ACDC Menyelenggarakan Job Fair

Penyerapan lulusan perguruan tinggi oleh dunia usaha dan industri mengalami perlambatan. Sedangkan kalangan dunia usaha dan industri masih tetap membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kualitas yang baik. Artinya persaingan dalam memperoleh pekerjaan akan semakin ketat. Hal ini mendasari pendirian Alumni Career Development Centre (ACDC) Universitas Abulyatama. ACDC merupakan lemabaga pada Universitas Abulyatama yang bertugas membantu lulusan dan alumni Universitas Abulyatama dalam menghadapi dunia kerja dan kealumnian.

ACDC memiliki 3 Bidang yaitu bidang Ketenagakerjaan, bidang tracer study, dan bidang pelatihan dan kewirausahaan. Acara Job Fair ini merupakan salah satu kegiatan ACDC dalam bidang Ketenagakerjaan, kegiatan lainnya meliputi in campus recruitment, dan pemberian informasi lowongan pekerjaan. Kegiatan pada bidang tracer study meliputi penyebaran kuesioner kepada alumni, kemudian kuesioner dievaluasi sebagai masukan untuk masing-masing Prodi. Adapun kegiatan-kegiatan pada bidang pelatihan dan kewirausahaan adalah memberikan pelatihan-pelatihan seputar pembuatan CV yang baik, cara menghadapi wawancara kerja, cara memulali bisnis dengan modal kecil dll.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Abulyatama R Agung Eprio Hadi PHD, Wakil Rektor II Drs Saepuddin M.Pd, Wakil Rektor III dr. Iziddin Fadhil, para dosen , mahasiswa dan alumni Universitas Abulyatama .

Tamu undangan yang hadir sebagai pengisi stan pada Job Fair Universitas Abulyatama adalah Bank Mandiri, Bank BNI, BPTP Aceh, PT Ambagiri Nusantara Cab. Aceh, sedangkan  pengisi stan lainnya terdiri dari Fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Universitas Abulyatama seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan , Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ekonomi.

Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efrio Hadi Ph.D bercerita tentang pentingnya kedisplinan dalam dunia kerja, beliau juga berharap instansi-instansi yang hadir dapat terus menjalin kerjasama dengan ACDC Universitas Abulyatama dimasa yang akan datang.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh partisipan yang mengisis stan. Harapannya ditahun-tahun berikutnya kegiatan ini akan bisa diadakan secara kontinu dengan skala yang lebih besar lagi.

 

By: Agus Naufal SE M.Si Ketua ACDC Universitas Abulyatama

——-

Universitas Abulyatama Sosialisasikan Visi Misi

Universitas Abulyatama sebagai universitas swasta pertama dan terkemuka di Aceh, perlu terus berpacu berbenah diri untuk menjadi univiersitas yang unggul, islami dan berwawasan global dalam pengembangan Iptek dan seni budaya. Sehingga visi yang terbangun menjadi harapan dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh. “Untuk penjabaran visi harus diimplementasikan melalui misi dan berkolaborasi”, ungkap Wakil Rektor I, Usman, MSi saat sosialisasi visi misi Unaya dihadiri, Wakil rektor II,  Drs. Saifuddin, MPd, Wakil rektor III dr. Izziddin,Para Dekan, Dosen, Mahasisswa, alumni dan stakeholder di aula kampus Lampoh Keude,  Kota Baru Aceh Besar, pekan lalu.

Disebutkan pula,  disebut unggul karena semua program studi di lingkungan Unaya mampu dikembangkan sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK) dan seni budaya yang dapat menunjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kinerja terukur dari lembaga dan sumberdaya manusia.  Sedangkan islami, dimaknai bahwa Unaya mendukung keberadaan daerah Aceh sebagai provinsi yang menerapkan nilai – nilai Islami. Lebih lanjut kata Wakil Rektor, Unaya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi bersifat terbuka dalam pembaharuan serta berdaya saing global baik secara langsung dan tidak langsung.

Universitas Abulyatama Gelar Pengobatan Massal Gratis di Pidie Jaya

Universitas Abulyatama bekerjasama dengan Ikatan Alumni Dokter Abulyatama (IKADOMA) mengadakan kegiatan sosial Peduli Pidie Jaya

Hancur Karena Hal Sepele

Annie Taylor tercatat menjadi orang pertama yang terjun dari air terjun Niagara. Namun namanya kalah populer dengan Bobby Leach, padahal pria ini baru terjun di tahun 1911 setelah Annie.

Saat Bobby Leach i terjun bebas dari air terjun Niagara dengan pelindung karet seadanya,  Ia hanya terluka ringan di bagian lutut serta rahangnya. Setelah itu, ia menjadi terkenal. Bahkan, ia menjadi lebih terkenal dari Annie Taylor.

Foto: wikimedia.
Di restorannya yang dibangun di Bridge Street, ia selalu sesumbar bahwa apapun yang dilakukan oleh Annie Taylor, ia bisa melakukannya lebih baik.

Ironis, beberapa tahun kemudian, Bobby Leach diberitakan meninggal. Penyebabnya, sangat sepele! Dalam turnya di Selandia Baru, ia terpeleset kulit jeruk lalu ia terjatuh kemudian mengalami infeksi. Dan akibatnya, kakinya harus diamputasi dan diapun meninggal di rumah sakit beberapa bulan kemudian.

Tragis! Itulah kesimpulannya. Orang yang berani menerjang bahaya terjun dari salah satu air terjun tertinggi di dunia, mati gara-gara hal yang sepele, kulit jeruk.

Sebuah pembelajaran penting. Ketika sukses, janganlah sombong. Dan kedua, kehancuran kita, baik reputasi, karir, kesuksesan, kadang-kadang bisa disebabkan oleh hal yang sepele. Karena itu, waspadai pula dengan hal-hal kecil yang kadang bisa menghancurkan kita, seperti: kebiasaan, pertemanan, sikap buruk, sopan santun, kata-kata serta tindakan kita.

Semua Orang Itu Jenius, Termasuk Anda !

Sering sekali kita mendengar orang-orang mengkategorikan orang lain berdasarkan kepintarannya, dimulai dari orang bodoh, biasa saja, hingga jenius. Pada kenyataannya, persepsi seperti itu tidaklah benar karena semua orang itu jenius termasuk diri Anda, hanya saja dalam cara yang berbeda. Inilah berbagai tipe kejeniusan manusia:

Secara singkat, makna dari kata “Genius” atau “Jenius” adalah seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata-rata. Ironisnya, masyarakat sekitar kita melihat kapasitas tersebut hanya dalam nilai akademik, yang sebenarnya harus disadari bahwa tidak semua kejeniusan manusia itu sama.

Contoh nyata dapat dilihat dari sebuah permisalan Pablo Picasso dan Albert Einstein. Ya, banyak dari Anda pasti sudah sering mendengar kedua nama ini, Pablo Picasso sebagai pelukis ternama dunia dan Albert Einstein sebagai ilmuwan ternama dunia.

Apabila kita hanya melihat dari sisi bidang fisika, Albert Einstein adalah seseorang yang sangat jenius tapi Pablo Picasso mungkin tidak pernah akan dapat disebut jenius dalam bidang ini.

Berbeda halnya jika kita melihat dari sisi kesenian lukisan. Namun kedua orang ini nyatanya memang adalah 2 orang yang jenius hanya saja dalam bidang masing-masing mereka sendiri. Jadi apakah Anda sudah dapat gambarannya?

9 Tipe Kejeniusan Manusia

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini, seorang psikolog ternama, Howard Gardner menjelaskan bahwa kepintaran atau kecerdasan manusia yang lebih lanjut lagi disebut sebagai jenius ini, dapat dibagi menjadi 9 tipe kecerdasan.

1. Kecerdasan Logik Matematik
Kemampuan seseorang dalam mengatur, mengukur, dan memahami simbol numerik, abstraksi dan logika. Kepintaran inilah yang biasanya diukur secara akademis di sekolah-sekolahan.

2. Kecerdasan Linguistik
Kemampuan pengolahan bahasa baik dalam hal pemahaman atau implementasinya secara tertulis ataupun lisan. Sama halnya denga kepintaran logik matematik, kepintaran ini juga biasanya diukur secara akademis

3. Kecerdasan Visual Spasial
Diartikan sebagai kemampuan untuk mempersepsikan dunia visual dan bagaimana hubungan posisi satu benda dengan yang lain. Hal ini mungkin terdengar agak membingungkan, namun singkatnya dapat dijelaskan sebagai kepintaran terkait melukis, memecahkan puzzle, fotografi dan sejenisnya.

4. Kecerdasan Kinestestik
Kemampuan yang terkaitkan atas bagaimana seseorang memanfaatkan anggota tubuhnya dalam sebuah cara yang terampil. Di sinilah para atlit olahraga fisik termasuk ahli pantonim unggul dibandingkan orang-orang lainnya.

5. Kecerdasan Musikal
Sebagaimana namanya, kecerdasan ini adalah mengenai kemampuan seseorang mengenali dan menciptakan nada, ritme, dan pola suara hingga apa yang kita kenal sebagai “musik.”

6. Kecerdasan Intrapersonal
Menjelaskan mengenai seberapa tinggi tingkat kesadaran diri yang dimiliki seseorang. Dimulai dari menyadari kelemahan, kekuatan, hingga perasaan dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang sukses setidaknya pasti memiliki kecerdasan interpersonal yang cukup baik baik untuk perkembangan diri ataupun visi kesuksesan mereka.

7. Kecerdasan Interpersonal
Berlawanan dengan kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dimulai dari memahami perasaan orang lain hingga kemampuan mempengaruhi orang tersebut.

8. Kecerdasan Naturalis
Merupakan kategori kecerdasan tambahan yang berkaitan dengan kemampuan mengolah informasi lingkungan baik alam ataupun lingkungan sekitar Anda. Contoh sderhana adalah Anda suka di alam bebas, berelasi dengan hewan, atau lebih lanjut lagi dapat meklasifikasikan kehidupan liar seperti tumbuhan dan binatang dengan mudah.

9. Kecerdasan Eksistensial
Mereka yang mendalami teori kecerdasan ini menyarankan bahwa seharusnya ada tambahan kategori kecerdasan lainnya yang berkaitan dengan kesadaran beragama dan spiritual.

Tapi walaupun diri Anda lebih ahli dalam kecerdasan yang satu dibandingkan yang lain, perlu diketahui bahwa sebenarnya semua manusia memiliki semua 9 kecerdasan ini hanya dalam taraf yang berbeda. Yang satu mungkin ahli melukis, sedangkan yang lain mungkin ahli dalam perhitungan matematis.

Jenius Yang Manakah Anda?

Alm. Steve Jobs, adalah sebuah tokoh yang dipandang dan disebut-sebut sebagai seorang jenius dan pemimpin berkarisma terlebih lagi sebagai pendiri Apple. Dengan berbagai produk visionarisnya, ia membawa peradaban teknologi telepon genggam menjadi suatu kemajuan terbesar di tahunnya.

Namun apakah Steve Jobs merupakan seorang yang jenius? Menurut seorang ahli biografi ternyata Steve Jobs tidak memiliki tingkat kejeniusan yang dapat dikatakan luar biasa, ia hanya dikategorikan memiliki kepintaran rata-rata. Akan tetapi, bagaimana ia memanfaatkan kepintaran intrapersonalnya membuat dirinya menjadi seorang jenius.

Dari sini kita dapat melihat bahwa penting sekali untuk kita termasuk Anda mengetahui pada kecerdasan manakah kita lebih baik dibandingkan orang-orang sekitar kita. Selalu cobalah hal-hal baru dan mungkin saja Anda akan menemukan inspirasi hidup Anda yang baru.

Rina Mirdayanti “Membangun Kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual”

MEMBANGUN KECERDASAN

 INTELEKTUAL, EMOSIONAL DAN SPIRITUAL 

Oleh Rina Mirdayanti, S.Si, M.Si

Berbicara mengenai kecerdasan tidak lepas dari dunia pendidikan. Secara umum masyarakat masih menganggap orang-orang yang berpendidikan sudah pasti memiliki kecerdasan lebih baik dibandingkan dengan sebagian masyarakat lain. Dapat dikatakan kecerdasan identik dengan istilah umum yang biasa digunakan untuk menjelaskan sifat fikiran yang mencakup sebuah kemampuan, baik kemampuan penalaran, merencanakan, memecahkan masalah, berfikir abstrak, memahami gagasan serta  menggunakan bahasa dan belajar. Bahkan kecerdasan sangat erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki secara individu. Yang paling menarik disini adalah terdapat beberapa cara dalam mendefinisikan kecerdasan, dalam beberapa kasus kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan dan kebijaksanaan. Maka Dari pejelasan ini saya mencoba mendeskripsikan pengertian kecerdasan menurut pemahaman saya secara pribadi yang ada hubungannya antara kemampuan menyelesaikan masalah dan cara yang di ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam kasus yang lain kita sering mendengar seseorang yang sukses itu adalah seseorang yang paling pandai mempergunakan akalnya. Jika kita melihat kontex yang berhubungan langsung dengan isi dari perintah tuhan , berulang kali di dalam alquran banyak sekali redaksi ayat yang maknanya memerintahkan manusia agar menggunakan akalnya untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dimuka bumi, sehingga manusia semakin bertaqwa kepada Allah pencipta alam semesta.

Dari penjelasan ini saya berfikir di dalam memaknai kecerdasan, terkadang seseorang yang di anggap sangat mumpuni pada bidang tertentu dapat dikatakan seseorang yang cerdas. Yang terus mengasah diri dengan potensi-potensi yang ia miliki. Tetapi terkadang kita sering terlupa begitu banyak orang-orang yang kita anggap cerdas dengan kualitas pendidikan yang tinggi tetapi tidak baik dalam mengelola emosi dan spiritual secara pribadi. Saya jadi teringat sekitar beberapa bulan yang lalu yang membuat saya terasa sangat miris, kecewa dan sedih, seseorang yang saya anggap memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi tetapi meruntuhkan dunia pendidikan dalam sekejap. Dengan mudahnya beliau marah dan mengatakan” untuk saat ini susah sekali membaca buku lebih dari 2 halaman setiap harinya, padahal dulu setiap harinya selalu bisa menyempatkan diri untuk mengerjakan skripsi orang lain dengan bayaran diatas rata-rata”.Yang menjadi pertanyaan saya adalah karakter orang-orang yang seperti ini, karena mereka adalah produk dari pendidikan yang mendapatkan predikat orang-orang cerdas. Ini sebenarnya fenomena yang harus digaris bawahi tentang pemahaman kita mengenai cerdas berfikir, bertindak dan berbuat agar fenomena seperti kasus diatas tidak terdengar lagi. Saya jadi teringat dengan kisah sahabat Rasulullah SAW yang bertanya kepada Rasullulah “ Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “ suatu hari aku duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi SAW dan bertanya, ‘wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama, Rasulullah menjawab, yang paling baik akhlaqnya,. Kemudian ia bertanya lagi, siapakah orang mukmin yang paling cerdas, Beliau menjawab, yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas. (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Albaniy dalam shahih Ibnu Majah). Jika saja standar yang kita gunakan adalah akhlaq yang utama yang menjadi barometer kecerdasan  dalam menentukan kecerdasan seseorang, mungkin wajar saja jika umat-umat yang awal yang hidup di zaman nabi disebut orang-orang yang cerdas. Lain lagi pepatah dari Aristoteles, ia mengungkapkan “ siapapun bisa marah karena marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal yang mudah “. Dan ini hampir bersinggungan dengan salah satu hadist nabi, ketika Rasulullah SAW diminta seorang sahabat untuk menasehatinya, maka nabi berkata jangan marah, lalu orang itu bertanya lagi apa lagi wahai Rasulullah, maka nabi menjawab jangan marah dan sahabat itu pertanya lagi, nabi tetap menjawab jangan marah. Disini ada tiga kali perulangan nasehat nabi kepada sahabatnya jangan mudah mengumbar kemarahan. Dari ilustrasi ini saya ingin menyimpulkan, bahwa tingkah laku yang baik, ucapan dan tindakan yang baik sangat berkenaan dengan akhlaq yang baik dan pengelolaan emosi yang benar. Dan dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan yang baik juga sebuah pilihan yang tepat yang terencana. Ini semua sangat berkenaan dengan gambaran mental dari seseorang yang cerdas menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah mulai dari yang ringan hingga rumit. Dari sini sudah mulai terlihat keterkaitan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Dan bagaimana yang dikatakan kecerdasan emosional dengan istilah lain sebagian orang menyebutnya seseorang yang memiliki kecerdasan emosional adalah seseorang yang bisa memahami, mengenal dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Sehingga ketika dua hal ini berjalan beriringan akan menciptakan sebuah kondisi kepribadian yang cerdas dan matang. Jika diperluas apakah dua hal ini cukup untuk dikatakan seimbang, ternyata jawabannya belum, karena masih ada satu faktor penentu lagi yang disebut sebagai kecerdasan spiritual yang jauh lebih penting yaitu kecerdasan spiritual, apa itu kecerdasan spiritual, yaitu kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan, kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif. Kecerdasan ini sangat erat kaitannya dengan keadaan jiwa, batin dan rohani seseorang. Bahkan kecerdasan ini disebut kecerdasan tertinggi dari kecerdasan lainnya. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan melihat permasalahan itu dari sisi positif.

Lalu apa yang terjadi jika ketiga unsur kecerdasan ini diterapkan di dalam dunia pendidikan, tentu saja akan menjadi perpaduan yang sangat berkesinambungan dalam melahirkan generasi-generasi yang siap pakai dan mampu bersaing secara global. Dan yang jauh lebih penting adalah kita yang berprofesi sebagai pendidik mau membangun, mengasah, menerapkan dan mengembangkan tiga unsur kecerdasan ini, dengan istilah lain yang biasa disebut EQ, SQ dan IQ agar kita menjadi pendidik yang berkualitas. Yang mampu  menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas dalam berfikir, namun juga memiliki rasa yang peka terhadap diri, orang lain dan lingkungannya. Serta memiliki tingkat religius yang tinggi terhadap tuhan pencipta alam.

 

Belajar Bahagia dari Negeri di Tebing Himalaya

Mungkin tak banyak publik di Indonesia yang mengenal negeri ini, negeri ini dijuluki “Shangri-La di bumi” karena keindahannya, juga sering disebut ““Land Of The Thunder Dragon” atau “Negeri Naga Guntur”. Bhutan namanya. Negara di tebing Himalaya yang ukurannya kira-kira seluas Propinsi Jawa Tengah ini dikenal karena rakyatnya yang sangat sopan, halus, suka menolong, dan ramah. Para turis asing yang pernah ke Bhutan selalu menceritakan hal tersebut. Sebuah sifat yang sepertinya sudah menjadi karakter utama mereka. Dan mereka melakukannya, karena mereka sendiri adalah masyarakat yang paling bahagia di dunia.

tigers-nest-taktsang-lhakhang-bhutan_l

Paro tagshang (tiger nest), Bhutan

Salah satu yang unik dari Bhutan ini adalah bagaimana mereka tak begitu mengejar pertumbuhan ekonomi (yang menurut mereka akan menganggu harmoni manusia dan alamnya), mereka benar-benar hanya ingin membuat rakyatnya bahagia. Karena mereka meyakini, kebahagiaan manusia adalah elemen terpenting bagi masa depan yang sustainable.

Ada lagi yang unik.
Negara ini adalah negara satu-satunya diunia yang memiliki Gross National Happiness (GNH) index. Sesuai namanya, GNH memang mengukur tingkat kebahagiaan rakyatnya, termasuk kualitas hidup mereka, dan memastikan bahwa pembangunan spiritual dan material berjalan beriringan.

Dan Bhutan berhasil melakukannya, mencari keseimbangan di antara keduanya. Negara ini selalu berada di peringkat atas di antara negara-negara Asia yang rakyatnya paling bahagia. Ketika ekonomi negara ini tumbuh sangat cepat di tahun 2007, mereka juga berhasil menjaga identitas budaya dan lingkungan hidupnya.

TO GO WITH Bhutan-politics-economy-health-labour-social-youth,FEATURE by Rachel O'BRIEN Schoolgirls wear traditional Bhutanese dresses before a cultural event to celebrate the birth date of Bhutan's fourth king at a local school in Thimphu on June 2, 2013.   It is known as "the last Shangri-La" -- a remote Himalayan nation, rich in natural beauty and Buddhist culture, where national happiness is prioritised over economic growth. But urban youngsters in the kingdom of Bhutan are quick to challenge its rosy reputation.  AFP PHOTO/ROBERTO SCHMIDT        (Photo credit should read ROBERTO SCHMIDT/AFP/Getty Images)

Anak-anak sekolah di bhutan

Negara yang diapit 2 raksasa Asia (India dan China) ini kini menjadi laboratourium besar bagaimana menjadi sebuah bangsa yang tumbuh seimbang antara pembanguan fisik dan spiritualnya.

Tapi apa sebenarnya yang membuat rakyat Bhutan begitu bahagia?
Pertama dan yang terutama, orang Bhutan bahagia dan puas akan hidupnya di negeri tersebut. Mereka memilih tinggal dan hidup berdekatan dengan ‘akar’ mereka, tidak materialis, dan memilih ketenangan.

Dan sepertinya, pemerintah Bhutan, para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan, benar-benar menjalankan konsep dan semangat dari GNH. Bagi mereka, kebahagiaan rakyatnya dan karunia alam yang dianugerahkan pada mereka, adalah hal yang paling penting untuk masa depan yang sustainable di Bhutan. Mereka tanpa ragu menolak investasi atau rencana pembangunan yang menganggu keseimbangan alamnya, yang pada akhirnya akan menodai kebahagiaan orang Bhutan.

Undang-undang Bhutan menyebutkan bahwa 60% kawasan negara tersebut harus selamanya berbentuk hutan, dan hal ini meresap kuat di sanubari rakyatnya. Saat putra mahkota lahir, 108 ribu pohon ditanam oleh rakyatnya untuk menghormati kelahiran tersebut. Di negara lain, penghormatan mungkin dilakukan dengan pesta pora. Pada Juni 2015 lalu mereka membuat rekor dunia dengan memberdayakan 100 sukarelawan untuk menanam 49.672 pohon selama satu jam.

nw-bhutan-forest

Hutan lebat di bhutan, 60 % dari seluruh wilayah negeri

Semua negara di dunia menghasilkan emisi karbon. Semua negara di dunia juga berniat untuk mengurangi jejak karbon tersebut. Sebagai pengawal, Bhutan dinobatkan sebagai negara pertama yang jejak karbonnya negatif.
Menjadi negara dengan jejak karbon negatif sendiri berarti mereka menyerap lebih banyak karbon dioksida ketimbang membuang. Secara spesifik, tiap tahun Bhutan menghasilkan emisi 1,5 juta ton karbon dioksida sedangkan hutan mereka berhasil menyerap 6 juta ton karbon dioksida.

Di dunia yang kini didominasi oleh globalisasi, negara-negara berkembang bisa mengambil manfaat darinya, – ekonomi yang makin kuat, akses ke teknologi-teknologi terkini, pelayanan kesehatan yang lebih baik, ..dan tentu saja ada yang dikorbankan. Diakui atau tidak, globalisasi juga datang bersama dengan budaya barat atau budaya bangsa-bangsa lain. Dengannya, ada resiko hilangnya bahasa tradisional, budaya dan adat istiadat , juga ‘korban’ lain.

5321560-1

Paling bahagia di dunia

Intinya, globalisasi memang menguntungkan bagi GDP, tapi akankah memberi manfaat pada GNH? Dalam banyak kasus, negara-negara berkembang kehilangan identitasnya, budayanya, asal muasalnya, cara hidup, dan kekayaan alamnya atas nama globalisasi. Kehidupan masyarakat beserta budayanya, juga ekonominya, akan terhubung langsung langsung ke dunia. Ide-ide global dari mengalir tanpa henti, dan kadang menghilangkan budaya negara bersangkutan, demi tumbuhnya ekonomi dan pendapatan.
Yang paling ideal adalah, globalisasi tetap diterima tanpa harus kehilangan identitas nasionalnya.

Dan Bhutan telah menemukan keseimbangan yang sempurna. Beberapa tahun terakhir ini, internet, TV kabel, handphone, dan teknologi-teknologi dan ide-ide modern lain telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Bhutan. Tapi keinginan masyarakatnya untuk melestarikan nilai-nilai budaya, juga dalam menjaga lingkungan hiduonya telah berhasil menjaga mereka dari ‘kerusakan’ akibat globalisasi yang telah sampai ke mereka.

Ekonomi dan budaya Bhutan tumbuh, berkembang, dan juga berubah. Namun indentitas nasional tetap lestari. Strategi Bhutan yang unik ini telah menjadi buah bibir dunia, dan dianggap sebagai solusi terhadap globalisasi. Mereka mampu beradaptasi dengan globalisasi; memperkuat ekonomi mereka, sambil terus melestarikan tradisi dan budaya yang telah berusia ribuan tahun.

Bhutan adalah satu-satunya kerajaan Buddha di dunia, namun juga negara dimana teknologi, dan budaya negara lain juga bisa dinikmati. Kita bisa menonton film barat di tv kabel di hotel di sana, dan di saat yang sama para biksu Buddha sedang bersembahyang di rungan lain di hotel yang sama.

kingjigmekhesarnamgyelwangchucklbhutan1o32porw5a0l

Raja jigme dan ratu

Pada tahun 2008, pemilu demokratis pertama memunculkan Jigme Khesar Namgyel Wangchucks sebagai pemimpin negeri tersebut. Dia masih muda, baru 28 tahun. Sat penobatannya, dia berikrar untuk “menjaga Bhutan dari aspek terburuk dari globalisasi, melestarikan “Gross National Happiness”. Meski begitu, Jigme tidaklah anti globalisasi. Dia sendiri adalah lulusan Phillips Academy dan Wheaton College dan kemudian lulus dari Oxford. Jigme sekarang sedang menyusun formula untuk menyempurnakan keseimbangan antara melestarikan nilai tradisi dan budaya dan pada saat uang sama menumbuhkan ekonomi.

Dissa, pendiri kafe tunarungu: ‘momen’ inspiratif saat dipanggil Obama

Pendiri kafe untuk tunarungu, Dissa Ahdanisa, mengatakan momen saat Presiden Obama memanggil namanya dalam satu forum membuatnya terinspirasi untuk terus berkarya membantu kaum difabel.

Dalam forum Pemimpin Muda ASEAN, Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Luang Prabang, Laos, awal September lalu, Presiden Obama memanggil Dissa dan Mimi Sae-Ju dari Thailand atas apa yang ia sebut anak muda yang memberi inspirasi kepada yang lain.

“Saya terinspirasi atas apa yang dilakukan Dissa karena dalam lawatan terakhir saya ke Asia sebagai presiden, saya ingin menjamin bahwa Anda semua tetap memberikan inspirasi kepada yang lain seperti yang dilakukan oleh dua perempuan yang memberikan inspirasi di negara mereka dan seluruh dunia,” kata Obama saat itu.

Dissa yang telah membuka tiga kafe tunarungu sejak 2015 dan memberi nama kafe-kafe itu Fingertalk di Jawa Barat dan Banten mengatakan, “Sampai sekarang karena masih tidak percaya, Presiden Obama memanggil nama saya, tapi momen seperti ini yang membuat saya juga terinspirasi untuk terus maju dan tidak boleh mundur.”

“Ketika Presiden Obama mengucapkan kata Fingertalk, semua perjuangan saya saat mendirikan Fingertalk itu flashback di depan mata saya, mudah-mudahan ini worth it (berarti). Kita membuat Fingertalk untuk teman-teman tunarungu, dan sudah sampai diketahui oleh Obama, semoga ini memang jalan yang benar,” tambahnya.

Langkah membuka kafe denga 32 karyawan saat ini, diawali dari perjalanannya ke Nicaragua untuk menjadi sukarelawan dan melihat ada kafe khusus untuk tunarungu.

Orang tua menangis

Pada mulanya ia ingin belajar bahasa baru, dengan bahasa isyarat yang dilakukan para penjaga kafe di sana, namun kemudian menyadari bahwa upaya ini dapat digunakan untuk memberdayakan komunitas tunarungu di Indonesia.

“Saya lihat kebutuhan pekerjaan untuk teman-teman difabel yang dekat dengan lingkungan saya adalah tunarungu. Saya berpikir, kenapa tidak kita buat satu tempat agar teman-teman tunarungu dapat pekerjaan, dan teman-teman yang bisa mendengar bisa belajar bahasa isyarat,” kata Dissa.

Salah seorang karyawannya di satu kafe, Ifti, mengatakan orang tuanya terharu saat ia pertama kali membawa uang hasil kerja.

“Saya kerja karena saya perlu uang untuk membantu biaya pengobatan orang tua dan membantu biaya kuliah adik saya. Saat saya bisa pulang membawa uang, orang tua saya menangis (terharu), mereka bilang, kalau punya rezeki tidak boleh pelit. Saya ajak orang tua dan adik saya jalan-jalan dan makan bersama. Senang rasanya,” kata Ifti.

161011132615_deaf_cafe_indonesia_640x360_bbc_nocredit

Ia menambahkan suatu saat ingin membuka salon setelah mengumpulkan uang dari hasil bekerja.

Dissa sendiri mengatakan ia ingin kafe Fingertalk dapat menjadi sarana agar “teman-teman tunarungu bisa mandiri dan menjadi tempat belajar, bertemu lebih banyak orang dan menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih bagus”.

Dalam pidatonya di Laos, Obama saat itu juga mengutip Dissa dengan mengatakan, “Dia ingin negaranya menjadi tempat di mana orang dapat meraih mimpi tanpa batasan … dan memberikan inspirasi atas apa yang ia lakukan.”

Perempuan Aceh yang Muncul Dalam Dokumenter Leonardo DiCaprio

Taman Nasional Gunung Leuser dikenal sebagai salah satu Taman Nasional yang menjadi habitat sekawanan Gajah. Taman Nasional yang terletak di lereng gunung Leuser Aceh tersebut merupakan ekosistem yang kaya dengan keanekaragaman hayati. Namun kekayaan alam tersebut terancam akibat kerap terjadinya pembalakan liar dan perkebunan ilegal. Ancaman tersebut kemudian mendorong seorang perempuan bernama Farwiza Farhan untuk berdiri dan memperjuangkan kelestarian Ekosistem Leuser.

Farwiza Farhan merupakan seorang perempuan asal Aceh yang saat ini aktif sebagai aktifis perlindungan alam di Aceh lewat organisasi yang dicetuskannya bersama Rudi Putra, Yayasan HAkA: Forest, Nature and Environment of Aceh. Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki misi untuk menjaga kelestarian hutan di Aceh. Kiprahnya tersebut bukan tanpa alasan sebab Kawasan Ekosistem Leuser adalah tempat terakhir di dunia di mana badak, orang utan, gajah, dan harimau tinggal bersama-sama di alam.

Berkat kiprahnya bersama HAkA, Farwiza yang akrab disapa Wiza mendapatkan penghargaan Whitley Awards bulan April yang lalu di London. Sebuah penghargaan yang khusus ditujukan untuk para aktifis lingkungan di dunia. Whitley Awards bahkan dijuluki sebagai piala oscar-nya dunia pelestarian dan ramah lingkungan. Wiza terpilih berkat perannya dalam proyek “Citizen Lawsuits: Defending local livelihoods and Sumatra’s iconic species in the Leuser Ecosystem”. Proyek tersebut merupakan proyek untuk melindungi spesies-spesies yang hidup di lingkungan Leuser.

Dana yang didapatkan oleh Wiza dari penghargaan tersebut tidak digunakan untuk pribadi melainkan digunakan untuk proyek pelestarian hutan di Leuser. Wiza mengungkapkan pada The Jakarta Post, bahwa sebagian dana tersebut juga akan digunakan untuk proyek pemberdayaan masyarakat untuk turut melakukan pelestarian lingkungan. Selain itu

Tidak hanya itu, peran perempuan yang menamatkan pendidikan masternya di University of Queensland, Brisbane, Australia itu pun mendapat perhatian khusus dari seorang aktor peraih Academy Awards, Leonardo DiCaprio yang memang terkenal sangat perhatian pada isu lingkungan. Aktor yang kerap membuat film dokumenter tentang kampanye pemanasan global tersebut mendatangi Wiza dan berkeliling Leuser awal bulan April lalu. Wiza, Rudi dan Leonardo DiCaprio bahkan berfoto bersama saat itu.

images

Wiza mengaku bahwa dirinya terkesan saat bertemu dengan pria peraih Piala Oscar tersebut.

“Pertemuan itu menyenangkan. Saya merasa terkesan dengan kedalaman pengetahuan dan niatnya yang tulus,” ungkap perempuan yang saat ini menjadi kandidat PhD di Fakultas Antropologi dan Studi Pembangunan, Universitas Radboud, kota Nijmegen, Belanda.

September yang lalu film dokumenter yang menampilkan Leonardo DiCaprio berjudul Before the Flood di tayangkan di Festival Film Toronto dan telah merilis sebuah Trailer. Film tersebut merupakan karya garapan sutradara Fisher Stevens dan diproduseri oleh Leonardo DiCaprio. Film tersebut rencananya akan mulai tayang di National Geographic Channel pada 21 Oktober mendatang.

Laman Facebook dari HAkA pun mendukung film itu dan menyebutkan bahwa dokumenter tersebut akan menampilkan Ekosistem Leuser serta Farwiza Farhan sebagai seorang narasumber yang diajak berbincang bersama Leonardo DiCaprio.

Kecepatan Internet Indonesia Melesat Langkahi Jepang

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta beberapa waktu lalu sudah meluncurkan internet berkecepatan super tinggi untuk memenuhi kebutuhan para calon penumpang dan pengguna jasa Terminal 3. Tak tanggung-tanggung, pengelola Bandara Soekarno Hatta dari Angkasa Pura II menetapkan standar bandwidth speed hingga 50 Mbps. Ini mungkin akan jadi satu yang tercepat di dunia.

Tak hanya di Terminal 3, PT Telekomunikasi Indonesia Persero (Tbk) juga sudah memperluas jaringan internet 4G hingga ke ujung timur Indonesia. Upaya-upaya ini nyatanya menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia untuk kategori kecepatan puncak internet rata-rata alias Average Peak Connection Speed (IPv4) versi Akamai.

Angka puncak yang didapat Indonesia mencapai 91,9 Mbps. Kecepatan ini memang turun 17% dibandingkan pada laporan yang sama yang dirilis pada Q1 lalu, ketika itu kecepatan puncak internet rata-rata Indonesia tercatat di angka 110,2 Mbps dan berada di posisi ke-3.

f

Data kecepatan rata-rata internet dunia

Pun demikian, hasil di Q2 ini masih tetap melambungkan pertumbuhan Average Peak Connection Speed (IPv4) Indonesia hingga 355% secara year on year (yoy). Termasuk berada di daftar 10 besar, di atas Taiwan Jepang serta Rumania.

Untuk kategori Average Peak Connection Speed (IPv4), posisi pertama masih dipegang SIngapura dengan angka 157,3 Mbps atau tumbuh 7,1% dibandingkan kuartal sebelumnya. Di posisi teratas lainnya diisi oleh Hong Kong, Korea Selatan, Bahrain, Qatar serta Makau.

Sementara untuk kategori Average Connection Speed (IPv4), Indonesia cuma berada di angka 79 dengan kecepatan rata-rata 5,9 Mbps. Raihan ini naik 29% dibandingkan Q1 atau melonjak 148% dibandingkan tahun sebelumnya.

r

Data kecepatan internet rata-rata dunia

“Kecepatan koneksi Internet rata-rata yang terus naik adalah sebuah tren yang melegakan, seiring dengan langkah para peritel daring ( online ) yang bersiap menghadapi kesibukan musim belanja selama liburan,” kata David Belson, Redaktur State of the Internet Report.

“Meski demikian, gangguan pada jaringan Internet yang baru-baru ini terjadi, disebabkan oleh banyak hal mulai dari pemadaman jaringan oleh pemerintah, sampai jaringan mati gara-gara individu yang tak diketahui identitasnya. Hal ini mengingatkan kita bahwa ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi akses dan penggunaan Internet, yang sering diterima begitu saja tanpa dipertanyakan lagi,” lanjutnya.