rektor unimal

Rektor Tampan Kampus Malahayati

BERKULIT putih bersih, selalu berbusana rapi dan trendi. Saat berjalan langkahnya cepat dengan dada membusung tegak. Berpapasan dengannya, pasti melihat senyuman yang menggoda, dan mendengar sapaannya yang  teduh. Ia juga ramah, bertutur santun dengan bahasa yang teratur.

Dialah Muhammad Kadafi. Menyandang gelar doktor, saat ini ia menjabat sebagai rektor di Universitas Malahayati. Di tangan akademisi muda berwajah tampan inilah biduk kendali kemajuan kampus yang terletak di kota Bandar Lampung itu melaju.

Hari itu, Kamis pekan lalu, Kadafi menerima kru malahayati.ac.id di ruang kerjanya di Lantai lima gedung rektorat Universitas Malahayati, untuk sebuah bincang-bincang ringan. Tentu yang dibicarakan tiada lain sebuah konsep masa depannya Universitas Malahayati dan para mahasiswa yang menuntut ilmu di sini.

Mengenakan stelan jas abu-abu yang serasi dengan dasi dan sepatu berwarna gelap mengkilap yang lalat pun bisa terpeleset bila hinggap. Rambutnya tertata rapi. Ruangan kantornya tak kalah rapi. Rak di belakangnya bersusun buku. Interior ruangan sekelas davinci, bernuansa seni yang anggun dengan pengaturan warna yang serasi.

Kadafi bukanlah pejabat yang sibuk mematut imej, ketika kru malahayati.ac.id merakit peralatan rekam video wawancara, ia melepaskan jas dan ikut membantu. Ia juga tidak segan-segan meminta pendapat dan memberi ide. Maka berlangsunglah sebuah wawancara ringan, singkat dan bernas dalam syuting sederhana malahayati.ac.id.

Ia mengatakan sebuah harapan untuk para mahasiswanya agar bisa berkompetisi di era masyarakat Ekonomi Asia di masa mendatang. “Dari sekarang kita wajib mempersiapkan diri untuk persaingan global itu,” kata Kadafi yang juga adalah Ketua Umum HIPMI Lampung ini. Lalu Kadafi melanjutkan, “Kita mempersiapkan diri untuk mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asia.”

Ia mengatakan mahasiswa di Universitas Malahayati setelah menyelesaikan kuliah tak hanya sekedar menggenggam ijazah saja, namun juga dibekali kesiapan diri berkompetisi dalam dunia bebas.

“Artinya seorang mahasiswa di masa sekarang ini tak cukup sekedar berbekal ilmu, tetapi juga memiliki jejaring dengan berbagai komponen yang positif untuk membuatnya eksis di bidangnya,” kata Kadafi.

Itulah sebabnya, kata Kadafi, Universitas Malahayati terus meningkatkan jalinan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam negeri dan di luar negeri. “Kita juga mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk studi banding,” katanya. (lihat Video Kadafi Bicara Malahayati, klik di sini)

****

SEPERTI apa kampus yang dipimpin Kadafi? Soal ini, ia lebih menyukai jawaban yang sesuai fakta. Artinya, ia mempersilahkan setiap orang untuk datang, lihat, dan menilai sendiri. Sehingga tak terkesan jualan kecap yang selalu mengklaim sebagai nomor satu.

Soal kampus, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) – Prof Mohammad Nasir pernah blusukan ke Universitas Malahayati – Bandar Lampung, Sabtu (28/2) lalu. Nasir datang untuk melihat langsung berbagai fasilitas dan infrastruktur kampus yang menempati lahan seluas 84 hektar itu.

Nasir didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi, H. Rusli Bintang dan Rektor Universitas Malahayati – Dr. Muhammad Kadafi, SH, MH. Tiba pukul 10 pagi, tujuan pertama Nasir adalah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin yang terletak tak jauh dari gerbang masuk kampus.

Tujuan berikutnya adalah Gedung Terpadu Universitas Malahayati yang terdiri dari 9 gedung dan berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. Setiap gedung dihubungkan oleh jembatan yang memudahkan mobilisasi orang-orang. Gedung pertama adalah Blok Kabara, bangunan bertingkat tujuh yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Lantai dasar diisi oleh Kabara Shop, lantai dua untuk musala, lantai tiga terdapat Kabara prasmanan, lantai keempat berfungsi sebagai Malahayati Career Center, lantai lima merupakan ruang kuliah, lantai enam bak air dan lantai tujuh adalah ruangan teknologi informasi. Gedung kedua difungsikan sebagai pusat kuliner dan pencucian pakaian.

Gedung ketiga merupakan pusat aktivitas dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati. Gedung 8 lantai ini disebut Asrama Green Dormitory. Lantai 1 – 4 merupakan asrama putri dengan kapasitas 384 kamar. Sementara lantai 5 – 6 adalah apartemen untuk dosen. Asrama putra terletak di sebelah utara dari blok Kabara.

Terdiri dari 5 gedung, asrama putra memiliki kapasitas 276 kamar dengan fasilitas olahraga lengkap. Seperti kolam renang, lapangan basket, voli, tenis dan golf. “Seluruh mahasiswa Universitas Malahayati disediakan fasilitas asrama” Kepala Asrama Green Dormitory – Drs. Rayendra Hermansyah MM menjelaskan.

Di lantai 7 terdapat Laboratorium Kesehatan Terpadu. Mulai dari laboratorium dasar, biomolekuler, osce hingga laboratorium computer basic training (CBT) ada di sini. “Semua peralatan yang kita gunakan di sini terbaru,” imbuh Rayendra. Selanjutnya Menteri Nasir menuju lantai 8 tempat perpustakaan seluas 1 hektar berada dan menandatangani prasasti Gedung Terpadu Universitas Malahayati.

Perpustakaan Universitas Malahayati memiliki 35.000 koleksi buku dan dilengkapi dengan fasilitas internet. Jadi mahasiswa atau pengunjung umum bisa mencari bahan rujukan studi dari berbagai portal. Di sebelah kanan perpustakaan ini juga disediakan ruang baca yang nyaman dan perpustakaan digital. Dari ruang baca, pengunjung bisa melihat pemandangan alam Bandar Lampung, perumahan penduduk dan gedung-gedung yang ada di Universitas Malahayati.

Usai berkeliling, Menteri Nasir menuju Graha Bintang untuk bertemu dan memberikan semangat pada anak-anak yatim dari Bandar Lampung. Dalam pidatonya, Nasir menyampaikan harapannya agar berbagai pihak terus berperan dan peduli pada anak yatim karena mereka harapan bangsa. Selanjutnya Menteri Nasir bersama pemilik Universitas Malahayati – Rusli Bintang memberikan santunan pada anak-anak yatim tersebut.

Setelah berkeliling dan melihat titik-titik vital kampus yang berdiri sejak tahun 1993 itu, Menteri Nasir pun menyampaikan kekagumannya. “Universitas Malahayati saat ini sudah baik. Setelah melihat langsung ke sini, saya menaruh harapan besar. Kita harapkan menjadi lebih baik lagi,” ujar Nasir sebelum meninggalkan area kampus pada pukul 1 siang.

Rusli pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Menteri Nasir. “Kedatangan Pak Menteri ke Universitas Malahayati menambah keyakinan yang luar biasa. Sehingga kami menjadi terpacu untuk berbuat yang terbaik bagi dunia pendidikan. Sudah pasti berbagai saran dari Pak Menteri akan kami ikuti karena semuanya untuk kebaikan bersama,” kata Rusli.

Di areal yang dilengkapi berbagai fasilitas akademik inilah ribuan mahasiswa menimba ilmu di empat fakultas. Di antaranya adalah fakultas kedokteran, Ekonomi, teknik, kesehatan masyarakat, dan pascasarjana megister kesehatan masyarakat. Selain itu juga dilengkapi dengan kebidanan, keperawatan, dan akademi farmasi. (Baca: Fakultas dan Fasilitas Universitas Malahayati)

****

CUKUP banyak tokoh dan juga masyarakat yang telah berkunjung ke kampus Universitas Malahayati. Di antaranya termasuk Dr. Soegiharto, Komisaris Utama PT Pertamina, sejumlah anggota DPR-RI, Walikota Bandar Lampung Drs. Herman HN MM, dan juga Wakil Bupati Tulangbawang Hery Wardoyo.

Sejumlah artis ibukota juga pernah tampil di Graha Bintang, Universitas Malahayati. Terbaru adalah grup musik RAN yang manggung di sini Minggu malam 17 Mei 2015, pada acara penutupan Dekan Cup 2015, sebuah kegiatan yang dimotori mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. “Seru banget main di Universitas Malahayati,” kata Rayi Putra Rahardjo yang akrab disapa Rayi, salah satu personel grup musik RAN. (Baca: Ini Sebabnya RAN Senang Manggung di Malahayati)

Selain tokoh masyarakat, politisi, dan selebriti, tentu saja kampus ini kerab disambangi para pengusaha. Bahkan di sinilah awal peluncuran program HIPMI Goes to Campus diluncurkan.

Kehadiran para pengusaha juga tak lepas dari reputasi Kadafi yang mengomandoi HIPMI Lampung. Kadafi dengan berbagai jejaring yang sudah dibangunnya juga berupaya menggali segala informasi yang dibutuhkannya untuk membangun Universitas Malahayati agar lebih eksis.

“Untuk membangun masa depan yang lebih cerah, let’s challenge the future with Malahayati University,” kata Kadafi. []

 

ibu-titin

Mengapa Direktur Akafarma Takut Baca Novel?

SETIAP saat Ilmu selalu ada yang baru, prinsip ini yang selalu dipegang Direktur Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati, Agustina Retnaningsing M. Farm.,Apt. Membaca merupakan salah satu cara untuk memperbaharui ilmu yang sudah ia miliki.

Ratusan buku karya tokoh ternama dunia dan Indonesia sudah dimilikinya, tersusun rapi di rumahnya. Namun, perempuan  kelahiran Teluk Betung, 28 Agustus 1973, ini takut membaca buku cerita seperti novel.

“Dari ratusan buku yang tersusun rapi di rak, didominasi oleh buku pendidikan kesahatan. Saya lebih suka membaca buku ini, ketimbang membaca novel,” kata dia.

Ada cerita tersendiri mengapa direktur Akafarma ini tidak suka  novel. Berawal ketika ia masih duduk di bangku SD. Agustina kecil dulu suka sekali dengan buku novel. Lima Sekawan merupakan judul novel favorit saat itu.

“Saat di bangku SD saya suka sekali dengan novel. Kesukaan saya terhadap novel membawa dampak buruk terhadap prestasi belajar. Saya mampu tidak tidur semalaman hanya untuk membaca sebuah cerita novel. Hal ini membuat saya sering tidur saat di sekolah,” katanya.

Karena perestasi belajar memburuk, ia pun sempat dimarahi orang tuanya. Sejak saat itu ia membuat komitmen tidak membaca novel lagi. Hingga saat ini komitmen tersebut terus dipegang olehnya. Meskipun judul novel sedang naik daun sekali pun, ia tidak tertarik dan memilih untuk membaca buku pendidikan.

“Saya sampai sekarang tidak baca novel, meskipun beberapa kali sempat ditawari membaca novel oleh teman saat kuliah. Saya takut kecanduan dan malas untuk beraktifitas, saat membaca novel,” kata dia.

Baginya, membaca buku pendidikan kesehatan lebih bermanfaat ketimbang membaca novel. Ilmu yang didapatkan saat membaca buku pendidikan kesehatan ini dapat langsung di aplikasikan.

“Seorang dosen itu harus bisa menguasai ilmu yang terbaru, dan itu bisa didapat dari membaca buku pendidikan kesehatan. Ilmu selalu berkembang, sebagai dosen ia harus bisa terus belajar,” katanya dengan senyuman.

Nama. :Agustina Retnaningsih. M.Farm.,Apt.
TTL. :Teluk Betung, 28 Agustus 1973
Alamat : Jl. Rambutan No.3 Pasir Gintung Bandar Lampung

Riwayat pendidikan
1. SD Xaverius Metro, Lulus 1986
2.SLTP Xaverius Metro, Lulus 1989
3.SMU Negeri 1 Metro, Lulus 1992
4.Sarjana Farmasi, Universitas Jakarta, Lulus tahun 1997
5.Perogram Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Pancasila Jakarta lulus tahun 1998.
6.Magister Farmasi, Universitas Indonesia tahun (2009-2011)

Pengalaman kerja:

1.Dosen Akademi Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati tahun 2000-sekarang.
2.Apoteker penangung jawab Apotek Horison di Jatomulyo Natar, tahun 2008-sekarang.
3.Apoteker penangung jawab Apotek Kasih 1 Bandar Lampung, tahun 2005-2007.
4.Apoteker penangung jawab Apotek Kevin Bandar Lampung, tahun 2003-2005.
5.Apoteker penangung jawab Apotek Naufal Metro, tahun 2001 – 2003.
6.Apoteker penangung jawab Apotek Bina Farma Panjang Teluk Betung, 2000-2001.
7.Apoteker penangung jawab Apotek swasta.

 

Harzika

Gadis Mungil Gubernur BEM Fakultas Ekonomi

Nama lengkapnya Harzika Sari. Biasa dipanggil Zika. Saat ini ia duduk di semester enam program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati.

Selain kuliah, gadis mungil ini juga aktivitas di organisasi kampus. Bahkan ia dipercaya menjabat sebagai Gubernur BEM (Badan Eksekutif Makasiswa) Fakultas Ekonomi.

Gadis yang lahir pada  22 November 1994 ini memang menyukai organisasi dan memiliki sukup pengalaman. Dimulai sejak duduk di bangku  SMP N 1 Rebang Tangkas dan SMA N 1 Kasui, anak bungsu dari lima bersaudara ini terpilih sebagai Gubernur sejak 2013 untuk periode 2013/2014.

Ia bercerita, awal masuk fakultas ekonomi memiliki kesulitan. “Saya lulusan IPA dan saya masuk ke ekonomi menjadi sulit mengikuti mata kuliah awal, namun saya sering berkonsultasi dengan ibu Indah selaku dosen ekonomi,” katanya.

Zika menambahkan, Dosen cantik ini selalu memberi motivasi yang tiada henti. “Dosen Ekonomi cukup objektive dan profesional dalam menilai kemampuan yang dimiliki mahasiswa nya,” kataya lagi saat berbagi pengalaman kuliah di Universitas Malahayati.

“Kita adalah bagian dari keluarga Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, kita harus lebih peduli terhadap aspirasi mahasiswa dan ikut serta membantu pada setiap kegiatan kemahasiswaan, agar menjadi pribadi yang tegas dan bertanggung jawab,” katanya.

Masa periode Zika akan berakhir di bulan mei ini, dan saat ini dia sedang disibukkan dengan kegiatan pergantian pengurus BEM Fakultas Ekonomi.[]

 

firmansyah

Ini Dia Dokter Muda Pemilik IPK 4,00

Muhammad Firmansyah mahasiswa asal Tasikmalaya, Jawa Barat,  menjadi mahasiswa terbaik pada sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati, Selasa 12 Mei 2016.

“Alhamdulilah saya bisa menjadi mahasiswa terbaik tahun ini, kata Firman perish IPK 4,00 ini.

Ia members tips bagaimana menjadi mahasiswa terbaik, “tetap belajar tekun, berdoa dan tetap bersikap jujur dan jangan sampai melupakan Sang Pencipta.”

“Ketik mau OSCE saya kehilangan dokter pembimbing terbaik saya, itulah moment yang paling tidak terlupakan,” kata Firma berbagi pengalamannya kuliah di Universitas Malahayati.

Mahasiswa yang mendapatkan IPK tertinggi yaitu 4,00 ini berharap menjadi dokter yang baik. Ia pun berpesan kepada adik-adik tingkat agar tetap semangat belajar, hormat pada orangtua, hormat pada dosen, jujur, dan sertakan Sang Pencipta di mana pun berada.

Sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati hari selasa tanggal 12 Mei 2015 di Graha Bintang berlangsung dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB.[]

adli

Finger Style yang Calon Dokter dari Malahayati

Finger style dari Lampung ini bernama Adli Rifki Ihsani. Ia mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2012. Beberapa kali dia tampil dia acara – acara musik di Lampung, seperti di event Ruang Renjana untuk menghibur seluruh komunitas yang ada di Bandar Lampung, dia juga sering tampil di acara Universitas Malahayati seperti Dekan Cup dan lainnya.

Pengangum Tommy Emanuel ini sejak SMP sudah sering memetik senar gitar.  Aliran musik kesukaannya adalah klasik. Itulah sebabnya ia sering memainkan Romance de Amore dan River Flow in You.

“Hobby bermain gitar ini tidak akan mengganggu kuliah saya, karena menjadi seorang dokter adalah cita – cita dan kebanggan bagi kedua orang tua,” katanya.  Ia menambahkan, “dengan bermain musik membuat kita lebih santai menjalani aktifitas kuliah dan membuat pergaulan kita semakin luas.”

Menurut laman wikipedia, fingerstyle guitar adalah suatu teknik bermain gitar dengan cara memetik senar secara langsung dengan ujung jari, kuku, kombinasi keduanya ataupun dengan alat bantu lainnya tanpa menggunakan pick atau plektrum. Istilah “fingerstyle” ini sering dikaitkan dengan “fingerpicking” sebagai suatu teknik standar gitar klasik yang dimainkan dengan mempergunakan gitar nilon.[]