Potret Mahasiswa Faperi Tebar Magrove di Ujung Pancu

EFEK dari tsunami yang mengakibatkan abrasi pantai di sepanjang pesisir Ujung Pancu, Kabupaten Aceh Besar  telah mengakibatkan tangkis laut rusak. Dampak dari rusaknya tangkis laut itu menyebabkan pesisir tergerus, banyak tanaman mangrove yang mati, daerah pesisir laut menjadi gersang, serta merusak aneka jenis tanaman lainnya.

Itulah sebabnya, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama bergerak melaksanakan kegiatan penghijauan magrove di pesisir pantai ujung pancu.

“Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut. Terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat air laut pasang dan bebas dari genangan pada saat air laut surut yang komunitas tumbuhannya adaptif terhadap garam,” ujar Lina Mutiara Sinaga salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Lina juga menjelaskan hutan mangrove memberikan perlindungan kepada berbagai organisme baik hewan darat maupun hewan air untuk hidup dan berkembang biak.

Ia juga melanjutkan hutan mangrove dipenuhi pula oleh kehidupan lain seperti mamalia, amfibi, reptil, burung, kepiting, ikan, primata, serangga dan sebagainya. Selain menyediakan keanekaragaman hayati (biodiversity), ekosistem mangrove juga sebagai plasma nutfah (geneticpool) dan menunjang keseluruhan sistem kehidupan di sekitarnya.

“Pemerintah bersama masyarakat seharusnya mempunyai komitmen yang kuat untuk melakukan penghijauan hutan mangrove dan upaya pelestariannya di sekitar pantai yang terkena ancaman abrasi,” kata Lina.

1604578_10204676442766765_8385776429751504153_n

10930862_10204676444566810_3835968738577525537_n

10827993_10204676441126724_3036095864844149949_o

6806_10204676440246702_9146215674367480758_n

10458331_10204676562249752_7399090283440477097_n

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.