13095864_147206505680850_2712654726070959251_n

Ikbal; Ketua DPM Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan

Ikbal, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Abulyatama. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Ikbal mengenakan kemeja saat ditemui abulyatama.ac.id di kantin induk Unaya Selasa, 24 Mei 2016.

Ikbal terpilih menjadi ketua DPM FKIP pada prosesi pemilihan DPMF Kamis, 24 April 2016 lalu. Ia unggul atas dua kandidat lainnya. Ikbal juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua  DPMF. “Seneng bisa terpilih,” ujar Ikbal.

Pria kelahiran Desa Tengah 31 Juli 1995, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah. Ia tercatat aktif sebagai anggota OSIS. Sedangkan di Eksternal kampus ia aktif di organisasi pangayuban HAMAS, IPDM, dan HMI.

Pemuda yang memiliki cita cita sebagai dosen ini juga mengatakan kesan selama berorganisasi adalah mendapatkan hal baru yang tidak didapatkan ditempat lain dengan mengembangkan potensi untuk belajar menjadi pemimpin.

Ikbal memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Ikbal. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

12193509_667979093344878_3317892872737521831_n

Walid Tanzil Al Aziz; Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Fisika

Walid Tanzil Al Aziz, Ketua Himpunan Mahasisiwa Fisika (Himasika) Universitas Abulyatama. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Tanzil dengan mengenakan kemeja batik saat ditemui abulyatama.ac.id di kantin induk Unaya Rabu, 03 Mei 2016.

Dafa terpilih menjadi ketua Himasika pada prosesi pemilihan bupati Maret 2016 lalu. Ia unggul atas dua kandidat lainnya. Tanzil juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua Himasika. “Senang dan tantangan tersendiri bisa terpilih,” ujar Tanzil.

Pria kelahiran Nagan Raya 11 September 1995, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah, Ia tercatat aktif sebagai anggota Osis. Sedangkan di Universitas Abulyatama ia aktif di organisasi Ekstra Kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Tanzil memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Tanzil. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Prodi Pendidikan Fisika Universitas Abulyatama.

IMG_20151201_092233-750x1030

Calon Dokter Cantik Ini, Hobi Bulutangkis

MAHASISWA Program Studi Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama ini selain disibukan dengan aktivitas kuliah ia juga memiliki hobi bermain bulutangkis. Ia adalah Nurul Tasnim. Calon dokter dari Universitas Abulyatama ini biasa disapa Nurul.

“Cita-citanya dari kecil polwan cuma engga tau udah kuliah ngambil jurusan dokter umum InsyaAllah future docter,” kata Nurul.

Gadis asal kota Tapaktuan, Aceh Selatan ini sudah menekuni olahraga bulutangkis sejak dibangku kelas 3 Mtsn.”Awalnya yang memperkenalkan bulutangkis adalah pak Man yang saat itu bertemu di Langsa saat mengikuti turnamen bola voli, setelah itu baru saya menekuni bulutangkis,” katanya.

Mahasiswa kelahiran Krueng Kuet, Desember 1994 ini memiliki prestasi yang cukup banyak di hobi bulutangkisnya. Prestasi mahasiswi semester 7 ini terbukti saat pernah mengikuti Popda Tahun 2010 di Aceh Tamiang, lalu Porda 2010 di Bireuen, Porseni se-Aceh di Meulaboh tahun 2011 semua yang diikuti meraih perak untuk Aceh Selatan dan yang terakhir semifinal Piala Rektor Cup Unsyiah kategori tunggal putri tahun 2013.[]

MUHAMMAD-REZA

Hari Guru Nasional, Mantan Wapresma Unaya Dirikan Lembaga Peduli Moral

MENJADI seorang pengajar tidak hanya terbatas di sekolah, kampus atau menjadi Teungku (ustad) dibalai-balai pengajian. Lebih jauh, menjadi seorang guru juga bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas positif untuk sesama dan objeknya pun tidak terbatas pada anak-anak sekolahan. Namun, anak-anak pada umumnya juga bisa.

Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Reza S Pd. Lelaki kelahiran Kemuning, Pereulak, Aceh Timur 23 Tahun silam ini. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan PPKn Universitas Abulyatama, tahun 2014 silam. Ia yang memiliki naluri aktivisnya tidak terhenti seiring selesainya pendidikan dikampus. Ia bersama beberapa pemuda lainnya mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Moral Care Community (IMCC) sebagai bentuk keprihatinannya terhadap semakin merosotnya moral anak bangsa.

Lembaga yang di prakarsai oleh beberapa anak muda ini telah eksis sejak satu tahun belakangan ini .”Namun saat itu masih sebatas sharing informasi saja,” kata Reza kepada abulyatama.ac.id di Banda Aceh, Rabu, 26 November 2015.

Lembaga ini bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa krisis moral harus menjadi perhatian serius setiap masyarakat.”Jadi lembaga ini untuk mengawasi, memberi dan mengayomi generasi-generasi bangsa untuk menjadi insan yang bermoral,” kata Reza yang juga Direktur IMCC.

Ia juga menjelaskan saat ini upaya-upaya untuk menggerus moral anak-anak muda dilakukan dengan cara sangat sistematis, mulai dari game-game, media massa bahkan tidak hanya terbatas diperkotaan saja dipedesaan pun juga sudah sangat mengkhawatirkan.”Generasi muda sudah terjebak kedalam sikap amoral,” kata Reza mantan Wakil Presiden Mahasiswa Unaya Periode Tahun 2012-2013.

Ia berharap agar orang tua juga pemerintah untuk lebih berperan dalam mengawasi setiap perilaku anak baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat lebih luas.

Mungkin, apa yang dilakukan oleh Reza dan kawan-kawan tidak berdampak banyak untuk mengawasi degradasi moral anak-anak bangsa. Namun, langkah mereka patut di contoh dan ditiru.

Dengan segala keterbatasannya, mereka berusaha menjadi sosok guru bagi anak-anak bangsa, khususnya untuk pendidikan moral. Karena menjadi “Umar Bakri’’ tidak perlu menyandang status sebagai guru atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang paling penting adalah usaha dan siapa melakukan apa serta bagaimana. Selamat Hari Guru Nasional.[]

Zuhri

Kesan Gubernur Terpilih Fakultas Teknik Periode 2015/2016

MAHASISWA Fakultas Teknik Universitas Abulyatama ini menjadi Gubernur terpilih untuk Badan Eksekutif Mahasiswa-Fakultas Teknik (BEM-FT) untuk periode 2015/2016. Bernama lengkap Zuhri, Ia yang merupakan mahasiswa semester tujuh ini mendapatkan 25 suara terbanyak dibandingkan dengan pasangan lainnya. Pemilihan yang dilakukan di Aula lantai 2 Gedung Utama Universitas Abulyatama Kamis, 19 November 2015.

Pemuda kelahiran Cot Mane, 9 Juni 1994 ini mengatakan ia akan bekerja dengan loyalitas, totalitas dan sepenuh hati untuk mewujudkan visinya ia juga menginginkan Fakultas Teknik Universitas Abulyatama lebih dikenal lagi di tingkat Nasional.

“Fakultas Teknik kita sudah memiliki sumber daya yang dibutuhkan, baik fasilitas maupun Sumber Daya Manusia. Saya akan berjuang untuk menghidupkan kembali gairah teman-teman agar berperan aktif dalam setiap kegiatan, nantinya setelah program kerja tersusun akan saya libatkan semua mahasiswa Fakultas Teknik dan saya harap semua rekan mendukung hal itu,” kata Zuhri.

Zuhri juga mengatakan akan menghapus paradigma “Abulyatama adalah kampus kedokteran” tidaklah sulit. Semua itu bisa dilakukan jika internal Fakultas Teknik bisa menanamkan rasa bangga dan selalu berperan aktif dalam kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus.

Pemuda yang meiliki hobi traveling dan memancing ini menyampaikan pesan untuk selalu aktif disetiap kesempatan “Jangan malu untuk mempromosikan fakultas kita karena kita semua harus berperan aktif baik saat mengadakan acara di kampus atau menghadiri undangan kampus lain dan mungkin satu tahun masa jabatan saya mungkin singkat, tapi tidak sulit jika kita semua bersinergi dengan sepenuh hati,” kata Zuhri mengakhiri pembicaraan.[]

RAHMADI ATLET CABOR TARUNG DERAJAT PERAIH MEDALI EMAS

Ini Pesan Rahmadi, Atlet Tarung Derajat Peraih Medali Emas di POMNAS XIV Aceh 2015.

Setelah berhasil mengalahkan atlit Tarung Derajat asal Jambi di babak final dengan keunggulan 3-0 pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XIV Aceh 2015, Rahmadi, Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Universitas Abulyatama ini berhak meraih medali emas atas kemenangan yang telah ia raih.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi telah ia raih sejak bergabung dengan UKM Tarung Derajat Unaya pada 2008 silam, pada tahun 2011, ia berhasil meraih medali emas di Kejurlat Banda Aceh, setahun kemudian, medali perunggu menjadi miliknya pada ajang Kejurda di Banda Aceh.

Prestasinya tidak berhenti disitu, atlet Pra-Pon 2015 di Jawa Barat ini juga berhasil meraih medali emas Gelar Tarung Wilayah 1 tahun 2013, pada tahun yang sama, Rahmadi, juga tercatat sebagai atlet peraih medali  perunggu di Pra-pora 2013 Aceh Jaya. Setahun selanjutnya, ia berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Aceh Timur, tahun 2014 lalu.

Dengan segudang prestasi yang telah ia peroleh, tidak membuat lelaki kelahiran Babah Jurong 3 September 1991 ini  pelit untuk berbagi kiat suksesnya, kepada tim abulyatama.ac.id, Rahmadi menceritakan pengalaman juga harapannya “latihan yang kuat, rajin, penuh semangat dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh pelatih” katanya.

Rahmadi melanjutkan, untuk meraih kesuksesan itu juga harus menyeimbangkan antara doa dan usaha “karena kedua hal itu adalah kuncinya” sambungnya.

Tidak hanya itu, meskipun ia telah sukses ternyata ia juga tidak melupakan para generasi muda Aceh khususnya mahasiswa se almamaternya di Universitas Abulyatama, harapannya mahasiswa Unaya bisa mengikuti jejaknya bahkan harus melebihi prestasi yang telah ia raih.

“Jangan biarkan waktu kosong terbuang begitu saja, kita harus selalu latihan, olahraga itu bukan hanya untuk sekedar prestasi tetapi juga bagus untuk kesehatan” katanya.

Untuk kampus, ia berharap kelak mendapatkan perhatian yang lebih lagi dalam pengembangan atlet-atlet baik dari segi moril juga materil terutama sarana dan prasarana latihan “tidak hanya dibidang Tarung Derajat, tetapi apapun bidangnya karena itu adalah prestasi yang bagus juga bagi kampus” tutup Rahmadi.

Abulyatama Thasrif

Thasrif Murhadi: Ayo Nabung Saham

SOSIALISASI Pasar Modal Indonesia, ke-OJK an serta Waspada Investasi yang di selenggarakan oleh BEM FE di Ruang Aula lantai 2 Gedung utama Universitas Abulyatama (Unaya), Rabu 18 November 2015. Acara ini dihadiri pemateri dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banda Aceh. Bernama lengkap Thasrif Murhadi.

Saat tengah memulai memberikan materi tentang investasi dipasar modal yang didampingi oleh moderator Agusmadi, ia mengatakan “Ayo Nabung Saham”.

Ia menjelaskan saham merupakan bukti kepemilikan suatu perseroan yang merupakan klaim atas penghasilan aktiva perseroan yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada instrumen finansial

“Jika jadi orang punya banyak uang dan punya banyak waktu maka segeralah berinvestasi dipasar modal,” katanya dihadapan puluhan mahasiswa Unaya.

Thasrif juga memberikan wawasan kepada mahasiswa Unaya mengenai cara memilih saham terbaik, dengan analisis harga saham menggunakan data berupa laporan keuangan perusahaan, data rata rata industri, dan kondisi politik, sosial, dan ekonomi.[]

 

Ima 2

Saima Salasiwa; Gadis Maluku Calon Guru dari Unaya

PROSES dari Provinsi Maluku hingga ke Aceh patut diapresiasi, sosok yang murah senyum dan selalu semangat begitu kesan pertama saat tim abulyatama.ac.id menemunia di sela-sela rehat di halaman lapangan depan biro Universitas Abulyatama.

“Perjuangan sebelas jam dengan transportasi udara hingga sampai ke aceh dan bisa kuliah di Universitas Abulyatama tidak mudah, banyak rintangan yang saya lalui,” katanya.

Ia melanjutkan, “mulai dari rasa lelah dan letih pada saat perjalanan, tetapi semua terbayar pada saat sampai ke Aceh karena dari dulu saya tertarik dengan Aceh karena satu satunya daerah Syariat Islam.”

Bernama lengkap Saima Salasiwa, ia kelahiran Wamlana 7 maret 1991. Saat ini Saima duduk di semester akhir Program Studi Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abulyatama. Ia bercita-cita ingin menjadi guru yang profesional.

“Cita-cita terbesar saya juga ingin mendirikan sekolah dan perpustakaan untuk anak anak yang tidak mampu yang ada di tempat tinggal saya di maluku,” ujarnya

Gadis yang hobi membaca dan menulis yang juga alumni SMAN 2 Namlea Maluku juga mengatakan kelak setelah selesai nanti juga ingin memperkenalkan Unaya ke Maluku.

“Saya rasa Unaya patut harus di kenal karena memang dari segi kualitas nya sudah tidak diragukan lagi,” katanya

Ima sapaan akrabnya juga bercerita pada saat awal iakuliah di Unaya sulit berkomunikasi karena mahasiswa di sini mayoritas masih menggunakan bahasa Aceh. “Tapi itu sangat luar biasa masih dibudayakan dan orang Aceh juga sangat ramah dan baik,” ujarnya sambil tersenyum. []

samsuar

Samsuar; Ketua LDK Al Fajar Universitas Abulyatama

BERNAMA Lengkap Samsuar lahir di Pasi Lunak 26 Juli 1995 ini adalah ketua UKM LDK Al Fajar Abulyatama periode 2015, Ia terpilih sebagai ketua sejak awal berdirinya UKM LDK pada tanggal 25 Maret 2015.

“Selama memegang jabatan sebagai ketua, ada beberapa kegiatan yang sudah berjalan di LDK seperti baksos, maulid nabi, israj miraj, dan beberapa acara yang bernafas islam lainnya,” katanya saat tim abulyatana.ac.id mewawancarai di kantin induk unaya

Pemuda asal Meulaboh Kabupaten Aceh Barat ini sudah beberapa kali terlibat di organisasi mulai dari bangku sekolah menengah atas diantaranya ; ketua osis di SMAN 1 Woyla, anggota Ipelmasla, Ipelmabar, Anggota BEM FKIP, dan LDK Al Fajar Abulyatama.

Mahasiswa semester 5 Prodi Biologi Fkip Universitas Abulayatama ini mempunyai hobi olahraga sepak bola yang bercita-cita ingin menjadi Dosen Biologi nantinya.

“Cita cita saya menjadi Dosen biologi yang menjadi tujuan nomor satu bagi saya yang ingin saya kejar,” katanya sambil tersenyum lepas.

Sam sapaan akrabnya, juga berbagi informasi dalam hal membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi.

“Bagaimana cara menggunakan waktu sebaik baik mungkin, setiap waktu luang saya kerjakan tugas kuliah dan kegiatan di LDK walaupun di waktu weekend pokoknya pintar – pintar kita membagi waktu,” ujarnya.[]

gadis filiphina

Gadis Filiphina Ini Mahasiswi FKIP Unaya

SOSOK yang murah senyum dan ramah, dan berbicara dengan sedikit menggunakan bahasa indonesia dan inggris, adalah kesan pertama saat tim abulyatama.ac.id. Saat mewawancarainya, ia sedang duduk santai di lapangan depan biro Universitas Abulyatama.

Bernama lengkap Marivic Maribao Gerraldo lahir di Zamboanga Del Sur 26 Juni 1994 ini adalah mahasiswi Fkip Bahasa Indonesia Universiatas Abulyatama.

Vic begitu sapaan akrabnya, bercerita pengalaman pertama ia sampai ke Aceh hingga menuntut ilmu di Universitas Abulyatama (Unaya). “Awalnya tujuan saya ingin ke Indonesia khususnya Aceh untuk bekerja sebagai penerjemah, tetapi karena diharuskan untuk bisa bahasa Indonesia saya berfikir untuk belajar lagi dan memutuskan untuk kuliah,” katanya

Gadis asal kota Cebu Filiphina ini bercerita awal ia kuliah ia diperkenalkan kampus Unaya oleh pamannya.

Pertama kuliah di Unaya ia mengakui susah dalam berbahasa dan berbicara dengan teman temannya. Tetapi dengan niat belajar yang kuat, sekarang ia sudah bisa sedikit demi sedikit menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Mahasiswi semester 5 yang pernah menjadi feature writer pada masa sekolah ini mengaku tidak hanya sebatas kuliah kegiatannya, ia juga mengatakan ikut membantu di yayasan aba cinta anak nusantara (IYACAN) sebagai penerjemah surat anak anak.

Alumni Florencio National High School ini mengatakan sangat tertarik dengan kampus hijau Universitas Abulyatama dengan suasana yang tidak berisik dan lingkunganya yang asri.

“Karena tipikal saya tidak suka dengan keributan, makanya saya sangat nyaman dengan kampus Universitas Abulayatama di tambah juga orangnya baik dan ramah,” katanya.[]