaan pun juga sudah sangat mengkhawatirkan.”Generasi muda sudah terjebak kedalam sikap amoral,” kata Reza mantan Wakil Presiden Mahasiswa Unaya Periode Tahun 2012-2013.

Ia berharap agar orang tua juga pemerintah untuk lebih berperan dalam mengawasi setiap perilaku anak baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat lebih luas.

Mungkin, apa yang dilakukan oleh Reza dan kawan-kawan tidak berdampak banyak untuk mengawasi degradasi moral anak-anak bangsa. Namun, langkah mereka patut di contoh dan ditiru.

Dengan segala keterbatasannya, mereka berusaha menjadi sosok guru bagi anak-anak bangsa, khususnya untuk pendidikan moral. Karena menjadi “Umar Bakri’’ tidak perlu menyandang status sebagai guru atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang paling penting adalah usaha dan siapa melakukan apa serta bagaimana. Selamat Hari Guru Nasional.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *