Kuliah Singkat Bersama Mahasiswa Thailand

Senin 30 Desember 2019 Universitas Abulyatama melaksanakan kuliah umum bersama mahasiswa Thailand. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut mahasiswa asing yang berkunjung ke kampus UNAYA. Dalam kegiatan ini setiap Fakultas memberikan kuliah singkat kepada mahasiswa asing, ada 7 Fakultas yang akan memaparkan materinya. Dengan tema presentasi yang berbeda, diantaranya: FKM  dengan tema “Pemanfaatan obat tradisional” Fak Perikanan dengan tema “Budidaya ikan sistem bioflok, menggunakan bakteri sebagai pengurai amonia dan “Panglima Laot, sistem pengelolaan laut berbasis adat” FKIP dengan tema “ Pendidikan di Era Milenial Berbasis Kearifan Lokal” Fak Hukum dengan tema “Hukum Nasional Terhadap Orang Asing di Indonesia (hal_hal seputar mahasiswa asing di aceh), Fak Ekonomi dengan tema “Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Masyarakat Aceh”  Fak Pertanian dengan tema ” Peran Pertanian Organik dalam Menjamin Keberlangsungan Suistainable Agriculture” Fak. Teknik dengan tema “Reading the Drawing. Kegiatan  ini disambut baik oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Tuti Marjan Fuadi, M.Pd. Perkuliahan singkat ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa asing dari Thailand, untuk setiap kajian yang dipaparkan oleh setiap pemateri yang mewakili 7 Fakultas di Universitas Abulyatama. Perkuliahan singkat ini berjalan dengan baik sampai akhir kegiatan.

 

UNAYA Gelar Seminar Nasional di Penghujung Tahun 2019

Universitas Abulyatama gelar Seminar Nasional di penghujung tahun 2019 tepatnya tanggal 12 Desember 2019. Pada seminar kali ini UNAYA| Universitas Abulyatama gelar Seminar Nasional Multidisiplin ilmu. Adapun dari empat pemakalah utama salah satunya termasuk Rektor Universitas Abulyatama R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D.  yang menjadi pemakalah dengan tema “ Penguasaan IoT Tantangan dan Tuntutan Dunia Kerja di Era IR 4.0” berlangsung, Kamis (12/12/2019) di gedung Nyak Syeh Universitas Abulyatama.

Ketua LPPM Universitas Abulyatama, Murni, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar tersebut akan diupayakan diadakan setiap tahunnya. Dimana kegiatan seminar ini memberikan kontribusi bagi para dosen dan mahasiswa baik umum maupun lokal dalam publikasi karya ilmiah. Menurutnya, seminar tersebut diharapkan mampu memperkaya ilmu pengetahuan tentang beragam bidang ilmu dalam memperkaya khasanah keilmuan.

 Dalam kegiatan seminar ini, turut mengundang Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed, Guru Besar Manajemen dan Evaluasi Pendidikan UIN Ar-Raniry  dalam makalahnya Prof Jamal  mengangkat tema ” Peran Pendidikan Tinggi dalam Mencetak SDM yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0 “ dalam makalahnya ia memaparkan inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru.

Kegiatan seminar ini mengangkat tema multi disiplin ilmu, dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sri Aprilia, MT Dosen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala sebagai pemakalah tamu, dalam makalahnya Prof Sri Aprilia memaparkan kajian “ POLIMER KOMPOSIT BERBASIS NANOSELULOSA DARI LIMBAH PERTANIAN SOLUSI MATERIAL MASA DEPANuntuk berbagai aplikasi dimasa depan sebagai material yang akan berkembang sebagai wujud revolusi industri.

Pemakalah tamu ditutup oleh tuan rumah Dr. Asmawati, M.Si yang menggangkat tema “ Dampak Industri 4.0 pada Pasar Kerja dan Pendidikan Tinggi” dalam makalahnya Dr Asma Menyampaikan tahapan revolusi industri yang akan mempengaruhi pasar kerja dan Pendidikan tinggi. Diakhir sesi beliau menyampaikan Perguruan Tinggi harus melakukan menyesuaikan konten kurikulum dan perubahan besar dalam cara pembelajaran di ruang kuliah sesuai dengan pendidikan 4.0 untuk pencapai empat kompetensi di maksud dan menghasilkan lulusan yang inovatif dan siap bersaing di era industri 4.0.

Seminar sehari ini diikuti oleh 170 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen baik sebagai pemakalah maupun peserta, dari luar dan dalam Universitas Abulyatama. Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar sampai akhir proses kegiatan.

DAFTAR VIRTUAL ACCOUNT

Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Wiratmadinata “Renungan dan Pendidikan Perdamaian bagi Pelajar”

Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Wiratmadinata, SH., MH menyampaikan materi “Perdamaian Aceh” dihadapan siswa Sekolah Menengah di Banda Aceh pada Acara “Renungan dan Pendidikan Perdamaian bagi Pelajar” yang digelar Kesbangpol di Ruang Memorial Perdamaian Aceh, Kesbangpol, Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu 30 November 2019.

Bapak Wiratmadinata menyampaikan konflik tidak harus dimaknai negatif selama dia masih bisa dikelola dengan menghindari kekerasan dan kerusakan sosial serta kemanusiaan.Tetapi kompetisi dan perbedaan sosial harus dikelola dengan toleransi, pemahaman hidup bersama, dan non-kekerasan. Metode umumnya adalah dengan membangun mekanisme dialog dan kesadaran kemanusiaan, serta cinta sesama.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama  Perdamaian di Aceh yang terjadi dalam berbagai konflik masalalu diselesaikan dengan cara dialog, kerjasama, toleransi dan saling pengertian masing-masing pihak yg bertikai. “Karena itu generasi muda Aceh, khususnya para pelajar, harus belajar mengembangkan keterampilan hidup bersama dalam perbedaan,”

Ketua UPT PPL Siasati Silaturahmi Kerumah Baca dalam Rangka Pengabdian Masyarakat

Ketua Unit Pelaksana Tugas Praktik Pengalaman Lapangan (UPT PPL) Universitas Abulyatama dan Himpunan Prodi Bahasa Inggris, yang tergabung dalam wadah Unaya Institute of English Communication (UIEC) bersilaturahmi ke Rumah Baca Lentera, Gampong Lam Ujong Labuy Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Ketua UPT PPL Unaya, Ema Dauyah, M.Ed mengatakan silaturahmi yang dilakukan pada Sabtu, 23 November 2019 itu diterima langsung oleh Ketua dan Pembina Rumah Baca Lentera, Lela Andriyati dan masyarakat setempat yang terdiri atas ibu-ibu dan anak-anak.

“Ibu Lela mengharapkan peran dan bantuan dari dosen dan mahasiswa untuk membina pengelolaan rumah baca atau pustaka, yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan nasional sebagai Pustaka Gampong Terbaik se-Aceh,”. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Perpustakaan Nasional RI yang diberikan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

“Selain itu juga Ketua UPT PPL berharap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, baik dosen dan mahasiswa dapat menjadi sukarelawan untuk mengajarkan ibu-ibu dan anak-anak gampong dalam bidang sains, bahasa Inggris, dan matematika, serta bidang lainnya,”.

Ibu Ema menyambut baik harapan tersebut dan akan difasilitasi sebaik-baiknya dan akan dikemas dalam kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) yang akan diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

beliau juga mengharapkan semua prodi di FKIP Abulyamata dapat berperan aktif membantu sehingga anak-anak dan masyarakat dapat terberdayakan dan gerakan literasi yang digiatkan oleh pemerintah dapat tercapai. Pengabdian masyarakat ini juga tidak tertutup kemungkinan akan meluas ke bidang ilmu yang lain.

Dosen Unaya Ikuti Konferensi Internasional di Malaysia

Dua dosen Universitas Abulyatama menjadi pemakalah pada seminar internasional serantau isu-isu komuniti (SSIK) 2019 di University Putra Malaysia (UPM), Serdang, Selangor Malaysia, 26-27 November 2019.

Dua pemakalah tersebut, Dr. Akhyar, M.Si. dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fazzan, M.A., Ph.D. dari Fakultas Hukum.  Pada seminar kali ini Dr. Akhyar mengangkat topik pemerintahan gampong di Aceh, sedangkan Fazzan, M.A., Ph.d mengangkat topik hukum syariah di Aceh. Selanjutnya, hadir juga Riki Musriandi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai peserta pada seminar internasional.

Seminar ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh Institut Pengajian Sains Sosial (IPSAS) Universiti Putra Malaysia bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU), Pusat Pengajian Sains Kesihatan (PPSK) Universiti Sains Malaysia (USM) dan Pusat Transformasi Komuniti Universiti (UCTC) Universiti Putra Malaysia. Tema yang diangkat adalah “Komuniti Pemangkin Kesejahteraan Serantau”.

Dekan Fakultas Hukum Unaya : Gerak Pemerintah Aceh dalam Arah Baru Jokowi, Selaraskah?

Oleh: Wiratmadinata, S.H., M.H.

Apakah gerak langkah pemerintah Aceh saat ini sudah pada posisi seirima dengan arah baru yang dijalankan pemerintahan baru Jokowi? Mari kita periksa.

Dalam pidato awalnya sebagai Presiden RI periode 2019 – 2024 Jokowi menegaskan “performance” pemerintahan yang akan dibangun, yaitu yang berkerja keras, berkerja cepat dan produktif.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh Anggota kabinetnya keluar dari jebakan rutinitas yang monoton dengan menghadirkan nilai-nilai baru, cara-cara baru dalam mengelola negara, sehingga inovasi tidak sekedar menjadi pengetahuan tapi juga budaya.

Dengan pendekatan itu Pak Jokowi percaya akan dapat memberi hasil yang nyata, sehingga rakyat dapat menikmati pelayanan, menikmati pembangunan.

Karena itulah, Jokowi juga mendorong dilakukan penyederhanaan regulasi sekaligus birokrasi sehingga kecepatan kerja dapat diakselerasikan.

Merespon arah baru tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, sebagaimana dipublikasikan media, berkomitmen untuk menghilangkan “feodalisme” di kalangan birokrat. Menurutnya, “feodalisme” itu menghambat pelayanan publik yang sejati.

Gebrakan yang akan dilakukan Mendagri Tito bukan hanya kepada jajaran birokrat di pusat saja, mantan Kapolri itu juga ingin mengubah pola pikir para kepala daerah dan ASN di daerah. Ia ingin para kepala daerah dan ASN tidak lagi berpikir untuk dilayani, tetapi seharusnya melayani.

Sementara itu, dalam konferensi pers bersama Wakil Presiden dan jajaran menteri di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat (1/11), Mendagri meminta program pengentasan kemiskinan dan stunting harus masuk di APBD.

Pasalnya, dua program tersebut dinilai sangat berkaitan dengan program prioritas nasional yang berkenaan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas. Ini juga sesuai arahan Presiden pada priode keduanya ini.

Kembali ke pertanyaan di awal, apakah gerak langkah pemerintah Aceh saat ini sudah “selangkah seayunan”, dengan arah baru yang akan dilakukan pemerintahan Jokowi? Marilah kita periksa lagi.

Perintah agar pejabat dan ASN Aceh untuk berkerja cepat dan tepat secara gamblang kembali disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir., Nova Iriansyah, MT., pada pelantikan dr. Taqwallah, M. Kes sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh difinitif, pada 1 Agustus 2019 silam.

Kepada Sekda Aceh difinitif, Nova Iriansyah meminta untuk memperbaiki kinerja pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Aceh sehingga dapat segera menuntaskan kerja penyusunan RAPBA-P 2019 sekalian dgn RAPBA 2020.

Sebelumnya, Plt., Gubernur Aceh sudah melakukan pengondisian agar pejabat dan ASN siap berkerja cepat dengan menjalankan gerakan Bersih, Rapi, Indah dan Hijau atau yang dikenal dengan B.R.I Hijau, yang kemudian berganti nama menjadi Gerakan BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau).

Paska dilantik, intruksi Plt., Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, MT., juga langsung ditindaklanjuti oleh Sekda Aceh dengan langkah pembekalan kepada pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh secara sistematis.

Hasilnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama gerak cepat ini berbuah hasil. Kerja penuntasan RAPBA-P bisa diselesaikan dan pengesahan RAPBA 2020 bisa dicapai lebih cepat. Selanjutnya dalam pelaksanaannya nanti juga diharapkan cepat dan tepat sasaran.

Plt., Gubernur Aceh melalui Sekda Aceh juga melakukan gebrakan penyerahan SK., Kenaikan Pangkat TMT 1 Oktober 2019 tanpa harus melalui proses berbelit sebagaimana umum dialami oleh ASN sebelum-sebelumnya.

Gerakan BEREH, dengan dukungan Bupati-Walikota, juga dilakukan di kabupaten – kota. Kantor Desa, Kantor Kecamatan, Sekolah SLTA, dan Pukesmas didorong untuk menghadirkan lingkungan tempat kerja yang bersih, rapi, estetis dan hijau agar masyarakat dapat menikmati pelayanan maksimal.

Demikian juga dalam usaha mengejar idikator RPJM Aceh 2017 – 2022, khususnya untuk penurunan angka kemiskinan. Perubahan kinerja ASN diharapkan dapat memberi penekanan yang lebih besar bagi menurunnya angka kemiskinan di Aceh. Untuk itu, Dana Desa juga didorong untuk dapat memberi manfaat bagi penurunan angka kemiskinan, langsung di desa-desa yang ada di seluruh Aceh.

Lebih utama lagi, strategi pemerintah Aceh untuk menurunkan angka kemiskinan juga dilakukan dengan pendekatan “pentahelix”, atau yang kerap disebut pendekatan kolaboratif. Untuk itu, dengan perbaikan kinerja ASN dalam melayani diharapkan para pihak memiliki daya tarik untuk berinvestasi di Aceh.

Guna menekan angka kemiskinan, Pemerintah Aceh juga menunjukkan keberpihakannya kepada pertumbuhan ekonomi di usaha mikro, kecil, dan menengah. Produk-produk lokal akan lebih diutamakan sehingga dapat menggairahkan warga untuk bergerak dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Tidak hanya itu, intervensi terhadap kemiskinan juga dilakukan dengan konsep ekonomi yang lebih terpadu berbasis kawasan. Misalnya Kawasan Ekonomi Khusus berbasis pertanian, perkebunan dan wisata juga mulai dirintis. Begitu juga dengan pemberdayaan wilayah kepulauan, yg selama ini relatif jauh dari tentang kendali, mukai digairahkan lagi dengan menghadirkan kapal penyeberangan. Saat ini Ada tiga pembangunan kapal Ferry Roro yang sedang dalam tahap konstruksi.

Kepedulian Pemerintah Aceh terhadap stunting juga makin maksimal. Aceh yang sudah menetapkan “2022 bebas stunting” sudah semakin giat melakukan ragam pendekatan guna memastikan Aceh benar-benar bebas stunting pada 2022. Bahkan, dalam rapat kerja lanjutan Sekda Aceh di seluruh Aceh, ikut disosialisaikan gerakan bebas stunting.

Dengan begitu, arah kerja periode kedua Jokowi bersama Ma’ruf Amin yang didukung oleh menteri-menteri yang baru saja dilantik, termasuk wakil menteri, sesuai dengan gerak Aceh. Sudah selayaknya Pemerintah Aceh, bergerak “seirama seayunan langkah” dengan Pemerintahan baru Jokowi, dalam priode yg sedang berjalan ini.[]

Penulis adalah Staff Khusus & Jurubicara Pemerintah Aceh.

UNAYA Luluskan 312 Wisudawan Bertepatan dengan Kegiatan EXPO Tahun 2019

Universitas Abulyatama  (31/10/2019). Unaya meluluskan 312 wisudawan/ti yang dilantik pada acara Sidang Terbuka Senat Universitas Abulyatama dalam rangka Wisuda Program Diploma dan Sarjana dari berbagai Fakultas yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Hukum, Teknik, Perikanan dan Kedokteran Tahun Akademik 2019/2020 di Aula Bale Nyak Syeh Universitas Abulyatama.

Rektor Unaya, R Agung Efriyohadi MSc PhD dalam pidatonya  menyampaikan, “ bahwa Universitas Abulyatama yang memiliki peran  sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan  sumber daya manusia  (SDM) yang terus berupaya mencetak lulusan yang berdaya saing. Beliau juga menyampaikan harapan bahwa kontribusi para alumni Universitas Abulyatama dalam wujud karya dan karsa, banyak disumbangkan kepada bangsa dan negara sesuai dengan ilmu yang diperolehnya serta kompetensi keahliannya masing masing”.  Pada kegiatan wisuda tahun ini Universitas Abulyatama turut mengundang Kepala LLDIKTI Wilayah 13 Bapak Prof. Faisal Rani, SH., M.Hum. dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya “Soft Skill” dalam memasuki dunia kerja. Beliau berharap lulusan Universitas Abulyatama memiliki akhlak dan moral yang baik yang akan bersinergi dengan kemampuannya dibidang masing-masing.

Pada kesempatan ini, Rektor juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi terbaik , yang berasal dari Fakultas Teknik Program Studi Sistem Informasi atas nama Lisa Handasari Yanti, dan santunan kepada anak yatim yang menjadi kegiatan rutin setiap seremonial wisuda dilaksanakan di Universitas Abulyatama. Wisuda kali ini tampak berbeda dari tahun sebelumnya dengan diadakannya kegiatan Expo yang bertepatan dengan kegiatan wisuda tahun ini.