Ternyata Kepala Chef Hotel Tertua di Inggris, Orang Indonesia

Menjadi koki yang sukses di luar negeri merupakan suatu hal yang luar biasa. Apalagi menyandang predikat sebagai koki kepala di sebuah hotel ternama kelas dunia yang juga merupakan hotel tertua di negara tersebut. Hal ini tentu merupakan sebuah pencapaian yang sangat tinggi dalam karier seorang chef asal Indonesia yang kini menjadi salah satu  top chef yang ada di Inggris.  Namanya Budiono Sukim, lelaki kelahiran Pemalang 43 tahun yang lalu.

Sejak kecil, Budiono sudah terlatih sebagai anak yang mandiri. Ketika bersekolah di SD Negeri 3 Sewaka Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ia berjualan Es Bon – Bon secara berkeliling. Hal itu ia lakukan untuk mendapatkan uang jajan. Kemudian selepas SMP, ia disuruh ayahnya untuk merantau ke Jakarta. Di Jakarta, ia bersekolah di sebuah SMEA dan masih saja melakukan kegiatan berjualan disambi disambi dengan menjadi guru les bagi 3orang anak SD tetangga kontrakannya.

Sebelum menjadi Chef, Budiono menjadi tukang cucui piring di Restaurant Samudra di bilangan Sudirman. Dari sinilah kariernya dimulai. Secara perlahan ia belajar memasak dan akhirnya pada tahun 2000 ia direkrut ke Four Seasons Hotel Jakarta sebagai Banqueting Sous Chef. Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Four Seasons Hotel London. Di sana ia bekerja selama dua tahun lalu pindah ke Four Seasons Hotel di Hampshire.

Pada tahun 2008, Budiono pindah ke The Savoy London, salah satu hotel paling bagus di dunia sekaligus hotel tertua di Inggris. Perjalanan kariernya yang terbilang sangat mulus itu akhirnya mengantarkan Budiono sebagai kepala chef di dapur The Savoy yang merupakan hotel terbaik dan kebanggaan masyarakat Inggris ini. sebagai kepala Chef, Budiono juga menjadi Banquet Chef yang bertugas untuk memberikan jamuan makan untuk para selebriti terkemukan, kalangan kerajaan dan kalangan elit pemerintah.

Budiono juga sering bekerja sama dengan chef – chef ternama dunia seperti Gordon Ramsay, James Martin, Tom Aikens dan sebagainya. Tidak hanya itu, prestasi dan penghargaan The AA Award dengan kategori sangat bagus yang diterima Budiono membuat namanya melejit sebagai top chef di Inggris dan menjadi juri kehormatan di beberapa kompetisi memasak.  Ia sering diundang ke berbagai  jaringan four seasons hotel di seluruh dunia dan pada 2015 yang lalu, ketika bekerja di dapur Four Seasons Hotel Dubai ia mendapat penghargaan sebagai The Best Catering of The Year in Four Seasons Around The World atau catering terbaik dari Hotel Four Seasons di seluruh dunia.

Saat ini, Budiono menetap di Inggris dan menjadi chef di London Marriot County Hall. Namun, ia tidak pernah lupa akan jati dirinya sebagai orang Indonesia. Bersama rekan – rekannya sesama chef asal Indonesia di berbagai hotel terkemuka di London, Budiono mendirikan Indonesian Chef Association in United Kingdom (INCA – UK) yang merupakan perhimpunan chef Indonesia di Inggris. Tujuan mereka adalah untuk mempromosikan kuliner Indonesia di Kerajaan Inggris.

Batu Meteor dari Indonesia

Pernah dengar batu Satam? Warga Belitung menyebut batu ini “batu meteor”. Konon tujuh ratus ribu tahun lalu meteor pernah jatuh ke bumi. Salah satu pecahannya jatuh di Kelapa Kampit, Belitung.

Menurut para ahli, batu Satam merupakan jenis batu tektit. Batu tektit terbentuk dari tubrukan meteor dengan bumi. Saat meteor jatuh ke bumi, panasnya melelehkan batuan di bumi. Batuan tersebut lama-lama membeku dan terbentuk seperti kaca.

Kata Satam sebenarnya berasal dari bahasa Cina. “Sa” artinya “pasir” dan “tam” artinya empedu. Batu ini juga disebut billitonite, artinya batu dari Belitung.

Ya, sesuai namanya batu Satam adalah batu yang menjadi ciri khas Belitung. Karakternya kasar pada bagian permukaan tapi sangat halus di bagian dalam. Warnanya didominasi oleh hitam.

Batu Satam hanya bisa ditemukan di daerah-daerah yang bersinggungan dengan meteor, seperti Belitung dan Australia. Jadi jangan heran jika bebatuan di Belitung sangat indah.

Meski Memiliki Tubuh yang Tidak Sempurna, Seniman Lukis Ini Karyanya Mendunia

Ada banyak seniman lukis Indonesia yang mendunia, sebut saja Affandi, Abdullah Suriosubroto, Basuki Abdullah, dan lain-lain. Meski berbeda aliran, mereka memiliki satu kesamaan: melukis dengan tangan. Namun, Indonesia bisa bangga karena memiliki Sadikin Pard, seorang seniman lukis yang berkarya menggunakan kaki dengan karya yang juga mendunia.

Karya Sadikin Pard bisa bersanding di kancah internasional. Lukisan pertamanya yang dibeli orang Belanda adalah lukisan di atas pelepah pisang. Sementara karya lainnya sudah menghantarnya keliling dunia. Sadikin bahkan pernah mengisi bengkel kerja (workshop) di Eropa.

Sadikin memilih melukis dengan kaki. Ia terpaksa menggunakan kakinya untuk melukis karena terlahir tanpa tangan (tunadaksa). Sindrom ini biasanya muncul dari gen bawaan.

Lahir di Solo, Sadikin sudah suka menggambar sejak TK. Saat memasuki bangku SMP, Sadikin mengikuti les privat melukis selama dua bulan. Ia mulai benar-benar yakin dengan pilihannya di dunia lukis setelah membaca artikel tentang Jean Ganavive Patricia Saerang, seniman tunadaksa asal Menado yang sedang melakukan pameran di Surabaya.

Saat itu JG Patricia Saerang sudah bergabung sebagai anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) yang berpusat di Swiss. Tak semua seniman tunadaksa dapat bergabung dalam asosiasi ini. Mereka perlu memenuhi persyaratan tertentu. Syarat utamanya tentu memiliki kemampuan melukis. Karya lukis yang dihasilkan anggota calon anggota AMFPA harus mampu paling tidak setara dengan para pelukis tangan profesional.

Sadikin kini tinggal dan berkarya di Malang. Ia menjadi satu dari sembilan seniman tunadaksa Indonesia yang berhasil menjadi anggota AMFPA. Beberapa nama lainnya ada abar Subadri dan Ben.

Ternyata Indonesia Miliki Varian Mi Terbanyak di Dunia

Mi merupakan salah satu makanan tradisional tertua di dunia. Produk olahan tepung ini dipercaya telah menjadi makanan milyaran orang di dunia sejak pertama kali ditemukan di Tiongkok. Indonesia pun tidak ketinggalan, mi telah menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian orang di negeri ini. Bahkan untuk mi instan, Indonesia telah dikenal sebagai produsen produk mi tingkat dunia. Lebih istimewanya lagi, ternyat Indoensia memiliki varian mi terbanyak di dunia.

Seperti dilansir CNN Indonesia yang berbincang dengan Chef Edwin Lauw, terungkap bahwa ternyata di Nusantara terdapat berbagai macam jenis masakan mi.

“Mi Nusantara itu spesial, kreasi mi di Indonesia paling beragam dari bangsa non-China lainnya,” Chef Edwin Lau.

Edwin mengungkapkan bahwa nilai spesial dari mi di Indonesia adalah rasa.

“Yang membuat mi Nusantara spesial adalah cita rasanya yang berani dan kuat, serta harganya yang mayoritas lebih murah ketimbang mi negara lain. Ini juga yang mendorong pertumbuhan industri mi di Indonesia sangat pesat,” ujarnya.

Chef muda kelahiran Palembang tersebut juga menyebutkan, dari seluruh negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga ke Jepang dan Korea, variasi mi Indonesia jauh lebih banyak. Menurutnya hal tersebut terjadi karena adanya keragaman budaya di masyarakat Tanah Air.

“Negara kita memiliki budaya yang sangat beragam, sehingga setiap kebudayaan memiliki kreasi mi mereka sendiri-sendiri,” jelas Edwin.

Dirinya mengaku karena beragamnya jenis varian mi, Edwin kemudian kesulitan untuk menyimpulkan ada berapa mi di Indonesia. Namun menurutnya, mi Nusantara dapat diklasifikasikan sesuai daerahnya masing-masing seperti mi Jawa, mi Bangka, mi celor Palembang, mi kocok Bandung, mi seafood Aceh, dan lainnya. Selain itu, penggolongan juga dapat dilakukan berdasarkan cara masak atau penyajiannya.

“Ada yang berkuah, ada yang kuah pisah, ada yang kering, ada yang digoreng, ada yang dimasak pakai arang, ada yang pakai bakso atau pangsit, ada yang bening atau bersantan, ada juga yang masih baru saja muncul seperti mi bakar, mi campur arang, dan mi dari pasta seafood,” ungkapnya.

Mi dalam beberapa budaya di Indonesia juga telah menjadi bagian dari tradisi. Seperti anggapan yang menyebutkan bahwa mi yang disajikan menyimbolkan panjangnya umur, kesuksesan dan persembahan pada leluhur. Kepercayaan ini merupakan warisan tanah Tiongkok yang tetap lestari di Indonesia.

Tradisi seperti itu yang kemudian membuat mi dapat menjadi makanan “wajib” dalam momen-momen penting. Seperti resepsi pernikahan, syukuran, maupun Imlek atau peringatan Tahun Baru Imlek.

Siapa sangka ya, ternyata Indonesia memiliki varian mi terbanyak di dunia. Chef saja kesulitan untuk mengetahui seluruh variannya. Bagaimana dengan kawan GNFI? Mi apa yang selama ini telah menjadi favorit?

 

Inilah Kapal Pengganti KRI Dewaruci, Sang Legenda

KRI Dewaruci adalah sebuah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut yang berbasis di Surabaya dan diresmikan pada tahun 1953. KRI Dewaruci bahkan pernah menjalani misi keliling dunia selama 2 kali.

Selama ini, setiap tahunnya kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida. Misi terbaru KRI Dewaruci adalah mengikuti ASEAN Cadet Sail 2016 yang berlayar dari Surabaya–Mataram–Bali–Makassar –Balikpapan–Semarang–Surabaya selama kurang lebih sebulan.

Akan Digatikan KRI Bimasuci

Untuk memperharui kapal latih ini, saat ini Angkatan Laut telah mempersiapkan kapal KRI Bimasuci yang telah memulai tahap pemotongan perdana baja (steel cutting) pada medio November 2015.

KRI Bimasuci diproyeksikan menggantikan peran kapal layar legendaris KRI Dewaruci yang sudah lebih dari enam dasawarsa “membidani” lahirnya perwira alumnus Akademi Angkatan Laut.

Kapal latih ini dibangun di galangan Contrucion Navales Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kemudian proses peletakan lunas (keel laying) pada 27 Januari 2016. Tahapan itu sebagai tanda dimulainya pembangunan KRI Bimasuci.

KRI Bimasuci merupakan kapal layar kelas barque. Yakni, kapal layar yang memiliki dua tiang dengan layar persegi. Kapal layar tiang tinggi ini memiliki panjang 110 meter dan lebar 13,5.

Bandingkan dengan KRI Dewaruci berdimensi panjang 58 meter dan lebar 8 meter yang pernah dipimpin mantan Komandan Lanal Yogyakarta itu.Dengan ketinggian mencapai 50 meter, KRI Bimasuci jauh lebih menjulang dibanding KRI Dewaruci dengan tiang tertinggi 35 meter.

tall-ship-1

Perbandingan KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci

Selain itu perbadaan Dewaruci dan Bimasuci adalah jumlah layar. Pada KRI Bimasuci terdapat 26 buah, sedangkan KRI Dewaruci 16 buah.

Selain itu di KRI Dewaruci tidak terdapat ruang kelas, maka KRI Bimasuci menyediakan ruang kelas secara khusus sebagai tempat belajar para taruna AAL saat berlatih dalam operasi Kartika Jala Krida. Ruang kelas yang tersedia mampu memuat 100 orang taruna.

KRI Bimasuci juga memiliki ruang rekreasi dalam sebuah ballroom berukuran 11 x 10,5 meter persegi yang dilengkapi perangkat multimedia.

Kapal tipe tall ship ini memiliki panjang 110 meter, kapasitas 200 personil, luas layar 3.500 sqm, dilengkapi MAN 6L21/31 buatan MAN Diesel sebagai mesin penggerak saat tidak menggunakan tenaga angin.

KRI Bimasuci memiliki kecepatan maksimal mencapai 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar. Sementara itu untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini pun dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok.

Kebun Binatang di Yunani Kampanyekan Pelestarian Harimau Sumatera

Dalam acara yang dihadiri pejabat dari Kedutaan Besar Indonesia, pemerhati lingkungan, pecinta satwa, sahabat Indonesia, pelajar sekolah internasional dan pengunjung Attica Zoo ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Duta Besar Indonesia untuk Yunani. Para pengunjung juga berkesempatan untuk melihat Harimau Sumatera dari dekat  dan berkesempatan menyaksikan atraksi pemberian makan kepada Harimau Sumatera. Rasa kagum dan takjub menyelimuti para pangunjung ketika melihat keindahan corak kucing besar ini.

Tidak hanya itu, para pengunjung juga diberikan penjelasan mengenai Harimau Sumatera serta diberikan brosur yang berisi pengetahuan tentang keanekaragaman fauna endemik Indonesia dan karakteristik Harimau Sumatera.  Keberadaan Harimau Sumatera di Attica Zoo diperoleh dari Swedia dan Perancis melalui European Endangered Species Programme (EEP), sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan populasi hewan yang terancam punah.  Hanya kebun  binatang yang memenuhi standar saja yang bisa menerima dan merawat satwa – satwa langka tersebut berdasarkan seleksi ketat dari EEP dan European Association of Zoos and Aquaria (EAZA).

Saat ini, pengembangan populasi Harimau Sumatera menjadi salah satu program utama EEP. Tercatat bahwa hingga saat ini, terdapat 122 Harimau Sumatera tersebar di berbagai kebun binatang yang ada di daratan Eropa.

Pendiri Attica Zoo memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap satwa – satwa Indonesia. selain Harimau Sumatera, Attica Zoo memiliki koleksi puluhan jenis burung Indonesia yang ditempatkan dalam satu area khusus, serta tiga ekor komodo. Kedepannya, pihak Attica Zoo akan melakukan kerjasama dengan kebun – kebun binatang yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi suatu pertanda baik bagi pengembangan perlindungan dan pelestarian satwa langka Indonesia yang semakin hari semakin berkurang dikarenakan perburuan dan perdagangan secara ilegal.

Riwayat “Rempah Indonesia” Mengubah Dunia

Mungkin selama ini yang kalian dengar adalah negara kita yang diincar penjelajah samudra Eropa yang berlayar mengarungi lautan nyaris seluruh dunia karena kekayaan tanaman eksotis di negara kita. Namun, tahukah kalian riwayat dari rempah-rempah yang menjadi kebanggaan kita ini?

m

Biji Pala, salah satu rempah yang diincar para penjelajah

Dalam bukunya, Sejarah Rempah dari Erotisme sampai Imperialisme, Jack Turner mengutip katalog dagang dari abad ke-14 dan mencantumkan tak kurang dari 188 jenis rempah. Diantara itu semua, cengkeh (Syzgium aromaticum) dan pala (Myristica fragrans) memiliki daya tarik yang paling kuat dan bernilai lebih dari emas. Sebelum masa modern, cengkeh hanya tumbuh di Kepulauan Maluku, Indonesia. Ada lima pulau penghasil cengkeh, seperti Moti, Makian, Bacan, Ternate, dan Tidore. Selain itu, ada lima pulau lagi penghasil pala, seperti Banda, Naira, Run, Ai, dan Rozengain.

lkjk

Kembang lawang, salah satu rempah yang juga diburu selain cengkih dan pala. Rasanya mirip dengan adas manis (Ilustrasi)
Pencarian yang dilakukan oleh para penjelajah samudera untuk mencari kepulauan rempah ini juga membangkitkan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Siapa sangka, rempah-rempah tak hanya sekedar penyedap rasa. Bagi masyarakat Barat, mereka melihat rempah ini memiliki daya tarik yang melampaui aspek kegunaanya secara kuliner. Menurut Turner dalam bukunya, rempah-rempah juga digunakan sebagai mengusir setan, memanggil Tuhan, menyembuhkan penyakit ataupun mengusir wabah.

Rempah adalah saksi perkembangan dan pasang surut peradaban bangsa Indonesia serta memiliki kaitan yang sangat erat dengan perjalanan kekuasaan, politik, dan sosial budaya bangsa kita. Namun, rempah juga memiliki nilai penting dalam peradaban dunia. Karena khasiat, kelangkaan dan nilai rempah yang begitu tinggi inilah yang membuat para penjelajah samudera ini rela menjelajah hampir setengah dunia untuk menemukan tempat tumbuh rempah hingga mereka rela berlomba-lomba mendapatkan rempah. Sampai akhirnya bangsa Eropa menginjakkan kaki di Maluku dan memulai riwayat kolonialisme di Nusantara.

Inilah Perangko-perangko Penanda Jaman Indonesia

PERANGKO, merupakan benda berharga di samping fungsi utamanya sebagai tanda pelunasan porto dan biaya pos. Selain itu, menjadi wahana untuk menyampaikan pesan tentang berbagai kepentingan masyarakat, termasuk carik kenangan benda pos bercetakan perangko. 

Sebelum perangko tercipta, pelunasan biaya pengiriman surat dilakukan dengan membayar sejumlah uang tunai. Pembayaran secara tunai ini ada yang harus dibayar terlebih dahulu oleh si pengirim surat tapi ada pula yang harus dibayar oleh si alamat. Perangko pertama diterbitkan di Inggris pada tanggal 6 Mei 1840 yakni Penny Black, setelah itu berkembang ke beberapa negara termasuk Indonesia. Mengingat banyaknya lalu lintas surat antara Negeri Belanda dengan negara jajahannya yang utama saat itu, yaitu Ned Indie (sekarang Indonesia), akhirnya diterbitkan perangko pertama Ned Indie pada tahun 1864 bergambar Raja Belanda waktu itu Willem III nilai 10 cent yang juga masih tanpa perforasi.

e

Perangko Pertama di Indonesia

Perangko inilah yang menjadi perangko pertama di bumi Indonesia. Saat ini perangko Ned Indie pertama ini, cukup langka dan dicari oleh kolektor perangko (filatelis) untuk melengkapi koleksinya. Nilainya semakin hari semakin tinggi dan umum disebut dengan kode nama N-1 di kalangan Filatelis. Apalagi yang kondisinya masih mint-unused, yang di katalog harganya berlipat kali dari yang sudah dipakai (ada cap/ cancelation-nya), harganya bisa mencapai Rp2 miliar.

Di Indonesia perangko berkembang melalui beberapa periode yaitu:

1. Masa penjajahan Belanda Pada masa tersebut di Indonesia telah dipergunakan perangko “Raja Willem III” yaitu pada tahun 1864. Perangko pada zaman Hindia Belanda ini berwarna merah anggur dan memuat gambar Raja Willem III dari Belanda dalam bingkai berbentuk persegi.

t

Pada bagian atas perangko terdapat tulisan “10 cent” dan bagian bawahnya memuat tulisan “Postzegel”. Sementara di bagian sebelah kiri memuat tulisan “Nederl” dan pada bagian kanan memuat tulisan” Indie”.

Perangko Hindia Belanda pertama ini tidak berperforasi (tanpa gigi), dicetak di negeri Belanda (Utrecht) sebanyak 2.000.000 perangko. Gambar perangkonya dirancang oleh T.W Kaisar dari Amsterdam.

2.Masa Pendudukan Jepang

Sesudah pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pemerintah Sipil dilakukan di bawah Pimpinan Angkatan Perang Jepang. Pada awal Pendudukan Jepang persediaan perangko zaman Belanda masih banyak. Karena perangko baru belum sempat dicetak, perangko-perangko lama tetap dipergunakan dengan membubuhkan cetak tindih yang mempergunakan huruf Jepang.\

hh

Gambar-gambar cap tersebut ada yang berupa “Binatang” seperti di daerah Aceh, ada yang berbentuk “Palang” seperti di Sumatera Utara dan ada yang berwujud “Jangkar” seperti di daerah Indonesia Timur. Cetak tindih tersebut memuat kata “Dai Nippos Yubin Kyoku”.

Setelah melalui masa cetak tindih, maka pada tahun 1943 diterbitkan perangko-perangko Jepang yang bergambarkan bola dunia dengan peta kerajaan Jepang, kerbau yang sedang membajak, pantai laut dan lain-lain. 0812 3986 124

  1. Masa perang kemerdekaan

Bangsa Indonesia tidak melewatkan peluang emas pada hari hari terakhir perang dunia kedua, ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dengan memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi pengambilalihan kekuasaan tidak berjalan dengan mulus, karena bala tentara Jepang tidak mau menyerahkan kekuasaan dan persenjataan mereka kepada pihak Indonesia.

h

Demikian pula dengan pelayanan pos, selama lebih dari sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI masih ditangani olah Dinas Pos Jepang. Baru tanggal 29 September 1945, tentara Belanda dengan membonceng tentara Sekutu yang bertugas melucuti persenjataan Jepang mendarat di Batavia.

Terjadilah perang fisik yang paling berdarah dalam sejarah bangsa Indonesia karena menelan korban lebih dari 1 juta jiwa. Perang berlangsung sejak Oktober 1945 s.d akhir 1949. Dari sudut filateli masa tersebut sangat menarik karena ada 3 pelayanan pos yang diselenggarakan oleh dua negara yang bermusuhan di atas wilayah yang sama. Di kota-kota besar yang berhasil direbut Belanda berlangsung pelayanan pos dengan menggunakan perangko Ned-Indie.

Di lain pihak daerah yang masih dikuasai oleh RI pelayanan pos diselenggarakan oleh Djawatan PTT dengan menggunakan perangko Indonesia. Perangko pertama yang dicetak oleh Pemerintaha Republik Indonesia yaitu “Memperingati Setengah Tahun Merdeka”. Dalam memperingati 1 tahun merdeka, Pemerintah Indonesia menerbitkan perangko seri “Revolusi Tanpa Perekat” yang pada waktu dicetak di Jakarta.

  1. Masa Demokrasi Liberal

Pada awal tahun 1950 setelah berakhirnya masa Perang Kemerdekaan, PTT Indonesia memulai lembaran baru dalam sejarahnya. Sebagai akibat taktik bumi hangus gerakan-gerakan gerilya pejuang, berpuluh-puluh Kantor Pos, Kantor Telegrap dan Kantor Telepon hancur. Hal ini merupakan tantangan bagi PTT karena dengan kejadian tersebut merupakan hambatan terhadap lancarnya usaha peluasan dan pembangunan Jawatan PTT.

hj

Salah satu sumber pendapatan Jawatan PTT untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran eksploitasi Perusahaan adalah hasil penjualan benda-benda pos, antara lain berbagai jenis perangko, sampul, warkatpos, kartupos, kupon balasan internasional formulir-formulir dan lain-lain. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, maka diadakan pembaharuan kontrak antara Jawatan PTT dengan N.V Joh.Enschede en Zonen di Haarlem (Negeri Belanda) untuk pencetakan perangko harga Rp1,- ke atas dalam masa 5 tahun mulai tanggal 1 Januari 1950.

Pada permulaan tahun 1950 mulai terdapat perangko: Perangko biasa seri angka (smelt) yang terbit pada tanggal 1-1-1949, Perangko biasa seri Bangunan (dengan gambar rumah dan candi) yang terbit pada tanggal 1-9-1949, Perangko Peringatan UPU seri UPU yang terbit pada tanggal 1-10-1949. Pada awal 1950 sebagian dari sisa persediaan Perangko Seri Angka dan Seri Bangunan dibubuhi cetak tindih “R.I.S” Selama tahun 1950 diterbitkanlah perangko-perangko seperti Perangko RIS yang terbit pada tanggal 17-1-1950, Perangko Peringatan Seri Garuda diterbitkan pada tanggal 17-8-1950 dll.

6. Masa demokrasi terpimpin

Pada tahun 1959-1965 banyak juga perangko yang diterbitkan seperti Perangko Biasa, Perangko Peringatan, Perangko Istimewa dan Perangko Amal. Untuk memperingati Dekrit Presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan berlakunya kembali Undang-undang dasar 1945, dikeluarkanlah pada tanggal 17-8-1959 Perangko Peringatan “Berlakunya kembali UUD 1945” perangko tersebut terdiri dari 4 buah dengan harga 20 sen, 50 sen, 75 sen. Sampul Hari Pertama diterbitkan dengan harga Rp7,50,-.

m

Pada tanggal 26-10-1959 diterbitkan Perangko Peringatan seri Konperensi Kolombo ke II, karena terkait diadakannya Konperensi Rencana Kolombo ke II di Yogyakarta. Dalam tahun 1960 dikeluarkan Prangko Peringatan seri “Kongres Pemuda Seluruh Indonesia”, tahun Pengunsi Sedunia, seri Hari Kesehatan Sedunia. “Pembasmian Malaria” dan prangko amal seri “Hari Sosial” dan perangko biasa seri Presiden dan seri Hasil Bumi.

Pada tahun 1962 bertalian dengan Asian games ke IV di Jakarta tanggal 22 Agustus 1962 s.d 6 September 1962 diterbitkan seri Asian Games. Pada tahun 1963 di antaranya diterbitkan seri Bendera Merah Putih, dan pada tahun 1964 diterbitkan seri Presiden, Transport dan Komunikasi. Selama masa Demokrasi Terpimpin ini Jawatan PTT, PN Postel, serta PN Pos dan Giro mempunyai fungsi sosial dalam pengumpulan dana bagi badan-badan sosial memberikan hasil bersih dari harga tambahan perangko-perangko amal kepada badan-badan sosial.

  1. Masa Orde Baru

Perkembangan perangko di masa Orde Baru mulai tangggal 11 maret 1966 s.d akhir tahun 1980, banyak perangko yang telah diterbitkan sebagai contoh mulai dari prangko Pahlawan Revolusi yang terbit pada tahun 1966 s.d perangko Peringatan 10 Tahun Asian Oceanic Postel Training School (AOPTS) yang terbit pada tanggal 10

mnh

Berbagai jenis perangko telah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Semakin hari kualitasnya semakin baik dari desain maupun bahannya.

3 Tips Mudah Mencegah Usus Buntu

Siapa sih yang mau sakit apalagi sampai harus operasi? Anda pastinya juga ingin agar bisa selalu sehat dan bebas dari penyakit apapun, salah satunya agar bisa terhindari dari penyakit usus buntu. Membayangkan harus operasi usus buntu saja pasti sudah membuat kita takut.

Gejala-gejala Penyakit Usus Buntu

Seperti yang dilansir oleh medical-news.medrounds.org, penyakit usus buntu memiliki beberapa gejala yaitu pusing, muntah-muntah, hilangnya nafsu makan, demam, diare atau konstipasi, pembengkakan di bagian perut, tidak bisa buang gas atau kentut, dan terasa sakit saat buang air kecil

Gejala yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Bahkan ada yang gejalanya mirip kena sakit maag. Seseorang biasanya harus menjalani operasi usus buntu jika usus buntu sudah meradang, apalagi jika sudah terkena infeksi dan memiliki risiko pecah.

Jika Anda sudah kena penyakit usus buntu dan diharuskan operasi, tak perlu takut. Operasinya biasanya berlangsung kurang lebih satu jam. Anda tidak akan merasakan sakit saat operasi karena akan dibius.

Sementara proses penyembuhan bisa membutuhkan waktu selama dua minggu hingga luka jahitan bekas operasi benar-benar sembuh.

Agar bisa terhindar dari penyakit usus buntu, ada tiga tips praktis yang bisa Anda ikuti. Mencegah, pastinya jauh lebih baik daripada mengobati kan?

1. Makan Makanan Berserat
Salah satu alasan mengapa seseorang terkena radang usus buntu adalah karena adanya penyumbatan yang disebabkan oleh feses yang menumpuk. Dengan makanan yang kaya serat, sistem pencernaan akan lancar dan feses pun tidak akan keras apalagi menyumbat usus.
Makanan apa saja yang tergolong kaya serat? Beberapa diantaranya adalah gandum utuh, sayuran seperti wortel, dan buah-buahan.

2. Jangan Menahan Buang Air Besar
Buang air besar secara rutin adalah tanda bahwa sistem pencernaan Anda sehat. Jika Anda sering menahan buang air besar, maka risiko penyumbatan dan penumpukan feses di usus buntu akan semakin besar. Selain itu, jangan menahan diri Anda untuk buang gas atau kentut.

3. Banyak Minum Air Putih
Minum air putih cukup, misalnya delapan gelas sehari bisa membantu Anda untuk mencegah terjadinya peradangan di usus buntu. Untuk Anda yang sering bekerja di depan komputer selama berjam-jam, selalu sediakan air minum putih di dekat Anda.

Perut Susah Rata ? Mungkin ini Penyebabnya

Sudah sit up setiap hari, sudah jogging sampai badan basah kuyup perut masih aja gendut. Lama-lama menyerah dan jadi malas berolah-raga. Pernah merasakan hal ini?

Memiliki perut rata bagi kaum wanita, dan perut six pack bagi kaum pria memang jadi dambaan banyak orang. Sayangnya, kita hanya fokus pada satu tujuan: perut, lalu  lupa untuk mendapatkan bentuk ideal ternyata banyak hal terkait.

GeniusBeauty.com memamparkan 5 hal yang membuat perut susah rata. Coba perhatikan, yuk.

1. Stres
Ternyata stres membawa pengaruh yang besar bagi rata tidaknya perut kamu. Jika kamu merasa marah atau benci pada banyak hal. tubuh kamu akan tegang dan mengeluarkan hormon stres. Hormon tersebut dapat menghancurkan massa otot dan menghambat pembakaran lemak.

2. Dehidrasi
Perbanyak makan garam dan minum sedikit air, maka bisa dipastikan perut kamu akan tampak seperti wanita yang sedang hamil muda. Garam akan mengikat cairan lebih banyak, terutama di area seperti perut. Maka hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, terutama sebelum tidur.

3. Kurang Latihan
Cardio tidak akan membuat perut kamu rata, karena kamu harus melatih otot di seluruh perut, bukan dengan cardio yang bertujuan untuk kesehatan jantung dan sistem pernapasan. Jika kamu memang serius ingin meratakan perut atau membuatnya jadi six pack, konsultasikan pada pelatih kebugaran.

4. Kelebihan Berat Badan
Jika kamu ingin melatih otot perut, pastikan berat badan kamu sudah ideal. Percuma saja sering sit up jika berat badan kamu masih berlebih, karena akan sangat sulit membentuk otot perut. Turunkan dulu berat badan kamu ke angka ideal, baru latih otot perut kamu. Tak heran, pada pelatihan perut sering kita diwajibkan mengatur pola makan serta berdiet

5. Gen
Gen adalah faktor yang cukup kuat untuk berpengaruh pada bentuk tubuh kamu. Misalnya saja, kamu sudah olahraga mati-matian tapi berat badan sangat sulit turun, sementara itu sahabat kamu bisa makan apa saja dan sebanyak yang dia mau, namun badannya tetap kecil dan perutnya rata. Salah satu penyebabnya adalah gen dan kemampuan metabolisme tubuh.

Namun faktor ke 5 ini tidak mutlak. Memang kalau kita termasuk orang yang gampang ‘menggelembung’ saat salah makan, harus berupaya lebih ekstra. Asalkan 4 faktor sebelumnya dijalani, relatif lebih lancar kok tujuan memperoleh bentuk perut yang ideal. Jangan menyerah, ya.