Rahmadani; Calon Maba Unaya yang Jago Menari

RAHMADANI atau yang akrab disapa Rahma ini jangan dianggap sepele. Meski perempuan berhijab dan calon mahasiswa baru Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Rahma memiliki hobi menari tradisional Aceh.

Meski terlihat lemah lembut, gadis berhijab ini memiliki prestasi luar biasa dan pengalaman dibidang seni tari “biasanya event besar yang digelar oleh pemkab Aceh Tengah sering kami ikuti,” kata gadis kelahiran Takengon 1 Maret 1998 itu.

Gadis yang beralamat Krueng Cut Banda Aceh ini mengaku hobi menari sejak masih sekolah dasar. Selain tingkat nasional sejumlah balapan tingkat lokal sudah sering diikuti. “Tapi saat ini saya lebih mementingkan belajar dan memilih masuk ke Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Abulyatama,” kata gadis yang ingin menjadi pengusaha itu.

Rahma yang saat ditemui oleh tim abulyatama.ac.id setelah selesai mengikuti tes tulis gelombang ke 2 tahun ini menambahkan memilih THP karena ia ingin mencoba menggeluti dunia Pengolahan Perikanan. Selain itu, ia pun mengatakan THP Unaya hanya ada satu satunya di Perguruan Tinggi swasta di Aceh.

Reza Pahlawan, Calon Maba Dari Sabang Ini Pilih Teknik Sipil

SUASANA hening di ruang Aula lantai 2 Unaya seketika terusik oleh suara ketukan tangan di bangku belajar kuliah. Terlihat seorang pemuda yang gagah muncul dengan membawa map berisikan alat tulis untuk mengikuti ujian tes tulis gelombang II masuk Universitas Abulyatama.

Setelah ujian tes tulis selesai, tim abulyatama.ac.id berkesempatan untuk mewawancarainya. Bernama lengkap Reza Pahlawan pemuda yang memiliki wajah oriental ini lahir disabang 8 November 1998.

Pemuda yang tinggal di Asrama Sabang bertempat di lamreung ini memang sangat menyukai Abulyatama. Dia mengetahui Abulyatama dari Tim dosen Abulyatama yang menggelar try out beberapa bulan yang lalu disekolahnya.
Bagaiman soal testnya? “Soalnya gak terlalu sulit cuma saya kurang mengerti di bagian ekonomi dan matematikanya” Ujar Reza sambil tersenyum.

Mengapa Teknik Sipil? “Menurut pengalaman saya, orang – orang yang lulusan sipil peluang kerjanya besar dan luas. Bahkan ada yang lulus langsung kerja” katanya

Kenapa Abulyatama? “Memang sudah keinginan saya setelah lulus sekolah untuk melanjutkan disini, terlebih orang tua mendukung, Abulyatama semakin lama semakin bagus dan terkesan berkualitas,” katanya kepada abulyatama.ac.id yang menemuinya usai mengerjakan soal test masuk itu.

Memilih Unaya, Gadis Manis asal “Kota Naga” Ini Ingin Jadi Dokter

GADIS dari Kota Tapaktuan “Kota Naga” yang berparas cantik dan menawan ini terlihat sumringah dan bersemangat setelah mengikuti tes ujian tulis gelombang ke 3 di Universitas Abulyatama.

Gadis yang baru berumur 18 tahun ini, punya kepribadian santun tutur bahasanya juga sopan tingkah lakunya. Bernama lengkap Hayatun Najhan, calon mahasiswa program studi pendidikan kedokteran umum ini yang kelak ingin menjadi dokter lulusan Universitas Abulyatama.

Hayatun yang mempunyai hobi jalan jalan ini,  sangat menyukai dokter sejak kecil, dulu sejak ia masih duduk dibangku sekolah dasar hingga selesai dibangku sekolah menengah mimpi itu terus ia impikan, dari situlah ia suka dan punya cita-cita menjadi dokter yang berkualitas dan bijaksana.

“alasan itulah saya begitu termotivasi untuk mengemban demi meraih cita-citanya untuk bisa belajar di program studi dokter umum di Universitas Abulyatama yang hanya ada satu satunya swasta di Aceh,” ujarnya sesudah mengikuti test tulis ruang 25 lantai 2 Unaya.

Hayatun juga mengaku nerves dan senang karena ujiannya telah selesai, Ia juga mengatakan sedikit kesulitan dalam menjawab soal, tetapi tidak menjadi kendala karena banyak materi yang memang sudah pernah diajarkan sewaktu masih SMA.

Hayatun juga menyampaikan kesan pertama sekali melihat Universitas Abulyatama “lingkungannya asri dan hijau,” katanya sambil tersenyum.

Pilih Faperi, Ardila Hanum Ingin Jadi Pengusaha

BERNAMA lengkap Ardila Hanum, gadis cantik memakai hijab biru dengan baju perpaduan warna hitam putih ia merupakan calon mahasiswa baru 2016 ini yang memilih Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama.

Ia mengatakan ingin menjadi seorang pengusaha sehingga nantinya kelak ketika sudah selesai menuntut ilmu menjadi sarjana Fakultas Perikanan. Teori dan praktik yang sudah ia pelajari nantinya akan diterapkan dalam membuka usaha dibidang perairan perikanan.

“Belajar adalah tentang teori dan praktik, keduanya memiliki perbedaan tetapi pada dasarnya teori tetap harus diterapkan, karena skill itu diawali dengan teori,” ujarnya kepada tim abulyatama.ac.id dikantin induk Unaya.

Dila, begitu ia disapa, gadis kelahiran Seuneubok, 9 Agustus 1998 ini mengaku memilih kampus yang dijuluki “perintis Reformasi” ini Prodi Budidaya Perairan yang akreditasinya sudah B dan Fakultas Perikanan Unaya merupakan salah satu yang tertua ada di Aceh.

Anak ke 3 dari 5 bersaudara ini mengaku lega dan deg deg an setelah menyelesaikan ujian tes tertulis gelombang ke 2. “Alhamdulillah akhirnya dapat menjawab semua pertanyaan dengan fokus dan teliti,” ujarnya.

“Pertama sekali melihat Abulyatama ini sangat menyenangkan, karena dari fasilitasnya saja sudah memadai, tempat pratik Fakultas Perikanan yang lengkap, sangat luar biasa fasilitasnya,” ujar Dila

Mengenal Dirut RS Pertamedika Ummi Rosnati

Berpakaian lengkap dengan jas dan dasi Dr Rahmad MM MARS terlihat begitu rapi. Ia juga tampil dengan sikapnya yang wibawa dan tegas.

Kemarin 21 Juli 2016 ia dilantik menjadi Direktur di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati ( RSPUR ) Banda Aceh yang bertempat di Ruang Rapat Utama Rumah Sakit. Pada pelantikan tersebut juga dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Pertamedika Dr dr Mardjo Soebiandono, SpB.

6

Pria kelahairan Pidie Jaya ini juga mempunyai pengalaman pekerjaan dan jabatan yang sangat menarik seperti berikut ini :

  1. Puskesmas Trumon
  2. Humas, Pemasaran, Pengembangan Usaha, PMC PT RSPP
  3. Manajemen Bisnis RSP Pertamina Jaya
  4. Manajer Pemasaran Pertamedika

Ikbal; Ketua DPM Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan

Ikbal, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Abulyatama. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Ikbal mengenakan kemeja saat ditemui abulyatama.ac.id di kantin induk Unaya Selasa, 24 Mei 2016.

Ikbal terpilih menjadi ketua DPM FKIP pada prosesi pemilihan DPMF Kamis, 24 April 2016 lalu. Ia unggul atas dua kandidat lainnya. Ikbal juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua  DPMF. “Seneng bisa terpilih,” ujar Ikbal.

Pria kelahiran Desa Tengah 31 Juli 1995, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah. Ia tercatat aktif sebagai anggota OSIS. Sedangkan di Eksternal kampus ia aktif di organisasi pangayuban HAMAS, IPDM, dan HMI.

Pemuda yang memiliki cita cita sebagai dosen ini juga mengatakan kesan selama berorganisasi adalah mendapatkan hal baru yang tidak didapatkan ditempat lain dengan mengembangkan potensi untuk belajar menjadi pemimpin.

Ikbal memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Ikbal. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Walid Tanzil Al Aziz; Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Fisika

Walid Tanzil Al Aziz, Ketua Himpunan Mahasisiwa Fisika (Himasika) Universitas Abulyatama. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Tanzil dengan mengenakan kemeja batik saat ditemui abulyatama.ac.id di kantin induk Unaya Rabu, 03 Mei 2016.

Dafa terpilih menjadi ketua Himasika pada prosesi pemilihan bupati Maret 2016 lalu. Ia unggul atas dua kandidat lainnya. Tanzil juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua Himasika. “Senang dan tantangan tersendiri bisa terpilih,” ujar Tanzil.

Pria kelahiran Nagan Raya 11 September 1995, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah, Ia tercatat aktif sebagai anggota Osis. Sedangkan di Universitas Abulyatama ia aktif di organisasi Ekstra Kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Tanzil memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Tanzil. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Prodi Pendidikan Fisika Universitas Abulyatama.

Calon Dokter Cantik Ini, Hobi Bulutangkis

MAHASISWA Program Studi Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama ini selain disibukan dengan aktivitas kuliah ia juga memiliki hobi bermain bulutangkis. Ia adalah Nurul Tasnim. Calon dokter dari Universitas Abulyatama ini biasa disapa Nurul.

“Cita-citanya dari kecil polwan cuma engga tau udah kuliah ngambil jurusan dokter umum InsyaAllah future docter,” kata Nurul.

Gadis asal kota Tapaktuan, Aceh Selatan ini sudah menekuni olahraga bulutangkis sejak dibangku kelas 3 Mtsn.”Awalnya yang memperkenalkan bulutangkis adalah pak Man yang saat itu bertemu di Langsa saat mengikuti turnamen bola voli, setelah itu baru saya menekuni bulutangkis,” katanya.

Mahasiswa kelahiran Krueng Kuet, Desember 1994 ini memiliki prestasi yang cukup banyak di hobi bulutangkisnya. Prestasi mahasiswi semester 7 ini terbukti saat pernah mengikuti Popda Tahun 2010 di Aceh Tamiang, lalu Porda 2010 di Bireuen, Porseni se-Aceh di Meulaboh tahun 2011 semua yang diikuti meraih perak untuk Aceh Selatan dan yang terakhir semifinal Piala Rektor Cup Unsyiah kategori tunggal putri tahun 2013.[]

Hari Guru Nasional, Mantan Wapresma Unaya Dirikan Lembaga Peduli Moral

MENJADI seorang pengajar tidak hanya terbatas di sekolah, kampus atau menjadi Teungku (ustad) dibalai-balai pengajian. Lebih jauh, menjadi seorang guru juga bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas positif untuk sesama dan objeknya pun tidak terbatas pada anak-anak sekolahan. Namun, anak-anak pada umumnya juga bisa.

Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Reza S Pd. Lelaki kelahiran Kemuning, Pereulak, Aceh Timur 23 Tahun silam ini. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan PPKn Universitas Abulyatama, tahun 2014 silam. Ia yang memiliki naluri aktivisnya tidak terhenti seiring selesainya pendidikan dikampus. Ia bersama beberapa pemuda lainnya mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Moral Care Community (IMCC) sebagai bentuk keprihatinannya terhadap semakin merosotnya moral anak bangsa.

Lembaga yang di prakarsai oleh beberapa anak muda ini telah eksis sejak satu tahun belakangan ini .”Namun saat itu masih sebatas sharing informasi saja,” kata Reza kepada abulyatama.ac.id di Banda Aceh, Rabu, 26 November 2015.

Lembaga ini bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa krisis moral harus menjadi perhatian serius setiap masyarakat.”Jadi lembaga ini untuk mengawasi, memberi dan mengayomi generasi-generasi bangsa untuk menjadi insan yang bermoral,” kata Reza yang juga Direktur IMCC.

Ia juga menjelaskan saat ini upaya-upaya untuk menggerus moral anak-anak muda dilakukan dengan cara sangat sistematis, mulai dari game-game, media massa bahkan tidak hanya terbatas diperkotaan saja dipedesaan pun juga sudah sangat mengkhawatirkan.”Generasi muda sudah terjebak kedalam sikap amoral,” kata Reza mantan Wakil Presiden Mahasiswa Unaya Periode Tahun 2012-2013.

Ia berharap agar orang tua juga pemerintah untuk lebih berperan dalam mengawasi setiap perilaku anak baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat lebih luas.

Mungkin, apa yang dilakukan oleh Reza dan kawan-kawan tidak berdampak banyak untuk mengawasi degradasi moral anak-anak bangsa. Namun, langkah mereka patut di contoh dan ditiru.

Dengan segala keterbatasannya, mereka berusaha menjadi sosok guru bagi anak-anak bangsa, khususnya untuk pendidikan moral. Karena menjadi “Umar Bakri’’ tidak perlu menyandang status sebagai guru atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang paling penting adalah usaha dan siapa melakukan apa serta bagaimana. Selamat Hari Guru Nasional.[]

Kesan Gubernur Terpilih Fakultas Teknik Periode 2015/2016

MAHASISWA Fakultas Teknik Universitas Abulyatama ini menjadi Gubernur terpilih untuk Badan Eksekutif Mahasiswa-Fakultas Teknik (BEM-FT) untuk periode 2015/2016. Bernama lengkap Zuhri, Ia yang merupakan mahasiswa semester tujuh ini mendapatkan 25 suara terbanyak dibandingkan dengan pasangan lainnya. Pemilihan yang dilakukan di Aula lantai 2 Gedung Utama Universitas Abulyatama Kamis, 19 November 2015.

Pemuda kelahiran Cot Mane, 9 Juni 1994 ini mengatakan ia akan bekerja dengan loyalitas, totalitas dan sepenuh hati untuk mewujudkan visinya ia juga menginginkan Fakultas Teknik Universitas Abulyatama lebih dikenal lagi di tingkat Nasional.

“Fakultas Teknik kita sudah memiliki sumber daya yang dibutuhkan, baik fasilitas maupun Sumber Daya Manusia. Saya akan berjuang untuk menghidupkan kembali gairah teman-teman agar berperan aktif dalam setiap kegiatan, nantinya setelah program kerja tersusun akan saya libatkan semua mahasiswa Fakultas Teknik dan saya harap semua rekan mendukung hal itu,” kata Zuhri.

Zuhri juga mengatakan akan menghapus paradigma “Abulyatama adalah kampus kedokteran” tidaklah sulit. Semua itu bisa dilakukan jika internal Fakultas Teknik bisa menanamkan rasa bangga dan selalu berperan aktif dalam kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus.

Pemuda yang meiliki hobi traveling dan memancing ini menyampaikan pesan untuk selalu aktif disetiap kesempatan “Jangan malu untuk mempromosikan fakultas kita karena kita semua harus berperan aktif baik saat mengadakan acara di kampus atau menghadiri undangan kampus lain dan mungkin satu tahun masa jabatan saya mungkin singkat, tapi tidak sulit jika kita semua bersinergi dengan sepenuh hati,” kata Zuhri mengakhiri pembicaraan.[]