1600442sumatera780x390

Sejarah Pulau Sumatera

SUMATERA adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 443.065,8 km2. Penduduk pulau ini sekitar 52.210.926 (sensus 2010). Pulau ini dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti “pulau emas”). Kemudian pada Prasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkan swarnnabhūmi (bahasa Sanskerta, berarti “tanah emas”) dan bhūmi mālayu (“Tanah Melayu”) untuk menyebut pulau ini. Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dari abad ke-14 juga kembali menyebut “Bumi Malayu” (Melayu) untuk pulau ini.

Asal nama Sumatera berawal dari keberadaaan Kerajaan Samudera (terletak di pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang.

Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah Pulau Ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindua Mato dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dalam bahasa Sanskerta dengan istilah: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama “Serendib” (tepatnya: “Suwarandib”), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.

Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi Nusantara, terutama Sumatera. Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.

Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ofir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).

Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera (Gunung Ophir di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang sekarang bernama Gunung Talamau?). Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ofir Nabi Sulaiman a.s.

Kata yang pertama kali menyebutkan nama Sumatra berasal dari gelar seorang raja Sriwijaya Haji (raja) Sumatrabhumi (“Raja tanah Sumatra”), berdasarkan berita China ia mengirimkan utusan ke China pada tahun 1017. Pendapat lain menyebutkan nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan abad ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pordenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau “Samatrah”. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama “Camatarra”. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama “Samatara”, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama “Samatra”. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu “Camatra”, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya “Camatora”. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: “Somatra”. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: “Samoterra”, “Samotra”, “Sumotra”, bahkan “Zamatra” dan “Zamatora”.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatera. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah Indonesia: Sumatera

 

Penduduk

Secara umum, pulau Sumatera didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Besemah, Suku Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung. Di wilayah pesisir timur Sumatera dan di beberapa kota-kota besar seperti Medan, Batam, Palembang,Pekanbaru, dan Bandar Lampung, banyak bermukim etnis Tionghoa. Penduduk pulau Sumatera hanya terkonsentrasi di wilayah Sumatera Timur dan dataran tinggi Minangkabau. Mata pencaharian penduduk Sumatera sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Penduduk Sumatera mayoritas beragama Islam dan sebagian kecil merupakan penganut ajaran Kristen Protestan, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir, Sumatera Utara. Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung dijumpai beberapa penganut Buddha.

 

Geograifis

Pulau Sumatera terletak di bagian barat gugusan kepulauan Nusantara. Di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia. Di sebelah timur pulau, banyak dijumpai rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang bermuara di sana, antara lain Asahan (Sumatera Utara), Sungai Siak (Riau), Kampar, Inderagiri (Sumatera Barat, Riau), Batang Hari (Sumatera Barat, Jambi), Musi, Ogan, Lematang, Komering (Sumatera Selatan), dan Way Sekampung (Lampung). Sementara beberapa sungai yang bermuara ke pesisir barat pulau Sumatera diantaranya Batang Tarusan (Sumatera Barat), dan Ketahun (Bengkulu).

Di bagian barat pulau, terbentang pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari barat laut ke arah tenggara dengan panjang lebih kurang 1500 km. Sepanjang bukit barisan tersebut terdapat puluhan gunung, baik yang tidak aktif maupun gunung berapi yang masih aktif, seperti Geureudong (Aceh), Sinabung (Sumatera Utara), Marapi dan Talang (Sumatera Barat), Gunung Kaba (Bengkulu), dan Kerinci (Sumatera Barat, Jambi). Di pulau Sumatera juga terdapat beberapa danau, di antaranya Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang (Sumatera Barat), Danau Kerinci (Jambi) dan Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan).

Pemimpin3

Pemimpin Ideal Dalam Perspektif Islam

Berbicara masalah pemimpin ideal menurut Islam erat kaitannya dengan figur Rasulullah SAW. Beliau adalah pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi setiap orang, termasuk para pemimpin karena dalam diri beliau hanya ada kebaikan, kebaikan dan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21)

Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah dikaruniai empat sifat utama, yaitu: Sidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah. Sidiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, Tablig berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya dan fathonah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat.

Sidiq/Jujur

Kejujuran adalah lawan dari dusta dan iamemiliki arti kecocokan sesuatusebagaimana dengan fakta. Di antaranya yaitu kata “rajulun shaduq (sangatjujur)”, yang lebih mendalammaknanya daripada shadiq (jujur).Al-mushaddiqyakni orang yang membenarkan setiapucapanmu, sedang ash-shiddiq ialah orangyang terus menerus membenar-kan ucapan orang, danbisa juga orang yang selalumembuktikan ucapannya dengan perbuatan.Di dalam al-Qur’an disebutkan (tentangibu Nabi Isa), “Dan ibunya adalah seorang”shiddiqah.” (Al-Maidah: 75).Maksudnya ialah orang yang selalu berbuat jujur.

Kejujuran merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin. Masyarakat akan menaruh respek kepada pemimpin apabila dia diketahui dan juga terbukti memiliki kwalitas kejujuran yang tinggi. Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan para pengikutnya. Mereka sangat sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan seberapa jauh dirinya memperoleh kepercayaan dari pengikutnya. Seorang pemimpin yang sidiq atau bahasa lainnya honest akan mudah diterima di hati masyarakat, sebaliknya pemimpin yang tidak jujur atau khianat akan dibenci oleh rakyatnya. Kejujuran seorang pemimpin dinilai dari perkaataan dan sikapnya. Sikap pemimpin yang jujur adalah manifestasi dari perkaatannya, dan perkatannya merupakan cerminan dari hatinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disifati dengan ash-shadiqul amin (jujur dan terpercaya) , dan sifat ini telah diketahui oleh orang Quraisy sebelum beliau diutus menjadi rasul. Demikian pula Nabi Yusuf ’alaihis salam juga disifati dengannya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru), “Yusuf, hai orang yang
amat dipercaya.” (QS.Yusuf: 46)

Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu juga mendapatkan julukan ini (ash-shiddiq). Ini semua menunjukkan hawa kejujuran merupakan salah satuperilaku kehidupan terpenting para rasul dan pengikut mereka.Dan kedudukantertinggi sifat jujur adalah “ash-shiddiqiyah” Yakni tunduk terhadap rasulsecara utuh (lahir batin) dan diiringi keikhlasan secara sempurna kepadaPengutus Allah.

Imam Ibnu Katsir berkata, “Jujur merupakan karakter yang sangat terpuji, oleh karena itu sebagian besar sahabat tidak pernah coba-coba melakukan kedustaan baik pada masa jahiliyah maupun setelah masuk Islam. Kejujuran merupakan cirrikeimanan, sebagaimana pula dusta adalah ciri kemunafikan, maka barang siapajujur dia akan beruntung.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/643)

Dalam Al-Qur’an surat At-taubah ayat 119, Allah SWT mengisyaratkan kepada muslimin untuk senantiasa bersama orang-orang yang jujur.

Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yangbenar.(QS. At-Taubah:119)

Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya kejujuran.

“Jauhilah dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan kebajikan membawamu ke surga” (HR Bukhari dan Muslim)

Amanah/Terpercaya

Muhammad SAW bahkan sebelum diangkat menjadi rasul telah menunjukkan kualitas pribadinya yang diakui oleh masyarakat Quraish. Beliau dikenal dengan gelar Al-Amien, yang terpercaya. Oleh karena itu ketika terjadi peristiwa sengketa antara para pemuka Quraish mengenai siapa yang akan meletakkan kembali hajar aswad setelah renovasi Ka’bah, meraka dengan senang hati menerima Muhammad sebagai arbitrer, padahal waktu itu Muhammad belum termasuk pembesar.

Amanah merupakan kwalitas wajib yang harus dimiliki seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan di atas pundaknya. Kepercayaan maskarakat berupa penyerahan segala macam urusan kepada pemimpin agar dikelola dengan baik dan untuk kemaslahatan bersama.

Terjadinya banyak kasus korupsi di negara kita, merupakan bukti nyata bahwa bangsa Indonesia miskin pemimpin yang amanah. Para pemimpin dari mulai tingkat desa sampai negara telah terbiasa mengkhianati kepercayaan masyarakat dengan cara memanfaatkan jabatan sebagai jalan pintas untuk memperkaya diri. Pemimpin semacam ini sebenarnya tidak layak disebut sebagai pemimpin, mereka merupakan para perampok yang berkedok.

Mengenai nilai amanah, Daniel Goleman mencatat beberapa ciri orang yang memiliki sifat tersebut.

  • Dia bertindak berdasarkan etika dan tidak pernah mempermalukan orang
  • Membangun kepercayaan diri lewat keandalan diri dan autentisitas (kemurnia/kejujuran)
  •  Berani mengakui kesalahan sendiri dan berani menegur perbuatan tidka etis ornag lain
  • Berpegang kepada prinsip secara teguh, walaupun resikonya tidak disukai serta memiliki komitmen dan menepati janji
  • Bertangung jawab sendiri untuk memperjuangkan tujuan serta terorganisir dan cermat dalam bekerja. (Goleman, 1998)

Amanah erat kaitanya dengan janggung jawab. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertangggung jawab. Dalam perspektif Islam pemimpin bukanlah raja yang harus selalu dilayani dan diikuti segala macam keinginannya, akan tetapi pemimpin adalah khadim. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan “sayyidulqaumi khodimuhum”, pemimpin sebuah masyarakat adalah pelayan mereka.

Sebagai seorang pembantu, pemimpin harus merelakan waktu. Tenaga dan pikiran untuk melayani rakyatnya. Pemimpin dituntut untuk melepaskan sifat individualis yang hanya mementingkan diri sendiri. Ketika menjadi pemimpin maka dia adalah kaki-tangan rakyat yang senantiasa harus melakukan segala macam pekerjaan untuk kemakmuran dan keamanan rakyatnya.

Dalam buku The 21 Indispensable Quality of Leader, John C. Maxwell menekankan bahwa tanggung jawab bukan sekedar melaksanakan tugas, namun pemimpin yang bertanggung jawab harus melaksanakan tugas dengan lebih, berorienatsi kepada ketuntasan dan kesempurnaan. “Kualitas tertinggi dari seseorang yang bertangging jawab adalah kemampuannya untuk menyelesaikan”.

Tablig/Komunikatif

Kemampuan berkomunikasi merupakan kualitas ketiga yang harus dimiliki oleh pemimpi sejati. Pemimpin bukan berhadapan dengan benda mati yang bisa digerakkan dan dipindah-pindah sesuai dengan kemauannya sendiri, tetapi pemimpin berhadapan dengan rakyat manusia yang memiliki beragam kecenderungan. Oleh karena itu komunikasi merupakan kunci terjainnya hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat.

Pemimpin dituntut untuk membuka diri kepada rakyatnya, sehingga mendapat simpati dan juga rasa cinta. Keterbukaan pemimpin kepada rakyatnya bukan berarti pemimpin harus sering curhat mengenai segala kendala yang sedang dihadapinya, akan tetapi pemimpin harus mampu membangun kepercayaan rakyatnya untuk melakukan komunikasi dengannya. Sebagai contoh, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang perempuan hamil yang mengaku telah berbuat zina. Si perempuan menyampaikan penyesalannya kepada Rasul dan berharap diberikan sanksi berupa hukum rajam. Hal ini terjadi karena sebagai seorang pemimpin Rasulullah membuka diri terhadap umatnya.

Salah satu ciri kekuatan komunikasi seorang pemimpin adalah keberaniannya menyatakan kebenaran meskipun konsekwensinya berat. Dalam istilah Arab dikenal ungkapan, “kul al-haq walau kaana murran”, katakanlah atau sampaikanlah kebenaran meskipun pahit rasanya.

Tablig juga dapat diartikan sebagai akuntabel, atau terbuka untuk dinilai. Akuntabilitas berkaitan dengan sikap keterbukaan (transparansi) dala kaitannya dengan cara kita mempertanggungkawabkan sesuatu di hadapan orang lain. Sehingga, akuntabilitas merupakan bagian melekat dari kredibilitas. Bertambah baik dan benar akuntabilitas yang kita miliki, bertambah besar tabungan kredibilitas sebagai hasil dari setoran kepercayaan orang-orang kepada kita.

Fathonah/Cerdas

Seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan di atas rata-rata masyarakatnya sehinga memiliki kepercayaan diri. Kecerdasan pemimpin akan membantu dia dalam memecahkan segala macam persoalan yang terjadi di masyarakat. Pemimpin yang cerdas tidak mudah frustasi menghadapai problema, karena dengan kecerdasannya dia akan mampu mencari solusi. Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk menyelesaikan masalah tepat waktu.

Contoh kecerdasan luar biasa yang dimiliki oleh khalifah kedua Sayyidina Umar ibn Khattab adalah ketika beliau menerima kabar bahwa pasukan Islam yang dipimpin oleh Abu Ubaidah ibnu Jarrah yang sednag bertugas di Syria terkena wabah mematikan. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, Umar ibn Khattab segera berangkat dari Madinah menuju Syria untuk melihat keadaan pasukan muslim yang sedang ditimpa musibah tersebut. Ketika beliau sampai di perbatasan, ada kabar yang menyatakan bahwa keadaan di tempat pasukan mulimin sangat gawat. Semua orang yang masuk ke wilayah tersebut akan tertular virus yang mematikan. Mendengar hal tersebut, Umar ibn Khattab segera mengambil tindakan untuk mengalihkan perjalanan. Ketika ditanya tentang sikapnya yang tidak konsisten dan dianggap telah lari dari takdir Allah, Umar bin Khattab menjawab, “Saya berplaing dari satu takdir Allah menuju takdir Allah yang lain”.

Kecerdasan pemimpin tentunya ditopang dengan keilmuan yang mumpuni. Ilmu bagi pemimpin yang cerdas merupakan bahan bakar untuk terus melaju di atas roda kepemimpinannya. Pemimpin yang cerdas selalu haus akan ilmu, karena baginya hanya dengan keimanan dan keilmuan dia akan memiliki derajat tinggi di mata manusia dan juga pencipta. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an.

Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS.Al Mujadalah:11)

Sejarah-dan-Khasiat-Kurma-Ajwa-Sangat-Penting-Diketahui-oleh-Umat-Islam

Sejarah Kurma Ajwa Dengan Berbagai Khasiatnya

KURMA merupakan buah yang berasal dari tanaman sejenis pohon palem (palma) yang asli berasal dari jazirah Arab dan juga Afrika Utara. Jenis tanaman ini adalah tanaman yang tumbuh di gurun dengan kelembaban rendah serta udara yang kering.

Sejarah dan khasiat kurma ajwa penting diketahui oleh kita umat Islam. Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa disebut kurma ajwa. Pada masanya, Rasulullah saw selalu makan kurma saat berbuka puasa, yaitu kurma ajwa (ajua). Dikisahkan, ketika itu, Ajwah adalah nama seorang anak dari Salman Alfarisi, seorang nasrani yang akhirnya memeluk agama Islam dan mewakafkan kebun kurmanya di jalan Islam untuk perjuangan Islam. Sebagai penghargaan dan untuk mengenang jasa-jasanya itulah, Rasulullah akhirnya menamakan kurma yang sering dimakannya ketika berbuka puasa dengan nama kurma ajwa.

Inilah sejarah kenapa kurma ini dinamakan kurma ajwa atau disebut juga dengan kurma nabi.

Kurma Ajwa, Buah dari Surga

Kurma yang berasal dari Madinah ini adalah jenis buah yang memiliki nutrisi sangat baik. Bukan hanya terbatas untuk orang-orang Madinah, manfaatnya pun bagus juga bagi para penduduk yang bertempat tinggal di daerah panas atau hangat, tetapi mempunyai temperatur tubuh lebih dingin.

Dilihat dari literatur atau sejarah dan khasiat kurma ajwa, tamr atau kurma kering bagi penduduk Madinah adalah makanan pokok seperti halnya gandum bagi penduduk-penduduk lainnya. Fakta lain menyebutkan bahwa kurma kering yang berasal dari wilayah Aliyah, Madinah, disebut sebagai salah satu jenis kurma paling baik di dunia karena campuran rasa lezat, manis, dan gurihnya sangat luar biasa. Kurma pun tak hanya dikategorikan sebagai buah dan makanan, tetapi juga sebagai obat, sehingga cocok sekali dikonsumsi oleh siapa pun.

Kurma mampu memperkuat suhu tubuh secara alami juga tak akan menyebabkan reduksi timbunan ampas yang bisa merusak tubuh seperti yang ditimbulkan oleh kebanyakan jenis makanan dan buah-buahan lain. Yang lebih mengejutkan lagi, bagi mereka yang telah rutin makan buah kurma, buah ini mampu mencegah kerusakan dan pembusukan makanan yang berdampak buruk bagi tubuh tentunya. Bahkan, Rasulullah di dalam sebuah hadist mengatakan bahwa kurma ajwa berasal dari surga yang merupakan obat dari racun.

Konsumsi 7 Buah Kurma Ajwa di Pagi Hari dan Rasakan Manfaatnya

Masih berkaitan dengan sejarah dan khasiat kurma ajwa, sebuah hadist menjelaskan bahwa siapa saja yang pagi-pagi mengonsumsi 7 buah kurma ajwa, maka di hari tersebut mereka tak akan mudah keracunan dan tak akan mudah terserang penyakit.

Bagaimana saat berbuka puasa? Cukup menggiurkan memang jika menjelang berbuka puasa kita disuguhkan berbagai jenis makanan seperti kolak, es buah, makanan pedas, dan sejenisnya. Tak bisa dipungkiri pula bahwa makanan-makanan seperti itulah yang diinginkan saat berbuka puasa. Lalu, di mana keberadaan kurma?

Di kalangan masyarakat Indonesia, memang wajar dan sangat lumrah berbuka puasa dengan makanan dan minuman seperti itu. Tapi, makanan dan minuman tersebut ternyata memiliki efek samping buruk bagi tubuh yang setelah seharian tidak makan dan minum.

Untuk menghindari penyakit dari makanan-makanan tersebut, berabad-abad yang lalu, Rasulullah saw telah memberi tahu tentang khasiat kurma ajwa bagi orang yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Rasul mengatakan bahwa bila seseorang berpuasa, maka hendaknya ia berbuka dengan buah kurma. Jika tak ada kurma, maka berbukalah dengan air putih karena air putih itu sesungguhnya bersih.

Kandungan Kurma Ajwa yang Menyehatkan Umat Manusia

Kurma merupakan sejenis tanaman palem atau disebut dengan phonex dactyliferdalam bahasa Latin yang berbuah dan boleh dikonsumsi, baik itu saat telah matang ataupun masih mentah.

Lalu, apa kandungan dari kurma nabi ini? Setelah dilakukan penelitian oleh para ahli kesehatan, buah kurma ajwa kaya sekali dengan protein, vitamin A can C, serat gula, kalsium, sodium, potasium, serta mineral berupa zat besi.

Adapun kandungan protein di dalamnya adalah sekitar 1.8 – 2.0%, gula sebanyak 50 – 70%, dan serat sekitar 2.0 – 4.0%.

Khasiat Kurma Ajwa untuk Orang yang Berpuasa

Dengan kandungan gula yang tinggi, tentu saja buah kurma bisa menyumbang tenaga tambahan bagi orang yang mengonsumsinya saat berbuka puasa, sehingga menyegarkan tubuh dan bertenaga lagi untuk melakukan ibadah tanpa ada lagi rasa letih ataupun mengantuk.

Saat melakukan shalat tarawih, banyak orang yang merasa lelah dan mengantuk, karena ini disebabkan mereka banyak makan makanan mengandung karbohidrat yang tak menyuplai tenaga tambahan (instan). Oleh sebab itulah, untuk mencegah hal itu, mengonsumsi buah kurma adalah solusinya.

Kenapa bisa seperti itu? Karena zat gula dalam buah kurma ini berbeda dengan kandungan gula pada buah-buah lainnya seperti tebu ataupun gula pasir yang justru mengandung sukrosa (langsung diserap ke dalam tubuh).

Hal tersebut memaksa gula jenis itu wajib dipecahkan terlebijh dulu oleh enzim sebelum akhirnya berubah jadi glukosa. Sebaliknya, buah kurma tak memerlukan proses seperti itu.

Lalu, potasium yang terkandung dalam kurma ajwa berfungsi untuk mengobati masalah sembelit, lemah otot, sampai stres. Selanjutnya, zat besi serta kalsium yang terkandung pada kurma nabi membuat kita akan terhindar dari penyakit-penyakit berisiko tinggi seperti kencing manis dan penyakit jantung saat menjalankan ibadah puasa.

Bahkan, saat tak sedang berpuasa pun atau di luar bulan Ramadhan, kurma berkhasiat juga untuk kesehatan. Apa saja itu?

Khasiat Kurma untuk Ibu Hamil dan Anaknya

Jika dikonsumsi oleh anak-anak, buah kurma sangat berperan dalam mencerdaskan otak anak, sehingga sangat beralasan bila Rasul sampai menganjurkan kepada para wanita yang sedang mengandung untuk sering-sering makan kurma.

Jika ibu hamil rajin makan kurma, Insya Allah anak yang dilahirkannya nanti akan tumbuh jadi anak yang sabar, sopan santun, dan cerdas.

Sebuah kisah yang berhubungan pun membuktikan bahwa buah kurma bagus untuk ibu hamil. Diceritakan, Siti Maryam saat akan melahirkan Nabi Isa as di bawah pohon kurma didatangi Malaikat Jibril dan menyuruhnya untuk menggoyang-goyangkan pohon kurma tersebut.

Buah kurma yang sudah matang pun berjatuhan, sehingga Siti Maryam pun akhirnya makan buah kurma tersebut. Atas izin dan kebesaran Allah Swt, Maryam pun melahirkan Nabi Isa as secara lancar dan mudah.

Berdasarkan kisah nyata dari firman Allah dalam Surat Maryam ayat 25 -26 tersebut, khasiat kurma ajwa tak bisa disangkal lagi. Keampuhan buah kurma ini semakin diperkuat oleh pernyataan para ahli kedokteran bahwa zat besi dan kalsium yang ada dalam buah kurma sangat bermanfaat membentuk sekaligus memperbanyak kandungan ASI.

Lebih dari hanya sekadar itu, anak balita juga bisa merasakan khasiat dari buah kurma yang tumbuh di kawasan Arab ini. Selain mencerdaskan, konsumsi kurma akan mampu membuat pertumbuhan anak kita berkembang dengan baik. Sumsum tulang pada anak pun akan berkembang secara maksimal.

Tolak Sihir dengan Kurma Ajwa

Ketika beberapa waktu lalu di negara kita ramai diperdebatkan tentang RUU santet di gedung DPR, Rasulullah saw ternyata sudah jauh-jauh hari memiliki cara Islami untuk menolak santet dan bahaya sihir, salah satunya ya dengan mengonsumsi buah kurma ajwa.

Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan kepada semua umatnya untuk makan kurma, sebab selain kandungan nutrisinya sehat untuk tubuh, kurma jenis ajwa pun berkhasiat untuk menangkal serangan sihir dan racun.

Hal tersebut seperti dalam sebuah hadist yang menjelaskan bahwa orang-orang yang makan 7 buah kurma ajwa di pagi hari, maka mereka di hari itu tak akan terkena sihir ataupun racun.

Itulah keistimewaan kurma ajwa. Buah kurma ajwa berkhasiat untuk menangkal racun dan juga sihir bukan karena kandungan zat yang ada di dalam kurma tersebut, tetapi karena doa keberkahan dari Nabi Muhammad saw terhadap kurma ajwa itu.

Kurma ajwa atau jenis lainnya memang sering disajikan dan dikonsumsi saat bulan Ramadhan, baik saat sahur maupun berbuka puasa. Dengan berbagai macam khasiatnya, seharusnya kita mengonsumsi kurma tak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya atau jadikan kurma sebagai makanan sehari-hari.

Jadikan buah kurma ajwa sebagai makanan di pagi hari seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah saw atau bisa juga sebagai makanan ringan di setiap waktu.

Dengan mengetahui sejarah dan khasiat kurma ajwa, kita tak hanya menambah wawasan sejarah Islam dan memperoleh kesehatan tubuh, tetapi juga akan mendapat pahala sebab mengonsumsi kurma ajwa adalah sunnah Rasul saw.

jalur sutra

Belajar Hingga ke Negeri China

WANLI Changcheng. Begitu istilah untuk Tembok Besar Tiongkok (Tembok Raksasa Tiongkok atau Tembok Panjang) disebut di negeri aslinya yang artinya Tembok Sepanjang 10.000 Li.

tembok-besar-chinaMenurut catatan sejarah, tembok itu mulai dibangun sejak 722 SM-481 SM. Negeri-negeri yang tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao. Mengunakan ratusan ribu pekerja paksa, pekerjaan pembangunan berlanjut di era kekuasaan Kaisar Qin Shi Huang pada 220 SM hingga berakhir di masa Dinasti Ming (1368-1644).

Tentu saja rakyat China bangga dengan bangunan bersejarah terpanjang yang pernah dibuat manusia, apalagi sudah masuk dalam Situs Warisan Dunia Unesco. Jadi tak heran jika lukisannya menghiasi ruang pertemuan di Capital Medical University, Beijing, China.

Di ruangan itulah, Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University, Profesor Dong Zhe menerima kedatangan Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi dan Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efriyo Hadi PhD. Dua rektor ini ditemani Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki dan Wakil Rektor Universitas Malahayati Wahyu Dhani Purwanto MPd.

rektor kdv dan prof dong ze 2Pertemuan hangat menjelang petang pada 16 Oktober 2015 ini menghasilkan kesepakatan yang cukup bagus untuk Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama. “Kita bisa mengirim mahasiswa ke kampus ini untuk belajar,” kata Agung Efriyo Hadi. “Setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. Mungkin, nanti kita akan memilih waktu liburan akan kita kirim mahasiswa kita ke sana.”

Agung menjelaskan, semula mereka hanya meminta untuk diberikan kesempatan dalam bentuk belajar yang singkat saja. “Namun malah mereka mereka menawarkan dalam bentuk lebih luas, berupa SKS. Jadi bisa sampai tiga bulan belajar di CMU (Capital Medical University),” katanya. Tentu saja, tawaran itu sangat baik. “Kita akan menjalani untuk peningkatan di kampus kita juga. Kita juga hendak ingin menunjukkan kepada mahasiswa proses akademik kita itu tiada henti-hentinya kita mengembangkannya,” katanya.

Kesempatan untuk belajar ke negeri China akan terbuka lebar untuk mahasiswa yang berprestasi. “Yang punya talenta punya kualitas punya mutu, mereka harusnya terpacu dengan potensi keilmuannya. Itu menjadi kunci bagi mereka. Mereka yang juga menjaga nama baik almamater dan nama baik Indonesia. Sebab bagaimana pun mahasiswa yang akan ke China nantinya tetap saja membawa nama negara, mereka di sana dengan wajah kampusnya,” kata Kadafi.

rektor di beijing 2Selain prestasi, mahasiswa yang akan dikirim ke negeri Tirai Bambu diwajibkan bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan juga belajar bahasa Mandarin. “Saya pernah bertanya pada CMU apakah mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia mengalami kesulitan dalam berbahasa Mandarin?Mereka katakan tidak ada. Bahkan tiga bulan mahasiswa Indonesia yang belajar di CMU sudah bisa berbahasa Mandarin, bahkan sudah mampu menulis arikel dalam bahasa Mandarin. Artinya soal itu tak menjadi kendala sama sekali,” katanya.

Belajar ke Capital Medical University  (CMU) tentu akan membawa dampak yang sangat bagus untuk dua kampus ini. CMU adalah sebuah universitas ternama di negeri China. Berdiri pada 1960, Capital University of Medical Sciences semula  bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas yang berafiliasi dengan rumah sakit ini memiliki 20.000 staf, lebih 1.000 dosen, dan sekitar 2.000 profesor asosiasi.

Universitas yang memiliki 9.000 mahasiswa aktif ini meliputi berbagai bidang. Di antaranya pelatihan general practitioner, clinical medicine, basic kedokteran, ilmu saraf, ophthalmology, geriatrics, urologi, kardiologi, pain medicine, toksikologi, teknik biomedis, pengobatan tradisional Cina, reproduksi, kebijakan kesehatan, dan sejumlah bidang ilmu kesehatan lainnya.

rektor agung unaya dan prof dong zheBahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  neurobiologi, cytobiology, imunologi, kedokteran ikonografi, neurologi, neurosurgery, kardiologi, bedah cardio-vaskular, transplantasi ginjal, penyakit pernafasan, pengobatan pencernaan, bedah oral-maksilofasial, mata, THT dan hematologi anak.

Saat ini, CMU menyelenggarakan program pertukaran internasional yang sangat baik. Memiliki kemitraan dan perjanjian dengan banyak universitas dan institusi dengan lebih dari 20 negara dan wilayah. Kerjasama yang terjalin antara lain seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pendidikan bersama dan proyek-proyek penelitian bersama.

***

PENINGKATAN kualitas kampus memang perioritas Kadafi. Bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama tentu ditempuhnya. Tak hanya dengan perguruan tinggi dari negara-negara lain, namun juga yang ada di dalam negeri.

Tak cuma dengan kampus-kampus di negeri China, sebelumnya Kadafi sudah menggandeng perguruan tinggi dari Malaysia dan Singapura. Bahkan di dua negara tetangga ini ikatan kerjamasa sudah berjalan dengan baik. Salah satu wujudnya adalah pengiriman mahasiswa D-IV kebidanan untuk studi banding ke National University Hospital Singapura pada 7-10 April 2015.

Wakil Rektor II Universitas Malahayati Lampung, Wahyu Dhani Purwanto MPd mengatakan praktik langsung mahasiswa di Singapura itu sebagai bentuk komitmen menghasilkan bidan-bidan yang tak hanya mampu bersaing di lokal atau nasional tetapi juga internasional. “Kami harapkan mereka mendapatkan pembelajaran dari pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga dapat mendukung lulusan sebagai bidan yang profesional,” katanya.

Salah satu mahasiswa yang ikut program itu, Linda Agustina, mengatakan studi banding itu menambah pengalamannya.  “Kami mendapat pengarahan yang baik dan langsung dari perawat senior yang ada di sana, banyak pengetahuan dan pengalaman yang diberikan kepada kami,” kata Linda. Salah satu contohnya, ia bisa melihat langsung bagaimana Singapura sudah tidak menggunakan metode persalinan biasa. “Di sana sudah menggunakan metode persalinan di air dan metode kangaroo setelah anak itu dilahirkan langsung diletakkan di ibu nya,” katanya.

Linda juga melihat bagaimana sistem rumah sakit melayani pasiennya. “Setelah kelahiran anak, pihak rumah sakit berkunjung ke rumah pasiennya,” katanya. Mereka mengajarkan bagaimana cara merawat bayi yang benar, bagaimana cara persalinan itu dapat berjalan normal. “Singapore sendiri tidak dianjurkan untuk minum susu formula, jadi benar-benar menggunakan asi eksklusif,” ujarnya. “Rumah sakit sangat mengutamakan kesehatan, jadi wilayah rumah sakit hanya boleh dikunjungi orang-orang yang steril sekali.”

Lalu bagaimana dengan Universitas Malahayati? Kampus ini juga menjadi tempat studi banding para mahasiswa dari berbagai negara lain. Misalnya, mahasiswa  Cyberjaya University College of Medical Science di Malaysia yang pernah magang di Universitas Malahayati yaitu di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin pada Juli-September 2015. Ada 42 Mahasiswa dan 2 dosen pembimbing yang mengikuti kegiatan paramedic science clinical training, salah satunya Ezam.

Bagaimana pendapatnya tentang Universitas Malahayati? “Di sini kami merasa sedang di rumah sendiri, semuanya baik dan ramah, serta semuanya bekerja sama dengan baik. Bahkan, di sini kami dilayani lebih baik, dan diberikan fasilitas yang mendukung dengan sangat memuaskan di banding saat kami di tempat asal kami,” ujar Ezam. “Semoga Cyberjaya University dan Malahayati bisa terus berkolaborasi dan bisa saling berbagi pengalaman.”

Selain itu di bulan yang sama, Universitas Malahayati kedatangan tamu dari Malaysia, mereka adalah students/mahasiswa Keperawatan dari University Putra Malaysia (UPM). Ada tujuh orang yang datang. Tujuannya untuk praktikum. Kegiatan ini, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa Malaysia itu melaksanakan kegiatannya di Kelurahan Sumber Sari Bantul Kota Metro.

Sebelum menuju ke lokasi, mereka ke Universitas Malahayati. Mahasiswa Malaysia ini berkeliling kampus, mulai dari ruangan skill lab sampai perpustakaan Universitas Malahayati.  Mereka sangat terkesan sekali ketika melihat fasilitas kampus yang begitu hebat.

Dari Eropa datang Kaye Jujnovich, seorang dekan di Whitireia University, New Zealand, 13 Juni 2015. Kunjungan Kaye Jujnovich perwakilan dari Whitireia ini untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Malahayati. Sebelum meneken MoU, Rektor Kadafi mengajak Kaye berkeliling kampus dan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Kaye melihat sejumlah fasilitas dan penunjang akademik yang dimiliki Universitas Malahayati. Usai melihat kelengkapan fasilitas, Rektor Kadafi mengajak Kaye melihat gedung perpustakaan terpadu.

Kemudian, Kadafi membawa Kaye berkunjung ke Rumah Sakit RS Pertamina-Bintang Amin. Dalam kunjungan ini, ia sempat disuguhi beberapa alat kesehatan yang moderen, seperti CT scan 128 slice, chat lab, dan beberapa alat kesehatan terbaru lainnya. Tidak hanya melihat fasilitas rumah sakit, Kaye juga sempat bertemu dengan lima mahasiswa asing dari Malaysia. Keberadaan lima mahasiswa negeri jiran di RS Pertamina Bintang Amin, program pertukaran mahasiswa.

Usai meninjau beberapa fasilitas yang dimiliki oleh kampus, Kaye bersama rombongan sepertinya kepincut. Ia mewakili pimpinan kampus memutuskan untuk langsung melakukan kerjasama dengan Malahayati, padahal dalam agenda sebelumnya ia hanya berkunjung. Dari kerjasama ini, dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati bisa kuliah di Whitireia University, begitu juga sebaliknya. Kedua kampus juga bisa menjalani penelitian, dan pertukaran karya ilmiah.

***

KEMBALI ke China. Kadafi dan Agung tak hanya berada di Capital Medical University di Beijing, mereka juga diundang menjadi pembicara pada acara “The 2nd Silk Road Higher Education Cooperation Forum” yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2015 di China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Provinsi Hubei, China. Di sini mereka langsung disambut Professor Yanxin Wang, President of Chinese University of Geosience.

agung dan para rektorKegiatan ini disponsori oleh Silk Road Institute, International Education College of CUG, dan National Natural Science Foundation of China. Forum yang diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Workshop on Tethyan Orogenesis and Metallogeny in Asia (IWTOMA) ini membahas dan bertukar informasi terbaru tentang evolusi tektonik, metallogeny, geologi minyak bumi, sumber daya air dan bahaya geologi di Asia.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari The 1st Silk Road Higher Education Forum yang diadakan  di China University of Geosciences, Wuhan, pada 12-16 Oktober 2014. Hampir 90 akademik peneliti, administrator dan mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi/universitas dari 15 negara berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para delegasi disuguhi materi menarik yang disampaikan para rektor (presiden) dan dekan dari universitas terkenal di dunia. Di sini bisa disimak berbagai sudut pandang tentang kerjasama pendidikan tinggi, kualitas dan kemampuan yang diperlukan untuk pemimpin masa depan.

Dari kegiatan ini akan melahirkan berbagai kerjasama yang penting untuk pelatihan dan penelitian.  Dari Indonesia yang menghadiri forum  di China University of Geosciences (CUG) ini ada tiga universitas, selain Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama ada Universitas Indonesia, yang datang langsung rektornya Profesor Dr Ir Muhammad Anis MMet.

CUG adalah universitas negeri di China yang berada langsung di bawah  administrasi Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Cina. Universitas ini ada dua kampusnya, satu terletak di Kecamatan Haidian di Beijing, yang kedua terletak di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China. “Universitas ini paling berpengaruh dalam industri pertambangan dan minyak China,” kata Kadafi.

Benar, CUG memang salah satu perguruan tinggi sangat top di China. Salah satu alumni Universitas yang memiliki motto “Being austere and simple, keeping on practice and acting for truth” ini tak lain adalah Wen Jiabao, Perdana Menteri Dewan Negara China, yang terpilih pada 2003. Wen dianggap sebagai tokoh di balik kebijakan ekonomi China. Menjabat selama dua periode, Wen mengakhiri masa jabatannya pada 2013.

wuhan forum 2Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi menjelaskan di forum itu mereka membahas perkembangan “Jalur Sutra”. Ini adalah jalur yang sangat luas membelah dari utara ke selatan meluas dari pusat perdagangan China Utara dan China Selatan. Bahkan rutenya jika dari utara melintas hingga ke Eropa Timur tembus ke Laut Hitam. Jalur selatan sampai ke Laut Tengah, Mesir, dan Afrika Utara.

Penamaan Jalur Sutra sangat berkaitan arus perdagangan sutra di kawasan ini pada abad 19. Dari perdagangan sutra, kemudian berkembang ke berbagai komoditi lainnya, bahkan sampai pengembangan kebudayaan China, India dan Roma, bahkan disebut-sebut sebagai dasar dari dunia modern.

Nah jalur itulah yang hendak dihidupkan lagi oleh China. “Nanti melalui forum Rektor kita memiliki koneksi ke berbagai program yang ada di China itu. Yaitu jaur sutra perguruan tinggi. Artinya bukan saja perguruan tinggi dari China saja di jalur sutra ini, juga negara-negara lain yang berada di sepanjang jalur itu. Artinya kita punya peluang dan koneksi membuka kerjasama perguruan tunggi yang berbeda di lintas jalur sutra,” kata Agung.

jalur sutraKhusus untuk Aceh, kata Agung, memiliki koneksitas yang cukup kuat dengan Jalur Sutra. “Dalam forum rektor saya mengangkat sejarah Aceh Samudra Pasai dulu juga menjadi transit perdagangan jalur sutra yang sekarang letaknya di Lhokseumawe,” katanya. “Demi kemajuan pemuda Aceh, saya katakan sangat menyambut baik program itu. Jadi saya sampaikan juga, bahwa Indonesia itu sangat luas dan Aceh ada dalam Jalur Sutra sejak dulu,” katanya.

Nah, alasan Agung dan Kadafi sangat antusias hadir dalam forum ini memang pula da anilai historisnya. “Berbasis historis, di masa depan kerjasama akan lebih baik,” katanya.

Itulah sebabnya, Kadafi bilang sangat tepat menuntut ilmu meski sampai ke negeri China. “Seperti petuah dalam hadis Nabi Muhammad SAW,” katanya. []

rektor agung unaya dan prof dong zhe

Mahasiswa Unaya Belajar ke Beijing? Ini Penjelasan Rektor Agung

LAAWATAN Rektor Universitas Abulyatama (Unaya) Ir R Agung Efriyo Hadi PhD ke negeri China membawa dampak yang bagus bagi mahasiswanya. Kini telah terbuka ruang bagi mahasiswa Universitas Abulyatama untuk menimba ilmu di negeri Tirai Bambu itu. Salah satunya adalah kesempatan belajar di Capital Medical University yang berada di kota Beijing, ibukota negera China.

Agung berkunjung ke China bersama Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH, Wakil Rektor Wahyu Dhani Purwanti MPd, dan Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki.

Nah, dalam sebuah pertemuan dengan tim dari Capital Medical University yang dipimpin Profesor Zhe Dong, di kampus itu pada 16 Oktober 2015. Dari sinilah terbuka sebuah peluang yang menarik, yaitu belajar ke kampus yang ternama di China ini.

Bagaimana detailnya? Berikut petikan wawancara wartawan abulyatama.ac.id dengan Rektor Agung Efriyo Hadi yang berlangsung di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, Bandar Lampung, Kamis 22 Oktober 2015.

Perjalanan ke China, Beijing dan Wuhan, itu apakah bagus untuk Universitas Abulyatama?

Oh ya, jadi rombongan kita, Unaya (Universitas Abulyatama) dan Malahayati (Universitas Malahayati) ke China itu mempunyai dampak yang besar. Jadi dari situ kita bisa memperoleh beberapa kesepakatan yang positif.

Misalnya, tahun depan kita sudah bisa mengirimkan mahasiswa di sini untuk belajar di sana. Setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. Mungkin, nanti kita akan memilih waktu liburan akan kita kirim mahasiswa kita ke sana.

Tentu kesempatan ini kita berikan bagi mereka yang berprestasi, menjaga nama baik kampus, juga nama baik Indonesia. Sebab bagaimana pun mahasiswa yang akan ke China nantinya tetap saja membawa nama negara, mereka di sana dengan wajah kampusnya.

Maksudnya, kesempatan ini bisa diperoleh di Capital Medical University?

Iya. Sebenarnya kita semula hanya meminta pada mereka untuk diberi kesempatan dalam bentuk belajar yang singkat saja. Namun mereka menawarkan dalam bentuk lebih luas, berupa SKS. Jadi bisa sampai tiga bulan belajar di CMU (Capital Medical University).

Semua itu kitta jalani untuk peningkatan di kampus kita juga. Kita juga hendak ingin menunjukkan kepada mahasiswa proses akademik kita itu tiada henti-hentinya kita mengembangkannya. Yang punya talenta punya kualitas punya mutu, mereka harusnya terpacu dengan potensi keilmuaannya. Itu menjadi kunci bagi mereka.

Bisa digambarkan lebih detail manfaatnya mengambil kesempatan belajar ke negeri China itu?

Yang paling utama mereka punya wawasan global. Misalnya dalam konteks economic asean itu dampaknya luar biasa, mereka punya interaksi di kawasan asian aja, nantinya tidak ada lagi batas negara untuk hubungan perdagangan. Dalam tatanan lebih luas, mereka akan terbuka .

Seperti pengalaman ketika berkunjung ke sana, kita bisa melihat karakteristik pendidikan di China. Di sana fakultas kedokteran tidak mempersoalkan latar belakang pendidikan mahasiswanya, apakah itu IPA atau IPS tak menjadi persoalan.

Begitu kebijakan mereka. Tapi yang saya tangkap adalah pendidikan di China ternyata sudah lebih maju karena mereka yakin akan prosesnya berjalan dengan baik. Sehingga latar belakang apapun selama mereka bisa mengikuti proses dengan baik maka tidak jadi persoalan.

Beda dengan di Indonesia, basic atau dasar sangat menentukan, karena kita semua tahu basic atau dasar kita belum terlalu kuat. Sehingga pola pikir anak IPS kita pandang agak berbeda dengan pola pikir anak IPA, sehingga dasar-dasar itulah yang menjadi pijakan pengambil keputusan. Sementara ya sudah anak IPA dulu yang bisa masuk ke Fakultas Kedokteran. Tapi secara global sebenarnya bisa-bisa saja seperti yang di China itu.

Apakah yang kita bicarakan ini yang diterapkan di Capital Medical University?

Iya, mereka mempunyai 22 rumah sakit pendidikan. Jadi mau apalagi kita mau bantah?  Prestisenya kan luar biasa. Nah itulah sehingga jika mahasiswa Indonesia belajar di sana jadi nggak kaget, ternyata mereka bisa diterima di semua bidang yang luar biasa, ini akan menambah kepercayaan diri mahasiswa kita.

Apakah mungkin mereka membuka kelas internasional di sini?

Kalau itu mungkin masih menjadi isu yang dibicarakan dilevel Pemerintah, karena kebijakan kitakan sama saja kelas jauh, jadi yang kita lakukan adalah mensiasatinya dengan kerjasama SKS.

Jadi kalau mereka buka kampus di sini membuat kelas jauh  maka jadi ambigu dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah. Di sisi lain, kita menjadi seperti dijajah dalam pendidikan. Saya juga kurang setuju kalau mereka membuka cabang di sini tetapi kalau kerjasama boleh.

Soal ini juga rentan isu di masyarakat. Terutama dalam hal nilai-nilai, mereka akan membawa nilai-nilai mereka. Sedangkan nilai-nilai kita adalah Indonesia. Kita harus pertahankan. Itulahmengapa saya tidak setuju jika mereka membuka cabang di Indonesia. Tapi kalau berkolaborasi trasfer kredit boleh. Sama penelitian boleh. Karena karakteristik bangsa harus kita jaga sendiri.

Apakah ada syarat-syarat khusus bagi mahasiswa yang akan dikirim ke Capital Medical University nantinya?

Tentu mereka harus memiliki prestasi yang cemerlang ya. Selain itu, mereka jelas wajib bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan juga belajar bahasa Mandarin. Saya pernah bertanya pada CMU apakah mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia mengalami kesulitan dalam berbahasa Mandarin?

Mereka katakan tidak ada. Bahkan tiga bulan mahasiswa Indonesia yang belajar di CMU sudah bisa berbahasa Mandarin, bahkan sudah mampu menulis arikel dalam bahasa Mandarin. Artinya soal itu tak menjadi kendala sama sekali. []

rektor agung unaya dan prof dong zhe

Tahun Depan, Mahasiswa Unaya Bisa Belajar ke Beijing

REKTOR Universitas Abulyatama (Unaya) Ir R Agung Efriyo Hadi PhD telah membuat terobosan baru untuk kampusnya. “Kita sudah mendapat kesempatan untuk mengirimkan mahasiswa Unaya bisa belajar di Beijing,” kata Agung kepada wartawan abulyatama.ac.id yang menemuinya di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, Bandar Lampung, Kamis 22 Oktober 2015.

Kesempatan belajar di Beijing, China, itu terbuka di Capital Medical University. “Untuk tahap ini kita mengambil short cuorse,” kata Agung lagi. Pendidikan ke Beijing itu direncanakan mulai tahun depan. “Jadi mahasiswa kita nanti bisa belajar di sana setidaknya bisa sampai tiga bulan,” Agung menambahkan.

Kepastian soal ini, kata Agung, diperolehnya setelah ia berkunjung ke Capital Medical University pada 16 Oktober lalu. Ia datang ke sana bersama Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH, Wakil Rektor Wahyu Dhani Purwanto MPd beserta Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki.

Di Capital Medical University, Agung dan tim diterima Prof Dong Zhe, Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University, bersama dua stafnya. Mereka melangsungkan pertemuan di meeting room lantai dua gedung kampus itu.

Agung mengatakan  tim dari Capital Medical University akan segera berkunjung ke Universitas Abulyatama dan Universitas Malahayati di Bandar Lampung untuk visitasi. “Yang datang nanti adalah Vice President Capital Medical University, Direktur International Program dan dekan fakultas kedokterannya,” katanya.

Capital University of Medical Sciences, juga dikenal sebagai CUMS, CCMU atau CMU, adalah sebuah universitas di Beijing, China. Berdiri pada 1960, Capital Medical University (CMU) semula bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas dan rumah sakit yang berafiliasi memiliki staf sekitar 20.000. Di antaranya, ada 6 anggota Akademi Ilmu Pengetahuan China atau Chinese Academy of Engineering, lebih dari 1.000 dosen, dan lebih dari 2.000 profesor asosiasi. Universitas ini memiliki lebih dari 9.000 siswa.

Bahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  Neurobiologi, Cytobiology, Imunologi, Kedokteran Ikonografi, Neurologi, Neurosurgery, Kardiologi, Bedah Cardio-vaskular, Ginjal Transplantasi, Penyakit Pernafasan, Pencernaan Pengobatan, Oral-maksilofasial Bedah, Mata, THT dan Hematologi anak. []

wuhan forum 2

Forum Seperti Inilah yang Dihadiri Rektor Unaya di Hubei-China

THE 2nd Silk Road Higher Education Cooperation Forum telah berlangsung pada 16-18 Oktober 2015 di China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kegiatan ini disponsori oleh Silk Road Institute, International Education College of CUG, dan National Natural Science Foundation of China.

Forum yang diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Workshop on Tethyan Orogenesis and Metallogeny in Asia (IWTOMA) ini membahas dan bertukar informasi terbaru tentang evolusi tektonik, metallogeny, geologi minyak bumi, sumber daya air dan bahaya geologi di Asia.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari The 1st Silk Road Higher Education Forum yang diadakan  di China University of Geosciences, Wuhan, pada 12-16 Oktober 2014. Hampir 90 akademik peneliti, administrator dan mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi/universitas dari 15 negara berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para delegasi disuguhi materi menarik yang disampaikan para rektor (presiden) dan dekan dari universitas terkenal di dunia. Di sini bisa disimak berbagai sudut pandang tentang kerjasama pendidikan tinggi, kualitas dan kemampuan yang diperlukan untuk pemimpin masa depan.

Dari kegiatan ini akan melahirkan berbagai kerjasama yang penting untuk pelatihan dan penelitian.  Di forum seperti itulah yang dihadiri Rektor Universitas Abulyatama Ir R Agung Afriyo Hadi PhD. Bersamanya turut hadir Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH dan Wakilnya Wahyu Dhani Purwanti MPd.

Bahkan acara itu juga dihadiri Rektor Universitas Indonesia Profesor Dr Ir Muhammad Anis MMet.

Berikut foto-foto kegiatan di forum itu:

wuhan forum 2wuhan forum 3wuhan forum 1wuhan forum 4wuhan forum 5

Rusli Bintang

Kisah Rusli Bintang; Hikmah di Balik Musibah (2 Habis)

BERPULANGNYA ke Rahmatullah ayah dan adiknya yang disayangi, memberi hikmah tersendiri dalam lindungan kehidupan Rusli Bintang. Sulitnya kehidupan sebagai anak yatim yang telah dilaluinya membuat pikiran dan hatinya semakin terang.

Penderitaan yang berkepanjangan sebagai anak yatim membuat dia bersimpati dan menyatu dengan penderitaan anak yatim lainnya yang ada dipelosok daerah. Akhirnya, muncul ide dan cita-cita untuk melindungi, menyantuni, membimbing dan mendidik setiap anak yatim yang tidak mampu agar menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Untuk mewujudkan ide dan cita-citanya pada tahap awal, yaitu tahun 1970 Rusli Bintang bekerja disebuah pompa bensin di Banda Aceh. langkahnya belum lagi mujur. Ia memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya karena salah seorang dari keluarga pemilik pompa bensin merasa iri kepadanya. Melihat keadaan itu, Rusli yang begitu produktif dan usaha itu semakin maju, merekaa takut kalau pada suatu saat Rusli dapat menguasai usaha pompa bensin itu.

Melihat keadaan itu Rusli pun tidak datang lagi bekerja dan semula ia berkeinginan menjadi tukang batu di Blang Bintang. Keinginan itu pun tidak terlaksana karena beberapa orang teman Rusli di Banda Aceh, termasuk H.M. Saleh Syeh mengajak Rusli membantu pekerjaannya. Begitulah kehidupan Rusli berlangsung sampai tahun 1974. Dia menjadi buruh harian dengan tugas dan penghasilan yang tidak tetap pula.

Tak hanya di Banda Aceh, Rusli juga bekerja ke daerah-daerah lain, Di antaranya di Beureunun (Pidie), Lhokseumawe, Aceh Utara. Disana mula-mula ia menjadi buruh angkat pasir pada sebuah kontraktor proyek Resetlemen Mbang.

Berkat ketabahan, kesabaran, dan kejujurannya, setelah lima bulan bekerja dia angkat menjadi penjaga gudang, dan pada tahun itu juga dia diangkat pula menjadi mandor pada kontraktor itu. Cita-cita untuk mengasuh anak yatim terus menghantui pikirannya. Ia berpikir, dengan penghasilannya yang rendah itu sulit untuk mewujudkan cita-citanya. Oleh sebab itu tahun 1976 ia kembali ke desanya untuk mencari pekerjaan lain.

Rusli merencakan membuka kebun di Lamtamot, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar. Rencananya dibatalkan setelah mendengar nasehat Ayahwanya (wawak), “Bersihkan niat mu Nak! Jangan membuka kebun, carilah pekerjaan lain, kami akan berhasil karena apa yang kamu mimpikan itu benar. Teruskan usahamu”. Ayahwanya pun melanjutkan nasehatnya, “Ingat, walaupun kamu memiliki kawan seribu orang, tetapi seorang musuhmu dapat menghancurkan kamu jika tidak kamu terima dengan ucapann Alhamdulillah. Sebaliknya, walaupun seribu musuhmu dan seorang kawan mu jika sikap musuh kamu terima dengan Alhamdulillah kamu akan berhasil”.

Rusli terkejut mendengarnya karena apa yang pernah dimimpikannya tidak pernah diceritakan kepada siapapun, termasuk kepada Ayahwanya itu. Dorongan itulah yang menyebabkan Rusli terus mencari pekerjaan lain.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, pada tahun 1976 di Banda Aceh Rusli Bintang mencoba menjadi wiraswastawan yaitu sebagai pemborong (kontraktor kecil-kecilan). Usahanya semakin lama semakin membuahkan hasil yang diinginkan.

Tahun 1977, ia mulai mengambil borongan kerja bersamanya dengan seorang keturunan China yang diperkenalkan oleh Pak Karim dengan menggunakan CV Desa Jaya. Hasil usahanya semakin lama semakin maju sehingga beberapa proyek daerah diberikan kepadanya. Dia pun terus mengomunikasikan niat dan cita-citanya kepada Allah.

Bahkan pada saat keuntungan usahanya bertambah banyak, ia mempertegas lagi janjinya dengan Allah dalam sebuah nazarnya, “ Ya Allah, bila saya Engkau berikan rezeki akan saya bantu anak-anak yatim agar janganlah mereka mengalami pahit menjadi anak yatim sebagaimana yang saya alami”.

Di dalam menjalankan usahanya dengan CV Desa Jaya bersama join usahanya, Rusli Bintang banyak menerima nasehat dan bimbingan dari teman dan kenalannya, antara lain dari bapak M. Z Abidin, Kakanwil Depdikbud Daerah Istimewa Aceh saat itu.

Melihat kemampuan Rusli dalam menjalankan usahanya, mereka menyarankan agar Rusli lebih baik berusaha sendiri daripada terus bergabung dengan orang lain. Nasehat itu diindahkan Rusli, pada tahun 1978 ia membeli sebuah perusahaan CV Kumita Karya yang bergerak dibidang kontraktor dan leveransir. Tahun 1979 CV. Kumita Karya ditingkatkan statusnya menjadi PT. Kumita Karya dan Rusli Bintang mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Utamanya.

Dalam menjalankan usahanya sehari-hari, Rusli didampingi oleh teman-temannya yang sangat setia yaitu Hasballah Yusuf dan Anwar Amin. Tahun 1980 dibantu pula oleh Joni Makmur yang kemudian menjabat sebagai sebagai sekretaris umum Yayasan Abulyatama.

Usaha Rusli semakin lama semakin maju dan tentu keuntungannya pun bertambah besar. Berkat hasil usaha itu, ia langsung memenuhi janjinya  kepada Allah, yaitu menyantuni anak yatim. Pada tahap awal, yaitu tahun 1980 ia mulai menyantuni 750 orang anak yatim yang ada di Kecamatan Kuta Baroe dan sekitarnya. Santunan yang diberikan pada waktu itu berupa daging lembu setiap hari megang, yaitu setahun tiga kali ; menjelang puasa, menjelang Hari Raya Idul Fitri dan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Setiap hari raya, kepada mereka (anak yatim ) juga diberikan pakaian dan uang saku untuk lebaran. Kemudian Allah pun menambah rezekinya hingga kini. Begitulah kisah hidup salah seorang anak manusia. Lika-liku hidup yang dialaminya adalah juga rahmat Allah  yang berusaha merubah rahmat itu menjadi sebagian dari nikmat hidupnya. Ingin disaksikan anak-anak yatim hidup sebagaimana layaknya kehidupan anak-anak terdidik lainnya; hidup layak generasi penerus bangsa ini dengan kepandaian dan ketakwaan yang tinggi kepada Allah. Inilah abstraksi cita-citanya yang dijadikan dasar isnpirasi penyantunan anak yatim, pendirian yayasan  dan lembaga pendidikan Abulyatama.

Sumber : Tulisan ini (Kisah Rusli Bintang; Mengganti Peran Sang Ayah dan Kisah Rusli Bintang; Hikmah di Balik Musibah) disalin dari buku Yayasan dan Universitas Abulyatama dalam Lintasan Sejarah, edisi ke II (dua), yang ditulis oleh Helmy Z. Yunus (24 November 1994)

Prof. Safwan Idris

Catat! Mereka Pimpinan Pertama Universitas Abulyatama

UNIVERSITAS Abulyatama merupakan pengembangan dari STKIP Abulyatama. Berbeda dengan universitas lain pada umumnya, pendirian Universitas Abulyatama didasarkan pada beberapa pemikiran yang mendasar untuk menyantuni anak yatim dan meningkatkan kualitas umat sehingga pengembangannya dilakukan setahap demi setahap serta berkelanjutan. Saat ini, Universitas Abulyatama telah berkembang pesat. Lalu siapakah sosok yang pernah memimpin Universitas Abulyatama pada awal pendiriannya?

Dikutip dari Buku Yayasan dan Universitas Abulyatama dalam Lintasan Sejarah, edisi ke II (dua), yang ditulis oleh Helmy Z. Yunus (24 November 1994). Saat itu, Pada tanggal 1 Maret 1984, Yayasan Abulyatama menerbitkan SK dengan Nomor : 09/YAY/1984 tentang pengangkatan Rektor dan Pembantu Rektor Universitas Abulyatama yang akan didirikan. SK tersebut diterbitkan untuk melengkapi berkas permohonan pendirian Universitas Abulyatama yang telah disusun oleh Panitia Persiapan Pendirian Universitas Abulyatama yang dipimpin oleh H. Badruzzaman, S.H sebagai ketua, Drs. M. Ali Oesman sebagai sekretaris.

Berdasarkan SK dengan Nomor : 09/YAY/1984 tentang pengangkatan Rektor dan Pembantu Rektor Universitas Abulyatama, mereka yang diberi kepercayaan  untuk memimpin Universitas Abulyatama saat itu adalah :

Rektor                                                                 : Dr. Safwan Idris, M.A.

Pembantu Rektor I                                          : Drs. M. Ali Oesman

Pembantu Rektor II                                        : Drs. Athaillah Usman

Pembantu Rektor III                                       : H. Badruzzaman, S.H.

 

Dua hari setelah SK itu dikeluarkan, tanggal 3 Maret 1984 Rektor melengkapi permohonan pendirian Universitas Abulyatama tersebut dengan mengeluarkan SK-nya dengan nomor: 01/UTAMA/SK/1984 tentang pengangkatan dekan danpembantu dekan dalam lingkungan Universitas Abulyatama. Adapun nama-nama dekan dan pembantu dekan tersebut adalah :

  1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Dekan                                                 : Drs. T. Rusydi Ali

Pembantu Dekan I                           : Drs. Yusrizal

Pembantu Dekan II                         : Drs. Nasruddin AR

Pembantu Dekan III                        : Drs. Bakhtiar Nurdin

  1. Fakultas Teknik

Dekan                                                 : Dra. Cut Aisyah Z. Jamil

Pembantu Dekan I                          : Ir. Djakfar Syahbuddin

Pembantu Dekan II                         : Ir. Mohd. Isa T. Ibrahim

Pembantu Dekan III                        : Ir. Idris Ibrahim

  1. Fakultas Pertanian

Dekan                                                 : Drs. M. Diah Husin

Pembantu Dekan I                          : Ir. M. Yusuf Nyak Pha, M. Sc.

Pembantu Dekan II                         : Ir. M. Djamil Ali

Pembantu Dekan III                        : Ir. Zainuddin Usman, M. Sc.

  1. Fakultas Ekonomi

Dekan                                                 : Mohd. Isa KB, S.E.

Pembantu Dekan I                          : Anwar Amir, S.E.

Pembantu Dekan II                         : Abdullah Rayeuk, S.E.

Pembantu Dekan III                        : M. Yacob Abdi, S.E

Berdasarkan SK tersebut, Rektor saat itu juga telah menetapkan unsur pembantu pimpinan universitas, yaitu kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Direktur Diploma beserta sekretarisnya. Mereka adalah Muchlis Usman, S.E, Drs. Abdullah Faridan, Drs. Zainal Abidin dan Drs. Jalaluddin A. Aziz sebagai Direktur  dan Sekretaris Program Diploma. Selain itu, juga ditetapkan pembantu pimpinan Fakultas, Perpustakaan dan Laboratorium.

Rusli Bintang

Kisah Rusli Bintang; Mengganti Peran Sang Ayah (1)

“Besok adik Darmawan seharusnya mengikuti ujian akhir SMP bersama kawan-kawannya, tetapi apa daya saya tak mampu memberikan biaya”

LIMA tahun setelah Indonesia merdeka, yaitu tahun 1950, didesa Lam Asan, Kecamatan Kuta Baroe, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, berdiam sepasang suami istri bernama Bintang Amin dan Halimah. Bapak Bintang Amin dalam kehidupannya sehari-hari bekerja sebagai manteri kesehatan pada Rumah Sakit Umum Banda Aceh. Didalam mengemban tugas sehari-hari, beliau dikenal sebagai mantra yang ramah-tamah, simpatik, dan memiliki sifat sosial yang tinggi. Sampai tahun 1969, beliau telah dikaruniai Allah enam orang putra dan satu orang putri. Anak yang paling tua diberi nama Rusli, lahir jumat, 28 April 1950.

Hidup senang bersama orang tua dan seluruh anggota keluarga merupakansuatu dambaan bagi setiap anak, termasuk Rusli mendambakan hal itu. Namun, sebagai manusia, kita hanya dapat berharap, tetapi penentuan liku-liku kehidupan ada pada Allah Yang Maha Kuasa. Itulah yang dialami Rusli Bintang serta adik-adiknya. Pada saat mereka masih membutuhkan kasih sayang, tiba-tiba ayahnya, Bintang Amin, menghadap Allah SWT. Ketika itu tahun 1969, Beliau meninggal pada empat puluh tahun.

Kenyataan ini, harus diterima oleh Rusli dengan perasaan dan pikiran yang berat. Sebagai pemuda tanggung, yang pada saat itu ia masih duduk dikelas I SMA Muhammadiyah merasa tertekan batinnya. Oleh karena, sebagai anak tertua, peristiwa itu mengharuskan dia memilih melanjutkan sekolah atau menjadi kepala keluarga, menggantikan ayahnya. Ia kecewa karena tidak mungkin lagi melanjutkan pendidikannya seperti anak-anak yang lain dan cemas memikirkan masa depan adik-adiknya. Di dalam pikirannya terbayang bahwa tidak ada gambaran harapan masa depan yang cemerlang.

Sebagai anak yang telah mendapatkan pendidikan dan bimbingan agama yang kuat dari almarhum ayahnya, Rusli menyadari bahwa kehidupan ibu dan adik-adiknya merupakan tanggung jawabnya. Terlebih ayahnya tidak meninggalkan harta yang berharga untuk dijadikan modal kehidupan mereka. ia bertekat mencari nafkah untuk berbakti dan melayani kehidupan ibu dan adik-adiknya yang dicintainya.

Dengan bermodal semangat dan keikhlasan berbakti kepada ibu dan adik-adiknya, Rusli berusaha menyambung hidup sehari-hari sebagai pekerja kasar. Derap langkah kehidupannya ditelusurinya secara tabah karena semua itu merupakan tekat dan sadar bahwa berusaha dengan kesungguhan dan tekun serta dibarengi dengan doa ibunya merupakan jalan untuk mencari kecermelangan masa depan. Namun, dalam menempuh hidupnya penderitaan dan cobaan datang silih berganti.

Pada tahun 1970 percobaan serupa dialami lagi oleh Rusli. Adiknya yang tertua Darmawan meninggal dengan tiba-tiba. Darmawan merupakan adiknya yang sangat ia cintai. Ia merupakan harapan dan pusat perhatian bagi Rusli. Ia merupakan sosok adik yang lemah lembut dalam bertutur sapa, pandai mengambil hati keluarganya, mengerti kehidupan keluarganya sehingga dia juga merupakan tumpuan harapan dan pusat-pusat perhatian semua anggota keluarga.

Darmawan jatuh sakit dengan tiba-tiba tanpa ada gejala sekit sebelumnya dan akhirnya meninggal dunia. Kepergian Darmawan kesan perih bagi keluarga. Terutama Rusli Bintang sebagai abang kandungnya. Kepergian Darmawan membawa luka perih yang mendalam baginya, seolah-olah penyebab meninggalnya bersumber dari ketidak mampuan Rusli memenuhi harapannya.

Perasaan itu terus menghantui pikiran Rusli karena beberapa hari sebelum musibah itu terjadi, Darmawan pernah meminta kepada abangnya, Rusli, uang Rp. 1000 untuk membayar pendaftaran ujian akhir. Saat itu Darmawan bersekolah di SMP Iskandar Muda. Rusli tidak berdiam diri menanggapi permintaan adiknya, berbagai cara dan upaya ia lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, namun  apa hendak dikata, hingga berakhirnya jadwal pendaftaran ujian akhir, Rp. 1000 yang diminta oleh adiknya tak jua ia peroleh.

Rusli tak patah semangat, ia menjumpai kepala sekolah untuk meminta penangguhan waktu pembayaran uang pendaftaran tersebut. Bagi Rusli mencari uang Rp. 1000 pada waktu itu sangat berat, untuk memenuhi keperluan wajib berupa dua bamboo beras setiap harinya dia harus sekuat tenaga untuk memperolehnya, itu belum termasuk lauk-pauk dan kebutuhan harian lainnya. Menyisihkan uang Rp. 1000 pada saat itu sangat tidak mungkin dilakukan Rusli. Untuk mendapatakan uang tersebut semua usaha telah ia lakukan termasuk berusaha meminjam pada teman,  malah pada pamannya sendiri, Cut Yunus, namun hasilnya tetap nol.

“Besok adik Darmawan seharusnya mengikuti ujian akhir SMP bersama kawan-kawannya, tetapi apa daya saya tak mampu memberikan biaya” terbisik pada hati Rusli.

Seharian ia berusaha, Rusli hanya mampu membawa pulang kerumahnya satu bambu beras. Sesampai d irumah menjelang magrib, dilihat Darmawan sedang turun dari tangga rumahnya hendak pergi ke meunasah (surau) dan dengan suaranya yang sedikit rendah dia bertanya pada abangnya “Bagaimana Abang?”

Dengan nada berat, Rusli menjawab “Jangan putus asa Dik! Tahun depan Adik ikut ujian. Abang belum mampu mencari uang yang Adik perlukan,” Ujar Rusli kepada Darmawan, Adiknya.

Saat itu hati Rusli begitu pilu, semakin pilu ketika Rusli hanya bisa memberi harapan, bukan memenuhi kebutuhan yang diperlukan adiknya, uang sebesar Rp 1000.

Dalam keadaan gelisah, Rusli meninggalkan rumah dan pergi tidur bersama teman-temannya sekedar menghibur diri. Pada malam itu, Rusli diliput rasa gelisah dan semakin lama rasa itu semakin menjadi-jadi. Akhirnya ia putuskan pulang kerumahnya pukul 23.00 WIB. Secara kebetulan, adiknya yang tadi pergi ke Meunasah diantar oleh teman-temannya dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Dengan bantuan Ayah Cek Daud sebagai supir Bus PMAB No. 4, malam itu juga Darmawan dibawa ke Rumah Sakit Umum Banda Aceh, setelah diperiksa, Dokter mengatakan bahwa Darmawan dalam kondisi kritis dan kecil harapan untuk bisa ditolong.

Rusli bertanya kepada dokter tentang penyakit apa yang diderita adiknya. Kata dokter, adiknya mengalami stress yang sangat tinggi. Kala itu hati Rusli berkecamuk, rasa sedih, bersalah dan penyesalan menjadi satu. Ia merasa, mungkin karena ketidak mampuannya memenuhi permintaan adiknya adalah penyebab stres yang dialami Darmawan, adik yang sangat ia cintai.

Rusli tidak tahu apa yang harus ia lakukan, kepada siapa ia harus minta bantuan? Rasa sedih dan air mata terus berlinang. Ia hanya berserah diri kepada Allah, kepada Yang Maha Kuasa ia mengada nasib. Ia hanya teringat bahwa kemiskinanlah yang membuat ia tidak mampu memenuhi harapan kecil adiknya.

Sambil mendekatkan wajahnya ketelinga adiknya yang terbaring tidak sadarkan diri, Rusli memohon kepada Allah, “ Ya Allah, Ya Rabbi, berikan kehidupan kepada adik saya walaupun hanya sebentar saja. jangan Engkau ambil dulu nyawanya; saya rindu berbicara dengannya. Pada Mulah tempat saya meminta tolong”.

Dengan izin Allah, Darmawan yang sudah tidak sadar hampir sepuluh jam, berbicara “ Saya tidak apa-apa bang, saya tidak sakit, tetapi tidak tahu mengapa saya pening, mungkin saya akan pergi,” ujar Darmawan.

Allah berkehendak. Ketika matahari terbenam, menjelang waktu magrib Darmawan meninggal dunia.

Sesaat setelah Darmawan meninggal, ketika semua orang berdatangan menunduk kepala menyatakan duka citanya, Rusli bermunajah kepada Allah. “Ya Allah, kalau Engkau berikan rezeki, maka apa yang dialami adik saya jangan lagi dialami oleh anak yatim lainnya. Janganlah mereka mengalami pahit menjadi yatim sebagaimana yang saya alami.”

Pada malam itu Rusli berpikir akan tanggung jawabnya kepada keluarga. Rusli berpikir, sebelum meninggal, Darmawan merupakan tumpuan harapan untuk membantunya membagi derita, namun setelah ia meninggal, beban itu harus sepenuhnya ditanggungnya sendiri. Seketika itu keluar pertanyaan dalam batinnya, “mengapa ya Allah, nasib seperih ini menimpa saya?”

Selanjutnya : Cerita Hidup Rusli Bintang ; Hikmah di Balik Musibah (2)