Dosen FT

Ini Dosen Unaya Peneliti Reaktor Fluidisasi Biomasa

DI bangku di depan Fakultas Teknik beberapa orang sedang asik berdiskusi, entah apa yang dibicarakan tetapi dari jauh sudah terlihat bahwa diantara orang-orang tersebut terdapat beberapa orang mahasiswa dan juga dua orang dosen.

Saya mendekati kelompok orang tersebut dan kemudian menyalami salah satu dari mereka yaitu Muhtadin, ST., MT. sebenarnya disana masih ada satu orang dosen lagi untuk saya sapa yaitu Mahyudin, ST., MT tetapi karena melihat beliau sedang asik berdiskusi dengan mahasiswa maka saya tidak menyapa beliau karena takut terganggu konsentrasinya.

Memakai baju kemaja berwarna putih dengan lengan digulung sampai ke siku, Bang Muhtadin, begitu ia biasa dipanggil memulai pembicaraan dengan menanyakan apa kabar kepada saya. Tampilan wajah yang serius dan santai menemani pembicaraan kami dibangku yang terbuat dari beton tersebut, Rabu (9/06/2015).

Tak lama, kami pun pindah menuju ruang beliau yang ada di fakultas Teknik. Setalah mengambil posisi duduk yang nyaman, kami melajutkan pembicaraan, beliau bercerita banyak tentang fakultas Teknik Unaya semenjak masih mahasiswa hingga sekarang sebagai dosen di tempat yang sama.

Kala itu, Bang Muhtadin melanjutkan, Muhtadin melakukan penelitian terhadap reaktor Fluidisasi Biomasa yang berfungsi untuk menghasilkan uap dibawah bimbingan Ir. Hamdani, MT., bersama Muhtadin kala itu, Faisal, ST MT, dan Mahyudin, ST.,MT, sebagai tim mereka secara bersama-sama melakukan penelitian.

Bang Muhtadin sendiri melakukan penelitian dibidang uji eksperimental pembakaran biomasanya. Pria kelahiran Idi, 23 September 42 Tahun silam itu menuturkan, Reaktor Fluidisasi Biomasa tersebut merupakan kepunyaan dari Dr. Mahidin dosen Teknik Kimia Unsyiah yang dipercayakan untuk diteliti kepadanya, mereka terus berkreasi melalui serangkaian percobaan terhadap alat tersebut, hasilnya sangat memuaskan

Pembimbing mereka saat itu menyampaikan dari beberapa penelitian yang pernah dilakukannya pada alat yang sama, baru kali bisa terjadi pembakaran dengan hasil diatas 1000 derjat celsius.

Untuk mendapatkan hasil demikian, Muhtadin melakukan modivasi didasarnya bernama Perforated Plate, dimana alat tersebut merupakan lempengan-lempengan plate yang dimodifikasi berupa lubang-lubang untuk meneruskan udara yang ditiupkan dari blower. Kemudian ada satu alat didalamnya yang saya buat untuk mengarahkan udara yang ditiup menjadi cukup, dan ini mempercepat proses pembakaran “untuk 2,5 kilogram bahan bakar, kami hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik” ujarnya.

********

Sosok Muhtadin memang dikenal dekat dengan mahasiswa, suami dari Maryati, ST., MT ini sering diajak berdiskusi oleh mahasiswa “bahkan yang tidak penting pun didiskusikan” katanya sambil tertawa.

Gayanya yang santai dengan badan berisi ditambah berpakaian yang tampil apa adanya menampakkan ciri khasnya sebagai orang teknik, namun begitu, dia adalah sosok yang terbuka terhadap siapa saja.

Tidak hanya dilingkungan kampus, di Ajuen Lamhasan, tempat dia menetap saat ini juga aktif dikegiatan-kegiatan kemasyarakatan, iya pernah menjabat sebagai ketua pemuda dan panitia Pemilu dan juga pemilihan Geuchik setempat. Selain itu, awal-awal Tsunami Muhtadin juga aktif di memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat melalui Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development-LOGICA medio 2006 sampai 2007. Saat ini Muhtadin dipercayakan sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Abulyatama.

Menghadapi mahasiswa di perkuliahan, pria yang pernah aktif di Senat Fakultas Teknik Unaya tahun 1994-1995 ini punya metode tersendiri, meski berlatar belakang Teknik, Muhtadin selalu menggunakan pendekatan moral “ini sangat penting menurut saya, karena pendekatan moral akan selalu berbekas kepada mahasiswa tersebut” ujarnya.

Soal pengalaman mengikuti training, Muhtadin punya segudang pengalaman, Teknologi of Partisipation (TOP) Training, AIPRD-LOGICA Porject in PT. ARUN LNG Housing Complex, di Lhokseumawe tahun 2006, Village Spatial Planning and Photographer Orientation Training AIPRD-LOGICA di Banda Aceh tahun 2006, Job Training in PT.AAF Lhokseumawe tahun 1997 adalah beberapa dari sekian banyak training yang pernah diikutinya.

Muhtadin punya pandangan khusus untuk pemuda, regenarasi adalah satu hal yang menjadi kewajiban baginya, baginya regenarasi kepemudaan harus disiapkan dari sekarang, baik itu di lembaga pendidikan maupun ditempat lainnya, karena hidup ini akana ada akhirnya, “ jadi visi saya jelas, bahwa sesorang itu harus tahu berasal dari mana dan akan berakhir dari mana” tutupnya.

Biodata :
Nama : Muhtadin, ST., MT
Tempat Tgl. Lahir : Idi, 23 September 1973
Pendidikan : STM Negeri Bireuen Tahun 1991
S1 Teknik Mesin Unaya Tahun 2000
S2 Teknik Mesin Unsyiah Tahun 2013
Alamat : Komplek Perumahan Ajuen Lamhasan. Lr. Dahlia No. 3 Kec. Peukan Bada Kab. Aceh Besar.
Email : adeenisme@gmail.com

muhaimin

Muhaimin Mahasiswa FT: Unaya Beda Dengan Perguruan Tinggi Yang Lain

UNIVERSITAS Abulyatama didirikan sejak tahun 1983 yang pada mulanya universitas ini berbentuk sekolah tinggi yang dikelola dan didirikan oleh yayasan abulyatama dipegang oleh ayahda Rusli Bintang sebagai salah satu kampus swasta yang tertua diAceh, sudah banyak melahirkan lulusan – lulusannya yang sukses diberbagai bidangnya baik dalam berwirausaha maupun di institusi pemerintahan baik di Aceh maupun diluar Aceh itu sendiri sendiri.

Universitas Abulyatama dalam hal ini selain melahirkan alumni-alumni terbaik, yang menbedakan Unaya dengan perguruan yang lain adalah, lokasi Kampus Unaya yang masih asri dengan menampilkan banyak pohon-pohon besar yang rindang sehingga mahasiswanya betah berlama-lama nongrong diUnaya, Tutur Muhaimin.

Secara bersamaan, pada saat sesi wawancara sore ini bersama salah satu mahasiswa tingkat akhir semester 8 program studi teknik sipil fakultas teknik Universitas Abulyatama, Kita akan coba membedah profilnya dan kegiatan yang ia lakukan selama hampir 4 tahun menimba ilmu di Universitas Abulyatama.

Sosok Mahasiswa murah senyum dan berbadan tegab dari Geumpang, Pidie ini memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang sangat beragam dan sangat ekstensif, bahkan ia pernah membawa nama Unaya diberbagai event ditingkat Nasional maupun lokal pada masa saat masih aktif di BEM Unaya periode 2013-2014 dengan jabatan Menteri Sosial dan Politik.

Beberapa pertanyaan menurut Muhaimin sekilas tentang Universitas Abulyatama.

Mengapa anda memilih menimba ilmu diUnaya ?

“Unaya telah banyak melahirkan alumni yang sukses, bahkan didaerah tempat tinggal saya 85% alumni unaya yang memengang kendali baik jadi pengusaha maupun PNS, oleh sebab itu saya berfikir untuk bisa mengikuti jejak-jejak alumni unaya yang sukses dengan menimba ilmu dikampus hijau ini”
Apa Kelebihan Unaya dimata anda ?
“Unaya punya daya saing yang tinggi ditingkat perguruan tinggi swasta maupun negeri diAceh Kemudian suasana kampusnya yang paling saya suka, bisa dikatakan ruang terbuka hijau yang perlu dipertahankan bahkan tidak salah Unaya dijuluki kampus Hijau dan Akreditasi tiap-tiap jurusan diUnaya jelas, tidak ada yang dirahasiakan” Imbuhnya sembari memegang Handphone Selulernya.
Apa saja yang sudah didapat selama kuliah diUnaya ?
“Banyak, terutama pengalaman dibidang organisasi. Organisasi Mahasiswa diUnaya walau anggaran sedikit dikucurkan, tetapi ormawa diUnaya punya Gaung diluar baik dievent-event maupun pergerakan mahasiswanya sendiri dalam menyikapi pemerintah, kemudian Unaya punya fasilitas ruang belajar yang nyaman dan dosen-dosen yang care terhadap mahasiswa”
Kenapa lebih memilih Unaya sebagai modal masa depan anda kelak ?
“Jujur saya katakan, Unaya punya nilai plus sebagai pilihan saya dalam menggapai cita-cita, Unaya mempunyai dosen yang berkualitas otomatis lulusannya juga berkualitas dan berdaya saing tinggi, makanya Unaya pilihan saya sebagai modal masa depan nanti”.
Dengan demikian, untuk melanjutkan pendidikan dilevel perguruan tinggi pendidikan, mempunyai pilar penting dalam membangun peradaban yang didasarkan atas jati diri dan karakter sebuah bangsa. Pendidikan dibutuhkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang multi guna menunjang perannya di masa yang akan datang. Upaya pendidikan yang dilakukan suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan dengan prediksi bangsa tersebut di masa mendatang.
Profil Muhaimin
 
Nama Lengkap             : Muhaimin
Tempat/Tgl Lahir        : Bangkeh, 18 Agustus 1990
Alamat                            : Desa Kajhu
Asal                                 : Geumpang, Pidie
Hobi                                : Sepakbola
Anak dari                       : Ak Gani
Pekerjaan Ayah            : Wiraswata
Pekerjaan Ibu               : IRT
Masa Kuliah                  : Semester 8
Pendidikan
1. SDN 1 Bangkeh
2. MTSN 1 Geumpang
3. SMAN 1 Geumpang
Cita-cita                           : Menteri Pekerjaan Umum
Harapan untuk Unaya  : Fasilitas lebih lengkap sebagai salah satu penunjang akreditasi.
muhammad-razi

Perkenalkan, Razi! Kami Bangga..

Yap, dengan bangga saya persembahkan, that’s him, itulah Muhammad Razi, atlit atletik lompat tinggi! Ia membuat kami di Universitas Abulyatama, Banda Aceh, sangat bangga padanya. 

Pemuda berkacamata, berperawakan biasa, bahkan bisa dibilang memiliki porsi tubuh yang biasa saja, bahkan masih belum bisa mencapai ambang batas threshold 50 kilogram.

Alumnus SMAN Ragunan Jakarta ini memiliki pandangan yang visioner, karakter yang kuat, tatapan mata yang tajam. Kiprahnya di dunia atletik jangan ditanya, hingga tahun terakhir ini Insya Allah sudah aman mewakili Aceh di ajang POMNAS XIV 2015.

Soal prestasi? Mulai dari antar PPLP, PPLM tingkat daerah, nasional sampai tingkat Internasional, ia kerap mendulang prestasi yang membanggakan, bahkan ia pernah memecahkan rekor remaja pada 2010 dengan lompatan 2,05. Sebut saja prestasi diajang internasioanl yang pernah ia raih, antara lain: perak di Asianship Thailand dan Emas di Malaysia Asian School .

“Menjadi atlet lompat tinggi berawal dari hobby saat kecil,” tutur Razi mengawali sesi wawancara siang itu. Seiring berjalannya waktu, Ia merasa memiliki bakat di bidang atletik lompat tinggi.

Tiada henti mengembangkan potensi dan mempelajari teknik-teknik yang baik, membuat dia semakin yakin melanjutkan hobinya menjadi lebih serius.

Begitu banyak pengalaman yang Ia lewati, ada suka dan duka. “Kalau sukanya, senang ketika menang mendapat juara, untuk dukanya ya saat cedera sih, saya pernah cedera di kaki, tulang saya sampai bengkok pada saat saya mengikuti pertandingan antar pelajar,” jelas Razi, yang kini menjadi mahasiswa FKIP Penjaskesrek di Universitas Abulyatama itu. []

Laporan: Aldian Ilham

image

Rizki, Dokter yang Rahmatan Lil Alamin

JANJI bertemu dipenuhinya tepat waktu, itu mengisyaratkan kedisiplinannya menjalani hidup. Caranya berdiskusi; mendengar dengan seksama, berfikir sebelum menjawab, menerangkan dengan struktur kalimat yang runut dan jelas, itu menunjukkan kecermatannya dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Ketika ia menyebutkan tokoh idolanya adalah Ibnu Sina, maka ia menyingkap identitasnya. “Siapapun yang menggeluti ilmu kedokteran tentu tahu Ibnu Sina. Sampai sekarang saya masih membaca bukunya tentang kedokteran,” kata Muhammad Rizki, alumni Universitas Malahayati yang kini adalah seorang dokter dan sedang mengabdi di pelosok perkampungan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Ibnu Sina yang disebut Rizki itu tak lain adalah ilmuan Islam yang paling terkenal di dunia. Tokoh ini bernama lengkap Abu Ali al-Husayn bin Abdullah bin Sina (980-1037). Ia seorang filsuf, ilmuan, dan juga dokter yang berasal dari Persia (Uzbekistan), yang dikenal sebagai Bapak Pengobatan Modern.

Selama hidupnya, Ibnu Sina telah mengarang 450 buku. Karyanya yang sangat terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine (Al-Qanun fi At Tibb). Buku-buku itulah yang didalami Rizki ketika menimba ilmu kedokteran di Universitas Malahayati. “Sungguh luar biasa. Ibnu Sina menulis bukunya berabad-abad yang lalu, sampai kini kita masih membaca dan mempelajarinya,” kata Rizki.

****

LAPANGAN Golf itu terletak di sebelah kanan Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Di sinilah Rizki menerima saya untuk ngobrol ringan akhir pekan pada pukul 12,00, Sabtu 30 Mei 2015. Kami memilih kursi di pojok kiri tempat yang bernama Rizki Golf ini.

Pemuda kelahiran Lampoh Keudee, Aceh Besar, pada 1989 ini, berpenampilan sederhana. Mengenakan t-shirt biru dan celana gelap serta sepatu sport warna hitam. Ketika bersua, ia langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk salaman. Berkulit putih, ia membiarkan kumis dan janggutnya tumbuh begitu saja.

Saya memulai pembicaraan dengan bertanya, “apa sebenarnya yang dicari dalam hidup Ini?”. Sejenak Rizki memandang hamparan rerumputan yang terpangkas rapi lapangan golf. “Sejatinya saya ingin membahagiakan orang tua, saya ingin berada dalam kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain, bagi masyarakat luas,” katanya.

Kehidupan yang seperti itu pula yang kemudian mengantarkan Rizki menempuh pendidikan kedokteran. Ia mengawali pendidikan dasarnya di Aceh, kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati pada 2008. Empat tahun kemudian ia menyelesaikannya.

Selanjutnya ia koas di Kuningan, Jawa Barat. Setelah itu ia mengabdi di Muaro Jambi, di Rumah sakit tipe D, sejak Februari 2015. Ini rumah sakit yang stratanya paling bawah. Di sinilah Rizki menemukan realita kehidupan yang paling mendasar. “Banyak hal yang kita temukan dalam realitas kehidupan. Dan itu tidak kita temukan dalam buku di kuliahan,” kata Rizki.

Tempat Rizki mengabdi sekarang adalah perkampungan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup sebagai buruh perkebunan. Mereka rata-rata hidup pas-pasan. “Ketika mereka sakit dan membutuhkan pertolongan, maka kita juga harus memikirkan bagaimana mereka bisa berobat hingga sembuh namun jangan sampai keluarganya malah kelaparan,” kata Rizki.

Menyangkut masalah sosial ekonomi seperti itu, Rizki dan sejawatnya yang bertugas di pelosok menempuh solusi dengan membuat semacam celengan. Mereka mengumpulkan uang yang digunakan saat ada anggota masyarakat membutuhkannya. “Dengan itulah kita membeli obat dan membiyai pengobatan,” kata Rizki.

Dinamika sosial seperti itu, kata Rizki, pasti akan bersentuhan dengan seorang dokter. Selain itu, kata Rizki, ada juga soal budaya. “Misalnya, pengalaman saya sendiri, tentu menemukan perbedaan budaya yang tajam di Kuningan, Jawa Barat, dan di Jambi. Perbedaan karakter orang Jawa dan Sumatera, maka berbeda pula cara menanganinya,” katanya.

Itulah sebabnya, kata Rizki, penting bagi seorang dokter untuk mengetahui dan memahami kearifan lokal di setiap daerah yang akan dilaluinya. “Jangan sampai, kita yang berniat baik malah nanti ditanggapi berbeda,” katanya.

“Begitu juga soal bahasa daerah, setidaknya ketika berada di satu daerah kita juga memahami bahasa lokalnya. Minimal bahasa percakapan yang paling dasar. Sehingga tak ada kendala saat kita berada di lapangan.”

Bagi Rizki, ilmu kedokteran adalah penggabungan seni dan ilmu pengetahuan. Sehingga, menjadi sesuatu yang sangat menarik didalami dalam kehidupan ini. “Tak semata-mata materi. Intinya adalah bagaimana dalam kehidupan ini kita menjadi sangat berarti. Kita benar-benar hidup dalam arti yang sebenarnya,” katanya.

Karena itu, Rizki ingin menambah perbendaharaan ilmunya dengan melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjutan. Namun ia bukan orang yang berkemauan berlebihan, ia belum ingin melanjutkan sampai ke luar negeri. “Di Indonesia saja, sebab saya ingin mengabdi di negeri sendiri. Jadi alangkah baiknya jika ilmu yang saya dapat juga dari dalam negeri,” katanya.

Rizki berkata bukan tanpa alasan. Menurut Rizki, di setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Bahkan termasuk karakter kumannya pun berbeda. Misalnya, seseorang yang terkena infeksi di Malaysia, akan berbeda unsur bakterinya dengan orang di Indonesia. “Jadi saya memilih pendidikan dengan tempat penerapan yang sesuai juga,” katanya.

Namun, saya masih penasaran untuk mencari tahu inti dari pendidikan yang ditekuninya ini. Sehingga timbul pertanyaan, “apa sebetulnya yang menarik dari ilmu kedokteran?”

Rizki kembali merenungkannya. Ia lalu menghela nafasnya secara perlahan. Kami beradu pandang saat ia menoleh, dan menjawab pertanyaan saya.

“Sangat menarik, semakin saya mendalaminya semakin saya memahami bahwa kehidupan di alam ini ada yang mengaturnya. Pada akhirnya saya ingin menjadi dokter yang Rahmatan lil Alamin,” kata Rizki. Sejenak kami berdua terdiam.

****

JENUH duduk di tepi lapangan golf, kami sepakat beranjak ke tempat lain. Pilihannya jatuh ke lapangan futsal di lantai tujuh gedung rektorat. Kami berjalan dan menaiki tangga menuju lapangan futsal. Di sana ada tiga lapangan futsal.

Setelah dari lapangan futsal, kami berdiri di balkon lantai tujuh. Rizki memandang hamparan gedung-gedung perkuliahan di kompleks Universitas Malahayati ini. Berada di lahan 84 hektar, gedung-gedung ini bertebar di antara pepohonan rimbun dipayungi awan bak lukisan berkanvaskan langit biru.

Di sini, Rizki mengutarakan harapannya. “Saya berharap kampus ini lebih baik lagi, dari segi fasilitas, dan juga kualitasnya. Kita jangan menutup diri pada kekurangan, ini perlu kita minimalisir, sedangkan kelebihannya perlu kita eksplor lebih jauh,” katanya.

Ia juga memesan kepada khalayak yang berkaitan dengan Universitas Malahayati untuk betul-betul menjaga nama baik almamater. “Jika ada kekurangan, mari perbaiki bersama-sama. Jika kita sudah menjadi almamater, otomatis dalam kehidupan bermasyarakat pun kita tidak lagi membawa diri kita sendiri. Pada diri kita melekat almamater juga,” kata Rizki.

Soal almamater ini, Rizki pernah mendapat nasihat dari seorang guru besar. “Beliau memesan jangan kita mengumbar keburukan almamater, sebab itu sama saja dengan memperburuk diri sendiri,” katanya.

Selain itu, Rizki juga memesan agar mahasiswa di Universitas Malahayati segera memprakarsai ikatan alumni. “Ini sangat berguna. Selain memperkuat tali persaudaraan, juga mempermudah komunikasi berbagai hal yang berkaitan dengan berbagai informasi,” katanya.

Usai berbincang singkat di balkon, kami turun. Di teras rektorat kami pun berpisah. Rizki kembali mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Ia, pemuda yang rendah hati. []

3

Afrah, Mahasiswi Abulyatama di Pentas Duta Wisata

MAHASISWI Universitas Abulyatama, Nurul Afrah, terpilih sebagai Juara Favorit Duta Wisata Aceh Besar, Sabtu (23/5/2015).

Kegiatan yang bertujuan mempromosikan Aceh Besar dari sektor pariwisata ini dilaksanakan di Gedung SKB Lubuk, Ingin Jaya, Aceh Besar. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah itu diikuti oleh 80 orang peserta yang kemudian disaring kembali hingga tersisa sebanyak 8 pasangan calon duta wisata.

Nurul Afrah yang bersaing ketat dengan finalis lainnya dalam vote melalui akun Instagram @dutarayeuk tersebut semakin sengit menjelang penutupan voting. Hingga pukul 16.00 WIB jumlah lover Nurul Afrah sebanyak 533 sementara Siti Zuhra yang menjadi saingannya berada dipuncak dengan total lover sebanyak 536 lover yang kemudian lolos ke babak 5 besar.

Vote bertahan hingga pengumuman pemenang duta wisata diumumkan. Akhirnya Nurul Afrah terpilih sebagai duta wisata favorit Aceh Besar tahun 2015 yang bertugas untuk mempromosikan pusat-pusat wisata yang ada di Aceh Besar.

Sosok Nurul Afrah memang sudah tidak asing lagi dilingkungan Universitas Abulyatama, wanita hitam manis ini terkenal ramah dan cekatan.  Selain aktif sebagai aktivis mahasiswa di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai Wakil Gubernur Fakultas Kedokteran Periode 2014-2015, wanita kelahiran Montasik 22 tahun Silam ini juga sering tampil sebagai moderator dalam setiap even yang diselenggarakan oleh kampus.

Tidak hanya itu, Afrah, begitu biasa dia dipanggil, juga memiliki segudang prestasi lainnya, sebut saja juara 3 lomba puisi se Aceh, Kategori 10 besar lomba regional Medical Olympiade se sumatra cabang cardio_respi tahun 2011.

Di bidang olah raga, gadis ramah ini sangat menyukai tenis meja, hal ini dibuktikannya dengan meraih juara di pekan olahraga HIMAB Poltekes dan pertandingan tenis meja se Poltekes tahun 2011.

Setelah terpilih sebagai duta wisata Aceh Besar, Afrah berharap setiap elemen baik dari pihak pemerintah dan masyarakat dapat sama-sama mengembangkan lagi potensi-potensi wisata yang ada di Aceh Besar.

Ia menyebutkan contohnya dengan pemenuhan sapta pesona guna menunjang Aceh Besar sebagai “Rumoh Wisata” yang mngedepankan syariat sehingga terbentuk penduduk yang bersih, tempat yang asri akan keindahan alam dangan eko wisata yang sinergis.

Untuk Abulyatama, Anak ke 4 dari 7 bersaudara pasangan H. Nurdin dan Hj. Suryati, S.Pd ini punya harapan khusus agar dapat memberikan distribusi yang maksimal. “Yaitu membangun jiwa-jiwa muda dengan sasaran pada semua pelajar mengenai sadar akan alam, sadar akan adat, sadar akan sejarah dan budaya, yang berprinsip pada bergenggam tangan dengan jiwa yang tenang,” katanya.

“Tentu saya ingin mempromosikan kampus Abulyatama dimata dunia bahwa Abulyatama adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Laporan: Muslim

rektor unimal

Rektor Tampan Kampus Malahayati

BERKULIT putih bersih, selalu berbusana rapi dan trendi. Saat berjalan langkahnya cepat dengan dada membusung tegak. Berpapasan dengannya, pasti melihat senyuman yang menggoda, dan mendengar sapaannya yang  teduh. Ia juga ramah, bertutur santun dengan bahasa yang teratur.

Dialah Muhammad Kadafi. Menyandang gelar doktor, saat ini ia menjabat sebagai rektor di Universitas Malahayati. Di tangan akademisi muda berwajah tampan inilah biduk kendali kemajuan kampus yang terletak di kota Bandar Lampung itu melaju.

Hari itu, Kamis pekan lalu, Kadafi menerima kru malahayati.ac.id di ruang kerjanya di Lantai lima gedung rektorat Universitas Malahayati, untuk sebuah bincang-bincang ringan. Tentu yang dibicarakan tiada lain sebuah konsep masa depannya Universitas Malahayati dan para mahasiswa yang menuntut ilmu di sini.

Mengenakan stelan jas abu-abu yang serasi dengan dasi dan sepatu berwarna gelap mengkilap yang lalat pun bisa terpeleset bila hinggap. Rambutnya tertata rapi. Ruangan kantornya tak kalah rapi. Rak di belakangnya bersusun buku. Interior ruangan sekelas davinci, bernuansa seni yang anggun dengan pengaturan warna yang serasi.

Kadafi bukanlah pejabat yang sibuk mematut imej, ketika kru malahayati.ac.id merakit peralatan rekam video wawancara, ia melepaskan jas dan ikut membantu. Ia juga tidak segan-segan meminta pendapat dan memberi ide. Maka berlangsunglah sebuah wawancara ringan, singkat dan bernas dalam syuting sederhana malahayati.ac.id.

Ia mengatakan sebuah harapan untuk para mahasiswanya agar bisa berkompetisi di era masyarakat Ekonomi Asia di masa mendatang. “Dari sekarang kita wajib mempersiapkan diri untuk persaingan global itu,” kata Kadafi yang juga adalah Ketua Umum HIPMI Lampung ini. Lalu Kadafi melanjutkan, “Kita mempersiapkan diri untuk mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asia.”

Ia mengatakan mahasiswa di Universitas Malahayati setelah menyelesaikan kuliah tak hanya sekedar menggenggam ijazah saja, namun juga dibekali kesiapan diri berkompetisi dalam dunia bebas.

“Artinya seorang mahasiswa di masa sekarang ini tak cukup sekedar berbekal ilmu, tetapi juga memiliki jejaring dengan berbagai komponen yang positif untuk membuatnya eksis di bidangnya,” kata Kadafi.

Itulah sebabnya, kata Kadafi, Universitas Malahayati terus meningkatkan jalinan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam negeri dan di luar negeri. “Kita juga mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk studi banding,” katanya. (lihat Video Kadafi Bicara Malahayati, klik di sini)

****

SEPERTI apa kampus yang dipimpin Kadafi? Soal ini, ia lebih menyukai jawaban yang sesuai fakta. Artinya, ia mempersilahkan setiap orang untuk datang, lihat, dan menilai sendiri. Sehingga tak terkesan jualan kecap yang selalu mengklaim sebagai nomor satu.

Soal kampus, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) – Prof Mohammad Nasir pernah blusukan ke Universitas Malahayati – Bandar Lampung, Sabtu (28/2) lalu. Nasir datang untuk melihat langsung berbagai fasilitas dan infrastruktur kampus yang menempati lahan seluas 84 hektar itu.

Nasir didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi, H. Rusli Bintang dan Rektor Universitas Malahayati – Dr. Muhammad Kadafi, SH, MH. Tiba pukul 10 pagi, tujuan pertama Nasir adalah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin yang terletak tak jauh dari gerbang masuk kampus.

Tujuan berikutnya adalah Gedung Terpadu Universitas Malahayati yang terdiri dari 9 gedung dan berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. Setiap gedung dihubungkan oleh jembatan yang memudahkan mobilisasi orang-orang. Gedung pertama adalah Blok Kabara, bangunan bertingkat tujuh yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Lantai dasar diisi oleh Kabara Shop, lantai dua untuk musala, lantai tiga terdapat Kabara prasmanan, lantai keempat berfungsi sebagai Malahayati Career Center, lantai lima merupakan ruang kuliah, lantai enam bak air dan lantai tujuh adalah ruangan teknologi informasi. Gedung kedua difungsikan sebagai pusat kuliner dan pencucian pakaian.

Gedung ketiga merupakan pusat aktivitas dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati. Gedung 8 lantai ini disebut Asrama Green Dormitory. Lantai 1 – 4 merupakan asrama putri dengan kapasitas 384 kamar. Sementara lantai 5 – 6 adalah apartemen untuk dosen. Asrama putra terletak di sebelah utara dari blok Kabara.

Terdiri dari 5 gedung, asrama putra memiliki kapasitas 276 kamar dengan fasilitas olahraga lengkap. Seperti kolam renang, lapangan basket, voli, tenis dan golf. “Seluruh mahasiswa Universitas Malahayati disediakan fasilitas asrama” Kepala Asrama Green Dormitory – Drs. Rayendra Hermansyah MM menjelaskan.

Di lantai 7 terdapat Laboratorium Kesehatan Terpadu. Mulai dari laboratorium dasar, biomolekuler, osce hingga laboratorium computer basic training (CBT) ada di sini. “Semua peralatan yang kita gunakan di sini terbaru,” imbuh Rayendra. Selanjutnya Menteri Nasir menuju lantai 8 tempat perpustakaan seluas 1 hektar berada dan menandatangani prasasti Gedung Terpadu Universitas Malahayati.

Perpustakaan Universitas Malahayati memiliki 35.000 koleksi buku dan dilengkapi dengan fasilitas internet. Jadi mahasiswa atau pengunjung umum bisa mencari bahan rujukan studi dari berbagai portal. Di sebelah kanan perpustakaan ini juga disediakan ruang baca yang nyaman dan perpustakaan digital. Dari ruang baca, pengunjung bisa melihat pemandangan alam Bandar Lampung, perumahan penduduk dan gedung-gedung yang ada di Universitas Malahayati.

Usai berkeliling, Menteri Nasir menuju Graha Bintang untuk bertemu dan memberikan semangat pada anak-anak yatim dari Bandar Lampung. Dalam pidatonya, Nasir menyampaikan harapannya agar berbagai pihak terus berperan dan peduli pada anak yatim karena mereka harapan bangsa. Selanjutnya Menteri Nasir bersama pemilik Universitas Malahayati – Rusli Bintang memberikan santunan pada anak-anak yatim tersebut.

Setelah berkeliling dan melihat titik-titik vital kampus yang berdiri sejak tahun 1993 itu, Menteri Nasir pun menyampaikan kekagumannya. “Universitas Malahayati saat ini sudah baik. Setelah melihat langsung ke sini, saya menaruh harapan besar. Kita harapkan menjadi lebih baik lagi,” ujar Nasir sebelum meninggalkan area kampus pada pukul 1 siang.

Rusli pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Menteri Nasir. “Kedatangan Pak Menteri ke Universitas Malahayati menambah keyakinan yang luar biasa. Sehingga kami menjadi terpacu untuk berbuat yang terbaik bagi dunia pendidikan. Sudah pasti berbagai saran dari Pak Menteri akan kami ikuti karena semuanya untuk kebaikan bersama,” kata Rusli.

Di areal yang dilengkapi berbagai fasilitas akademik inilah ribuan mahasiswa menimba ilmu di empat fakultas. Di antaranya adalah fakultas kedokteran, Ekonomi, teknik, kesehatan masyarakat, dan pascasarjana megister kesehatan masyarakat. Selain itu juga dilengkapi dengan kebidanan, keperawatan, dan akademi farmasi. (Baca: Fakultas dan Fasilitas Universitas Malahayati)

****

CUKUP banyak tokoh dan juga masyarakat yang telah berkunjung ke kampus Universitas Malahayati. Di antaranya termasuk Dr. Soegiharto, Komisaris Utama PT Pertamina, sejumlah anggota DPR-RI, Walikota Bandar Lampung Drs. Herman HN MM, dan juga Wakil Bupati Tulangbawang Hery Wardoyo.

Sejumlah artis ibukota juga pernah tampil di Graha Bintang, Universitas Malahayati. Terbaru adalah grup musik RAN yang manggung di sini Minggu malam 17 Mei 2015, pada acara penutupan Dekan Cup 2015, sebuah kegiatan yang dimotori mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. “Seru banget main di Universitas Malahayati,” kata Rayi Putra Rahardjo yang akrab disapa Rayi, salah satu personel grup musik RAN. (Baca: Ini Sebabnya RAN Senang Manggung di Malahayati)

Selain tokoh masyarakat, politisi, dan selebriti, tentu saja kampus ini kerab disambangi para pengusaha. Bahkan di sinilah awal peluncuran program HIPMI Goes to Campus diluncurkan.

Kehadiran para pengusaha juga tak lepas dari reputasi Kadafi yang mengomandoi HIPMI Lampung. Kadafi dengan berbagai jejaring yang sudah dibangunnya juga berupaya menggali segala informasi yang dibutuhkannya untuk membangun Universitas Malahayati agar lebih eksis.

“Untuk membangun masa depan yang lebih cerah, let’s challenge the future with Malahayati University,” kata Kadafi. []

 

ibu-titin

Mengapa Direktur Akafarma Takut Baca Novel?

SETIAP saat Ilmu selalu ada yang baru, prinsip ini yang selalu dipegang Direktur Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati, Agustina Retnaningsing M. Farm.,Apt. Membaca merupakan salah satu cara untuk memperbaharui ilmu yang sudah ia miliki.

Ratusan buku karya tokoh ternama dunia dan Indonesia sudah dimilikinya, tersusun rapi di rumahnya. Namun, perempuan  kelahiran Teluk Betung, 28 Agustus 1973, ini takut membaca buku cerita seperti novel.

“Dari ratusan buku yang tersusun rapi di rak, didominasi oleh buku pendidikan kesahatan. Saya lebih suka membaca buku ini, ketimbang membaca novel,” kata dia.

Ada cerita tersendiri mengapa direktur Akafarma ini tidak suka  novel. Berawal ketika ia masih duduk di bangku SD. Agustina kecil dulu suka sekali dengan buku novel. Lima Sekawan merupakan judul novel favorit saat itu.

“Saat di bangku SD saya suka sekali dengan novel. Kesukaan saya terhadap novel membawa dampak buruk terhadap prestasi belajar. Saya mampu tidak tidur semalaman hanya untuk membaca sebuah cerita novel. Hal ini membuat saya sering tidur saat di sekolah,” katanya.

Karena perestasi belajar memburuk, ia pun sempat dimarahi orang tuanya. Sejak saat itu ia membuat komitmen tidak membaca novel lagi. Hingga saat ini komitmen tersebut terus dipegang olehnya. Meskipun judul novel sedang naik daun sekali pun, ia tidak tertarik dan memilih untuk membaca buku pendidikan.

“Saya sampai sekarang tidak baca novel, meskipun beberapa kali sempat ditawari membaca novel oleh teman saat kuliah. Saya takut kecanduan dan malas untuk beraktifitas, saat membaca novel,” kata dia.

Baginya, membaca buku pendidikan kesehatan lebih bermanfaat ketimbang membaca novel. Ilmu yang didapatkan saat membaca buku pendidikan kesehatan ini dapat langsung di aplikasikan.

“Seorang dosen itu harus bisa menguasai ilmu yang terbaru, dan itu bisa didapat dari membaca buku pendidikan kesehatan. Ilmu selalu berkembang, sebagai dosen ia harus bisa terus belajar,” katanya dengan senyuman.

Nama. :Agustina Retnaningsih. M.Farm.,Apt.
TTL. :Teluk Betung, 28 Agustus 1973
Alamat : Jl. Rambutan No.3 Pasir Gintung Bandar Lampung

Riwayat pendidikan
1. SD Xaverius Metro, Lulus 1986
2.SLTP Xaverius Metro, Lulus 1989
3.SMU Negeri 1 Metro, Lulus 1992
4.Sarjana Farmasi, Universitas Jakarta, Lulus tahun 1997
5.Perogram Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Pancasila Jakarta lulus tahun 1998.
6.Magister Farmasi, Universitas Indonesia tahun (2009-2011)

Pengalaman kerja:

1.Dosen Akademi Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati tahun 2000-sekarang.
2.Apoteker penangung jawab Apotek Horison di Jatomulyo Natar, tahun 2008-sekarang.
3.Apoteker penangung jawab Apotek Kasih 1 Bandar Lampung, tahun 2005-2007.
4.Apoteker penangung jawab Apotek Kevin Bandar Lampung, tahun 2003-2005.
5.Apoteker penangung jawab Apotek Naufal Metro, tahun 2001 – 2003.
6.Apoteker penangung jawab Apotek Bina Farma Panjang Teluk Betung, 2000-2001.
7.Apoteker penangung jawab Apotek swasta.

 

Harzika

Gadis Mungil Gubernur BEM Fakultas Ekonomi

Nama lengkapnya Harzika Sari. Biasa dipanggil Zika. Saat ini ia duduk di semester enam program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati.

Selain kuliah, gadis mungil ini juga aktivitas di organisasi kampus. Bahkan ia dipercaya menjabat sebagai Gubernur BEM (Badan Eksekutif Makasiswa) Fakultas Ekonomi.

Gadis yang lahir pada  22 November 1994 ini memang menyukai organisasi dan memiliki sukup pengalaman. Dimulai sejak duduk di bangku  SMP N 1 Rebang Tangkas dan SMA N 1 Kasui, anak bungsu dari lima bersaudara ini terpilih sebagai Gubernur sejak 2013 untuk periode 2013/2014.

Ia bercerita, awal masuk fakultas ekonomi memiliki kesulitan. “Saya lulusan IPA dan saya masuk ke ekonomi menjadi sulit mengikuti mata kuliah awal, namun saya sering berkonsultasi dengan ibu Indah selaku dosen ekonomi,” katanya.

Zika menambahkan, Dosen cantik ini selalu memberi motivasi yang tiada henti. “Dosen Ekonomi cukup objektive dan profesional dalam menilai kemampuan yang dimiliki mahasiswa nya,” kataya lagi saat berbagi pengalaman kuliah di Universitas Malahayati.

“Kita adalah bagian dari keluarga Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, kita harus lebih peduli terhadap aspirasi mahasiswa dan ikut serta membantu pada setiap kegiatan kemahasiswaan, agar menjadi pribadi yang tegas dan bertanggung jawab,” katanya.

Masa periode Zika akan berakhir di bulan mei ini, dan saat ini dia sedang disibukkan dengan kegiatan pergantian pengurus BEM Fakultas Ekonomi.[]

 

firmansyah

Ini Dia Dokter Muda Pemilik IPK 4,00

Muhammad Firmansyah mahasiswa asal Tasikmalaya, Jawa Barat,  menjadi mahasiswa terbaik pada sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati, Selasa 12 Mei 2016.

“Alhamdulilah saya bisa menjadi mahasiswa terbaik tahun ini, kata Firman perish IPK 4,00 ini.

Ia members tips bagaimana menjadi mahasiswa terbaik, “tetap belajar tekun, berdoa dan tetap bersikap jujur dan jangan sampai melupakan Sang Pencipta.”

“Ketik mau OSCE saya kehilangan dokter pembimbing terbaik saya, itulah moment yang paling tidak terlupakan,” kata Firma berbagi pengalamannya kuliah di Universitas Malahayati.

Mahasiswa yang mendapatkan IPK tertinggi yaitu 4,00 ini berharap menjadi dokter yang baik. Ia pun berpesan kepada adik-adik tingkat agar tetap semangat belajar, hormat pada orangtua, hormat pada dosen, jujur, dan sertakan Sang Pencipta di mana pun berada.

Sumpah dokter ke 32 yang digelar Universitas Malahayati hari selasa tanggal 12 Mei 2015 di Graha Bintang berlangsung dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB.[]

adli

Finger Style yang Calon Dokter dari Malahayati

Finger style dari Lampung ini bernama Adli Rifki Ihsani. Ia mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2012. Beberapa kali dia tampil dia acara – acara musik di Lampung, seperti di event Ruang Renjana untuk menghibur seluruh komunitas yang ada di Bandar Lampung, dia juga sering tampil di acara Universitas Malahayati seperti Dekan Cup dan lainnya.

Pengangum Tommy Emanuel ini sejak SMP sudah sering memetik senar gitar.  Aliran musik kesukaannya adalah klasik. Itulah sebabnya ia sering memainkan Romance de Amore dan River Flow in You.

“Hobby bermain gitar ini tidak akan mengganggu kuliah saya, karena menjadi seorang dokter adalah cita – cita dan kebanggan bagi kedua orang tua,” katanya.  Ia menambahkan, “dengan bermain musik membuat kita lebih santai menjalani aktifitas kuliah dan membuat pergaulan kita semakin luas.”

Menurut laman wikipedia, fingerstyle guitar adalah suatu teknik bermain gitar dengan cara memetik senar secara langsung dengan ujung jari, kuku, kombinasi keduanya ataupun dengan alat bantu lainnya tanpa menggunakan pick atau plektrum. Istilah “fingerstyle” ini sering dikaitkan dengan “fingerpicking” sebagai suatu teknik standar gitar klasik yang dimainkan dengan mempergunakan gitar nilon.[]