Ini Sistem Pembelajaran Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

SEIRING berkembangnya teknologi, sistem pembelajaran dalam pendidikan dokter juga semakin cangih. Banyak pilihan kurikulum yang diberlakukan universitas untuk menunjang perkuliahan. Universitas Abulyatama misalnya, mulai memberlakukan  Sistem Problem Based Learning (PBL) dalam perkuliahan.

Kurikulum yang berlaku dalam proses pendidikan dokter berbeda dengan fakultas lainnya. Perbedaannya terletak pada pembelajaran blok, dilakukan setiap 6 minggu sekali.

Sistem ini mengaplikasikan pembelajaran student based learning (SBL). Dalam sistem ini mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam belajar. Sedangkan dosen hanya bersifat sebagai fasilitator, tidak ikut dalam menggali informasi serta menyiapkan bahan belajar mengenai materi perkuliahan.

Sebagai rutinitas kegiatan pembelajaran di Universitas Abulyatama, beberapa kegiatan perkuliahan seperti kuliah pakar, tutorial, skill lab, serta praktikum seperti anatomi, histologi, dan ada banyak praktikum lainnya wajib di ikuti Mahasiswa.

Setiap kegiatan perkuliahan dilaksanakan di lantai 1, mulai dari ruang kuliah pakar, ruang skill lab, dan sebagiannya terdapat beberapa ruangan praktikum dasar. Sementara itu untuk ruangan tutorial berada di lantai 2 gedung utama Universitas Abulyatama.

Sebuah kesenangan juga bagi mahasiswa kedokteran Universitas Abulyatama karena fasilitas yang memadai, menunjang proses pembelajaran civitas akademika. Tutorial sebuah forum diskusi dalam jam perkuliahan, mahasiswa diberikan scenario masalah yang harus dibahas tuntas. Selain itu juga ada skill lab, di sinilah mahasiswa akan belajar keterampilan medis dan didasari dengan beberapa pengetahuan mengenai keterampilan yang akan dilakukan.

Dengan diterapkan sistem pembelajaran PBL, mahasiswa tidak kehabisan bahan untuk diskusi. Sebab bahan yang dibawa sendiri oleh mahasiswa internet maupun perpustakaan yang berada di lantai 3 gedung Fakultas Kedokteran. Perkuliahan skill lab Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama juga telah menyiapkan fasilitas yang lengkap dan tentunya hal ini sangat membantu mahasiswa dalam mempelajari keterampilan itu.

Meskipun sistem kurikulum konvensional telah dikembangkan menjadi PBL bagi fakultas kedokteran, namun masih digunakan disalah satu perkuliahan Fakultas Kedokteran yang disebut kuliah pakar.

Kuliah pakar ini merupakan perkuliahan yang disampaikan oleh pengajar berbentuk presentasi slide yang merupakan bahan belajar dari hasil yang sudah dibahas didalam tutorial.

Dalam kuliah pakar ini hampir menyerupai tutorial yang penuh dengan tanya jawab. Hanya saja kuliahnya diberikan oleh pengajar atau system pembelajaran seperti ini dinamakan teacher center learning(TCL).

Usai kegiatan perkuliahan rutin, mahasiswa kedokteran juga harus wajib mengikuti ujian blok, untuk melihat serapan materi yang dibahas selama enam minggu.

Selain mata kuliah kesehatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama diberi mata kuliah umum. Sebab maetri yang diberikan dalam kuliah umum dapat bermanfaat bagi seorang calon seorang dokter.[]

Mahasiswa Unaya Ikut Pelatihan Organisasi dari Kopertis XIII Aceh

KOPERTIS Wilayah XIII Aceh menyelenggarakan pelatihan organisasi bagi mahasiswa di wilayah kerja kopertis XIII. Diikuti 19 perguruan tinggi swasta di Aceh, acara ini berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh,  31 Agustus-2 September 2015.

Irvan Yuliza, mahasiswa yang juga pengurus Pemerintahan Mahasiswa Universitas Abulyatama (PEMA UNAYA) menyatakan tertarik dengan materi-materi yang diberikan terutama ketika dijelaskan konsep kepemimpinan Rasulullah.

Pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama yang aktif di organisasi, karena membantu dalam menjalankan keorganisasian sehari-hari. “Acara tersebut berlangsung sukses dengan suasana semangat suansana pelatihan sangat aktif,” kata Irvan.

Dalam pelatihan tersebut membahas sembilan materi. Di antaranya, model kepemimpinan dalam organisasi pemerintahan, kepemimpinan organisasi dan pengembangan kemahasiswaan, dan model kepemimpinan Rasulullah.

Selain itu, ada juga materi tentang jiwa enterprenur dalam organisasi mahasiswa, Peran dan tanggung jawab pemimpin dalam Islam, Peran dan tanggung jawab pemuda dalam pembangunan, Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa, Manajemen konflik dalam organisasi mahasiswa serta Peran Kopertis Wilayah XIII Aceh dalam membina organisasi mahasiswa di lingkungan PTS Aceh.

Pelatihan semakin menarik dengan dihadirkannya pemateri yang professional dan berkompen dibidangnya. []

Dekan Hukum Unaya; Pemateri Sinergitas Hubungan Aceh-Jakarta

DEKAN Fakultas Hukum Universitas Abulyatama, Wiratmadinata, SH.,M.H mengkritisi kondisi Aceh pasca 10 Tahun Perdamaian. Ia melihat, saat ini masih terjadi kemiskinan dihampir setiap pelosok Aceh meski anggaran di Aceh begitu banyak.

“Terjadi kesalahan pada perencanaan, sehingga anggaran besar belum mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat,” ujar Wira dalam Diskusi Terbatas membahas Sinergitas Hubungan Aceh-Jakarta di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (3/9/2015)

Ia mengatakan, bahwa telah terjadi perubahan dan transformasi sosial politik sekaligus sesuai dengan kesepakatan GAM dan Pemerintah RI sebagai bagian dari “peta jalan” perdamaian Aceh, sebagai contoh dibolehkannya pembentukan partai lokal di Aceh, berdirinya Lembaga Wali Nanggroe, dibolehkannya calon independen dan dibolehkannya Aceh memiliki atribut keistimewaan, bendera, lambang serta himne telah menggambarkan kondisi perubahan dan transformasi sosial politik  tersebut

“Terlepas bahwa transformasi politik diatas cendrung bersifat simbolik dan tidak terlalu menyentuh kebutuhan rakyat saat ini, tetapi hal itu sudah legitimate dan tidak bisa dinafikan bahwa proses pemenuhan tuntutan atas hal-hal yang bersifat politik telah berjalan dengan baik,” kata aktivis yang juga seniman itu.

Pembentukan KPA, Wira melanjutkan, merupakan tindakan sepihak GAM yang tidak masuk dalam kesepakatan damai, program DDR maupun program paska konflik di Aceh. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pembentukan partai politik lokal di Aceh khususnya Partai Aceh yang memang didesain untuk memfasilitasi transformasi GAM dari gerakan perlawanan  menjadi gerakan perlawanan melalui jalur politik.

“Sedangkan KPA  bertujuan “melestarikan” struktur komando GAM yang sama sekali tidak berbeda dengan struktur KPA, KPA terlihat seperti kekuatan bayangan di balik Pemerintahan Aceh yang notabenenya telah dikuasai oleh mantan anggota GAM,” kata Wira.

Ia melihat, adanya dominasi dari salah satu partai di Aceh saat ini. “Itu tidak sehat terhadap kondisi demokrasi karena tidak terjadinya check and balance terutama menyangkut kekuatan politik di parlemen sementara partai nasional justru bersikap pragmatis,” kata Wira.

“Kondisi tersebut menyebabkan buruknya kondisi demokrasi kita pada waktu itu, dampaknya juga buruk bagi keputusan-keputusan poltik yang berpihak kepada rakyat,” Wira menambahkan.

Wira menilai dominasi Partai Aceh di pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif tidak menjamin terjadinya keharmonisan diantara Gubernu dan Wakil Gubernur. “Faktanya akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan konflik di antara keduanya, sehingga masyarakat akan sulit memperoleh pelayanan maksimal yang disebabkan konflik antara orang nomor satu dan dua di Aceh tersebut,” katanya.

Mestinya, kata Wira, Gubernur dan Wakil Gubernu sebagai pimpinan daerah harus duduk bersama untuk membahas pembagian tugas satu sama lain. “Pembagian tugas ini harus jelas, terukur dan terkoordinasi dengan baik, bersama sekda, Staf Ahli, sehingga pendekatan tugas lebih bersifat mekanis dan objektif serta mengurangi subjektifitas,” Wira menambahkan.

Ia juga mengkritisi bahwa pengelolaan pemerintahan saat ini masih terlihat adanya masalah birokrasi di tubuh pemerintahan Aceh sendiri. “Mutasi terhadap pejabat pemerintahan terlihat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip managemen pemerintahan yang baik, karena dilakukan dalam wkatu yang sangat dekat,” katanya.

Hal itu, kata Wira, akan mengganggu kinerja aparatur, karena mereka akan kehilangan kesempatan melakukan konsolidasi dan percepatan penyelesaian tugas-tugas mereka. “Seharusnya dalam menjalankan mutasi di tubuh birokrasi dilakukan berdasarkan “merit-system” bukan karena faktor suka dan tidak suka,” kata Wira yang juga sebagai pemateri pada diskusi tersebut.

Namun, secara umum ia melihat bahwa agenda-agenda krusial pada masa sepuluh tahun pertama perdamaian sudah berhasil dilaksanakan. “Kita apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut menjaga, merawat dan mempertahankan perdamaian,” kata Wira.

Kuliah di Unaya, Gadis Manis dari Bireuen Ini Ingin Jadi Perawat

Gadis dari Bireuen yang berparas cantik dan menawan ini terlihat sumringah dan bersemangat setelah mengikuti tes ujian tulis di Universitas Abulyatama.

Gadis yang punya tanggal kelahiran 15 November 1995 ini, punya kepribadian santun tutur bahasanya juga sopan tingkah lakunya. Dialah Noratundiniah, calon mahasiswa program studi pendidikan sarjana keperawatan ini yang kelak ingin menjadi perawat lulusan Universitas Abulyatama.

Noratundiniah yang mempunyai hobi menari ini,  sangat menyukai perawat sejak kecil, dulu sejak ia masih duduk dibangku sekolah dasar, ia suka main dan jadi perawat, darisitulah ia suka dan punya cita-cita menjadi perawat yang berkualitas.

Ia juga begitu termotivasi untuk mengemban demi meraih cita-citanya untuk bisa belajar di program studi pendidikan sarjana keperawatan Universitas Abulyatama.

Pada saat ditanyai mengapa memilih keperawatan Universitas Abulyatama. “Orang tua saya lulusan Unaya, jadi saya dianjurkan kuliah di Unaya, setelah menginjak kaki pertama kali di sini, saya semakin suka, terlebih lagi suasananya yang asri,” ujarnya sambil tersenyum manis.[]

Hari Ini Tim BAN-PT Divisitasi Prodi Peternakan Unaya

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), turun ke Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama untuk melakukan proses re akreditasi yang diajukan oleh Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Unaya tahun 2015.

Tim asesor yang melakukan divisitasi ke Universitas Abulyatama masing-masing Prof. Dr. Ir. Hj. Iman Rahayu H.S., MS (Institut Pertanian Bogor) dan drh. Agung Budiyanto, MP., Ph.D (Universitas Gajah Mada). Tim ini disambut Wakil Rektor I Unaya, Muhammad Faisal ST MT dan Dekan Fakultas Pertanian, Ir Firdaus MSi, Ketua Prodi Peternakan Ir. Mulyadi MSi didampingi unsur rektorat dan dekanat lainnya.

Serangkaian acara tim BAN-PT hari ini adalah melihat fasilitas yang ada di Universitas Abulyatama khususnya Program Studi Peternakan, dengan mengunjungi perpustakaan terpadu, aula balai nyak syech, ruang belajar, ruang dosen, dan sekretaria Bem Fakultas Pertanian dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan (Himapena). []

ban pt di unaya 1

Ini Dia Fasilitas Lab Air Tawar Fakultas Perikanan Unaya

Fakultas Perikanan memiliki tiga Jurusan/Program studi yaitu; (1) Budidaya Perairan; (2) Pemanfaatan   Sumberdaya Perikanan; dan (3) Teknologi Hasil Perikanan memiliki fasilitas laboratorium air tawar, didalamnya terdapat 6 kolam ikan air tawar, dan beberapa mesin dan alat, berikut detailnya :

Alat Laboratorium Umum dan Alat Budidaya Perikanan

– Scoop Net and Fish Net, Alat untuk mengambil sample ikan

– Cool Box, Alat untuk menyimpan sample

– Water Level Meter, Alat untuk mengukur level air (USA dan lokal)

– Current Meter, Alat untuk mengukur kecepatan air

– Secci Disk, Alat untuk mengukur tingkat kecerahan suatu perairan

– Transparency Tube, Alat untuk mengukur tingkat kecerahan air

– Aqua Scope, Alat untuk membantu pembacaan secci disk dalam air

– Wastafel Stainless Steel, Untuk proses penyiangan ikan

– Mesin Pengasapan Ikan, Untuk pengasapan ikan

– Jet Washer, Alat untuk membersihkan lab ikan

– Tandon Air, Untuk penyimpanan air

– Lemari Pendingin, Alat untuk menyimpan bahan dengan suhu dingin

– Loker SS, Alat untuk menyimpan barang pribadi

– Sepatu Boot, Sepatu untuk ruang pengolahan

– Genset, Alat untuk penyediaan sumber listrik

– Meja Kerja SS, Untuk proses penyiangan ikan

– Sealer Tangan, Alat untuk mengemas vakuum

– Mesin Pemisah Tulang dari Daging, Untuk memisahkan tulang dari daging

– Mesin Mixer, Alat untuk mencampur bahan

– Penggiling Daging, Alat untuk mencincang daging

– Mesin Pengisi Sosis, Alat untuk mengisi sosis

– Deep Frying, Alat untuk menggoreng bahan

– Cup Sealer, Alat untuk mengemas produk berbentuk cup

– Timbangan Ikan digital, Untuk menimbang berat ikan

– Timbangan Ikan Mekanik, Untuk menimbang berat ikan

– Hand Forklift, Alat untuk mengangkat container ikan

– Table Trolley, Alat untuk mengangkut bahan ikan

– Ice Box, Alat untuk menyimpan ikan

– Box Fiber, Box untuk pemeliharaan ikan

– Keranjang Plastik, Alat untuk tempat mengangkut ikan

– Stainless Steel Table, Meja kerja untuk proses kerja

– Mesin Pembuat Es, Alat untuk membuat batu es

– Thermocouple, Alat untuk mengukur suhu ikan

– pH Meter Daging, Alat untuk mengukur pH meter Ikan

Gedung Baru Bantuan Kemenpora Siap Dioperasikan

Asrama Putra Universitas Abulyatama bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun ini siap ditempatkan untuk calon mahasiswa Universitas Abulyatama, gedung asrama putra yang disiapkan Universitas Abulyatama sebagai hunian mahasiswa baru luar daerah.

Gedung yang berada di lingkungan kampus ini sengaja disediakan oleh pihak kampus untuk mempermudah mahasiswa dalam mejalankan aktivitas perkuliahan, sebab jarak gedung perkuliahan dengan asrama dapat ditempuh dengan jalan kaki. Asrama putra yang baru selesai dibangun ini dilengkapi sebanyak 40 kamar, menampung sekitar 100 mahasiswa. []

gedung baru unaya

Ratusan Calon Mahasiswa Ikut Seleksi di Universitas Abulyatama

Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru Gelombang ke III Universitas Abulyatama, Aceh BEsar, sebanyak 280 calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2015/2016 mengikuti tes pada Jumat (28/08/2015) sampai Sabtu (29/08/2015).

Tes Penerimaan mahasiswa baru gelombang ke III ini dilaksanakan dengan 2 tahap seleksi yakni tes tulis dan tes kesehatan. dengan 280 Jumlah mahasiswa yang terdaftar sebagai calon mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016

Materi ujian tertulis yang diikuti para peserta hari ini antara lain, Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi. Bidang pelajaran yang diuji yaitu matematika, biologi, kimia, dan fisika.

Namun peserta yang memilih Fakultas Kedokteran, Sabtu (29 Agustus 2015) mereka wajib mengikuti tes kesehatan.

Calon mahasiswa baru gelombang ke III Universitas Abulyatama pun berasal dari beragam daerah, baik dari Aceh maupun luar pulau sumater, Tahun ini Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama masih menjadi favorit bagi calon mahasiswa, 70 % total dari calon mahasiswa yang mengikuti ujian tertulis gelombang ke III berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama.[]

ujian mahasiswa baru 1 ujian mahasiswa baru 2 ujian mahasiswa baru 3

Abulyatama; 6 Prodi Akreditasi B, 9 Prodi Lain Masih Dalam Re-Akreditasi

Banda Aceh – (27/08/2015) Dengan telah diundangkannya UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta telah dikeluarkannya Permendikbud No. 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional, fungsi utama BAN-PT mengalami perubahan yang cukup signifikan terutama dengan adanya pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk ilmu-ilmu serumpun yang merupakan amanat dari undang-undang (UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi).

BAN-PT setidaknya memiliki enam peran dan tugas, yaitu : (1) mengembangkan sistem akreditasi nasional; (2) melaksanakan akreditasi institusi; (3) melaksanakan penilaian kelayakan prodi /PT baru bersama Ditjen Dikti; (4) memberikan rekomendasi dan (5) evaluasi terhadap LAM, serta (6) melaksanakan akreditasi program studi yang belum memiliki LAM serumpun.

Universitas Abulyatama untuk saat ini 6 Program Studi telah memperoleh Akreditasi B, setelah BAN-PT mengumumkan hasil visitasi terbarunya, Informasi keberhasilan tersebut diperoleh setelah Badan Akreditasi Nasional (BAN PT) mengeluarkan Surat Keputusan (SK), sementara 9 prodi lain masih dalam proses re-akreditasi.

6 Program Studi Yang Telah Memperoleh Akreditasi B, antara lain :

1. Prodi Akuntansi Jenjang S1 : No 395/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015

2. Prodi Budidaya Perairan Jenjang S1 : No. SK 530/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2015

3. Prodi Ilmu Hukum Jenjang S1 : No. SK 118/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015

4. Prodi Manajemen Jenjang S1 : No. SK 483/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014

5. Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jenjang S1 : No SK 118/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015

6. Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jenjang S1 : No. SK 251/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2015

Begini Prosesi Wisuda Universitas Abulyatama

MOMEN kelulusan atau wisuda pastinya merupakan momen yang paling dinantikan oleh para mahasiswa, terutama bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir. Selain sebagai penanda berakhirnya masa studi, di momen wisuda tersebut mahasiswa yang lulus juga akan memakai toga, sebuah pakaian kebanggaan yang digunkana wisudawan ketika lulus.

Tapi ada yang berbeda dan unik dalam prosesi wisuda di Universitas Abulyatama. Di Kampus Hijau ini, pada momen wisuda, setiap mahasiswanya justru tanpa memakai toga seperti kampus lain,  tetapi topi yang dikenakan tentu berbeda. Para wisudanwan dan wisudawati diwajibkan peci

Peci memang khas umat Islam, tapi patut diingat peci juga ikon nasional. Siapa pun berhak memakai peci sebagai lambang identitas Indonesia. Inilah yang digagas oleh Yayasan Universitas Abulyatama dalam prosesi acara wisuda.