Potret Kuliah Pelatihan Pembelajaran Berbasis Edmodo Bersama Rina Mirdayanti

Program pelatihan pembelajaran berbasis Edmodo merupakan metode pembelajaran yang aman bagi mahasiswa yang berbasis sosial media atau berbasis online. Dimana sistem ini memudahkan interaksi mahasiswa dan dosen.

Rina Mirdayanti selaku dosen Fisika menyampaikan, dalam pelatihannya mengenai sistem Edmodo  di laboratorium komputer Universitas Abulyatama, Kamis (3/11/2016).

” Pelatihan dibuat dengan tujuan memudahkan mahasiswa secara online, sistem Edmodo, sistem yang pembelajaran secara virtual, tidak nyata, atau dengan kata lain dunia maya. Pelatihan Edmodo ini bersifat khusus karena terkait dengan pembelajaran saya “. Ucap Rina

Sebagai dosen, Rina mengatakan bahwa “ Internet merupakan salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan untuk pengembangan metode belajar dan perkuliahan dimana Edmodo adalah sebuah sistem yang memudahkan interaksi antara mahasiswa dan dosen, walaupun tatap muka tetap dilakukan, saya menggunakan edmodo ini untuk membiasakan mahasiswa menggunakan teknologi dan melek dengan perkembangan zaman. untuk memberikan informasi lebih cepat kepada mahasiswa dengan sistem edmodo ini. Dan terbukti khususnya mahasiswa saya yang ikut pelatihan sudah bisa menggunakannya “.

” Harapan saya, kita bisa menjadikan edmodo ini sebagai sebuah media pembelajaran, tatap muka tetap dilakukan karena bagaimanapun pembentukan karakter tidak bisa dibentuk dari dunia maya “. tutup Rina sambil tersenyum saat diwawancarai.

Berikut potret kuliah pelatihan pembelajaran berbasis Edmodo :

14890476_991272574318237_6763985181046560870_o 14917085_991272844318210_3093724113751505531_o 14939348_991272580984903_3044974657956865642_o 14939958_991272577651570_8234436916237054834_o

dr. Caisar Dewi Maulina : Persiapan Yang Perlu di Lakukan Sebelum Mengikuti UKMPPD

dr Caisar Dewi Maulina yang sering disapa Moli ini adalah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama angkatan 2010. Moli tercatat sebagai salah satu mahasiswa yang lulus UKMPPD ( Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter ) “oneshoot” pada bulan Agustus 2016. Ia juga merupakan salah satu mahasiswa yang aktif di bidang Akademik maupun Non-Akademik.

UKMPPD adalah Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (ujian kompetensi yang akan dilalui oleh semua calon dokter yang ingin mendapatkan gelar dokter (dr.).

Tujuan dari UKMPPD yaitu untuk menjamin mutu lulusan program pendidikan dokter sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sebagaimana amanat UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan UU RI Nomor 20 tentang Pendidikan Kedokteran.

Uji kompetensi yang diujikan berupa CBT dan OSCE (12 stase jika salah satu diantaranya tidak lolos, maka mengulang pada ujian yang tidak lolos tersebut).

Berikut beberapa tips yang dilakukan dr Caisar Dewi Maulina sebelum mengikuti UKMPPD :

  • Dari sebelum mengikuti ujian prepare kan diri dengan baik.
  • Baca soal – soal kedokteran.
  • Lakukan bimbingan diri dan lebih tekankan teori.
  • Selanjutnya lakukan bimbingan reguler, dalam bimbingan ini kita lebih membahas soal – soal.
  • Persiapkan mental dengan baik.
  • Doa

“ Intinya, gak semua yang kita dapatkan di coass dan dikampus itu lengkap, jadi kita memang sangat perlu mengikuti lagi bimbingan tambahan diluar kampus “. Kata dr Caisar Dewi Maulina.

Ia juga berharap agar kedepannya Fakultas Kedokteran Abulyatama dapat memfasilitasi lebih lagi dalam persiapan UKMPPD, sehingga angka kelulusan setiap tahunnya bisa meningkat.

 

 

Dengan Bangga, Perkenalkan Dua Mahasiswa/i Unaya Ini Sukses Raih Emas PON XIX/2016 Untuk Aceh


DENGAN bangga, perkenalkan Dua Lifter (Angkat Besi) yang merupakan Mahasiswa/i Universitas Abulyatama Ini sukses meraih Emas PON XIX/2016 di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kedua atlet angkat besi tersebut adalah Lifter Putri Nurul Akmal ia sukses mendulang medali emas pada kelas +75 Kg dengan total angkatan 233 kg pada hari Jumat (23/9) dan lifter putra Surahmat unggul dari lawan-lawannya di kelas 56 kg dengan total angkatan 255 kg pada hari Selasa (20/9).

Nurul Akmal merupakan Mahasiswi semester 7 Program Studi FKIP Penjaskesrek Universitas Abulyatama ini tidak hanya sukses mendulang medali emas bagi Aceh tetapi juga memacahkan rekor nasional (Rakornas) di clean and jerk.

Mahasiswi Unaya kelahiran 12 Februari 1994 ini juga menjadi inong aceh satu-satunya peraih medali emas sepanjang sejarah keikutsertaan aceh di ajang event empat tahunan PON Jabar 2016.

Sementara Lifter Putra Surahmat juga berstatus mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unaya angkatan 2011 sukses mempersebahkan medali emas pertama untuk Kontingen Aceh. Surahmat menyisihkan lifter Kalimantan Timur, I Komang Agus W yang harus puas meraih perak. Sedangkan Harjianto dari Lampung yang mendapatkan perunggu.

Angkatan snatch terbaik Surahmat mencapai 115 kg, sementara untuk clean and jerk dia mampu mengangkat beban hingga 140 kg. Surahmat menang di kelas 56 kg putra.

KBM Faperta Unaya “Field Trip” Tiga Tempat Di Aceh Besar

KELUARGA Besar Mahasiswa Fakultas Pertanian (KBM Faperta) Universitas Abulyatama melakukan “Field Trip” dengan bus Abulyatama di tiga tempat di kawasan Kabupaten Aceh Besar, tiga tempat itu diantaranya adalah Kebun Kurma, Wisata Ie Su’um, dan Desa Binaan Kelompok Wanita Tani.

Acara yang mengangkat tema “mempererat silaturahmi dan keakraban mahasiswa, dosen, dan Akademik dilingkungan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama”. KBM Faperta sendiri merupakan wadah silaturahmi BEM, DPM, Himpunan, dan seluruh mahasiswa di Fakultas Pertanian Unaya.

Icha Tridayana selaku Ketua BEM Fakultas Pertanian menyampaikan tujuan acara ini diselenggarakan adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar leting dan civitas akademik Fakultas Pertanian.

“Moment ini juga karena menyambut kedatangan Mahasiswa/i Baru Fakultas Pertanian, sehingga saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan yang bersifat menambah wawasan dan mempererat silaturahmi,” Ujar Icha Tridayana selaku Ketua BEM Faperta Unaya.

Disamping itu Khadir SP pembina desa binaan KWT yang juga dosen Faperta Unaya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa/i pertanian Unaya. “nantinya juga mahasiswa/i baru akan belajar didesa binaan yang saya kelola,” ujar Khaidir.

Acara Field trip tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Unaya, Dekan Faperta, Ketua Prodi Agroteknologi, Ketua Prodi Agribisnis, Dosen Faperta, dan seluruh mahasiswa/i Faperta Unaya.

Unaya Tuan Rumah Rakorwil IMEPI Sumbagut

UNIVERSITAS Abulyatama sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia (IMEPI) Sumatera bagian utara, bertempat di aula lantai 2 gedung utama, 4 delegasi dari Universitas se sumbagut berdatangan ke kampus hijau, Kamis (22/09).

Suli Markas mahasiswa EKP Unaya sebagai ketua panitia mengatakan acara berjalan dengan lancar dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Abulyatama.

“Selain membahas persiapan Munas IMEPI di Yogjakarta bulan depan, peserta delegasi dari 4 Universitas juga menguatkan koordinasi IMEPI wilayah sumbagut,” katanya.

Furqan sebagai Ketua Himpunan EKP Unaya juga turut mengapresiasi kepada seluruh panitia sehingga acara berjalan dengan lancar, Ia juga mengatakan “Alhamdulillah Unaya dipercayakan perdana menjadi tuan rumah, sehingga kami butuh dukungan dari pihak rektorat agar kami nantinya bisa menjaga eksistensi ke Nasional,” ujarnya.

Empat delegasi yang mengikuti Rakorwil tersebut diantaranya adalah ; Universitas Abulyatama (Unaya), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Panca Budi Medan.

Komisi VII DPRA Berikan Wawasan Kebangsaan Kepada Peserta PKMB Unaya 2016

DISELA-sela pelaksanaan PKMB (Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru) 2016 Universitas, STMIK, dan Akper Abulyatama juga turut menghadiri Nurzahri dari komisi VII DPRA memberikan wawasan kebangsaan dalam perspektif keislaman dan keacehan kepada Peserta PKMB Unaya 2016 di aula balee nyak syech, Selasa (20/09).

salah satu visi pemerintah Aceh sekarang adalah menginginkan rakyat Aceh selain cinta kepada Negara Indonesia juga harus memiliki wawasan sejarah sebagai tonggak awal terbentuknya ideologi ke-Aceh-an sebagai jati diri orang Aceh.

Nurzahri mengatakan sebenarnya banyak alasan kenapa konsep ke-Aceh-an perlu diterapkan, mengingat rakyat Aceh pada era globalisasi ini telah minim wawasan sejarah dan karakter yang mencerminkan watak rakyat Aceh yang tidak terlepas dari unsur-unsur Islam.

“Pasca konflik, tsunami dan perdamaian. globalisasi terus memasuki Aceh. Hal ini dikarenakan yang merekontruksi Aceh agar normal kembali adalah bangsa-bangsa dari luar. Dan giatnya pemerintah mempromosi Aceh sebagai daerah prawisata yang menyenangkan untuk dikunjungi turis asing juga membuat globalisasi mau tidak mau memaksakan rakyat Aceh untuk mengikutinya. Untuk membendung itu, maka kesadaran akan jati diri bangsanya perlu diterapkan dalam diri orang Aceh,” ujarnya.

Ia juga mengatakan  idealnya ke-Aceh-an yang diharapkan bukan bersifat nasionalistik tetapi rasa syukur dan rasa bangga terhadap pendahulu yang mampu membuat kejayaan Aceh, dengan rasa tersebut diharapkan dapat dijadikan sebuah pelajaran dan semangat untuk melanjutkan kehidupan dan kemajuan Aceh ke depan.

Nurzahri juga menyampaikan kepada peserta PKMB agar kembali membangun semangat ke-Aceh-an dalam NKRI.

BNN Aceh Gelar Kuliah Umum Bersama Mahasiswa Baru Abulyatama

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Selasa (20/09) menggelar kuliah umum penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda dan pencegahana narkoba kepada mahasiswa baru disela-sela acara Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru (PKMB) Universitas, STMIK, dan Akper Abulyatama. Kegiatan itu berlangsung di aula balee nyak syech.

Drs Armensyah Thay yang diwakili oleh stafnya menjadi pemateri kuliah umum memaparkan, bahwa harus ada aksi dalam pencegahan narkoba dan rokok. Maka peran orang tua dan kampus sangat besar dalam mengawasi mahasiswanya sejak dini agar tidak menjadi perokok. Sebab, seorang perokok akan berpotensi menjadi pemakai narkoba.

“Bahkan dalam hukum sudah diatur, bila ada orang tua yang membiarkan anaknya terlibat narkoba, maka ia dapat diproses secara hukum,” ujarnya.

Sementara, salah satu mahasiswa baru bernama Ardila Hanum mengatakan, kegiatan sosialisasi itu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Sebab saat ini pemakaian narkoba sudah melibatkan perempuan dan remaja.

Menurutnya, kuliah umum tidak hanya sebatas pada mahasiswa, namun harus mampu memberi motivasi dan kesadaran kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam narkoba. Di akhir kegiatan, diputar video resiko merokok yang dapat merusak paru-paru.

Alumni Unaya Ini Beri Motivasi Kepada 786 Mahasiswa Baru 2016

BERNAMA lengkap Ir TA Khalid Lahir di Meunasah Mee, Jangka Buya, Kabupaten Pidie (kini Pidie Jaya), 25 Februari 1970, Ia mulai dikenal di dunia politik sejak 2003, saat pelaksanaan Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru (PKMB) Unaya ia pun tak lupa memberikan motivasi kepada puluhan mahasiswa baru di aula bale nyak syech Kampus Abulyatama, Selasa 20 September 2016.

kehadiran TA Khalid mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa baru, aktivis mahasiswa setingkat PEMA, DPM dan BEM Fakultas, serta para dosen. TA Khalid merupakan alumni Teknik Mesin angkatan 1989.

Dalam sambutannya, TA Khalid menyampaikan suka dukanya selama menempuh pendidikan. TA Khalid juga bercerita soal pengalaman dirinya menjadi Ketua DPRK Lhokseumawe dengan hanya bermodalkan 2 kursi.

Penjelasan TA Khalid ini ternyata mampu membakar semangat para mahasiswa serta dosen. Tepuk tangan meriah terdengar sepanjang acara.

“Saya meminta mahasiswa baru untuk terus belajar sesuai dengan disiplin ilmu dan jurusan masing-masing,” ujarnya.

Bersamaan dengan TA Khalid, alumni Unaya lainnya yang telah sukses sebagai ke adalah Aliman Selian juga turut memberikan motivasi dan dorongan kepada mahasiswa baru Unaya, saat ini ia menjabat sebagai koordinator KAHMI Aceh Besar.

Warek I Unaya Paparkan Sistem Akademik dan Kode Etik Kemahasiswaan pada PKMB 2016

SEBANYAK 786 mahasiswa baru Universitas Abulyatama (UNAYA) Aceh mengikuti Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru 2016. Kegiatan yang berlangsung dihari pertama pukul 14:00 wib Wakil Rektor I Usman M.Si bidang akademik memaparkan langsung sistem akademik dan kode etik kemahasiswaan, Senin (19/9).

Wakil Rektor I Usman, M.Si mengatakan saat ini sistem akademik Universitas Abulyatama terus meningkatkan kualitas dalam hal akademik. “bagi mahasiswa baru pentingnya pemahaman akademik sehingga nantinya setelah aktif kuliah mahasiswa paham dengan sistem akademik Unaya,” katanya.

Tujuan pengenalan akademik Unaya juga mengharapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik/profesional menerapkan IPTEK

Usman juga menjelaskan, demi kelancaran pelayanan akademik Universitas Abulyatama memberikan penjelasan KRS, KHS, pada sistem informasi akademik (SIKAD), dan kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap mahasiswa Unaya.

Sementara itu, Ketua Panitia PKMB Bustami S.P M.P mengatakan, PKMB bagi mahasiswa baru ini berlangsung selama tiga hari, dengan mendapatkan tujuan dari PKMB tersebut mengedepankan etika dan moral mahasiswa dan berjiwa enterpreneur,” ujarnya.

Sambutan Rektor dalam Acara Pelantikan Pajabat Universitas Abulyatama

REKTOR Universitas Abulyatama melantik pejabat baru, Kamis 8 September 2016 di Aula lantai 2 gedung utama Universitas Abulyatama. ” Selamat kepada para pejabat yang sudah terpilih dan semoga kita dapat membawa angin segar untuk fakultas dan universitas,” kata Rektor Universitas Abulyatama R. Agung Efriyo Hadi,M.Sc Ph.D dalam rapat pejabat baru.

R. Agung Efriyo Hadi,M.Sc Ph.D menyampaikan pesannya, apapun yang sudah baik semoga bisa lebih dikembangkan lagi dan semoga transformasi pergantian ini bisa menjadikan amanah dengan baik.

“Pembaruan yang lebih baik akan selalu ditunggu-tunggu dan kembangkanlah karna ini saat yang tepat untuk saling berlomba dalam persaingan menghadapi dunia,” kata R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D.

Ia berharap, dalam pelantikan ini menghasilkan pejabat yang selalu memberikan yang terbaik dan membuat Universitas Abulyatama semakin berkembang, terlebih tahun ini Akreditasi B setiap prodi sudah mencapai 50%.

Dalam sambutannya ia juga menyinggung Akreditasi Institusi yang akan di hadapi oleh Universitas Abulyatama akhir tahun ini dengan harapan memperoleh hasil yang maksimal.