ACDC Menyelenggarakan Job Fair

Penyerapan lulusan perguruan tinggi oleh dunia usaha dan industri mengalami perlambatan. Sedangkan kalangan dunia usaha dan industri masih tetap membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kualitas yang baik. Artinya persaingan dalam memperoleh pekerjaan akan semakin ketat. Hal ini mendasari pendirian Alumni Career Development Centre (ACDC) Universitas Abulyatama. ACDC merupakan lemabaga pada Universitas Abulyatama yang bertugas membantu lulusan dan alumni Universitas Abulyatama dalam menghadapi dunia kerja dan kealumnian.

ACDC memiliki 3 Bidang yaitu bidang Ketenagakerjaan, bidang tracer study, dan bidang pelatihan dan kewirausahaan. Acara Job Fair ini merupakan salah satu kegiatan ACDC dalam bidang Ketenagakerjaan, kegiatan lainnya meliputi in campus recruitment, dan pemberian informasi lowongan pekerjaan. Kegiatan pada bidang tracer study meliputi penyebaran kuesioner kepada alumni, kemudian kuesioner dievaluasi sebagai masukan untuk masing-masing Prodi. Adapun kegiatan-kegiatan pada bidang pelatihan dan kewirausahaan adalah memberikan pelatihan-pelatihan seputar pembuatan CV yang baik, cara menghadapi wawancara kerja, cara memulali bisnis dengan modal kecil dll.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Abulyatama R Agung Eprio Hadi PHD, Wakil Rektor II Drs Saepuddin M.Pd, Wakil Rektor III dr. Iziddin Fadhil, para dosen , mahasiswa dan alumni Universitas Abulyatama .

Tamu undangan yang hadir sebagai pengisi stan pada Job Fair Universitas Abulyatama adalah Bank Mandiri, Bank BNI, BPTP Aceh, PT Ambagiri Nusantara Cab. Aceh, sedangkan  pengisi stan lainnya terdiri dari Fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Universitas Abulyatama seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan , Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ekonomi.

Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efrio Hadi Ph.D bercerita tentang pentingnya kedisplinan dalam dunia kerja, beliau juga berharap instansi-instansi yang hadir dapat terus menjalin kerjasama dengan ACDC Universitas Abulyatama dimasa yang akan datang.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh partisipan yang mengisis stan. Harapannya ditahun-tahun berikutnya kegiatan ini akan bisa diadakan secara kontinu dengan skala yang lebih besar lagi.

 

By: Agus Naufal SE M.Si Ketua ACDC Universitas Abulyatama

——-

Universitas Abulyatama Sosialisasikan Visi Misi

Universitas Abulyatama sebagai universitas swasta pertama dan terkemuka di Aceh, perlu terus berpacu berbenah diri untuk menjadi univiersitas yang unggul, islami dan berwawasan global dalam pengembangan Iptek dan seni budaya. Sehingga visi yang terbangun menjadi harapan dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh. “Untuk penjabaran visi harus diimplementasikan melalui misi dan berkolaborasi”, ungkap Wakil Rektor I, Usman, MSi saat sosialisasi visi misi Unaya dihadiri, Wakil rektor II,  Drs. Saifuddin, MPd, Wakil rektor III dr. Izziddin,Para Dekan, Dosen, Mahasisswa, alumni dan stakeholder di aula kampus Lampoh Keude,  Kota Baru Aceh Besar, pekan lalu.

Disebutkan pula,  disebut unggul karena semua program studi di lingkungan Unaya mampu dikembangkan sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK) dan seni budaya yang dapat menunjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kinerja terukur dari lembaga dan sumberdaya manusia.  Sedangkan islami, dimaknai bahwa Unaya mendukung keberadaan daerah Aceh sebagai provinsi yang menerapkan nilai – nilai Islami. Lebih lanjut kata Wakil Rektor, Unaya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi bersifat terbuka dalam pembaharuan serta berdaya saing global baik secara langsung dan tidak langsung.

HARI KANKER NASIONAL

Universitas Abulyatama Gelar Pengobatan Massal Gratis di Pidie Jaya

Universitas Abulyatama bekerjasama dengan Ikatan Alumni Dokter Abulyatama (IKADOMA) mengadakan kegiatan sosial Peduli Pidie Jaya

Marzukri Mahasiswa Pertanian Prodi Agroteknologi Membuat Hidroponik

SEIRING waktu perkuliahan, pada tahun 2016 ini,  Marzukri mahasiswa semester 7 (tujuh) prodi agroteknologi Universitas Abulyatama telah memasuki tahapan Praktek Lapangan (PL) sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya. Dalam prakteknya Marzukri membuat teknik budidaya hidroponik. Selasa,(11/10) di laboratorium fakultas pertanian Universitas Abulyatama.

Saat di wawancarai Marzukri mengatakan. “ Jangan mengira budidaya hidroponik membutuhkan biaya pembuatan yang mahal serta bahan-bahan yang sulit didapat. Budidaya hidroponik semakin tenar lantaran ideal untuk masyarakat yang tinggal di apartemen maupun rumah tapak yang tidak dibekali lahan memadai. Layout-nya pun bisa disesuaikan dengan pola ruangan, baik secara vertikal maupun horizontal. Menyoal tanaman yang akan dibudidayakan, bibit sayuran bisa dibeli seperti selada, sawi, seledri, serta tomat cabe dan lainnya “.

“ Yang menyenangkan dari budidaya ini adalah hasil panennya nanti bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, sehingga dapat sedikit menghemat pengeluaran belanja kebutuhan dapur “. Ucap Ukri.

Saat ini teknik budidaya hidroponik yang telah dibuat oleh Marzukri telah mencapai tahap pertama yaitu tahapan pembuatan rak dan pemasangan pipa paralon. Dan selanjutnya akan diselesaikan secara bertahap.

2016-10-22-14-04-14 2016-10-22-14-04-36 2016-10-25-16-41-48 2016-10-25-16-47-11

Mahasiswa Keperawatan Unaya Membuat “Penyuluhan Imunisasi”

ACEH-BESAR, mahasiswa program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran universitas Abulyatama memaparkan penyuluhan Imunisasi. Jum’at (07/10) di Menasah Gampong Cot Peutano Kecamatan Kutabaro Aceh Besar.

cimg0559

Kegiatan penyuluhan yang di buat oleh mahasiswa keperawatan Unaya ini di paparkan langsung oleh pihak puskesmas Kutabaro selaku koordinator imunisasi.

Didalam pemaparannya kepada masyarakat berisi tentang apa itu imunisasi, tujuan imunisasi, jenis-jenis imunisasi kemudian jadwal imunisasi.

“ Obat yang kami kasih sebagai juru imunisasi, obat itu akan disuntik untuk membangun suatu tentara di dalam tubuh yang akan melawan penyakit, imunisasi adalah hak anak, sangat di sayangkan jika anak-anak tidak diberi imunisasi “. Kata pihak puskesmas Kutabaro

Sesuai dengan UU.n023/2002 tentang imunisasi “ Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial ”.

Warek III Unaya, Melepas Mahasiswa Perikanan Magang

SEIRING waktu perkuliahan, pada tahun 2016 ini, mahasiswa semester 5 (lima) prodi teknologi hasil perikanan Universitas Abulyatama telah memasuki tahapan Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya.

Wakil Rektor III, dr Iziddin Fadhil melepas sebanyak 9 mahasiswa fakultas perikanan prodi teknologi hasil perikanan. Selasa,(11/10) di Aceh food fish jelly Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Mahasiswa magang di antar langsung ke lokasi oleh wakil dekan fakultas perikanan Universitas abulyatama dwi Aprilliani ags, S.Pi,M.Si dan diterima oleh manajer aceh food fish jelly yaitu ibu Salawati dan perwakilan dinas kelautan dan perikanan  provinsi Aceh oleh Cut Sri Haswirna ,S.Pi,M.Si.

Wakil Dekan Perikanan mengharapkan “ Semoga program magang ini menambah pengetahuan, menambah soft skills mahasiswa nantinya dan juga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang belum di dapat selama di bangku kuliah dapat di peroleh saat magang serta dapat bermanfaat menambah wawasan, keterampilan mahasiswa dalam melakukan pengolahan hasil perikanan “.

Magang ini dilakukan bertujuan, untuk melatih berbagai pengetahuan tentang produk olahan hasil perikanan.

Aceh Raih 8 Emas PON XIX 2016 di Jawa Barat

Kontingen Aceh berhasil memecahkan rekor dalam perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat. Pada ajang multieven ini, duta Tanah Rencong mendulang 8 medali emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Raihan ini melewati target yang ditetapkan KONI Aceh yaitu tujuh medali emas.

Bagi Aceh, ini merupakan prestasi mengesankan sepanjang sejarah pelaksanaan PON sejak pertama pada 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, atlet Aceh sukses menumbangkan rekor yang bertahan selama 27 tahun.

Seperti diketahui, dari 13 kali PON sebelumnya, wakil Aceh pernah mencatat hasil memuaskan pada PON 1989 di Jakarta. Ketika itu, Tanah Rencong berhasil mengumpulkan 7 medali emas, 2 perak, dan 9 perunggu. Sehingga sukses menembus peringkat 15 besar.

Akhirnya, prestasi 27 tahun lalu tersebut berhasil dilewati anak-anak muda Aceh saat tampil di Tanah Legenda Jawa Barat. Rekor iitu pecah seusai cabang tarung derajat menyumbang dua emas, angkat besi (2), serta atletik, terjun payung, kempo, dan panahan masing-masing satu emas. Hingga tadi malam, Aceh berada di peringkat 17 dalam daftar peroleh medali sementara PON XIX.

Di Solo, atlet Aceh tak ikut dan berlanjut absen saat PON 1951 di Jakarta, 1953 di Medan dan 1957 di Makassar. Tanah Rencong tampil perdana pada PON 1961 di Jawa Barat dengan meraih 2 perak dan 1 perunggu.

Lalu, PON 1965 yang dijadwalkan di Jakarta, tapi batal akibat peristiwa G30S/PKI. Prestasi Aceh pada PON 1969 di Jawa Timur justru menurun yang hanya meraih 2 perunggu. Aceh akhirnya meraih 2 emas, 1 perak dan 6 perunggu pada PON 1973 di Jakarta. Kemudian, prestasi menurun lagi padaPON 1977 di Jakarta dengan meraih 1 perak dan 7 perunggu. Pada PON1981 di Jakarta berhasil meraih 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Bukannya meningkat pada PON 1993 di Jakarta, Aceh kembali terjun bebas dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Bahkan, pada PON 1996 di Jakarta tak ada peningkatan dimana Aceh meraih 2 emas, 3 perak dan 9 perunggu. Pada PON 2000 di Jawa Timur, prestasi Aceh kembali melorot dengan meraih 1 emas, 1 perak dan 13 perunggu. Sehingga Aceh harus puas berada di posisi 25 atau nomor dua dari bawah.

Meroketnya prestasi Aceh kembali terjadi pada PON 2014 di Palembang, Sumatera Selatan dengan meraih 6 emas, 2 perak dan 5 perunggu. PON 2008 di Kalimantan Timur kembali turun dengan meraih 4 emas, 4 perak dan 10 perunggu. Begitu juga di PON 2012 Riau dengan meraih 3 emas, 5 perak dan 18 perunggu.

Pada hari terakhir PON, kemarin, Kontingen Aceh meraih 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tarung derajat memborong 2 emas dan kempo 1 emas. Dua perak diraih tarung derajat, dua perunggu dari tarung derajat, dan gulat.

Tarung derajat Aceh menjaga tradisi medali pada PON. Petarung Tanah Rencong menyumbang 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tampil di GOR Padjajaran Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/9), dua medali emas disumbang Kandar Hasan di kelas 67,1-70 Kg. Juanda, Angiel Fadilan, Heni Fitria, dan Siti Sarawiyah di nomor gerak tarung beregu campuran (Getar). Dua perak diraih oleh Suhermansyah di kelas 55,1-58 Kg dan Yuni Ari Kusna di kelas 62,1-66 Kg. Dua perunggu diraih Ali Akbar di kelas 61,1-64 Kg, serta Safira Dirayati, Teta Arum Darandi, dan Veni Novita yang tampil nomor rangkaian gerak (ranger).

Petarung Aceh, Kandar Hasan di final tampil agresif saat melawan Murdani dari Nusa Tenggara Timur. Duel ini cukup spesial karena turut disaksikan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Kandar terlihat lebih bersemangat tampil pada ronde pertama.

Tendangan melingkar yang jadi spesialisnya diandalkan untuk menekan lawan. Serangan dengan tangan juga cukup gencar memburu wajah lawan. Bahkan petarung Gayo Lues ini mampu memberi harapan bagi suporter Aceh yang terus memompa semangat di tribun. Bahkan yel yel ‘Lantak Laju’ ikut bergema di GOR Padjajaran.

Turun di ronde kedua, Kandar masih mempertahankan serangan agresifnya. Lawan sulit membaca serangan Kandar. Beberapa serangan Kandar mengenai tubuh dan kepala lawan. Puncaknya di ronde ketiga, beberapa kali Kandar membuat lawan tersudut hingga keluar arena.

Lawan akhirnya terjatuh karena menghindari serangan Kandar. Tak lama kemudian petarung NTT kembali jatuh akibat mencoba serangan melingkar, tapi ditangkis dengan tangan Kandar. Akhirnya ronde ketiga berakhir dan Kandar Hasan menang 3-0.

Petarung asal Aceh Singkil, Suhermansyah gagal meraih medali emas setelah dikalahkan Hendika Ramadhoni dari Sumatera Barat dengan skor, 0-3. Begitu juga dengan petarung asal Aceh Besar, Yuni Ari Kusna yang sangat berambisi menambah emas bagi Aceh. Tapi, Yuni harus merelakan emas untuk Helmi Arfi Lindah dari Jawa Timur yang menang 1-2.

Kenshi Aceh, Metha Putri Musticha berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga kempo pada PON XIX 2016 Jawa Barat. Atlet dari Aceh Tengah ini mengalahkan kenshi Kalimantan Timur, Elanita Lisa dengan skor 5-0, di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, kemarin. Laju Metha ke final setelah menghentikan kenshi Nusa Tenggara Barat, 2-0 di semifinal.

Tapi, medali emas yang diraih Metha ini cukup dramatis di nomor randori perseorangan kelas 50 Kg. Bertarung dengan unggulan Kaltim di final, keduanya cukup hati-hati dalam menyerang. Masing-masing berusaha mencari posisi terbaik untuk menyerang lawan. Hanya saja, selama ronde pertama berdurasi 2 menit tak ada poin yang diraih kedua kenshi. Untuk laga final, wasit dapat memberi tambahan waktu hingga tiga ronde bila tak ada yang dapat poin.

Tambahan waktu dua menit pada ronde kedua dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua kenshi. Mereka berusaha menyerang meski tak tepat sasaran. Jelang berakhir waktu di ronde kedua, Metha berhasil melepaskan tendangan hingga menang satu wazari atau nilai 5. Begitu waktu berakhir, Metha dinyatakan menang 5-0.

Hasil ini disambut suporter Aceh yang menyaksikan partai final tersebut. Kemenangan itu meneruskan tradisi medali pada cabang olahraga Kempo. Karena, di  XVIII 2012 Riau, kempo Aceh meraih medali emas melalui Lismarita di nomor randori perseorangan kelas 45 Kg.

Saat di Riau, Lismarita maju ke final setelah mengalahkan kenshi Kalimantan Timur di semifinal. Kemudian Lismarita di final mengalahkan Hari Trimurti dari Jawa Timur dengan skor tela.

 

 

Apin Sahroni ” Belajar Bahasa Inggris Sambil Bernyanyi”

ACEH-BESAR. Mengenakan baju hijau berkerah, rapi dan tampan, dialah Apin Sahroni mahasiswa FKIP prodi Bahasa Inggris mengajak mahasiswa baru belajar sambil bernyanyi dalam bahasa Inggris khususnya mahasiswa jurusan bahasa inggris, Selasa (27/9/2016) pagi.

Apin mengatakan “Kali ini saya akan membahas tentang belajar Bahasa Inggris dengan bernyanyi. Kenapa saya memilih topik belajar bahasa Inggris dengan bernyanyi, karena dengan bernyanyi mahasiswa tidak akan mudah merasa bosan dan proses belajar menjadi menyenangkan. Seperti yang kita ketahui, remaja-remaja sekarang mereka masih membutuhkan hiburan dan pembelajaran yang mengutamakan aktivitas, jadi metode belajar bahasa Inggris dengan bernyanyi ini bisa digunakan dalam proses belajar mengajar “.

“Ini juga sebagai satu diantara cara meningkatkan minat belajar dalam bahasa Inggris, baik dari pronunciation (pelafalan), conversation (percakapan) maupun vocabulary (kosakata),” jelasnya.

Ia menilai saat ini penerapan belajar bahasa Inggris kurang dipahami atau rumit jika tidak diterapkan dalam bentuk praktek.

“Disamping kita melihat bagusnya dalam pengucapan, pemahaman, juga dalam hal menyuarakannya,” ujar Apin saat di wawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id di taman Universitas Abulyatama.

Maka belajar bahasa Inggris mulai dari bernyanyi itu tujuannya adalah agar mudah dipahami.

Ia berharap kegiatan serupa lebih dikembangkan kembali guna meningkatkan minat belajar bahasa Inggris mahasiswa di kampus.