Marzukri Mahasiswa Pertanian Prodi Agroteknologi Membuat Hidroponik

SEIRING waktu perkuliahan, pada tahun 2016 ini,  Marzukri mahasiswa semester 7 (tujuh) prodi agroteknologi Universitas Abulyatama telah memasuki tahapan Praktek Lapangan (PL) sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya. Dalam prakteknya Marzukri membuat teknik budidaya hidroponik. Selasa,(11/10) di laboratorium fakultas pertanian Universitas Abulyatama.

Saat di wawancarai Marzukri mengatakan. “ Jangan mengira budidaya hidroponik membutuhkan biaya pembuatan yang mahal serta bahan-bahan yang sulit didapat. Budidaya hidroponik semakin tenar lantaran ideal untuk masyarakat yang tinggal di apartemen maupun rumah tapak yang tidak dibekali lahan memadai. Layout-nya pun bisa disesuaikan dengan pola ruangan, baik secara vertikal maupun horizontal. Menyoal tanaman yang akan dibudidayakan, bibit sayuran bisa dibeli seperti selada, sawi, seledri, serta tomat cabe dan lainnya “.

“ Yang menyenangkan dari budidaya ini adalah hasil panennya nanti bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, sehingga dapat sedikit menghemat pengeluaran belanja kebutuhan dapur “. Ucap Ukri.

Saat ini teknik budidaya hidroponik yang telah dibuat oleh Marzukri telah mencapai tahap pertama yaitu tahapan pembuatan rak dan pemasangan pipa paralon. Dan selanjutnya akan diselesaikan secara bertahap.

2016-10-22-14-04-14 2016-10-22-14-04-36 2016-10-25-16-41-48 2016-10-25-16-47-11

Mahasiswa Keperawatan Unaya Membuat “Penyuluhan Imunisasi”

ACEH-BESAR, mahasiswa program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran universitas Abulyatama memaparkan penyuluhan Imunisasi. Jum’at (07/10) di Menasah Gampong Cot Peutano Kecamatan Kutabaro Aceh Besar.

cimg0559

Kegiatan penyuluhan yang di buat oleh mahasiswa keperawatan Unaya ini di paparkan langsung oleh pihak puskesmas Kutabaro selaku koordinator imunisasi.

Didalam pemaparannya kepada masyarakat berisi tentang apa itu imunisasi, tujuan imunisasi, jenis-jenis imunisasi kemudian jadwal imunisasi.

“ Obat yang kami kasih sebagai juru imunisasi, obat itu akan disuntik untuk membangun suatu tentara di dalam tubuh yang akan melawan penyakit, imunisasi adalah hak anak, sangat di sayangkan jika anak-anak tidak diberi imunisasi “. Kata pihak puskesmas Kutabaro

Sesuai dengan UU.n023/2002 tentang imunisasi “ Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial ”.

Warek III Unaya, Melepas Mahasiswa Perikanan Magang

SEIRING waktu perkuliahan, pada tahun 2016 ini, mahasiswa semester 5 (lima) prodi teknologi hasil perikanan Universitas Abulyatama telah memasuki tahapan Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya.

Wakil Rektor III, dr Iziddin Fadhil melepas sebanyak 9 mahasiswa fakultas perikanan prodi teknologi hasil perikanan. Selasa,(11/10) di Aceh food fish jelly Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Mahasiswa magang di antar langsung ke lokasi oleh wakil dekan fakultas perikanan Universitas abulyatama dwi Aprilliani ags, S.Pi,M.Si dan diterima oleh manajer aceh food fish jelly yaitu ibu Salawati dan perwakilan dinas kelautan dan perikanan  provinsi Aceh oleh Cut Sri Haswirna ,S.Pi,M.Si.

Wakil Dekan Perikanan mengharapkan “ Semoga program magang ini menambah pengetahuan, menambah soft skills mahasiswa nantinya dan juga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang belum di dapat selama di bangku kuliah dapat di peroleh saat magang serta dapat bermanfaat menambah wawasan, keterampilan mahasiswa dalam melakukan pengolahan hasil perikanan “.

Magang ini dilakukan bertujuan, untuk melatih berbagai pengetahuan tentang produk olahan hasil perikanan.

Aceh Raih 8 Emas PON XIX 2016 di Jawa Barat

Kontingen Aceh berhasil memecahkan rekor dalam perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat. Pada ajang multieven ini, duta Tanah Rencong mendulang 8 medali emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Raihan ini melewati target yang ditetapkan KONI Aceh yaitu tujuh medali emas.

Bagi Aceh, ini merupakan prestasi mengesankan sepanjang sejarah pelaksanaan PON sejak pertama pada 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, atlet Aceh sukses menumbangkan rekor yang bertahan selama 27 tahun.

Seperti diketahui, dari 13 kali PON sebelumnya, wakil Aceh pernah mencatat hasil memuaskan pada PON 1989 di Jakarta. Ketika itu, Tanah Rencong berhasil mengumpulkan 7 medali emas, 2 perak, dan 9 perunggu. Sehingga sukses menembus peringkat 15 besar.

Akhirnya, prestasi 27 tahun lalu tersebut berhasil dilewati anak-anak muda Aceh saat tampil di Tanah Legenda Jawa Barat. Rekor iitu pecah seusai cabang tarung derajat menyumbang dua emas, angkat besi (2), serta atletik, terjun payung, kempo, dan panahan masing-masing satu emas. Hingga tadi malam, Aceh berada di peringkat 17 dalam daftar peroleh medali sementara PON XIX.

Di Solo, atlet Aceh tak ikut dan berlanjut absen saat PON 1951 di Jakarta, 1953 di Medan dan 1957 di Makassar. Tanah Rencong tampil perdana pada PON 1961 di Jawa Barat dengan meraih 2 perak dan 1 perunggu.

Lalu, PON 1965 yang dijadwalkan di Jakarta, tapi batal akibat peristiwa G30S/PKI. Prestasi Aceh pada PON 1969 di Jawa Timur justru menurun yang hanya meraih 2 perunggu. Aceh akhirnya meraih 2 emas, 1 perak dan 6 perunggu pada PON 1973 di Jakarta. Kemudian, prestasi menurun lagi padaPON 1977 di Jakarta dengan meraih 1 perak dan 7 perunggu. Pada PON1981 di Jakarta berhasil meraih 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Bukannya meningkat pada PON 1993 di Jakarta, Aceh kembali terjun bebas dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Bahkan, pada PON 1996 di Jakarta tak ada peningkatan dimana Aceh meraih 2 emas, 3 perak dan 9 perunggu. Pada PON 2000 di Jawa Timur, prestasi Aceh kembali melorot dengan meraih 1 emas, 1 perak dan 13 perunggu. Sehingga Aceh harus puas berada di posisi 25 atau nomor dua dari bawah.

Meroketnya prestasi Aceh kembali terjadi pada PON 2014 di Palembang, Sumatera Selatan dengan meraih 6 emas, 2 perak dan 5 perunggu. PON 2008 di Kalimantan Timur kembali turun dengan meraih 4 emas, 4 perak dan 10 perunggu. Begitu juga di PON 2012 Riau dengan meraih 3 emas, 5 perak dan 18 perunggu.

Pada hari terakhir PON, kemarin, Kontingen Aceh meraih 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tarung derajat memborong 2 emas dan kempo 1 emas. Dua perak diraih tarung derajat, dua perunggu dari tarung derajat, dan gulat.

Tarung derajat Aceh menjaga tradisi medali pada PON. Petarung Tanah Rencong menyumbang 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tampil di GOR Padjajaran Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/9), dua medali emas disumbang Kandar Hasan di kelas 67,1-70 Kg. Juanda, Angiel Fadilan, Heni Fitria, dan Siti Sarawiyah di nomor gerak tarung beregu campuran (Getar). Dua perak diraih oleh Suhermansyah di kelas 55,1-58 Kg dan Yuni Ari Kusna di kelas 62,1-66 Kg. Dua perunggu diraih Ali Akbar di kelas 61,1-64 Kg, serta Safira Dirayati, Teta Arum Darandi, dan Veni Novita yang tampil nomor rangkaian gerak (ranger).

Petarung Aceh, Kandar Hasan di final tampil agresif saat melawan Murdani dari Nusa Tenggara Timur. Duel ini cukup spesial karena turut disaksikan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Kandar terlihat lebih bersemangat tampil pada ronde pertama.

Tendangan melingkar yang jadi spesialisnya diandalkan untuk menekan lawan. Serangan dengan tangan juga cukup gencar memburu wajah lawan. Bahkan petarung Gayo Lues ini mampu memberi harapan bagi suporter Aceh yang terus memompa semangat di tribun. Bahkan yel yel ‘Lantak Laju’ ikut bergema di GOR Padjajaran.

Turun di ronde kedua, Kandar masih mempertahankan serangan agresifnya. Lawan sulit membaca serangan Kandar. Beberapa serangan Kandar mengenai tubuh dan kepala lawan. Puncaknya di ronde ketiga, beberapa kali Kandar membuat lawan tersudut hingga keluar arena.

Lawan akhirnya terjatuh karena menghindari serangan Kandar. Tak lama kemudian petarung NTT kembali jatuh akibat mencoba serangan melingkar, tapi ditangkis dengan tangan Kandar. Akhirnya ronde ketiga berakhir dan Kandar Hasan menang 3-0.

Petarung asal Aceh Singkil, Suhermansyah gagal meraih medali emas setelah dikalahkan Hendika Ramadhoni dari Sumatera Barat dengan skor, 0-3. Begitu juga dengan petarung asal Aceh Besar, Yuni Ari Kusna yang sangat berambisi menambah emas bagi Aceh. Tapi, Yuni harus merelakan emas untuk Helmi Arfi Lindah dari Jawa Timur yang menang 1-2.

Kenshi Aceh, Metha Putri Musticha berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga kempo pada PON XIX 2016 Jawa Barat. Atlet dari Aceh Tengah ini mengalahkan kenshi Kalimantan Timur, Elanita Lisa dengan skor 5-0, di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, kemarin. Laju Metha ke final setelah menghentikan kenshi Nusa Tenggara Barat, 2-0 di semifinal.

Tapi, medali emas yang diraih Metha ini cukup dramatis di nomor randori perseorangan kelas 50 Kg. Bertarung dengan unggulan Kaltim di final, keduanya cukup hati-hati dalam menyerang. Masing-masing berusaha mencari posisi terbaik untuk menyerang lawan. Hanya saja, selama ronde pertama berdurasi 2 menit tak ada poin yang diraih kedua kenshi. Untuk laga final, wasit dapat memberi tambahan waktu hingga tiga ronde bila tak ada yang dapat poin.

Tambahan waktu dua menit pada ronde kedua dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua kenshi. Mereka berusaha menyerang meski tak tepat sasaran. Jelang berakhir waktu di ronde kedua, Metha berhasil melepaskan tendangan hingga menang satu wazari atau nilai 5. Begitu waktu berakhir, Metha dinyatakan menang 5-0.

Hasil ini disambut suporter Aceh yang menyaksikan partai final tersebut. Kemenangan itu meneruskan tradisi medali pada cabang olahraga Kempo. Karena, di  XVIII 2012 Riau, kempo Aceh meraih medali emas melalui Lismarita di nomor randori perseorangan kelas 45 Kg.

Saat di Riau, Lismarita maju ke final setelah mengalahkan kenshi Kalimantan Timur di semifinal. Kemudian Lismarita di final mengalahkan Hari Trimurti dari Jawa Timur dengan skor tela.

 

 

Apin Sahroni ” Belajar Bahasa Inggris Sambil Bernyanyi”

ACEH-BESAR. Mengenakan baju hijau berkerah, rapi dan tampan, dialah Apin Sahroni mahasiswa FKIP prodi Bahasa Inggris mengajak mahasiswa baru belajar sambil bernyanyi dalam bahasa Inggris khususnya mahasiswa jurusan bahasa inggris, Selasa (27/9/2016) pagi.

Apin mengatakan “Kali ini saya akan membahas tentang belajar Bahasa Inggris dengan bernyanyi. Kenapa saya memilih topik belajar bahasa Inggris dengan bernyanyi, karena dengan bernyanyi mahasiswa tidak akan mudah merasa bosan dan proses belajar menjadi menyenangkan. Seperti yang kita ketahui, remaja-remaja sekarang mereka masih membutuhkan hiburan dan pembelajaran yang mengutamakan aktivitas, jadi metode belajar bahasa Inggris dengan bernyanyi ini bisa digunakan dalam proses belajar mengajar “.

“Ini juga sebagai satu diantara cara meningkatkan minat belajar dalam bahasa Inggris, baik dari pronunciation (pelafalan), conversation (percakapan) maupun vocabulary (kosakata),” jelasnya.

Ia menilai saat ini penerapan belajar bahasa Inggris kurang dipahami atau rumit jika tidak diterapkan dalam bentuk praktek.

“Disamping kita melihat bagusnya dalam pengucapan, pemahaman, juga dalam hal menyuarakannya,” ujar Apin saat di wawancarai oleh tim Abulyatama.ac.id di taman Universitas Abulyatama.

Maka belajar bahasa Inggris mulai dari bernyanyi itu tujuannya adalah agar mudah dipahami.

Ia berharap kegiatan serupa lebih dikembangkan kembali guna meningkatkan minat belajar bahasa Inggris mahasiswa di kampus.

Seminar Motivasi ” Meraih Impian Studi Lanjut Di Luar Negeri “

ACEH-BESAR. Penutupan Biologi Expo ke II dimeriahkan dengan seminar Motivasi bertema “Meraih Impian Studi Lanjut di Luar Negeri ” Selasa, 27/09/2016 Pukul 08.30 di Aula lt. 2 Universitas Abulyatama yang disampaikan oleh Dua pemateri yang sangat luar biasa.

Meutia Zahara., Ph.D. (penerima beasiswa Erasmundus, yang telah menyelesaikan S2 nya di tiga negara (Italia, German dan Austria). Dan baru saja menyelesaikan pendidikan S3nya di Asian Institute of Technology, Thailand). Dalam materinya menceritakan perjalanan hidupnya hingga bisa studi ke luar negeri.

“ Hidup saya di awali pada tanggal 24 Desember 2004, saat itu saya termotivasi dengan paman saya yang studinya ke luar negeri. Semangat kerja keras tidak cukup jika tidak punya impian. Bermimpilah apa saja. Karena mimpilah yang menentukan seberapa besar seseorang itu bisa berkomitmen. Tuliskan sebanyak mungkin mimpi anda ”.

“ Sebenarnya TOEFL itu tidak sulit, tapi TOEFL itu mudah. Yang membuat mudah dengan menjadikan bahasa inggris itu teman, jangan jadikan bahasa inggris itu beban, Insha Allah bisa ”. Tambah Meutia.

Syarifah Farissi Hamama., S.Si. M.Ed. (Ka. Prodi Pendidikan Biologi UNAYA, alumni Deakin University, Australia). Dalam materinya juga menceritakan perjalanan hidupnya hingga bisa studi ke luar negeri.

“ Saya termotivasi melihat kakak saya yang sangat pintar, hingga dia bisa lanjut studinya ke Australia. Pada masa  perkuliahan saya, untuk mendapatkan gelar sarjana saat itu di butuhkan TOEFL sebanyak 450 , saya pernah gagal TOEFL 5 kali ikut baru lulus, entah itu beneran lulus atau diluluskan ”. Ujar Syarifah

“ Kalau ditanya mengapa kuliah keluar negeri jawabannya adalah ingin kuliah di universitas yang terkenal, mencari pengalaman dan budaya yang berbeda, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memulai jaringan kerjasama di tingkat nasional dan karena adanya beasiswa ”.

“ Jadi Tunggu apalagi, jangan disini saja dunia itu menunggu kalian “. Tutup Syarifah mengangkat semangat para mahasiswa yang hadir.

 

Daftar Perolehan Medali PON XIX 2016, Selasa (27/9/2016)

Target Jawa Barat (Jabar) menjadi ‘Jabar Kahiji’ di Pekan Olahraga XIX 2016 bakal terwujud. Hingga Selasa (27/9/2016) pukul 21.00 WIB atau dua hari jelang penutupan, Kamis (29/9/2016), kontingen tuan rumah memimpin klasemen perolehan medali dengan 195 emas, 140 perak, dan 144 perunggu, atau total 479 medali.

Jabar jauh meninggalkan Jawa Timur yang bertengger diperingkat 2 dengan 123 emas, 123 perak, dan 116 perunggu (total 362 medali), dan DKI Jakarta di peringkat 3 dengan 118 emas, 115 perak, dan 112 perunggu atau total 345 medali.

Kendati demikian, Gubernur Jawa Barat merangkap Ketua Umum PB PON XIX 2016 Ahmad Heryawan belum mau mendeklarasikan Kontingen Jabar sebagai juara umum PON XIX. Menurut pria yang akrab disapa Aher itu, terlalu dini untuk menyebut ‘Jabar Kahiji’ karena masih ada pertandingan yang berlangsung menjelang penutupan.

“Jangan dulu diklaim Jabar Kahiji, terlalu dini kalau Jabar dibilang juara umum sekarang. Nanti saja,” kata Aher seperti dilansir laman resmi PON XIX (pon-peparnas2016jabar.go.id). “Kita lihat nanti, Jabar juara umum atau tidak. Masih ada sisa pertandingan satu hari. Masih ada medali yang diperebutkan hingga besok.”

Yang menarik, Kontingen Maluku Utara akhirnya mendapatkan medali pertama. Dengan demikian seluruh kontestan PON XIX (34 provinsi) resmi mendapat medali. Maluku Utara meraih perak dari cabang olahraga futsal setelah di final mereka menyerah 1-2 dari tuan rumah Jawa Barat di Graha Laga Satria Futsal, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (26/7/2016) malam. Di arena PON empat tahun lalu di Riau, Maluku Utara berada di peringkat ke-32 dari 33 provinsi dengan perolehan satu medali perunggu.

Berikut Daftar Perolehan Medali PON XIX 2016, Selasa (27/9/2016) hingga Pukul 21.00 WIB

No Kontingen Emas Perak Perunggu Total
1 JAWA BARAT 195 140 144 479
2 JAWA TIMUR 123 123 116 362
3 DKI JAKARTA 118 115 112 345
4 JAWA TENGAH 26 49 72 147
5 KALIMANTAN TIMUR 21 30 60 111
6 BALI 18 19 33 70
7 RIAU 16 25 24 65
8 SUMATERA UTARA 15 15 30 60
9 PAPUA 15 15 27 57
10 DI YOGYAKARTA 14 15 20 49
11 SULAWESI SELATAN 11 23 24 58
12 BANTEN 11 9 24 44
13 SUMATERA BARAT 11 8 17 36
14 LAMPUNG 11 7 15 33
15 KALIMANTAN SELATAN 8 7 12 27
16 NUSA TENGGARA BARAT 8 6 15 29
17 SUMATERA SELATAN 6 9 13 28
18 KEP. RIAU 6 4 6 16
19 JAMBI 5 6 19 30
20 ACEH 5 5 6 16
21 SULAWESI TENGGARA 5 3 4 12
22 KALIMANTAN BARAT 4 7 13 24
23 NUSA TENGGARA TIMUR 4 6 8 18
24 MALUKU 4 2 8 14
25 KALIMANTAN TENGAH 3 4 4 11
26 PAPUA BARAT 3 1 8 12
27 KALIMANTAN UTARA 3 0 3 6
28 GORONTALO 2 0 1 3
29 KEP. BANGKA BELITUNG 1 6 4 11
30 SULAWESI UTARA 1 0 6 7
31 SULAWESI TENGAH 0 3 7 10
32 BENGKULU 0 1 2 3
33 MALUKU UTARA 0 1 1 2
34 SULAWESI BARAT 0 0 1 1

Sumber: pon-peparnas2016jabar.go.id

FKIP Penjaskesrek Unaya angkatan 2013 kembali Gelar Turnamen Futsal “Field Work Cup ke-V”

SELASA (27/09) FKIP Penjaskesrek Unaya angkatan 2013 kembali menggelar Futsal field work ke-V, turnamen ini merupakan kejuraan futsal tingkat mahasiswa Universitas Abulyatama. Tujuan dari turnamen tersebut adalah mencari talenta – talenta dari berbagai fakultas nantinya yang punya bakat dan akan saling membuktikan siapa yang pantas menyandang predikat sang juara.

Mahasiswa FKIP Penjaskesrek angkatan 2013 sebagai penggagas acara tersebut, ajang ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan turnamen futsal se-fakultas Universitas Abulyatama “field work ke-v mahasiswa KIP Penjaskesrek 2013 yang akan mengadakan turnamen futsal bertujuan menjunjung sportifitas sesama mahasiswa dan sekaligus menjalin silahturahmi.

Adun Arjan ketua panitia mengatakan, “acara turnamen futsal ini diselenggarakan mulai tanggal 8 Oktober 2016 hingga tanggal 9 Oktober 2016 mendatang dilapangan Orange Futsal Darussalam, Banda Aceh, total tim yang akan bertanding berjumlah 32 tim dengan sistem gugur,” katanya.

Ia menambahkan, “ Setiap para peserta yang akan mengikuti turnamen dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp250 ribu untuk tiap tim “.

Untuk meningkatkan semangat berkompetisi, penyelanggara menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi juara satu, dua, tiga dan empat. Segera daftarkan tim anda pada ajang ini. Dengan cara menghubungi contact person :085206295623 (Marhaban), 081269365229 (Febri Aditya), 082362986715 (Wahyudi).

Jadi tunggu apa lagi? Segera daftarkan tim kamu dan junjung tinggi sportifitasmu di turnamen field work cup ke-v.

1474983597357

 

Daftar Perolehan Medali PON XIX 2016, Minggu (25/9/2016)

Tuan rumah Jawa Barat (Jabar) masih memimpin klasemen perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Hingga Minggu (25/9/2016) pukul 21.00 WIB, Jabar meraup total 366 medali, dengan rincian 166 medali emas, 93 perak, dan 107 perunggu.

Jawa Timur masih menduduki peringkat 2 dengan 278 medali, terdiri dari 99 emas, 98 perak, dan 81 perunggu, mengungguli DKI Jakarta yang ada di peringkat 3 dengan raihan total 271 medali, terdiri dari 94 medali emas, 92 perak, dan 85 perunggu.

Jabar menambah pundi emas dari cabang atletik lewat Agus Prayogo yang menyumbangkan emas nomor lari 10.000 meter putra di Lintasan Atletik Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (25/9/2016) pagi. Agus mencatatkan waktu tercepat 30:23.98. Itu medali emas kedua Agus setelah sebelumnya juara di nomor 5.000 meter.

Selain atletik, Jabar juga meraup lebih dari 24 medali emas yang diperoleh antara lain dari cabang dayung, ski air, taekwondo, pencaksilat, balap sepeda, catur, renang perairan terbuka, terbang layang hingga panjat tebing.

Sedangkan Jatim  dari ski air, balap sepeda, loncat indah, golf, sepatu roda, pencak silat, hingga catur. Sedangkan DKI Jakarta dari balap motor, terbang layang, sepatu roda, berkuda, dan senam.

Daftar Perolehan Medali PON XIX 2016, Minggu (25/9/2016) hingga Pukul 21.00 WIB

No Kontingen Emas Perak Perunggu Total
1 JAWA BARAT 166 93 107 366
2 JAWA TIMUR 99 98 81 278
3 DKI JAKARTA 94 92 85 271
4 JAWA TENGAH 18 33 51 102
5 SUMATERA UTARA 14 12 23 49
6 PAPUA 13 10 20 43
7 RIAU 12 21 16 49
8 BALI 12 15 25 52
9 KALIMANTAN TIMUR 9 20 39 68
10 DI YOGYAKARTA 8 11 16 35
11 SULAWESI SELATAN 7 16 14 37
12 SUMATERA BARAT 7 9 11 27
13 BANTEN 7 7 18 32
14 KALIMANTAN SELATAN 7 6 8 21
15 SUMATERA SELATAN 5 6 11 22
16 SULAWESI TENGGARA 5 2 3 10
17 NUSA TENGGARA BARAT 4 4 9 17
18 MALUKU 4 1 4 9
19 LAMPUNG 3 4 6 13
20 ACEH 3 3 2 8
21 JAMBI 2 6 14 22
22 KALIMANTAN TENGAH 2 3 3 8
23 KALIMANTAN UTARA 2 0 2 4
24 GORONTALO 2 0 0 2
25 KEP. BANGKA BELITUNG 1 5 4 10
26 KALIMANTAN BARAT 1 3 5 9
27 SULAWESI TENGAH 1 2 4 7
28 SULAWESI UTARA 1 0 2 3
29 KEP. RIAU 0 3 4 7
30 PAPUA BARAT 0 1 5 6
31 BENGKULU 0 1 1 2
32 NUSA TENGGARA TIMUR 0 1 0 1
33 SULAWESI BARAT 0 0 1 1

Sumber: pon-peparnas2016jabar.go.id

Kabar Gembira ! Kini di Kantin Induk Abulyatama Sudah Tersedia Wifi Gratis

Kantin merupakan sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana.

Kantin induk Abulyatama merupakan salah satu tempat favorit yang dipilih mahasiswa untuk melakukan diskusi, sharing, jajan, dan makan. Kini tak hanya itu kantik induk Abulyatama juga menyediakan Wifi gratis yang bisa diakses langsung oleh seluruh mahasiswa.

” Alhamdulillah, berkat wifi gratis yang tersedia dikantin sekarang mahasiswa bisa lebih mudah untuk melakukan akses ke internet, ini juga akan berdampak positif bagi kita semua “. Kata Zaki Muhammad selaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama.

Untuk melakukan akses mahasiswa bisa langsung tekan user name “HOTSPOT VERD” tidak perlu memasukkan password karena wifi tersedia secara automatis.