Menteri Kemenwir Pema Jadi Bagian Tim Rancangan SDA Aceh Tamiang dan Langsa

WAJAH bahagia nampak jelas terlihat pada mahasiswa Universitas Abulyatama ini. Bernama lengkap Muhammad Iqbal lahir di Langsa 1 Agustus 1993, ia punya kepribadian yang ramah dan sopan. Di bidang akademik ia tergolong mahasiswa yang pintar, ia juga terlibat di berbagai organisasi kampus.

Iqbal begitu sapaanya, pernah menjadi Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi periode 2013-2014,  tahun ini ia tercatat tengah menjabat sebagai Menteri Kewirausahaan Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Abulyatama periode 2015-2016.

Di bulan ini, ia juga dipercaya untuk terlibat di bagian tim penyusunan rancangan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa. “Alhamdulillah diberi kepercayaan dan jadi bagian di tim ini, semoga ini sebagai ajang saya untuk bisa belajar,” katanya.

“Ini pengalaman baru dan menjadi yang pertama kali bagi saya, senang juga bisa bergabung,” ujarnya sambil tersenyum.

Iqbal juga bercerita, kriteria pemilihan sampel lokasi untuk penyusunan rancangan pengelolaan sumber daya air, adalah jumlah penduduk dan kriteria bentuk wilayah kelerengan atau ketinggian, maka dari itu lokasinya dipilih Aceh Tamiang dan Langsa, karena dua daerah tersebut punya kriteria yang cocok.

Mengapa Langsa? “Karena relatif memerlukan untuk kebutuhan MCK lebih besar dari daerah lain, kemudian daerah Birem Bayeun mewakili daerah pertengahan Daerah Aliran Sungai (DAS), Manyak Payed mewakili daerah bakau (pesisir),” ujarnya.

Kemudian ia melanjutkan mengapa juga dipilih Aceh Tamiang. “Di kecamatan Bandar Pustaka mewakili daerah hulu, Tenggulun mewakili daerah hulu, Simpang Jernih mewakili daerah hulu,” katanya. []

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *