Ini Pesan Rektor Unaya Usai Dilantik

Rektor Universitas Abulyatama, Aceh Besar, Ir. R. Agung Efrino Hadi MSc PhD menggunakan terimakasih kepada Yayasan Abulyatama yang telah memberikan kepercayaan padanya untuk memimpin lagi. “Ini untuk periode kedua,” katanya sambutan di Aula Universitas Malahayati, Lampoh Keudee, Aceh Besar, Sabtu 4 April 2015.

Agung Efrino memberikan sambutannya selaku Rektor Unaya (Universitas Abulyatama) setelah dilantik Ketua Yayasan Abulyatama, Dr. Muhammad Kadafi SH MH. “Terimakasih atas kepercayaan ini, kami akan menjaga amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Agung.

Selain itu, Agung juga mengajak pimpinan dan seluruh komponen kampus untuk melanjutkan program kerja yang sudah berjalan selama ini. “Terutana untuk peningkatan kualitas kampus,” katanya. Agung menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan di kampus.

Selain itu, ia juga mengimbau dalam membina hubungan baik selalu mengutamakan etika pergaulan. Jika demikian, katanya, akan terpelihara keharmonisan dan tidak melahirkan gesekan-gesekan yang tidak baik untuk dunia kampus. “Kekompakan diperlukan agar cita-cita membangun kualitas kampus yang lebih baik bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Ketua Yayasan Abulyatama, Muhammad Kadafi, juga mengajak seluruh komponen di kampus Unaya untuk berfikir positif. “Dengan berfikir positif maka arah pandangan kita dalam menerjemahkan sesuatu akan menghasilkan manfaat yang baik. Berfikir positif berarti mengedepankan energi positif di kampus ini,” kata Kadafi yang adalah juga Rektor UniversitS Malahayati, Bandar Lampung. “Berfikir positif akan memberi manfaat bagi kita semua.”

Itulah sebabnya, Kadafi juga mengimbau seluruh komponen kampus menghidupkan berbagai pengajian. “Pengajian sangat bermanfaat bagi semua dalam membangun etika religi,” kata Kadafi. “Etika relegi ini menjadi sangat penting bagi semua, dan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai etika religi akan berdampak sangat baik bagi publik.”

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan etika relegi memang menjadi nilai utama yang ditanamkan pendiri Universitas Abulyatama, H. Rusli Bintang. Pembinaan Mahasiswa dengan mengedepankan etika religi ini pula yang sangat diperhatikannya pada kampus-kampus lain yang didirikannya.

Rusli Bintang telah mendirikan empat kampus, di antaranya Universitas Abulyatama di Banda Aceh, Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Di seluruh kampusnya, Rusli mewajibkan pembinaan anak-anak yatim, mulai dari rektor hingga mahasiswa diwajibkan menyantuni anak-anak yatim.

Dr. Muhammad Kadafi Lantik Rektor Universitas Abulyatama

KETUA Yayasan Abulyatama, Dr. Muhammad Kadafi SH, MH, melantik Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, PhD, sebagai Rektor Universitas Abulyatama, Banda Aceh, si Aula Kampus Universitas Abulyatama, Sabtu 4 April 2015. Ini adalah jabatan untuk periode kedua bagi Agung Efrino.

Kadafi yang juga adalah rektor Universitas Malahayati, Bandar Lampung, ini memesan agar para pejabat di Universitas Abulyatama meningkatkan kinerjanya agar mutu akademik menjadi lebih baik lagi. “Saya sangat mengharapkan, semua kita di sini menjaga amanah yang telah dipercayakan pada kita,” kata Kadafi dalam sambutan tidak tertulis di lantai tiga aula Universitas Abulyatama.

Selain itu, Kadafi juga mengajak seluruh komponen di kampus Unaya untuk berfikir positif. “Dengan berfikir positif maka arah pandangan kita dalam menerjemahkan sesuatu akan menghasilkan manfaat yang baik. Berfikir positif berarti mengedepankan energi positif di kampus ini,” katanya. “Berfikir positif akan memberi manfaat bagi kita semua.”

Itulah sebabnya, Kadafi juga mengimbau seluruh komponen kampus menghidupkan berbagai pengajian. “Pengajian sangat bermanfaat bagi semua dalam membangun etika religi,” kata Kadafi. “Etika relegi ini menjadi sangat penting bagi semua, dan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai etika religi akan berdampak sangat baik bagi publik.”

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan etika relegi memang menjadi nilai utama yang ditanamkan pendiri Universitas Abulyatama, H. Rusli Bintang. Pembinaan Mahasiswa dengan mengedepankan etika religi ini pula yang sangat diperhatikannya pada kampus-kampus lain yang didirikannya.

Rusli Bintang telah mendirikan empat kampus, di antaranya Universitas Abulyatama di Banda Aceh, Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institut Kesehatan Indonesia di Jakarta. Di seluruh kampusnya, Rusli mewajibkan pembinaan anak-anak yatim, mulai dari rektor hingga mahasiswa diwajibkan menyantuni anak-anak yatim.

Unaya Yudisium 116 Dokter Muda

Hari ini, 116 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Banda Aceh, diambil sumpahnya di gedung Kedokteran Unaya. Rektor Universitas Abulyatama, Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, PhD pada acara yudisium ini.

Suasana kompleks kampus Abulyatama ramai dengan karangan bunga ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menggapai sarjana kedokteran ini. Terlihat jejeran karangan bunga mulai dari pintu masuk kompleks kampus hingga ke sudut belakang kampus.

Kendaraan berjejer mengantre untuk bisa mendapatkan tempat parkir. Para Mahasiswa yang diyudisium hari ini semuanya didampingi orang tua masing-masing. Mereka datang dengan wajah-wajah cerah.

Rektor Unaya Agung Efrino mengharapkan para dokter muda ini kelak setelah terjun ke masyakarat agar benar-benar mengabdikan ilmunya untuk masyarakat. Selain itu, katanya, mulai hari ini mereka sudah terikat dengan sumpah dokter.

Unaya adalah salah satu dari empat kampus yang didirikan H. Rusli Bintang. Selain Unaya, ada Universitas Malahayati di Lampung, Universitas Batam di Batam, dan Institute Kesehatan Indonesia di Jakarta.

Rusli mendirikan perguruan tinggi dengan konsep memadukan ilmu pengetahuan dan humanis. Selain juga dituntut untuk menunjujung etika relegi yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di kampusnya.[]