Penandatanganan MoU Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Rektor Universitas Abulyatama, Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph. D bersama pemerintah Kota Banda Aceh. melaksanakan penandatanganan MoU terkait kerjasama dibidang kesehatan dan pendidikan. Kerja  sama ini dilakukan untuk meningkatkan kelas dari rumah sakit Meuraxa asuhan Pemko menjadi rumah sakit pendidikan. Dan diharapkan penandatangan ini dapat menguntungkan kedua belah pihak dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Dekan Fakultas Pertanian ” Perempuan dalam Inovasi Pertanian” Haba Ureng Inong, di Aceh TV

Elvrida Rosa S.P, M.P, dekan Fakultas Pertanian dalam talk shownya pada program Haba Ureng Inong di Aceh TV, menyampaikan perempuan sangat berperan dalam inovasi di bidang pertanian. Sebagai contoh perempuan diaceh tengah yang banyak terlibat dalam membudidayakan kopi. Mereka sangat berperan dalam menjaga pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman hijau yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka sehari hari dan tentunya juga sebagai sektor dalam menunjang perekonomian mereka.
Disamping itu wanita yang berprofesi sebagai dosen ini sudah mengembangkan beberapa desa binaan terutama dalam pendampingan pembuatan hidroponik. Ditengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan juga mahasiswa program Doktor pada Universitas Syiahkuala banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan pertanian baik kelompok tani maupun pasar tani yang banyak menyuplai hasil pertanian dari fakultas pertanian Universitas Abulyatama.
Dalam inovasinya dalam bidang pertanian ia menyampaikan ada 4 desa binaan kelompok ibu ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan dibina untuk terlibat aktif dalam pembudidayaan tanaman hidroponik . sehingga kegiatan ini sangat menguntungkan kelompok ibu-ibu rumah tangga dalam mengelola pekarangan rumah yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan sangat membantu perekonomian rumah tangga.

Seluruh Civitas Akademika Universitas Abulyatama Menucapkan Selamat Atas Pelantikan Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH. Ketua Yayasan Abulyatama Aceh Sebagai Anggota DPR RI Periode 2019-2024.

“Semoga dapat Mengembankan Amanah Rakyat Dalam Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Serta Senantiasa diberikan Rahmat dan Petunjuk Dari Allah SWT”

KESAN DAN PESAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITI TEKNOLOGI MARA (UiTM) PADA KUNJUNGAN PROGRAM IMMERSION DI UNIVERSITAS ABULYATAMA

Read more

STUDENT IMMERSION PROGRAMME UiTM KE UNAYA

Fakultas Kedokteran University Teknologi Mara, Malaysia pada tanggal 7 Juli 2019 melaksanakan program Immersion Student ke Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh. Program ini memiliki tujuan sebagai peluang untuk belajar dan memahami keilmuaan kedokteran secara global dengan harapan pengayaan knowledge dan skill mahasiswa kedokteran.

Kunjungan diawali dengan melakukan pertemuan kepada pimpinan  Universitas Abulyatama dengan mahasiswa IUTM. Penyambutan dan penerimaan langsung dihadiri oleh Rektor Ir.R.Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D, didampingi oleh para Wakil rektor serta pihak dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama dan beberapa orang mahasiswa perwakilan BEM FK Abulyatama.

Para mahasiswa UiTM memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan Tour kampus didampingi perwakilan BEM FK UNAYA. Para mahasiswa UiTM melihat dan terlibat dalam kesempatan mengikuti kegiatan akademik di Fakutas Kedokteran seperti kuliah pakar, tutorial, skill lab dan praktikum laboratorium dasar.

Selepas kegiatan tersebut, Mahasiswa UiTM melanjutkan kegiatan klinik bersama mahasiswa Ko-ass Abulyatama di RSUD Meuraxa serta ikut melakukan pembelajaran klinis bersama para dokter spesialis di rumah sakit milik Abulyatama RS. Pertamedika Ummi Rosnati selama beberapa hari. Mahasiswa dari UiTM tidak hanya melakukan kegiatan belajar saja namun para mahasiswa program immersion ikut diperkenalkan terhadap budaya, sejarah dan keindahan alam bumi aceh.

Menurut penuturan salah satu mahasiswa UiTM (khalyda), selama mengikuti kegiatan di program ini mereka mendapatkan banyak hal baru, dimana mereka bisa langsung bersinggungan dengan pasien bersama pendampingan yang nyaman dan aman oleh dokter spesialis beserta perawat ruangan maupun poliklinik di kedua rumah sakit tersebut. Dekan Fakultas kedokteran dr.Fachrul Jamal Sp.An.KIC dalam acara Sharing experience students UiTM dan UNAYA menyampaikan harapan jika program ini dapat berjalan secara berkelanjutan untuk memperoleh referensi-refensi yang lebih dari universitas-universitas yang hendak berkunjung ke Universitas Abulyatama khususnya Fakultas Kedokteran Abulyatama yang pada saat ini secara mutu telah terakreditasi B.

Tabligh Dhuha Usdadz Abdul Somad di UNAYA

Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah di Universitas AbulyatamaUstaz Abdul Somad mengisi Tabligh Dhuha di Universitas Abulyatama.

Dalam Tabligh Dhuha  Tersebut Beliau  Mem Menyampaikan 3 Pesan

1 . Alumni Abulyatama mesti kaya,

2. mesti melek politik, dan

3. mesti berakhlakul karimah (budi pekerti yang baik),”

ucap Abdul Somad di akhir ceramahnya sebelum membaca doa penutup. Acara ini berlangsung di lapangan terbuka pekarangan Kampus Abulyatama di Lampoh Keude, Aceh Besar, Kamis pagi.

Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS mengawali ceramahnya dengan menyebutkan bahwa baru pada kesempatan ini hadir ke induk kampus Abulyatama di Aceh. Sebelumnya ia sudah lebih dulu berceramah di kampus Abulyatama di Lampung dan Batam.

Di atas panggung, UAS menyatakan ia biasanya paling lama berceramah hanya 60 menit lamanya. Dan di kampus yang dibangun oleh Bapak Rusli Bintang ini ia membagi waktu 60 menit itu dalam tiga babak dengan tiga pesan untuk memudahkan mahasiswa mencatatnya.

“Habis sudah 20 menit pertama, biasanya 60 menit saya kalau ceramah. ingat pesan 20 menit pesan tentang masalah kaya,” ujarnya. Tiga pesan tersebut disampaikan oleh UAS dalam ceramahnya seiring Rektor Abulyatama dalam sambutannya mengatakan bahwa Ustaz Abdul Somad mesti meninggalkan pesan.

Kepada mahasiswa Abulyatama dia berpesan agar bercita-citalah menjadi orang kaya. UAS menyebutkan sebuah sabda Rasullullah: Almu’minul qawiyu khairun wa ahabbu ilallahi… (Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah Swt).

Ia menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang kaya. Oleh karena itu menabunglah dari sekarang, dan berpuasalah senin-kamis.

“Pesan yang pertama anak-anak mahasiswa mahasiswi Abulyatama tamat dari sini mesti menjadi kaya. Tapi kayanya mesti jujur,” sebut Somad.

Kemudian UAS melanjutkan ceramahnya 20 menit berikutnya tentang politik. Menurutnya, mahasiswa Abulyatama juga harus melek politik.

“Kalau anak Abulyatama tidak mencaleg, jangan heran yang jadi Ketua DPR adalah pecandu narkoba. Yang salah siapa, anak Abulyatama. Untuk itu mencaleglah kalian,” ujarnya.

Menurutnya, hidup di negara demokrasi barang siapa yang mampu untuk mencalonkan diri silakan maju. Sedangkan bagi yang belum mampu, silakan memilih dan mencoblos pada Pemilu 17 April 2019. “Jangan golput, berikan kontribusi.”

Pesan yang ketiga, Ustaz Abdul Somad menyampaikan tentang akhlakul karimah (budi pekerti yang baik). “Ada orang kaya tapi tak sopan. Tidak ada gunanya ilmu banyak kalau tidak berakhlakul karimah,” ucapnya.

Lebih lanjut, UAS menyebutkan teladan yang ingin disampaikannya bahwa Nabi Muhammad SAW orang yang kaya, kemudian yang kedua bahwa Nabi Muhammad mementingkan politik karena memegang tampuk kekuasaan di Madinah.

“Oleh sebab itu ke depan siapa yang akan melanjutkan kekuasaan ini? Akan dilanjutkan oleh alumni-alumni Abulyatama,” sebutnya.

GENERASI MILINIAL DALAM PEMAHAMAN SEJARAH ACEH

Aceh identik dengan Islam, dikenal dengan Serambi Mekkah, banyak pakar dan ilmuan lahir di Aceh, seperti Hamzah Fansuri, Nurdin Ar-Raniry, Sultan Malik (Meurah Silu), Tgk Syiah Kuala (Syeck Abdurauf Asingkili), Tgk Syiek Pante Kulu, Tgk Syiek Di Tiro, Tgk Syiek Lung Bata dan sebagainya. Mereka menyebarkan konsep-konsep ketuhanan, syariah, tasauf, dengan memadukan konsep sosial budaya, politik, tata negara, ekonomi dan strategi perang fisabililah.

Mereka dihormati, disegani, jadi panutan dan konsisten dalam berjuang menyebarkan konsep konsep ketuhanan dengan berbagai pendekatan sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun kiprah mereka sangat sedikit ditemukan dalam referensi sejarah nasional dan lokal yang bisa di baca oleh para generasi Aceh.

Dalam setiap pertemuan kelas dengan mahasiswa dari berbagai kampus, sering kami uji pemahaman mahasiswa terhadap sejarah Aceh (Lokal), terbukti mahasiswa sangat dangkal sekali pemahaman sejarah Aceh. Mereka kurang dan malah tidak tau sepak terjang tokoh-tokoh tersebut. Mereka sulit menemukan referensi dan sangat sedikit buku buku menulis sejarah para tokoh tersebut. Mereka tidak tau Samudra Pase, Pedir, Lamuri, Kerajaan Jaya, Kerajaan Kuala Bate, Kluet, dan sebagainnya. Di tambah parah lagi kampus namanya pelaku sejarah Nurdin Ar-Raniry dan Syiah Kuala sangat susah didapatkan referensi oleh mahasiswa. Yang seharusnya semua mahasiswa di dua lembaga tersebut paham, mengerti, dan mengetahui kilas balik dua tokoh besar Aceh, Nyatanya foto mereka hanya bisa lihat hanya di Biro Rektorat, tapi tidak terlihat di fakultas dan prodi. Ini sebuah bukti bahwa Aceh gelap gulita dalam sejarah.

Fakta fakta lain, coba lihat seputaran jalan krueng raya, disitu ada beberapa situs sejarah, benteng indrapatra, benteng Sultan Iskandar Muda, Benteng Inong Balee, Makam Malahayati dan Situs Lamuri, tidak ada perhatian pemerintah daerah sedikitpun, terbengkalai, tak terurus, tidak ada informasi apapun di benteng2 tersebut, bila datang para pendatang dari luar Aceh tidak ada informasi dan penjelasan benteng tersebut, hancur lebur situs situs sejarah, malah batu nisan, banyak memberkan informasi di situs lamuri di rusak, malah ada yang di jual.

Aceh terus di kaburkan dengan sejarah, karena aceh (pemerintah) tak peduli dengan sejarah, tidak ada program melestarikan sejarah, malah banyak situs dirusak hanya dibangun gedung baru, kantor dan sebagainya. Tidak ada perawatan situs-situs makam raja2 Aceh, para ulama aceh, para pejuang Aceh, dibiarkan rusak dan hancur..(Usman Wakil Rektor Bidang Akademik)