Ini Dia Dokter Muda Pemilik IPK 4,00

Muhammad Firmansyah mahasiswa asal Tasikmalaya, Jawa Barat,  menjadi mahasiswa terbaik pada sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati, Selasa 12 Mei 2016.

“Alhamdulilah saya bisa menjadi mahasiswa terbaik tahun ini, kata Firman perish IPK 4,00 ini.

Ia members tips bagaimana menjadi mahasiswa terbaik, “tetap belajar tekun, berdoa dan tetap bersikap jujur dan jangan sampai melupakan Sang Pencipta.”

“Ketik mau OSCE saya kehilangan dokter pembimbing terbaik saya, itulah moment yang paling tidak terlupakan,” kata Firma berbagi pengalamannya kuliah di Universitas Malahayati.

Mahasiswa yang mendapatkan IPK tertinggi yaitu 4,00 ini berharap menjadi dokter yang baik. Ia pun berpesan kepada adik-adik tingkat agar tetap semangat belajar, hormat pada orangtua, hormat pada dosen, jujur, dan sertakan Sang Pencipta di mana pun berada.

Sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati hari selasa tanggal 12 Mei 2015 di Graha Bintang berlangsung dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB.[]

Finger Style yang Calon Dokter dari Malahayati

Finger style dari Lampung ini bernama Adli Rifki Ihsani. Ia mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2012. Beberapa kali dia tampil dia acara – acara musik di Lampung, seperti di event Ruang Renjana untuk menghibur seluruh komunitas yang ada di Bandar Lampung, dia juga sering tampil di acara Universitas Malahayati seperti Dekan Cup dan lainnya.

Pengangum Tommy Emanuel ini sejak SMP sudah sering memetik senar gitar.  Aliran musik kesukaannya adalah klasik. Itulah sebabnya ia sering memainkan Romance de Amore dan River Flow in You.

“Hobby bermain gitar ini tidak akan mengganggu kuliah saya, karena menjadi seorang dokter adalah cita – cita dan kebanggan bagi kedua orang tua,” katanya.  Ia menambahkan, “dengan bermain musik membuat kita lebih santai menjalani aktifitas kuliah dan membuat pergaulan kita semakin luas.”

Menurut laman wikipedia, fingerstyle guitar adalah suatu teknik bermain gitar dengan cara memetik senar secara langsung dengan ujung jari, kuku, kombinasi keduanya ataupun dengan alat bantu lainnya tanpa menggunakan pick atau plektrum. Istilah “fingerstyle” ini sering dikaitkan dengan “fingerpicking” sebagai suatu teknik standar gitar klasik yang dimainkan dengan mempergunakan gitar nilon.[]